by Author Nurilab | Jul 31, 2026 | Blog, Makeup and Skincare, Self-Care & Wellness, Skin Conditions
Punya kulit yang gampang merah, perih, atau terasa “ketarik” setiap habis cuci muka? Atau jerawat hormonal yang tidak kunjung sembuh padahal sudah rajin double cleansing dan pakai obat totol?
Anda tidak sendirian. Data dermatologi menunjukkan bahwa 60–70% pemilik kulit sensitif mengalami iritasi bukan karena produk skincare aktif, melainkan akibat pemilihan cleanser yang salah.
Mengapa Sabun Muka Biasa Justru Memperburuk Kulit Sensitif & Berjerawat?
Sebagian besar sabun muka di pasaran berfokus pada dua hal: busa melimpah dan sensasi “kesat”. Padahal, sensasi ini adalah tanda bahaya bagi skin barrier.
Penggunaan surfaktan keras seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES) memicu masalah berikut:
- Pengikisan Lipid Barrier: Busa berlebih melarutkan ceramide, kolesterol, dan asam lemak alami kulit.
- Peningkatan TEWL: Menurut studi dalam Journal of Drugs in Dermatology, SLS dapat meningkatkan Transepidermal Water Loss (TEWL) hingga 25%.
- Pertumbuhan Bakteri Jerawat: Ketika skin barrier rusak dan microbiome terganggu, bakteri penyebab jerawat (Propionibacterium acnes) lebih cepat berkembang biak.
Sinyal SOS Skin Barrier: Rasa perih, ketarik, panas, kemerahan, dan gatal pasca-mencuci muka adalah tanda bahwa lapisan pelindung kulit Anda telah terkikis.
Solusi 2-in-1: Nurilab 3X Defense Gentle Cleansing Gel
Kulit sensitif dan acne-prone membutuhkan pembersih yang bekerja dengan prinsip: Membersihkan, Menenangkan, dan Melindungi.
Nurilab 3X Defense Gentle Cleansing Gel dirancang khusus sebagai pembersih wajah inovatif yang tidak hanya membersihkan secara menyeluruh, tetapi juga bisa difungsikan sebagai Instant Calming Mask saat kulit sedang meradang.
Kandungan Utama (Active Ingredients)
| Bahan Aktif |
Konsentrasi |
Fungsi Utama |
| Centella Asiatica |
5% |
Menenangkan kemerahan, meredakan inflamasi, dan mempercepat pemulihan skin barrier. |
| Green Tea Extract |
3% |
Sebagai antioksidan tinggi dan agen antibakteri alami untuk melawan penyebab jerawat. |
| Yam Bean (Bengkoang) |
1% |
Mencerahkan kulit kusam secara alami dan memberikan hidrasi ekstra. |
Apa Arti Klaim “Hypoallergenic”? Membedah Bukti Uji Klinis HRIPT Nurilab
Kata “hypoallergenic” sering kali hanya menjadi klaim pemasaran karena tidak adanya standar hukum resmi dari lembaga seperti FDA AS. Namun, brand yang bertanggung jawab akan melakukan uji klinis langsung pada manusia.
Nurilab 3X Defense telah melewati HRIPT (Human Repeated Insult Patch Test), yaitu gold standard uji kosmetika untuk mengukur potensi alergi dan sensitivitas kulit.
Tahapan Pengujian HRIPT Nurilab:
- Panel Subjek Terarah: Diuji pada 50–200 relawan dewasa yang memiliki riwayat kulit sensitif (seperti eksim ringan, dermatitis atopik, dan rosacea) oleh laboratorium uji klinis terakreditasi.
- Masa Induksi (3 Minggu): Produk ditempelkan (patch) ke area punggung sebanyak 9 kali selama 21 hari secara tertutup untuk memicu respons alergi jika ada.
- Masa Tantangan & Evaluasi Dokter: Setelah jeda 2 minggu, produk ditempelkan kembali ke area baru. Dokter Spesialis Dermatologi (SpDVE) mengawasi area uji setiap 48–72 jam untuk mencatat ada/tidaknya kemerahan, gatal, atau bengkak.
Hasil Uji HRIPT Nurilab: Tidak ditemukan reaksi alergi, iritasi, maupun sensitisasi pada seluruh peserta uji. Produk ini terbukti memiliki risiko alergi yang sangat rendah dan aman digunakan dari anak-anak hingga dewasa.
Kesimpulan: Fondasi Skincare Sehat Dimulai dari Pembersih yang Tepat
Mencuci muka tidak boleh lagi menjadi momen yang menyiksa kulit. Dengan formulasi gentle, bebas SLS/SLES, serta teruji klinis lewat HRIPT, Nurilab 3X Defense Gentle Cleansing Gel memberikan perawatan paling aman agar skincare routine Anda selanjutnya dapat bekerja secara maksimal.
Saatnya beralih ke pembersih wajah yang tidak hanya membersihkan, tetapi juga menenangkan dan melindungi skin barrier Anda.
Referensi Ilmiah (Scientific References)
1. Draelos ZD, et al. Efficacy and Tolerance of a Polymeric Surfactant Technology-Based Cleanser for Clinically Diagnosed Sensitive Skin. J Drugs Dermatol. 2024;23(10):889-893.
2. Zirwas MJ, Stechschulte SA. Assessment of Hypoallergenicity of Ten Skincare Products. J Drugs Dermatol. 2014;13(3):264-266.
3. Nedorost S. Prevalence of Contact Allergens in Natural Skin Care Products. PMC.
4. Choi JM, et al. A single-blinded, randomized, controlled clinical trial evaluating the effect of face washing on acne vulgaris. PubMed.
