Cara Mencuci Muka yang Benar untuk Mencegah Jerawat

Cara Mencuci Muka yang Benar untuk Mencegah Jerawat

Sudah rajin cuci muka, tapi kulit malah terasa ketarik atau jerawat tetap saja muncul? Bisa jadi masalahnya bukan di seberapa sering kamu mencuci muka, melainkan di caranya. Kuncinya sederhana: lembut, tidak menggosok, dan tidak berlebihan. Yuk, pahami dulu kenapa cara mencuci muka berpengaruh pada jerawat, lalu lanjut ke langkah-langkahnya.

Kenapa Cara Mencuci Muka Berpengaruh pada Jerawat?

Mencuci muka membantu mengangkat keringat, minyak, dan kotoran dari kulit. Namun cara yang keliru, seperti terlalu sering, terlalu keras, atau memakai pembersih yang tidak cocok, justru bisa mengiritasi kulit dan memperburuk jerawat. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), mencuci muka sebaiknya dilakukan dengan lembut.

Tiga hal yang perlu dijaga:

  • Bersih tanpa menggosok, karena menggosok bisa mengiritasi kulit.
  • Lembut tanpa membuat kulit ketarik, supaya kulit tidak kering dan perih.
  • Teratur tanpa berlebihan, karena mencuci terlalu sering juga bisa menyebabkan iritasi.

Perlu diingat, mencuci muka bukan satu-satunya cara mencegah jerawat. Hormon dan genetik juga berperan. Cara mencuci muka yang benar membantu mengurangi risiko iritasi dan menjaga kulit tetap bersih, tetapi tidak bisa menjamin jerawat tidak muncul.

Kapan dan Berapa Kali Sehari Kamu Perlu Mencuci Muka?

Alodokter juga menyarankan pola yang sama: pagi, malam sebelum tidur, dan saat berkeringat.

Langkah Mencuci Muka yang Benar

Ada lima langkah sederhana, mulai dari menyiapkan wajah sampai langkah sesudah mencuci. Kalau kamu memakai makeup, mulai dari langkah pertama.

1. Bersihkan Makeup Lebih Dulu (Bila Memakai)

Sabun wajah saja belum tentu mengangkat riasan. Alodokter menyarankan double cleansing, yaitu memakai pembersih makeup lebih dulu sebelum mencuci muka dengan sabun wajah. AAD juga menyarankan membersihkan seluruh makeup, termasuk makeup mata, sebelum tidur, memakai pembersih bebas minyak, lalu mencuci muka dengan lembut tanpa menggosok.

2. Basahi Wajah dengan Air Suam-Suam Kuku

AAD menyarankan air suam-suam kuku untuk membasahi dan membilas wajah. Alodokter mengingatkan bahwa air panas dapat membuat kulit kering. Jadi pilih suhu yang terasa nyaman dan hindari air panas.

3. Pilih Pembersih yang Tepat dan Pakai dengan Ujung Jari

Pilih pembersih yang lembut, tidak abrasif, dan bebas alkohol. Alodokter menambahkan beberapa hal:

  • Pilih yang tanpa pewangi.
  • Jangan memakai sabun badan atau sabun yang bukan untuk wajah.
  • Untuk kulit berminyak atau berjerawat, pembersih berbahan salicylic acid bisa dipertimbangkan. Ini pilihan, bukan keharusan.

Aplikasikan pembersih dengan ujung jari. AAD menyebut washcloth, spons, dan alat lain bisa mengiritasi kulit.

4. Pijat Lembut Sekitar 30 Detik, Lalu Bilas Bersih

Menurut Alodokter, mencuci muka cukup sekitar 30 detik dan tanpa menggosok kasar. AAD menyarankan untuk menahan diri dari menyikat atau scrub kulit, karena justru mengiritasi. Setelah itu, bilas sampai bersih dengan air suam-suam kuku.

5. Keringkan dengan Menepuk, Lalu Lanjutkan Perawatan

Keringkan wajah dengan menepuk-nepuk memakai handuk lembut yang bersih, jangan digosok. Alodokter juga menyarankan agar tidak membiarkan air mengering sendiri di wajah dan tidak memakai handuk tangan yang menggantung di wastafel.

Setelah itu, lanjutkan dengan pelembap bila kulit terasa kering. Alodokter menyebut kamu juga bisa melanjutkan dengan serum, essence, atau sunscreen sesuai rutinitasmu.

Kesalahan Umum saat Mencuci Muka

Beberapa kebiasaan yang sering membuat kulit iritasi:

  • Menggosok terlalu kasar atau terlalu lama.
  • Memakai washcloth atau spons untuk menggosok wajah.
  • Memakai air panas, yang bisa membuat kulit kering.
  • Mencuci terlalu sering dari yang disarankan.
  • Memakai sabun badan atau sabun yang bukan untuk wajah.
  • Hanya mengandalkan sabun untuk mengangkat makeup.
  • Mengeringkan wajah dengan menggosok.

Menyesuaikan Cara Mencuci Muka dengan Jenis Kulit

Dasar caranya sama untuk semua jenis kulit, tetapi pilihan produk bisa berbeda.