Disclaimer
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi umum. Hasil pemakaian dapat bervariasi tergantung kondisi kulit, pola hidup, dan faktor hormonal. Klaim antibakteri 99,99% berdasarkan uji laboratorium in-vitro. Klaim hypoallergenic berdasarkan hasil uji tempel HRIPT pada panel uji klinis. Jika Anda memiliki kondisi medis khusus seperti dermatitis atopik berat, psoriasis, atau rosacea aktif, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit (SpDVE) sebelum mencoba produk baru.
by Lugi Nurilab | May 25, 2026 | Blog, Makeup and Skincare
Sebenarnya memakai makeup tebal saat kulit sedang berjerawat tetap aman dilakukan dan tidak akan memicu breakout, asalkan kamu menggunakan produk berlabel non-comedogenic, menjaga kebersihan alat kosmetik, serta melakukan teknik double cleansing secara menyeluruh untuk mengangkat sisa residu makeup.
Jerawat muncul ketika pori-pori tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, dan bakteri yang memicu inflamasi. Karena itu, penggunaan makeup terlalu berat tanpa pembersihan maksimal bisa memperparah kondisi kulit karena kosmetik tidak selalu menjadi penyebab utama munculnya jerawat baru.
Risiko Makeup Tebal pada Kulit Berjerawat
Kulit berjerawat cenderung lebih sensitif terhadap produk oklusif atau bahan penyumbat pori. Foundation full coverage, concealer tebal, hingga setting spray dengan bahan terlalu berat berisiko meninggalkan residu pada kulit jika tidak dibersihkan sempurna.
Beberapa risiko yang dapat muncul akibat penggunaan makeup tebal pada kulit acne-prone antara lain:
- Pori-pori tersumbat (comedogenic clogging)
- Munculnya komedo dan jerawat baru
- Inflamasi jerawat semakin parah
- Skin barrier menjadi lebih sensitif
- Produksi minyak meningkat akibat iritasi
Meski begitu, riset dermatologi menunjukkan bahwa kosmetik modern dengan formula non-comedogenic dan oil-free memiliki risiko jauh lebih rendah dalam memicu acne cosmetica dibanding formula lama yang lebih berat dan berminyak.
Langkah Persiapan Kulit (Skin Prep) Sebelum Makeup Untuk Wajah Berjerawat
Agar makeup tetap menempel sempurna tanpa memperparah jerawat, persiapan kulit sebelum makeup (skin prep) sangat penting dilakukan untuk menciptakan lapisan pelindung (barrier).
1. Gunakan Cleanser yang Gentle
Membersihkan wajah sebelum makeup membantu mengurangi minyak berlebih dan kotoran agar tidak terperangkap di bawah kosmetik. Pilih facial wash dengan formula lembut yang tidak merusak skin barrier, terutama jika kulit sedang mengalami inflamasi.
Di tahap ini, penggunaan Nurilab 3X Defense Gentle Cleansing Gel sangat direkomendasikan karena dapat membantu membersihkan kulit secara mendalam tanpa membuatnya terasa kering atau ketarik.
2. Pastikan Kulit Tetap Terhidrasi
Kulit berjerawat tetap membutuhkan hidrasi yang cukup. Kulit yang terlalu kering justru bisa memicu kelenjar minyak memproduksi sebum lebih banyak hingga akhirnya membuat makeup menjadi crack atau patchy. Gunakan moisturizer ringan bertekstur gel atau losion dengan klaim non-comedogenic, oil-free, serta fragrance-free.
3. Gunakan Primer Water-Based
Primer dapat membantu makeup lebih tahan lama dan menyamarkan tampilan pori. Namun, pastikan kamu memilih formula berbahan dasar air (water-based) yang ringan agar tidak menyumbat pori-pori wajah.
4. Pilih Kosmetik Berlabel Non-Comedogenic
Ini adalah poin paling krusial. Produk non-comedogenic dirancang khusus di laboratorium agar tidak memicu komedo. Beberapa jenis makeup yang aman untuk kulit berjerawat meliputi foundation oil-free, mineral makeup, loose powder ringan, dan concealer acne-friendly. Jika sedang ada jerawat aktif yang meradang, hindari penggunaan makeup berlapis terlalu tebal di area tersebut untuk mengurangi gesekan.
Cara Membersihkan Makeup Total Agar Tidak Memicu Breakout
Salah satu penyebab utama breakout setelah memakai kosmetik adalah adanya residu yang tertinggal di dalam pori-pori dan garis wajah. Oleh karena itu, kamu wajib membersihkan wajah menggunakan metode double cleansing.
1. Mulai dengan First Cleanser
Gunakan cleansing balm, cleansing oil, atau micellar water berlabel non-comedogenic untuk meluruhkan foundation, sunscreen, concealer, minyak berlebih, serta debu polusi. Tahap pertama ini berfungsi khusus untuk mencairkan produk kosmetik yang menempel di wajah agar lebih mudah dibilas.
2. Lanjutkan dengan Facial Wash (Second Cleanser)
Tahap kedua membantu mengangkat sisa residu makeup dan first cleanser yang masih tertinggal di pori-pori. Di sinilah kamu wajib menggunakan produk seperti Nurilab 3X Defense Gentle Cleansing Gel.
Dengan formula lenbut dan non-stripping efektif membersihkan sisa kotoran secara mendalam hingga ke pori-pori tanpa merusak kelembapan alami kulit ataupun membuat kulit terasa ketarik setelah double cleansing. Pastikan mencuci wajah minimal selama 60 detik secara lembut.
3. Gunakan Produk Acne Care Setelah Cleansing
Setelah kulit benar-benar bersih, aplikasikan produk acne treatment untuk menenangkan kulit. Di tahap ini, Nurilab Acne Conclearing™ dapat digunakan sebagai pendamping malam hari setelah cleansing untuk membantu menjaga agar jerawat tidak iritasi dan mempercepat penyembuhan jerawat aktif setelah seharian tertutup makeup tebal.
4. Jangan Pernah Tidur dalam Kondisi Memakai Makeup
Tidur tanpa menghapus makeup dapat meningkatkan risiko penumpukan komedo, jerawat meradang, skin barrier rusak, hingga kulit kusam. Membersihkan wajah sebelum tidur adalah langkah mutlak bagi pemilik kulit acne-prone.
Tips Tambahan Agar Wajah Bebas Jerawat Saat Ber-Makeup
Beberapa kebiasaan kecil berikut juga berpengaruh besar terhadap kesehatan kulit kamu:
- Rajin mencuci brush dan sponge makeup minimal seminggu sekali.
- Hindari kebiasaan sharing atau berbagi alat kosmetik dengan orang lain.
- Ganti sarung bantal secara rutin untuk menghindari penumpukan bakteri.
- Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.
- Tetap gunakan sunscreen non-comedogenic setiap hari sebagai pelindung UV.
Kesimpulan
Memakai makeup tebal saat kulit berjerawat tetap boleh dilakukan selama kamu memilih produk non-comedogenic dan menerapkan metode double cleansing yang sempurna setelahnya. Risiko breakout biasanya muncul bukan karena kosmetiknya, melainkan karena residu yang tertinggal dan menyumbat pori.
Kombinasi antara skin prep yang benar, kosmetik ramah kulit acne-prone, serta pembersihan maksimal menjadi kunci utama. Penggunaan produk pembersih yang gentle seperti Nurilab 3X Defense Gentle Cleansing Gel dan perawatan intensif seperti Nurilab Acne Conclearing™ akan membantu memastikan kulit kamu tetap bersih, sehat, dan bebas dari ancaman jerawat baru.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
- Apakah boleh memakai bedak saat muka berjerawat?
Boleh. Pilih bedak dengan formula non-comedogenic dan tekstur ringan agar tidak menyumbat pori-pori. Loose powder (bedak tabur) jauh lebih direkomendasikan dibanding compact powder untuk kulit berjerawat.
- Apakah foundation bisa memperparah jerawat?
Foundation tidak selalu menyebabkan jerawat. Risiko breakout terjadi jika produk terlalu oklusif (menyumbat), tidak cocok dengan jenis kulit, atau tidak dibersihkan dengan sempurna.
- Kenapa jerawat muncul setelah memakai makeup?
Jerawat muncul akibat pori-pori tersumbat oleh kombinasi residu kosmetik, produksi minyak, bakteri, serta penggunaan alat makeup yang tidak steril.
- Apakah double cleansing wajib dilakukan setelah makeup tebal?
Ya, sangat wajib. Double cleansing memastikan seluruh lapisan foundation, sunscreen, dan sebum terangkat total, sehingga memperkecil risiko penyumbatan pori-pori penyebab jerawat.
by Lugi Nurilab | Mar 18, 2026 | Blog
Menjalani puasa membuat tubuh mengalami perubahan pola makan, waktu tidur, hingga hidrasi. Tidak hanya berdampak pada tubuh, kondisi ini juga bisa memengaruhi kesehatan kulit. Banyak orang merasa kulit menjadi lebih kering, kusam, bahkan mudah berjerawat selama bulan puasa.
Karena itu, skincare routine malam hari menjadi salah satu langkah penting untuk membantu kulit pulih setelah seharian beraktivitas tanpa asupan air dan nutrisi. Pada malam hari, kulit memasuki fase regenerasi alami sehingga produk skincare dapat bekerja lebih optimal.
Melalui rutinitas perawatan yang tepat, Nuribae bisa menjaga kulit tetap lembap, sehat, dan terhidrasi selama menjalani puasa.
Kenapa Skincare Malam Lebih Penting Saat Puasa?
Saat puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama kurang lebih 12–14 jam. Kondisi ini dapat memengaruhi tingkat hidrasi kulit. Selain itu, aktivitas harian seperti paparan sinar matahari, polusi, dan penggunaan makeup juga membuat kulit mengalami stres.
Pada malam hari, kulit berada pada fase repair dan regenerasi sel. Inilah waktu terbaik untuk memberikan nutrisi melalui produk skincare karena:
- Penyerapan bahan aktif lebih optimal
- Produksi kolagen meningkat saat malam
- Proses perbaikan skin barrier terjadi lebih aktif
Itulah mengapa skincare routine malam hari saat puasa menjadi sangat penting untuk menjaga kulit tetap sehat dan lembap.
Perubahan Kondisi Kulit Setelah Seharian Berpuasa
Sebelum membahas langkah skincare, Nuribae perlu memahami beberapa perubahan yang sering terjadi pada kulit selama puasa:
- Kulit terasa lebih kering karena berkurangnya hidrasi
- Produksi minyak bisa menjadi tidak seimbang
- Kulit tampak lebih kusam
- Jerawat lebih mudah muncul
Hal ini terjadi karena perubahan pola makan, waktu tidur, serta kurangnya cairan selama siang hari. Oleh karena itu, rutinitas skincare malam perlu difokuskan pada membersihkan kulit secara optimal sekaligus mengembalikan hidrasi yang hilang.
Langkah 1: Double Cleansing untuk Mengangkat Kotoran dan Minyak
Langkah pertama dalam skincare routine malam hari adalah membersihkan wajah secara menyeluruh. Setelah seharian beraktivitas, wajah biasanya dipenuhi oleh kotoran, minyak, sunscreen, dan sisa makeup.
Metode double cleansing membantu membersihkan wajah secara maksimal tanpa merusak skin barrier.
Langkahnya:
- Gunakan pembersih pertama (makeup remover atau cleansing oil)
- Lanjutkan dengan facial wash yang lembut
Pilih produk pembersih dengan formula lembut membantu mengangkat kotoran sekaligus menjaga keseimbangan kelembapan kulit.
Langkah 2: Toner Hydrating untuk Mengembalikan Kelembapan
Setelah wajah bersih, langkah berikutnya adalah menggunakan hydrating toner.
Toner berfungsi untuk:
- Mengembalikan pH kulit
- Menambah hidrasi awal
- Membantu penyerapan skincare berikutnya
Saat puasa, pilih toner yang memiliki kandungan pelembap agar kulit tidak terasa kering setelah mencuci wajah.