Kulit Berjerawat atau Berminyak

Pakai pembersih yang lembut dan jangan scrub. AAD menyarankan menghindari toner dan eksfoliasi yang bisa mengeringkan kulit saat jerawat sedang dirawat. Alodokter menyebut eksfoliasi bisa dilakukan beberapa kali seminggu, jadi anggap eksfoliasi sebagai pilihan, bukan kewajiban, dan konsultasikan dulu ke dokter kulit bila kamu ingin mencobanya.

Kulit Sensitif atau Kering

Pilih pembersih yang sangat lembut. Bila kamu memiliki kondisi seperti eksim atau rosacea, konsultasikan ke dokter kulit untuk cara mencuci muka yang sesuai.

Kapan Perlu ke Dokter Kulit?

Periksakan diri ke dokter kulit bila:

  • Jerawat tidak membaik meski kamu merawat kulit dengan konsisten.
  • Kulit tetap terasa perih atau sangat kering meski sudah memakai pembersih lembut.
  • Kamu memiliki kondisi kulit seperti eksim atau rosacea.

Praktik: Mencuci Muka dengan Nurilab 3X Defense Gentle Cleansing Gel

Sebagai contoh, berikut penerapan langkah-langkah di atas memakai Nurilab 3X Defense Gentle Cleansing Gel, pembersih wajah yang dikembangkan bersama dermatolog Korea dan Indonesia. Produk ini hanya contoh dan tidak menggantikan saran dokter.

Menurut halaman produk Nurilab, pembersih ini berpH rendah dengan busa minimal, tanpa alkohol, SLS, paraben, pewangi buatan, dan pewarna buatan. Nurilab juga menyebut produk ini non-comedogenic dan non-acnegenic. Kandungannya antara lain centella asiatica 5%, ekstrak teh hijau 3%, dan ekstrak yam bean 1%. Daftar bahan lengkapnya juga memuat niacinamide, panthenol, ceramide NP, tea tree leaf oil, glycolic acid, papain, dan bromelain, jadi baca daftar bahan lengkap di halaman produk dan coba dulu di area kecil kulit, terutama bila kulitmu sensitif.

Cara pakainya sesuai halaman produk:

  1. Buka tutup dan keluarkan formulanya.
  2. Aplikasikan pada wajah yang sudah dibasahi.
  3. Pijat dengan lembut.
  4. Bilas sampai bersih, lalu keringkan.
  5. Hindari area mata dan mulut.

Menurut Nurilab, produk ini juga bisa dipakai sebagai masker, didiamkan 30 sampai 60 detik lalu dibilas, dengan rekomendasi pemakaian 2 kali seminggu. Anggap ini opsi tambahan, bukan keharusan.

Dalam uji konsumen Nurilab pada 28 subjek berkulit berjerawat selama 7 hari, 82% setuju kulit tampak lebih cerah, 86% setuju produk ini menenangkan peradangan kulit, dan 96% setuju tampilan minyak di wajah berkurang. Nurilab juga melaporkan uji terhadap P. acnes di laboratorium terakreditasi pihak ketiga selama 60 detik. Hasil dapat berbeda pada tiap orang.

Setelah mencuci muka, lanjutkan dengan pelembap seperti 5% Peptamide AI™ Acne Calming Moisturizer, yang menurut Nurilab non-comedogenic dan non-acnegenic. Di pagi hari, tutup dengan sunscreen seperti Hy Glow, Bye UV! atau Hy Matte, Bye UV!.

Produk Nurilab tersedia di nurilab.id, Shopee Mall, TikTok Shop, dan Lazada Mall. Setiap pembelian disertai akses konsultasi dengan dermatolog Nurilab. Kalau jerawat atau iritasimu tidak membaik, konsultasikan ke dokter kulit.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau saran dokter. Klaim hasil produk Nurilab berasal dari uji konsumen dan uji laboratorium Nurilab pada jumlah subjek terbatas, sesuai halaman produk resmi saat artikel ini disusun, dan hasil dapat berbeda pada setiap orang. Mencuci muka dengan benar membantu menjaga kebersihan kulit tetapi tidak menjamin jerawat tidak muncul.

Kenali Maskne: Jerawatan Karena Sering Pakai Masker

Kenali Maskne: Jerawatan Karena Sering Pakai Masker

Pipi, dagu, dan area sekitar mulut tiba-tiba berjerawat setelah berjam-jam memakai masker? Kamu tidak sendirian. Kondisi ini cukup sering dialami dan dikenal dengan sebutan maskne.

Maskne adalah jerawat atau iritasi yang muncul di area wajah yang tertutup masker. Penyebabnya bukan satu hal saja, tetapi gabungan gesekan, panas, lembap, dan kulit yang tidak sempat bersih. Di artikel ini, kamu akan tahu penyebabnya, cara mencegahnya, dan cara merawat kulit agar tidak mudah berjerawat.

Baca juga: Penyebab Jerawat Mendem di Pipi dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Maskne dan Kenapa Bisa Muncul?

Nama maskne berasal dari gabungan kata mask dan acne. Menurut Alodokter, maskne muncul di area yang tertutup masker, seperti pipi, dagu, hidung, dan sekitar mulut. Secara medis, jerawat jenis ini berkaitan dengan acne mechanica, yaitu jerawat yang dipicu gesekan atau tekanan pada kulit.

Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari komedo, bintik merah, sampai benjolan yang meradang. Kulit juga bisa terasa gatal atau perih. Karena itu, maskne tidak selalu sama dengan jerawat hormonal biasa.

Penyebab Maskne

Ada tiga hal utama yang membuat kulit di balik masker lebih mudah bermasalah. Ketiganya sering terjadi bersamaan, sehingga efeknya terasa lebih kuat.

Gesekan dan Tekanan dari Masker

Saat kamu bicara, bergerak, atau menyesuaikan masker, bahan masker bergesekan dengan kulit. Gesekan yang berulang membuat kulit iritasi dan pori-pori lebih mudah tersumbat. Menurut Yale Medicine, tekanan dan gesekan ini termasuk pemicu utama jerawat akibat masker.

Panas, Lembap, dan Napas yang Terperangkap

Napas dan keringat membuat area di balik masker menjadi hangat dan lembap. Kondisi ini membuat minyak dan keringat mudah menumpuk di permukaan kulit. Campuran tersebut dapat menyumbat pori dan memicu jerawat, seperti dijelaskan juga oleh pakar kulit dari UGM.

Masker Kotor, Kulit Tidak Dibersihkan, dan Produk yang Menyumbat

Masker yang dipakai berulang tanpa dicuci bisa menyimpan minyak, keringat, dan kotoran. Produk yang terlalu berat atau makeup tebal di bawah masker juga dapat menambah risiko pori tersumbat. Jadi, bukan hanya maskernya, tetapi juga apa yang menempel di kulit sepanjang hari.

Siapa yang Lebih Berisiko Kena Maskne?

Siapa pun bisa mengalaminya, tetapi risikonya lebih besar pada orang yang berkulit berminyak atau memang mudah berjerawat. Orang yang memakai masker berjam-jam, misalnya tenaga kesehatan, pekerja lapangan, atau pengendara motor, juga lebih rentan. Semakin lama kulit tertutup dan berkeringat, semakin besar peluang pori tersumbat.

Baca juga: Tipe Jerawat Berdasarkan Letak dan Cara Mengatasinya

Cara Mencegah Maskne

Mencegah biasanya lebih mudah daripada mengatasi jerawat yang sudah meradang. Mulai dari pilihan masker sampai persiapan kulit, berikut hal-hal yang bisa kamu lakukan.

Pilih Masker yang Nyaman dan Pas

Pilih masker dengan bahan lembut dan mudah menyerap keringat. Ukurannya sebaiknya pas, tidak terlalu longgar sampai sering bergeser, tetapi juga tidak menekan kulit. Untuk jenis masker tertentu yang dibutuhkan karena kondisi kesehatan atau pekerjaan, tetap ikuti anjuran tenaga medis.

Ganti dan Cuci Masker Secara Rutin

Masker kain sebaiknya dicuci setelah dipakai. Masker sekali pakai tidak perlu dipakai ulang. Ganti masker juga jika sudah terasa lembap atau kotor, karena kondisi ini membuat kulit lebih mudah iritasi.

Persiapkan Kulit Sebelum Memakai Masker

Pastikan wajah bersih sebelum memakai masker. Setelah itu, gunakan pelembap tipis agar kulit lebih terlindungi dari gesekan. Hindari produk yang terlalu berat dan makeup tebal di area yang akan tertutup masker.

Tips Merawat Wajah agar Tidak Mudah Berjerawat karena Masker

Selain mencegah, perawatan harian yang tepat membantu kulit tetap seimbang. Berikut empat kebiasaan sederhana yang bisa kamu mulai.

Cuci Muka dengan Lembut

Cuci muka setelah melepas masker, terutama kalau kamu berkeringat. Gunakan pembersih yang lembut dan jangan menggosok wajah terlalu keras. Soal suhu air, hindari air yang terlalu panas karena bisa membuat kulit makin iritasi.

Jaga Kelembapan dengan Pelembap

Gesekan masker dapat membuat skin barrier lebih rentan. Pelembap yang ringan membantu kulit tetap lembap tanpa terasa berat. Kulit yang kelembapannya terjaga cenderung lebih nyaman dipakai bermasker.

Tetap Pakai Tabir Surya

Masker tidak menggantikan tabir surya. Bagian wajah yang terbuka, seperti dahi dan area sekitar mata, tetap perlu perlindungan dari sinar UV saat kamu beraktivitas di luar ruangan.

Minimalkan Makeup dan Jangan Memencet Jerawat

Kurangi penggunaan makeup di area yang tertutup masker, apalagi yang bertekstur tebal. Jangan juga memencet atau menggaruk jerawat, karena bisa memperparah peradangan dan meninggalkan bekas.

Kapan Maskne Perlu Dicek ke Dokter?

Maskne ringan biasanya bisa membaik dengan perawatan dasar yang konsisten. Namun, ada kondisi yang sebaiknya kamu konsultasikan ke dokter kulit:

  • Jerawat meradang, nyeri, atau makin banyak.
  • Tidak membaik setelah beberapa waktu dirawat dengan rutin.
  • Muncul gejala iritasi atau alergi, seperti ruam, gatal hebat, atau kulit melepuh.

Penanganan maskne bisa berbeda dari jerawat biasa, jadi penilaian dokter membantu menentukan langkah yang paling sesuai untuk kulitmu. Hindari mengobati sendiri tanpa arahan, terutama kalau kulit sudah terasa perih.