Cara penggunaan:
- Tuangkan toner pada telapak tangan atau kapas
- Tepuk perlahan ke wajah hingga meresap
Langkah ini membantu kulit kembali segar dan siap menerima nutrisi dari serum.
Langkah 3: Serum dengan Kandungan Melembapkan
Serum merupakan produk skincare dengan konsentrasi bahan aktif yang tinggi. Dalam skincare routine malam hari saat puasa, serum membantu memberikan hidrasi dan memperbaiki kondisi kulit.
Salah satu serum yang bisa digunakan adalah Nurilab Triple B Serum, serum ini membantu menenangkan kulit sekaligus memperbaiki bekas jerawat yang sering muncul saat kondisi kulit tidak stabil.
Beberapa kandungan serum yang baik untuk menjaga hidrasi kulit adalah:
- Hyaluronic Acid
Hyaluronic acid dikenal sebagai bahan yang mampu menahan air hingga ratusan kali dari beratnya sendiri.
Manfaatnya antara lain:
- Menghidrasi kulit secara intens
- Membuat kulit terasa lebih kenyal
- Mengurangi tampilan garis halus
- Niacinamide
Niacinamide merupakan bahan yang sangat populer dalam skincare karena manfaatnya yang beragam.
Fungsinya meliputi:
- Menenangkan kulit
- Mengontrol produksi minyak
- Memperkuat skin barrier
- Membantu menyamarkan noda bekas jerawat
- Ceramide
Ceramide adalah komponen penting dalam lapisan pelindung kulit.
Manfaat ceramide:
- Memperkuat skin barrier
- Mencegah kehilangan air dari kulit
- Menjaga kelembapan lebih lama
Kombinasi bahan-bahan ini membantu kulit tetap sehat selama menjalani puasa.
Langkah 4: Moisturizer untuk Mengunci Hidrasi Semalaman
Setelah menggunakan serum, jangan lupa mengunci semua hidrasi dengan moisturizer.
Moisturizer memiliki fungsi penting dalam skincare routine malam hari, yaitu:
- Mengunci kelembapan
- Memperkuat skin barrier
- Menenangkan kulit
Salah satu moisturizer yang bisa digunakan adalah Nurilab 5% Peptamide AI™Acne Calming Moisturizer. Moisturizer dengan kandungan Peptamide membantu menenangkan kulit berjerawat sekaligus menjaga hidrasi kulit sepanjang malam.
Artikel berikut juga membahas pentingnya moisturizer untuk menjaga skin barrier:
https://nurilab.id/blog/kenapa-skin-barrier-butuh-moisturizer/
Langkah 5: Spot Treatment Jika Ada Jerawat
Jika muncul jerawat selama puasa, Nuribae bisa menambahkan spot treatment pada langkah terakhir skincare malam.
Produk spot treatment membantu:
- Mengeringkan jerawat lebih cepat
- Mengurangi peradangan
- Mencegah bekas jerawat
Tips Tambahan Agar Kulit Tetap Lembap Saat Puasa
Selain menggunakan skincare yang tepat, ada beberapa kebiasaan yang bisa membantu menjaga kesehatan kulit selama puasa.
Beberapa tips yang bisa dilakukan:
- Perbanyak konsumsi air saat sahur dan berbuka
- Konsumsi buah dan sayur yang kaya air
- Hindari makanan terlalu berminyak
- Gunakan skincare dengan kandungan hidrasi
- Tidur yang cukup agar proses regenerasi kulit optimal
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu kulit tetap sehat selama bulan puasa.
Kesalahan Skincare Malam yang Perlu Dihindari Saat Puasa
Beberapa kesalahan dalam rutinitas skincare justru dapat membuat kulit semakin kering atau berjerawat.
Hal yang sebaiknya dihindari:
- Tidak membersihkan wajah sebelum tidur
- Menggunakan produk terlalu banyak sekaligus
- Melewatkan penggunaan moisturizer
- Terlalu sering menggunakan eksfoliasi
Gunakan skincare secukupnya dan fokus pada hidrasi agar kulit tetap nyaman selama puasa.
Kesimpulan: Rutinitas Sederhana, Hasil Maksimal
Menjaga kesehatan kulit selama puasa sebenarnya tidak harus rumit. Dengan skincare routine malam hari yang tepat, Nuribae dapat membantu kulit tetap terhidrasi, sehat, dan bebas masalah.
Mulai dari membersihkan wajah dengan benar, menggunakan toner, serum, hingga moisturizer, semua langkah tersebut bekerja bersama untuk mendukung proses regenerasi kulit saat malam hari.
Jika Nuribae ingin memulai rutinitas perawatan kulit yang lebih lengkap untuk kulit berjerawat, kamu bisa mencoba rangkaian perawatan berikut: Moisturizer pertama dengan Peptamide AI™
Rangkaian ini dirancang untuk membantu merawat kulit berjerawat sekaligus menjaga keseimbangan hidrasi kulit. Dengan perawatan yang konsisten, kulit sehat selama puasa bukan lagi hal yang sulit dicapai.
FAQ
Mengapa skincare malam lebih penting saat puasa?
Pada malam hari kulit memasuki fase regenerasi. Saat puasa, kondisi kulit cenderung lebih kering sehingga penggunaan skincare malam membantu mengembalikan hidrasi dan memperbaiki skin barrier secara optimal.
Apakah rutinitas skincare perlu diubah selama bulan puasa?
Tidak perlu diubah secara drastis, tetapi sebaiknya fokus pada produk yang memberikan hidrasi dan menenangkan kulit seperti hydrating toner, serum, dan moisturizer.
Mengapa kulit terasa lebih kering saat puasa?
Kulit terasa lebih kering karena tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama beberapa jam. Hal ini dapat menurunkan tingkat hidrasi kulit sehingga skin barrier menjadi lebih rentan kehilangan kelembapan.