Alur Harian: Sebelum, Saat, dan Sesudah Memakai Masker

Supaya mudah diingat, kamu bisa membagi perawatan jadi tiga momen sepanjang hari.

Sebelum memakai masker. Setelah wajah bersih, pakai pelembap seperti Nurilab 5% Peptamide AI Acne Calming Moisturizer. Menurut informasi di situs resmi Nurilab, produk ini dikembangkan untuk membantu menjaga skin barrier kulit berjerawat. Kalau kamu beraktivitas di luar, lanjutkan dengan tabir surya seperti Hy Glow, Bye UV! atau Hy Matte, Bye UV! sesuai preferensi tampilan kulitmu.

Saat memakai masker. Di momen ini kamu tidak perlu produk apa pun. Cukup ganti masker saat terasa lembap dan usahakan tidak sering memegang atau menggaruk wajah.

Sesudah melepas masker. Bersihkan wajah dengan Nurilab 3x Defense Gentle Cleansing Gel untuk mengangkat minyak, keringat, dan kotoran, lalu lanjutkan dengan pelembap. Kalau jerawat sebelumnya sudah meninggalkan bekas, Nurilab menyediakan opsi seperti Triple-B Serum atau CorrecTone Spot Serum Concealer yang bisa kamu pelajari lebih lanjut di halaman produknya.

Kamu bisa melihat rangkaian produk lengkapnya di situs resmi Nurilab dan menyesuaikannya dengan kondisi kulitmu.

Disclaimer

Informasi produk Nurilab pada artikel ini mengacu pada halaman resmi nurilab.id dan bersifat edukatif. Hasil perawatan dapat berbeda pada setiap orang, dan artikel ini bukan pengganti konsultasi dengan dokter. Jika jerawat tidak membaik atau kulit terasa iritasi, konsultasikan dengan dokter kulit.

Tipe Jerawat Berdasarkan Letak dan Cara Mengatasinya

Tipe Jerawat Berdasarkan Letak dan Cara Mengatasinya

Minggu ini jerawat muncul di dahi, bulan lalu di pipi, dan sekarang di dagu. Wajar kalau kamu bertanya-tanya, apakah tiap letak ada artinya? Jawabannya: letak jerawat bisa memberi petunjuk soal pemicunya, seperti produk rambut, kebiasaan harian, atau hormon, tetapi bukan penanda penyakit organ tertentu. Yuk, kenali dulu jenis jerawat dan mitos soal letaknya, lalu lanjut ke tiap area wajah.

Baca juga: Jerawat Papula: Ciri, Penyebab dan Cara Menanganinya

Letak Jerawat dan Jenisnya: Apa yang Perlu Kamu Tahu?

Jerawat bisa muncul di area wajah mana pun, dan area tertentu punya pemicu yang lebih khas. Dahi sering terkena produk rambut, pipi sering bersentuhan dengan ponsel dan bantal, sedangkan dagu sering dikaitkan dengan hormon.

Dari tampilannya, jerawat juga bermacam-macam:

  • Sumbatan pori: pori tersumbat minyak dan sel kulit mati, biasanya masih kecil dan tidak terlalu meradang.
  • Jerawat meradang: benjolan merah yang kadang berisi nanah.
  • Jerawat dalam: benjolan keras dan nyeri di bawah kulit yang sering disebut jerawat mendem.

Artikel ini mengelompokkan jerawat berdasarkan letaknya, karena di situlah pemicu sehari-harinya paling mudah dikenali.

Benarkah Letak Jerawat Menandakan Masalah Organ Tubuh?

Mungkin kamu pernah dengar bahwa jerawat di dahi berarti masalah pencernaan, atau jerawat di pipi berkaitan dengan paru-paru. Anggapan ini dikenal sebagai face mapping, dan tidak didukung bukti ilmiah yang kuat. Alodokter bahkan membantah mitos populer bahwa jerawat di pipi berkaitan dengan banyaknya pacar.

Penjelasan yang didukung sumber kesehatan lebih sederhana: pori tersumbat, bakteri, hormon, produk yang dipakai, dan kebiasaan yang membuat area tertentu lebih sering bersentuhan dengan benda atau produk tertentu. Jadi jangan panik dulu saat jerawat muncul di satu area. Cek dulu kebiasaan dan produk yang kamu pakai.

Jerawat di Dahi

Dahi sering berminyak dan sering terkena produk rambut maupun tangan. Berikut pemicu dan cara mengatasinya.

Penyebab Jerawat di Dahi

Menurut Alodokter, beberapa penyebabnya:

  • Produksi minyak berlebih, yang bisa dipicu hormon, stres, atau keringat.
  • Sering menyentuh dahi dengan tangan yang kotor.
  • Kosmetik berminyak yang menyumbat pori.
  • Minyak rambut, seperti pomade atau gel, yang bisa membuat dahi lebih berminyak.

Cara Mengatasinya

Untuk jerawat ringan sampai sedang, Alodokter menyebut obat oles berbahan salicylic acid, azelaic acid, benzoyl peroxide, atau retinoid, dan sebagian tersedia tanpa resep. Jangan memencet jerawat karena bisa memperlambat penyembuhan dan meninggalkan bekas. Cek juga produk rambut dan kosmetik yang kamu pakai.

Kalau jerawat sudah muncul di permukaan, Acne Conclearing™ Spot Drying Lotion dari Nurilab bisa ditotolkan langsung pada jerawat. Bila jerawat mengganggu atau cukup parah, konsultasikan ke dokter kulit.

Jerawat di Pipi

Pipi adalah area yang paling sering bersentuhan dengan benda lain, jadi kebiasaan harian sering ikut berperan.

Penyebab Jerawat di Pipi

Berdasarkan Alodokter, pemicunya antara lain:

  • Pori tersumbat dan bakteri, serta perubahan hormon dan stres.
  • Layar ponsel yang kotor saat menelepon.
  • Sarung bantal dan sprei yang jarang diganti.
  • Makeup yang tidak cocok atau berminyak.
  • Polusi, kurang tidur, dan pola makan tinggi gula.

Cara Mengatasi dan Mencegahnya

Kebiasaan sederhana ini membantu:

  • Cuci muka dua kali sehari dengan produk non-comedogenic, lalu pakai pelembap.
  • Bersihkan makeup sebelum tidur.
  • Jangan sering menyentuh wajah.
  • Bersihkan layar ponsel dan ganti sarung bantal secara rutin.

Menurut Alodokter, sebagian besar jerawat bisa hilang sendiri seiring waktu, tetapi konsultasikan ke dokter bila tidak membaik. Untuk rutinitas harian, produk seperti 3X Defense Gentle Cleansing Gel dan Acne Calming Moisturizer dari Nurilab bisa jadi pilihan karena menurut Nurilab sama-sama sesuai untuk kulit berjerawat.

Kalau benjolan di pipimu keras, nyeri, dan terasa dalam, itu bisa jadi jerawat mendem yang penanganannya berbeda. Pelajari lebih lanjut di artikel kami tentang jerawat mendem di pipi.

Jerawat di Dagu dan Rahang

Dagu dan rahang sering dikaitkan dengan faktor hormon. Hormon bisa berkontribusi, tetapi bukan satu-satunya penyebab.

Penyebab Jerawat di Dagu

Menurut Alodokter:

  • Kebersihan wajah kurang terjaga, sehingga pori tersumbat.
  • Perubahan hormon, misalnya saat pubertas, menjelang menstruasi, atau pada kondisi tertentu seperti PCOS.
  • Rambut tumbuh ke dalam kulit, terutama akibat cukur jenggot yang kurang tepat.
  • Stres, yang dapat memperburuk jerawat yang sudah ada.

Kalau jerawat di dagu muncul berulang, jangan menebak sendiri penyebabnya. Dokter kulit bisa membantu mencari tahu.

Cara Mengatasinya

  • Cuci muka dua kali sehari dengan pembersih ringan.
  • Jangan memencet atau menyentuh jerawat.
  • Kelola stres dan cukup minum air.
  • Pakai sunscreen saat beraktivitas di luar rumah.

Alodokter menyarankan krim benzoyl peroxide atau retinoid sebaiknya dipakai setelah berkonsultasi dengan dokter. Segera periksa bila jerawat tetap muncul meski pemicunya sudah dihindari, atau bila jerawat juga muncul di bagian tubuh lain.

Jerawat di Sekitar Bibir

Tidak semua bintil di sekitar bibir adalah jerawat. Kenali dulu perbedaannya supaya tidak salah menangani.

Penyebab Jerawat di Sekitar Bibir

Menurut Alodokter, pori yang tersumbat sebum dan sel kulit mati bisa memicu jerawat di area ini. Faktor lain yang disebut antara lain kulit berminyak, perubahan hormon, genetik, stres dan kurang tidur, obat tertentu, iritasi dari sabun keras atau kosmetik, serta polusi.

Jerawat atau Herpes? Jerawat atau Dermatitis Perioral?

Beberapa kondisi di sekitar mulut bisa terlihat mirip jerawat:

  • Jerawat: benjolan yang nyeri saat disentuh, dan tidak menular.
  • Herpes: lepuhan berisi cairan bening yang muncul berkelompok, terasa gatal atau perih terus-menerus, dan bisa menular.
  • Dermatitis perioral: ruam kemerahan di sekitar mulut dengan bintil kecil mirip jerawat yang terasa gatal atau perih. Menurut Alodokter, kondisi ini tidak menular dan bisa dipicu kortikosteroid topikal, kosmetik tertentu, atau pasta gigi berfluoride.

Bila ruam di sekitar bibir disertai gatal atau rasa terbakar, atau jerawat tidak kunjung membaik, periksakan ke dokter.

Cara Mengatasinya

Cuci wajah dua kali sehari dengan sabun yang lembut dan pilih produk berlabel non-comedogenic. Alodokter menyebut obat jerawat berbahan benzoyl peroxide, sulfur, resorcinol, atau salicylic acid, tetapi pastikan sesuai dengan kondisi kulitmu. Seperti area lain, jangan memencet jerawat.

Cara Mengatasi Jerawat Apa Pun Letaknya Agar Cepat Mereda dan Tidak Berbekas

Apa pun letaknya, prinsip dasarnya sama. Berdasarkan panduan American Academy of Dermatology (AAD):

  • Cuci muka dengan lembut, maksimal dua kali sehari dan setelah berkeringat, memakai pembersih yang tidak abrasif.
  • Hindari scrub kasar, toner, dan eksfoliasi yang bisa mengeringkan kulit dan memperburuk jerawat.
  • Jangan memencet jerawat. Ini memperlambat jerawat sembuh dan meningkatkan risiko bekas serta noda gelap.
  • Jangan terlalu sering ganti perawatan. Beri waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan.
  • Pakai sunscreen broad-spectrum SPF 30 ke atas yang berlabel non-comedogenic.