PRODUCT RECOMENDATION
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-
by Lugi Nurilab | Mar 18, 2026 | Blog
Jerawat muncul saat puasa sering menjadi keluhan banyak orang, terutama di minggu pertama Ramadan. Tidak sedikit yang merasa kulit tiba-tiba lebih berminyak, muncul bruntusan, bahkan jerawat meradang padahal sebelumnya kondisi kulit cukup stabil.
Sebenarnya, jerawat muncul saat puasa bukan hanya karena perubahan skincare, tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan pola makan, pola tidur, dan kondisi tubuh selama berpuasa. Saat tubuh beradaptasi dengan ritme baru, mulai dari sahur, berbuka, hingga perubahan jam tidur, kondisi kulit juga ikut mengalami penyesuaian.
Nah Nuribae, supaya kamu lebih memahami penyebabnya dan tahu cara mencegahnya, yuk kita bahas satu per satu faktor yang bisa memicu jerawat saat puasa.
Apakah Puasa Bisa Mempengaruhi Kondisi Kulit?
Puasa sebenarnya tidak selalu berdampak buruk bagi kulit. Bahkan jika dijalani dengan pola hidup yang sehat, puasa bisa membantu proses detoksifikasi alami tubuh.
Namun pada praktiknya, banyak orang mengalami perubahan kebiasaan yang justru memicu masalah kulit, seperti:
- konsumsi makanan tinggi gula saat berbuka
- kurang minum air
- jam tidur yang berantakan
- rutinitas skincare yang tidak konsisten
Perubahan ini dapat mempengaruhi hormon, produksi minyak, hingga kondisi skin barrier. Akibatnya, jerawat muncul saat puasa menjadi lebih mudah terjadi, terutama bagi kulit yang memang rentan berjerawat.
Jika Nuribae ingin memahami lebih jauh tentang penyebab jerawat lainnya, kamu juga bisa membaca artikel berikut:
Perbedaan Bruntusan, Jerawat Kecil, dan Fungal Acne
Perubahan Tubuh Saat Puasa yang Berdampak pada Kulit
Saat berpuasa, tubuh mengalami berbagai perubahan metabolisme. Perubahan ini normal, tetapi dapat mempengaruhi kondisi kulit jika tidak diimbangi dengan pola hidup yang tepat.
Beberapa faktor berikut sering menjadi pemicu munculnya jerawat selama puasa.
Perubahan Pola Makan dan Lonjakan Gula
Saat berbuka puasa, banyak orang langsung mengonsumsi makanan manis seperti:
- minuman sirup
- kolak
- gorengan
- dessert tinggi gula
Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat. Lonjakan gula ini memicu peningkatan hormon insulin yang kemudian merangsang produksi minyak berlebih pada kulit.
Produksi sebum yang berlebihan dapat menyumbat pori-pori dan akhirnya memicu munculnya jerawat.
Kurang Asupan Cairan (Dehidrasi)
Salah satu penyebab paling umum jerawat muncul saat puasa adalah dehidrasi.
Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama kurang lebih 12 jam. Jika kebutuhan air tidak terpenuhi saat sahur dan berbuka, kulit bisa menjadi dehidrasi.
Kulit yang dehidrasi biasanya akan:
- terasa kering dan tertarik
- tampak kusam
- memproduksi minyak lebih banyak sebagai kompensasi
Minyak berlebih inilah yang kemudian dapat memicu munculnya jerawat.
Perubahan Pola Tidur
Banyak orang mengalami perubahan jam tidur selama Ramadan, seperti:
- tidur lebih larut
- bangun sangat pagi untuk sahur
- kualitas tidur yang menurun
Kurang tidur dapat meningkatkan hormon stres (kortisol). Hormon ini diketahui dapat memicu peradangan kulit dan meningkatkan produksi minyak, yang pada akhirnya memperbesar risiko munculnya jerawat.
Produksi Minyak yang Tidak Stabil
Kombinasi antara perubahan hormon, dehidrasi, dan pola makan dapat membuat produksi minyak pada kulit menjadi tidak stabil.
Akibatnya:
- pori-pori lebih mudah tersumbat
- bakteri penyebab jerawat lebih mudah berkembang
- kulit lebih rentan mengalami inflamasi
Inilah alasan mengapa beberapa orang merasa kulit menjadi lebih berminyak saat bulan puasa.
Kurangnya Rutinitas Skincare yang Konsisten
Perubahan aktivitas selama Ramadan sering membuat rutinitas skincare menjadi tidak teratur.
Misalnya:
- melewatkan skincare malam karena terlalu lelah
- tidak membersihkan wajah setelah aktivitas
- menggunakan produk skincare secara tidak konsisten
Padahal, rutinitas skincare yang stabil sangat penting untuk menjaga keseimbangan kulit, terutama bagi pemilik kulit berjerawat.
Cara Mencegah Jerawat Selama Puasa
Kabar baiknya, Nuribae tetap bisa menjaga kulit tetap sehat selama puasa dengan beberapa kebiasaan sederhana berikut.
- Atur Pola Makan Seimbang Saat Sahur dan Berbuka
Cobalah untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi gula saat berbuka.
Sebagai gantinya, pilih makanan yang lebih ramah untuk kulit seperti:
- sayuran
- buah rendah gula
- protein
- karbohidrat kompleks
Pola makan seimbang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah produksi minyak berlebih.
- Perbanyak Minum Air di Waktu yang Tepat
Agar tubuh tetap terhidrasi selama puasa, gunakan pola minum berikut:
- 2 gelas saat berbuka
- 2 gelas setelah makan malam
- 2 gelas sebelum tidur
- 2 gelas saat sahur
Cara ini membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah dehidrasi.
- Gunakan Skincare yang Ringan dan Non-Comedogenic
Pilih produk skincare dengan tekstur ringan dan tidak menyumbat pori.
Beberapa langkah dasar skincare yang penting selama puasa:
- membersihkan wajah dengan lembut
- menggunakan pelembap untuk menjaga skin barrier
- menggunakan produk perawatan jerawat jika diperlukan
Jika jerawat sudah muncul, Nuribae bisa menggunakan produk perawatan jerawat yang bekerja langsung pada area bermasalah.