Soal bekas, jerawat butuh waktu untuk mereda, jadi jangan berharap hasil instan. Memencet adalah penyebab bekas yang paling bisa kamu cegah sendiri. Menurut AAD, noda gelap pascajerawat yang hanya beberapa tingkat lebih gelap dari warna kulit umumnya memudar dalam sekitar 6 sampai 12 bulan, dan sunscreen membantu mencegahnya makin gelap. Bekas yang cekung sebaiknya ditangani dokter kulit, karena menurut AAD bekas luka jarang hilang sepenuhnya dengan sendirinya.

Baca juga: Nurilab: Skincare untuk Kulit Berjerawat dan Kusam

Kapan Perlu ke Dokter Kulit?

Konsultasikan ke dokter kulit bila:

  • Jerawat tidak membaik setelah dirawat dengan rutin.
  • Jerawat terasa nyeri atau dalam.
  • Jerawat mulai meninggalkan bekas.
  • Jerawat juga muncul di bagian tubuh lain.
  • Tampilannya tidak seperti jerawat biasa, misalnya ruam gatal atau lepuhan di sekitar mulut.

Menurut AAD, dokter bisa membantu mencari penyebab, mengarahkan perawatan, dan mengurangi risiko bekas.

Pilih Perawatan Sesuai Kondisi Kulitmu: Panduan Cepat dengan Produk Nurilab

Produk Nurilab di bawah ini hanya pendamping rutinitas perawatan kulit, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Pilih sesuai kondisi kulitmu.

Kondisi kulitmu

Langkah yang disarankan

Produk Nurilab yang bisa dipertimbangkan

Kulit perlu dibersihkan dengan lembut setiap hari

Cuci muka dua kali sehari

3X Defense Gentle Cleansing Gel. Menurut Nurilab, mengandung centella asiatica 5% dan ekstrak teh hijau 3%. Dalam uji konsumen 28 subjek berkulit berjerawat selama 7 hari, 86% setuju produk ini menenangkan peradangan kulit

Ada jerawat yang sudah muncul di permukaan

Totolkan seperlunya pada jerawat

Acne Conclearing™ Spot Drying Lotion. Menurut Nurilab, mengandung salicylic acid 2%, sulfur 1%, zinc oxide + centella asiatica. Uji 14 hari menunjukkan penurunan papula dan pustula, bukan jerawat dalam

Kulit terasa kering atau perih saat berjerawat

Pakai pelembap setelah membersihkan wajah

5% Peptamide AI™ Acne Calming Moisturizer. Menurut Nurilab non-comedogenic dan non-acnegenic. Uji klinis Nurilab pada 10 subjek: skin barrier hingga 52% dan kelembapan hingga 72 jam

Ada noda gelap atau kemerahan sisa jerawat

Rawat noda secara bertahap

Triple-B Serum, yang menurut Nurilab membantu mencerahkan dan menyamarkan tampilan PIH dan PIE. Atau CorrecTone™ Spot Serum Concealer: dalam uji klinis Nurilab selama 14 hari, noda gelap turun 12% dan noda merah turun 22%

Bekas jerawat jangan sampai makin gelap

Pakai sunscreen setiap hari

Hy Glow, Bye UV! (SPF 50 PA++++, untuk kulit kering dan sensitif) atau Hy Matte, Bye UV! untuk kulit berminyak dan berjerawat

Jerawat dalam, nyeri, atau berulang

Periksakan ke dokter kulit

Setiap pembelian Nurilab disertai akses konsultasi dengan dermatolog, sebagai pelengkap dan bukan pengganti pemeriksaan langsung

Hasil produk dapat berbeda pada tiap orang. Kamu bisa mendapatkan produk Nurilab di toko resmi nurilab.id, Shopee Mall, TikTok Shop, atau Lazada Mall. Kalau jerawatmu tidak kunjung membaik, konsultasikan ke dokter kulit.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau saran dokter. Klaim hasil produk Nurilab berasal dari uji internal dan uji konsumen Nurilab pada jumlah subjek terbatas, sesuai halaman produk resmi saat artikel ini disusun, dan hasil dapat berbeda pada setiap orang. Produk Nurilab tidak menggantikan pengobatan medis dan tidak dapat menjamin jerawat hilang tanpa bekas. Bila kamu sedang hamil, menyusui, memiliki kulit sangat sensitif, atau memakai obat dari dokter, konsultasikan dulu sebelum mencoba produk baru, dan hentikan pemakaian jika muncul iritasi.

Penyebab Jerawat Mendem di Pipi dan Cara Mengatasinya

Penyebab Jerawat Mendem di Pipi dan Cara Mengatasinya

Ada benjolan keras yang nyeri di pipi, tidak kunjung kempis, dan rasanya ingin sekali dipencet. Tahan dulu. Jerawat mendem terbentuk jauh di bawah permukaan kulit, jadi memencetnya justru bisa memperburuk keadaan, dan penyembuhannya memang butuh waktu. Yuk, kenali dulu apa itu jerawat mendem, lalu simak penyebab, cara mengatasi, dan cara merawat bekasnya.

Baca juga: Apakah Bekas Jerawat Bisa Hilang dengan Sendirinya?

Apa Itu Jerawat Mendem dan Kenapa Terasa Nyeri?

Jerawat mendem adalah jerawat nodul, yaitu jerawat yang terbentuk jauh di bawah kulit. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), jerawat dalam seperti ini bisa terasa sebagai benjolan meski belum terlihat jelas di permukaan. Dua hal di bawah membantu kamu mengenalinya.

Ciri-Ciri Jerawat Mendem

  • Benjolan keras di bawah kulit, sering tampak kemerahan.
  • Terasa nyeri, terutama saat disentuh.
  • Lama kempis, bisa berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, menurut Alodokter.
  • Berpotensi meninggalkan bekas, seperti noda atau bopeng.

Beda dengan Jerawat Biasa

Jerawat biasa umumnya lebih dangkal dan lebih cepat membaik. Jerawat mendem berbeda karena peradangannya terjadi lebih dalam. Dalam percakapan sehari-hari, istilah “jerawat mendem” dan “jerawat batu” sering dipakai bergantian untuk jerawat jenis ini. Karena letaknya dalam, penanganannya perlu lebih hati-hati.

Penyebab Jerawat Mendem di Pipi

Jerawat mendem jarang punya satu penyebab tunggal. Biasanya ada gabungan faktor dari dalam tubuh dan kebiasaan harian. Tiga kelompok penyebab berikut paling sering disebut.

Pori Tersumbat, Bakteri, dan Peradangan

Pori yang tersumbat oleh minyak, kotoran, dan sel kulit mati bisa terinfeksi bakteri Cutibacterium acnes. Akibatnya terjadi peradangan di lapisan kulit yang lebih dalam, dan itulah yang membentuk benjolan nyeri. Alodokter menjelaskan proses ini sebagai penyebab utama jerawat nodul.

Hormon, Genetik, dan Stres

Beberapa faktor dari dalam tubuh dapat berkontribusi:

  • Perubahan hormon, misalnya saat pubertas, menjelang menstruasi, kehamilan, atau menopause.
  • Faktor keturunan, yang menurut Alodokter dapat memengaruhi produksi minyak.
  • Stres, yang dapat meningkatkan kadar kortisol dan produksi minyak di kulit.

Ini sifatnya faktor pemicu, bukan kepastian. Kalau jerawat mendem muncul berulang, dokter kulit bisa membantu mencari tahu penyebabnya.

Kebiasaan Harian yang Memengaruhi Pipi

Pipi adalah area yang sering bersentuhan dengan benda lain. Berdasarkan artikel Alodokter tentang jerawat di pipi, beberapa pemicunya:

  • Sarung bantal dan sprei kotor, yang bisa menempelkan kotoran dan bakteri ke kulit.
  • Ponsel yang jarang dibersihkan, karena minyak dan bakteri bisa berpindah ke pipi saat menelepon.
  • Makeup yang berminyak atau tidak cocok, terutama yang tidak berlabel non-comedogenic.
  • Keringat dan sebum yang tidak dibersihkan.
  • Pola makan tinggi gula dan karbohidrat, yang menurut Alodokter dapat memicu jerawat.
  • Obat tertentu, seperti kortikosteroid jangka panjang.

Cara Mengatasi Jerawat Mendem di Rumah

Jerawat mendem butuh waktu untuk sembuh. Tujuan perawatan di rumah adalah membantu meredakan nyeri dan membiarkan jerawat sembuh dengan aman, bukan mengempiskannya dalam semalam. Berikut langkah yang bisa kamu coba.

Kompres Hangat

AAD menyarankan kompres dengan kain bersih yang dibasahi air hangat selama 10 sampai 15 menit, sebanyak tiga kali sehari. Cara ini membantu jerawat bergerak mendekati permukaan sehingga lebih mudah sembuh. Pakai kain yang bersih setiap kali.

Alodokter menyebut kompres dingin selama 10 menit untuk membantu mengurangi radang dan nyeri. Kedua sumber punya saran berbeda, jadi pilih yang terasa nyaman di kulitmu, dan tanyakan ke dokter kulit bila ragu.

Obat Oles untuk Jerawat Mendem

Setelah kompres hangat membantu jerawat bergerak mendekati permukaan, kamu bisa mulai memakai obat oles. Menurut AAD, bahan seperti adapalene, azelaic acid, benzoyl peroxide, atau salicylic acid bekerja lebih baik pada tahap ini. Oleskan tipis saja karena terlalu banyak bisa mengiritasi kulit. Produk totol (spot treatment) juga praktis karena bisa dipakai tepat di area jerawat, jadi kulit di sekitarnya tidak ikut terkena.

Perlu diingat, Alodokter menyebut jerawat mendem sering tidak cukup ditangani dengan obat jerawat biasa dan perlu ditangani dokter. Jadi, produk bebas boleh dicoba, tetapi jangan menunda ke dokter bila tidak membaik.