Rutinitas Skincare Simpel Saat Puasa
Rutinitas skincare tidak harus panjang. Yang penting adalah konsisten.
Pagi Hari
- Facial wash yang lembut
- Pelembap
- Sunscreen
Malam Hari
- Membersihkan wajah
- Pelembap
- Perawatan jerawat jika diperlukan
Rutinitas sederhana ini sudah cukup untuk menjaga kesehatan kulit selama bulan puasa.
Kesimpulan: Puasa Tetap Lancar, Kulit Tetap Sehat
Jerawat muncul saat puasa sebenarnya merupakan hal yang cukup umum terjadi. Penyebabnya bisa berasal dari berbagai faktor seperti perubahan pola makan, kurang minum air, perubahan jam tidur, hingga produksi minyak yang tidak stabil.
Namun Nuribae tidak perlu khawatir. Dengan menjaga pola makan, mencukupi kebutuhan cairan, serta tetap menjalankan rutinitas skincare yang konsisten, risiko munculnya jerawat selama puasa dapat diminimalkan.
Jika jerawat mulai muncul dan terasa meradang, Nuribae bisa menggunakan perawatan jerawat yang membantu mengeringkan jerawat lebih cepat. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah Acne Conclearing Spot Drying Lotion, yang bekerja sebagai obat totol jerawat untuk membantu meredakan peradangan dan mempercepat proses penyembuhan jerawat.
Gunakan secukupnya pada area jerawat di malam hari agar kulit tetap terawat selama menjalani ibadah puasa.
FAQ
Apakah puasa bisa menyebabkan jerawat bertambah parah?
Puasa sendiri tidak secara langsung menyebabkan jerawat bertambah parah. Namun perubahan pola makan, kurang minum air, dan kurang tidur selama Ramadan dapat memicu produksi minyak berlebih dan memperburuk kondisi jerawat.
Mengapa jerawat sering muncul di awal bulan puasa?
Di awal bulan puasa tubuh masih beradaptasi dengan perubahan pola makan dan jam tidur. Masa adaptasi ini dapat mempengaruhi hormon dan produksi minyak pada kulit sehingga jerawat lebih mudah muncul.
Apakah kurang minum air bisa menyebabkan jerawat?
Ya. Kurang minum air dapat menyebabkan kulit dehidrasi. Saat kulit dehidrasi, tubuh akan memproduksi lebih banyak minyak sebagai kompensasi, yang berpotensi menyumbat pori dan memicu jerawat.
Apakah begadang saat puasa mempengaruhi kondisi kulit?
Begadang dapat meningkatkan hormon stres dan memperburuk proses regenerasi kulit. Akibatnya kulit lebih rentan mengalami peradangan dan muncul jerawat.
by Lugi Nurilab | Mar 6, 2026 | Blog, Makeup and Skincare, Self-Care & Wellness
Facial wash menghilangkan komedo sering menjadi pertanyaan banyak orang, terutama bagi pemilik kulit berminyak dan pori-pori besar. Komedo yang muncul di area hidung, dagu, dan dahi kerap membuat tekstur kulit terasa kasar dan tampak kurang bersih. Lalu, benarkah facial wash saja cukup untuk mengatasi komedo?
Sebelum menjawabnya, penting untuk memahami bagaimana komedo terbentuk, apa fungsi utama pembersih wajah, serta kandungan apa yang benar-benar efektif membantu membersihkan pori-pori. Dengan memahami dasar ini, kamu bisa menentukan langkah perawatan yang tepat tanpa membuat kulit iritasi.
Jenis Komedo: Whitehead dan Blackhead
Komedo terbentuk akibat penumpukan minyak (sebum), sel kulit mati, dan kotoran di dalam pori-pori. Secara umum, komedo dibagi menjadi dua jenis:
- Whitehead (Komedo Tertutup)
Whitehead terjadi ketika pori-pori tersumbat tetapi tertutup lapisan kulit tipis. Bentuknya kecil berwarna putih atau sewarna kulit dan terasa seperti benjolan halus saat diraba.
- Blackhead (Komedo Terbuka)
Blackhead muncul ketika sumbatan di pori-pori terbuka dan terpapar udara. Oksidasi membuat permukaannya berubah menjadi hitam. Banyak orang mengira warnanya karena kotoran, padahal itu adalah proses alami oksidasi.
Jika kamu ingin memahami lebih detail perbedaan keduanya, kamu bisa membaca artikel lengkap tentang komedo di sini:
https://nurilab.id/komedo-blackheads-dan-whiteheads/
Fungsi Utama Facial Wash dalam Rutinitas Skincare
Facial wash atau sabun cuci muka berfungsi untuk:
- Membersihkan kotoran, debu, dan sisa riasan
- Mengangkat minyak berlebih
- Menjaga kebersihan permukaan kulit
- Mempersiapkan kulit menerima produk perawatan berikutnya
Namun, perlu dipahami bahwa facial wash bekerja di lapisan permukaan kulit. Artinya, pembersih wajah membantu mengurangi faktor penyebab komedo, tetapi tidak selalu mampu mengangkat sumbatan pori yang sudah mengeras di dalam.
Jadi, apakah facial wash menghilangkan komedo? Jawabannya: bisa membantu mencegah dan mengurangi, tetapi bukan satu-satunya solusi untuk membersihkan komedo membandel.
Bahan Aktif yang Efektif Mengangkat Komedo
Tidak semua sabun wajah memiliki kemampuan yang sama. Untuk kulit komedoan, perhatikan kandungan berikut:
- Salicylic Acid (Asam Salisilat)
Bahan ini termasuk golongan asam beta hidroksi yang mampu menembus pori-pori dan melarutkan minyak berlebih. Sangat efektif untuk membersihkan pori tersumbat.
- Niacinamide
Membantu mengontrol produksi minyak sekaligus menenangkan kulit yang mudah meradang.
- Tea Tree Extract
Memiliki sifat antibakteri alami yang membantu mencegah timbulnya jerawat akibat pori tersumbat.
- Zinc
Berperan dalam mengurangi produksi sebum dan menjaga keseimbangan kulit berminyak.
Berdasarkan referensi ilmial dari American Academy of Dermatology Association, jika facial wash mengandung bahan aktif tersebut dengan kadar yang tepat, manfaatnya untuk kulit komedoan akan lebih optimal.
Facial Wash vs Eksfoliator: Perlu Dua-duanya?
Banyak orang mengandalkan sabun wajah saja tanpa eksfoliasi. Padahal, eksfoliator berfungsi mengangkat sel kulit mati yang menjadi penyebab utama penyumbatan pori.
Perbedaan Utama
Facial wash:
- Digunakan setiap hari
- Membersihkan permukaan kulit
- Mencegah penumpukan minyak
Eksfoliator:
- Digunakan 1–2 kali seminggu
- Mengangkat sel kulit mati lebih dalam
- Membantu mempercepat regenerasi kulit
Untuk hasil optimal, keduanya saling melengkapi. Namun, penggunaan harus disesuaikan dengan jenis kulit agar tidak menyebabkan kulit kering atau iritasi.
Tips Memilih Facial Wash yang Tepat untuk Kulit Komedoan
Agar facial wash efektif membantu mengatasi komedo, perhatikan beberapa hal berikut:
- Pilih tekstur gel atau busa ringan untuk kulit berminyak.
- Hindari kandungan yang terlalu keras seperti deterjen kuat.
- Pastikan pH seimbang agar tidak merusak lapisan pelindung kulit.
- Pilih produk dengan kandungan aktif yang mendukung pembersihan pori.
Jika kamu sedang mencari facial wash untuk kulit berjerawat dan bruntusan yang juga membantu mengurangi komedo, kamu bisa mempertimbangkan produk berikut:
Facial Wash Untuk Kulit Berjerawat dan Bruntusan
Formulanya dirancang untuk membantu membersihkan pori-pori secara optimal tanpa membuat kulit terasa kering atau tertarik.
Kesimpulan: Hanya Facial Wash Saja Apa Cukup?
Facial wash menghilangkan komedo memang bisa membantu mengurangi penyebabnya, terutama minyak dan kotoran di permukaan kulit. Namun, untuk komedo yang sudah terbentuk dan mengendap di dalam pori, dibutuhkan perawatan tambahan seperti eksfoliasi atau produk dengan bahan aktif khusus.
Rutinitas perawatan yang konsisten, pemilihan produk yang sesuai jenis kulit, serta kebiasaan menjaga kebersihan wajah adalah kunci utama agar komedo tidak mudah muncul kembali.
Jika kamu ingin mulai dari langkah paling dasar, pastikan menggunakan facial wash yang tepat untuk kulit komedoan. Perawatan sederhana yang konsisten jauh lebih efektif dibanding penggunaan produk berlebihan tanpa pemahaman yang benar.
FAQ
Apakah facial wash saja cukup untuk mengatasi komedo?
Facial wash membantu mencegah dan mengurangi komedo, tetapi untuk komedo yang sudah menumpuk biasanya diperlukan eksfoliasi atau bahan aktif tambahan.
Kandungan apa yang efektif untuk membersihkan pori?
Salicylic acid, niacinamide, zinc, dan tea tree extract efektif membantu membersihkan pori dan mengontrol minyak berlebih.
Seberapa sering wajah perlu dicuci agar komedo tidak muncul?
Idealnya dua kali sehari, pagi dan malam. Mencuci wajah terlalu sering justru bisa memicu produksi minyak berlebih.
PRODUCT RECOMENDATION
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-
by Lugi Nurilab | Mar 5, 2026 | Blog, Makeup and Skincare, Self-Care & Wellness
Memahami apa itu moisturizer adalah langkah awal yang penting dalam membangun rutinitas perawatan kulit yang tepat. Moisturizer atau pelembap sering dianggap sebagai produk dasar dalam skincare, tetapi masih banyak yang belum memahami fungsi sebenarnya dan alasan mengapa produk ini tidak boleh dilewatkan, baik oleh pemilik kulit kering, berminyak, maupun berjerawat.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap pengertian moisturizer, manfaatnya untuk kesehatan kulit, cara memilih pelembap sesuai jenis kulit, hingga waktu terbaik untuk menggunakannya agar hasilnya optimal.
Apa Itu Moisturizer? Pengertian dan Fungsinya dalam Skincare
Moisturizer adalah produk perawatan kulit yang berfungsi untuk menjaga kadar air di dalam lapisan kulit serta mencegah penguapan air berlebih. Dalam istilah dermatologi, pelembap bekerja dengan mengunci hidrasi sekaligus memperbaiki lapisan pelindung kulit (skin barrier).
Secara umum, moisturizer mengandung tiga komponen utama:
- Humektan: menarik air ke dalam kulit
- Emolien: menghaluskan dan melembutkan kulit
- Oklusif: mengunci kelembapan agar tidak mudah menguap
Tanpa pelembap, kulit akan lebih rentan mengalami dehidrasi, iritasi, bahkan produksi minyak berlebih sebagai respons alami tubuh.
Kenapa Kulit Membutuhkan Moisturizer Setiap Hari?
Banyak orang bertanya, “Jika kulit saya berminyak, apakah tetap perlu moisturizer?” Jawabannya adalah ya. Semua jenis kulit tetap membutuhkan hidrasi yang seimbang.
Berikut alasan ilmiah mengapa pelembap penting digunakan setiap hari.
- Menjaga Kelembapan Kulit
Kulit kehilangan air setiap hari melalui proses yang disebut transepidermal water loss. Tanpa pelembap, kadar air di kulit menurun sehingga terasa kering, tertarik, dan tidak nyaman.
Penggunaan moisturizer membantu mempertahankan hidrasi kulit sehingga tetap elastis dan kenyal.
- Memperkuat Skin Barrier
Skin barrier atau lapisan pelindung kulit berfungsi menjaga kulit dari polusi, bakteri, dan iritasi. Jika lapisan ini rusak, kulit menjadi lebih sensitif dan mudah berjerawat.
Moisturizer dengan kandungan yang tepat membantu memperbaiki dan memperkuat fungsi pelindung alami kulit.
Jika ingin memahami lebih dalam tentang kondisi kulit sensitif, kamu bisa membaca artikel terkait di sini:
https://nurilab.id/kulit-sensitif-atau-eczema-masih-bisa-pakai-brightening-serum/
- Mencegah Kulit Kusam dan Kering
Kulit yang kekurangan hidrasi cenderung tampak kusam dan tidak bercahaya. Pelembap membantu menjaga keseimbangan air di dalam kulit sehingga tampilan wajah lebih segar dan sehat.
Apakah Semua Jenis Kulit Perlu Moisturizer?
Ya, semua jenis kulit membutuhkan moisturizer. Namun, tekstur dan formulanya harus disesuaikan.
- Kulit Berminyak
Kulit berminyak tetap memerlukan pelembap. Jika tidak menggunakan moisturizer, kulit bisa memproduksi minyak lebih banyak sebagai kompensasi.
Pilih moisturizer bertekstur ringan seperti gel atau losion berbahan dasar air dan tidak menyumbat pori (non-komedogenik).
Untuk pemilik kulit berminyak yang sering mengalami jerawat akibat aktivitas luar ruangan, baca juga:
https://nurilab.id/jerawat-karena-keringat/
- Kulit Kering
Kulit kering membutuhkan moisturizer dengan kandungan emolien dan oklusif lebih tinggi untuk menjaga hidrasi lebih lama.
Tekstur krim biasanya lebih cocok untuk tipe kulit ini.
- Kulit Sensitif dan Berjerawat
Kulit sensitif dan berjerawat membutuhkan pelembap dengan formula lembut, bebas alkohol berlebih, dan tidak mengandung pewangi tambahan.
Moisturizer yang tepat justru membantu menenangkan kulit dan mengurangi risiko iritasi.
Cara Memilih Moisturizer yang Tepat Sesuai Jenis Kulit
Memilih pelembap tidak bisa asal. Berikut panduan singkatnya:
- Kenali jenis kulit terlebih dahulu
- Pilih tekstur sesuai kebutuhan (gel untuk berminyak, krim untuk kering)
- Perhatikan label non-komedogenik untuk kulit berjerawat
- Hindari kandungan yang memicu iritasi jika kulit sensitif
Jika kulit mulai terlihat kusam akibat paparan sinar matahari dan aktivitas sehari-hari, pelajari cara merawatnya secara tepat dalam artikel berikut:
https://nurilab.id/7-tips-merawat-kulit-kusam-agar-kembali-cerah/
Waktu Terbaik Menggunakan Moisturizer: Pagi atau Malam?
Moisturizer idealnya digunakan dua kali sehari:
Pagi hari: Digunakan setelah mencuci wajah dan sebelum tabir surya untuk menjaga hidrasi sepanjang hari.
Malam hari: Digunakan setelah mencuci wajah dan serum agar proses regenerasi kulit saat tidur berjalan optimal.
Konsistensi penggunaan jauh lebih penting daripada jumlah produk yang digunakan.
Kesalahan Umum Saat Menggunakan Moisturizer
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Menggunakan terlalu sedikit atau terlalu banyak produk
- Tidak menyesuaikan dengan jenis kulit
- Melewatkan penggunaan karena merasa kulit sudah berminyak
- Mengaplikasikan pada wajah yang benar-benar kering tanpa sedikit kelembapan
Untuk hasil optimal, aplikasikan moisturizer saat kulit masih sedikit lembap setelah mencuci wajah.
Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Remaja dan Kulit Berminyak
Kulit remaja dan kulit berminyak umumnya membutuhkan pelembap yang ringan, cepat meresap, dan tidak menyumbat pori.
Pilih moisturizer dengan karakteristik:
- Tekstur ringan
- Mudah menyerap
- Membantu menenangkan kulit
- Tidak membuat wajah terasa lengket
Penggunaan moisturizer yang tepat akan membantu mengontrol minyak sekaligus menjaga keseimbangan kulit, sehingga risiko jerawat dapat diminimalkan.
Untuk hasil yang lebih optimal, pastikan rutinitas perawatan kulit dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing.
Kesimpulan
Apa itu moisturizer? Moisturizer adalah produk pelembap yang berfungsi menjaga kadar air, memperkuat lapisan pelindung kulit, dan mencegah berbagai masalah seperti kulit kering, kusam, hingga produksi minyak berlebih.
Semua jenis kulit, termasuk kulit berminyak dan berjerawat, tetap membutuhkan moisturizer. Kuncinya adalah memilih formula yang sesuai dengan kondisi kulit dan menggunakannya secara rutin pagi dan malam hari.
Jika kamu sedang mencari produk perawatan yang diformulasikan untuk kulit remaja dan kulit berminyak, pastikan memilih produk dengan formula ringan dan tidak menyumbat pori agar kulit tetap sehat dan terhidrasi dengan optimal.
Rawat kulitmu mulai dari langkah paling dasar. Gunakan moisturizer yang tepat setiap hari untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan kulitmu.
FAQ
Apakah moisturizer wajib digunakan setiap hari?
Ya, moisturizer sebaiknya digunakan setiap hari untuk menjaga hidrasi dan kesehatan skin barrier.
Apakah kulit berjerawat tetap perlu moisturizer?
Tetap perlu. Kulit berjerawat yang tidak diberi pelembap justru bisa memproduksi minyak berlebih dan memperparah kondisi jerawat.
Kapan waktu terbaik memakai moisturizer?
Waktu terbaik adalah pagi setelah mencuci wajah dan sebelum tabir surya, serta malam hari setelah serum sebelum tidur.
Product Recomendation
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-