Yang Tidak Boleh Dilakukan: Memencet

Jangan memencet, menggaruk, atau mengorek jerawat mendem. Menurut AAD, tindakan ini membuat jerawat makin terlihat dan meningkatkan risiko infeksi, perubahan warna kulit, serta bekas luka, terutama pada kulit yang lebih gelap. Letaknya yang dalam membuat jerawat ini tidak bisa dikeluarkan dengan memencet.

Lindungi Kulit dari Matahari

Sebagian perawatan jerawat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. AAD menyarankan sunscreen broad-spectrum, tahan air, SPF 30 ke atas, dengan label non-comedogenic atau tidak menyumbat pori.

Baca juga: Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Berjerawat dan Sensitif

Kapan Harus ke Dokter Kulit dan Apa Penanganan Medisnya?

Segera ke dokter kulit bila jerawat mendem tidak membaik setelah perawatan di rumah, muncul beberapa sekaligus, atau mulai meninggalkan bekas. Dokter bisa memberi pengobatan yang lebih kuat dan prosedur yang tidak bisa kamu lakukan sendiri.

Menurut Alodokter, beberapa pilihan yang bisa diberikan dokter sesuai kondisi pasien:

  • Obat oles resep, kadang dikombinasikan dengan antibiotik atau retinoid.
  • Antibiotik oral untuk jerawat yang parah, banyak, atau berulang.
  • Pil KB atau spironolakton untuk kasus yang dipicu hormon pada perempuan.
  • Isotretinoin untuk kasus berat, yang tidak boleh dipakai oleh ibu hamil atau yang merencanakan kehamilan.
  • Suntikan kortison untuk jerawat besar dan nyeri yang tidak kunjung sembuh.
  • Laser atau chemical peeling untuk membantu memperbaiki bekasnya.

Dokter akan menentukan pilihan yang sesuai dengan kondisimu, jadi jangan membeli atau menggunakan obat resep tanpa pemeriksaan.

Cara Mencegah Jerawat Mendem Muncul Lagi

Jerawat mendem sulit dicegah sepenuhnya, apalagi bila dipengaruhi genetik atau hormon. Meski begitu, kebiasaan berikut membantu menekan risikonya:

  • Cuci muka dua kali sehari dengan produk yang lembut dan non-comedogenic.
  • Bersihkan makeup sebelum tidur agar pori tidak tersumbat.
  • Ganti sarung bantal secara rutin dan pilih bahan katun yang menyerap keringat.
  • Bersihkan ponsel setiap hari dengan kain sedikit basah.
  • Cuci tangan sebelum menyentuh wajah.
  • Kelola stres lewat olahraga atau teknik relaksasi.
  • Pakai pelembap dan sunscreen yang ringan dan tidak menyumbat pori.

Cara Merawat Bekas Jerawat Mendem agar Kulit Mulus Kembali

Setelah jerawat mereda, urusan bekasnya belum selesai. Bekas jerawat ada beberapa jenis, dan cara merawatnya berbeda. Kenali dulu jenisnya.

Noda Gelap atau Kemerahan vs Bekas Luka Cekung

Setelah jerawat sembuh, kadang yang tersisa hanya bercak berwarna yang rata dengan permukaan kulit. Menurut AAD, itu biasanya noda pascajerawat, bukan bekas luka. Bekas luka adalah permukaan kulit yang menjadi tidak rata, misalnya cekung.

AAD mencatat jerawat yang dalam dan kebiasaan memencet meningkatkan risiko bekas luka. Bekas luka juga jarang hilang sepenuhnya dengan sendirinya.

Cara Memudarkan Noda Gelap

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan, berdasarkan panduan AAD tentang noda gelap:

  • Tangani jerawatnya dulu. Noda biasanya memudar setelah jerawat terkendali.
  • Pakai produk yang lembut, misalnya yang berlabel untuk kulit sensitif.
  • Pakai sunscreen SPF 30 ke atas setiap hari supaya noda tidak makin gelap.
  • Beri waktu. Noda yang hanya beberapa tingkat lebih gelap dari warna kulit umumnya memudar dalam sekitar 6 sampai 12 bulan.
  • Konsultasikan bahan aktif. AAD menyebut azelaic acid, kojic acid, retinoid, dan vitamin C dapat membantu, tetapi sebaiknya dipakai dengan arahan dokter bila kulitmu sensitif.

Hindari produk pemutih tanpa izin edar. AAD mengingatkan sebagian produk semacam itu ditemukan mengandung steroid atau merkuri yang tidak dicantumkan di label. Pilih produk yang terdaftar resmi di BPOM.

Bekas Luka Cekung: Konsultasi ke Dokter

Bekas luka cekung sebaiknya ditangani dokter kulit. AAD menyebut dokter kulit bersertifikat dapat membantu mengurangi tampilan bekas luka. Produk skincare bebas umumnya ditujukan untuk noda, bukan untuk mengembalikan permukaan kulit yang cekung.

Rekomendasi Produk Nurilab untuk Jerawat dan Bekas Jerawat

Nurilab adalah brand skincare yang berfokus pada kulit berjerawat, dikembangkan bersama dermatolog Korea dan Indonesia. Produk di bawah ini berfungsi sebagai pendamping rutinitas perawatan kulitmu, bukan pengganti penanganan dokter untuk jerawat mendem yang nyeri atau membandel. Semua klaim berasal dari halaman produk resmi Nurilab.

Acne Conclearing™ Spot Drying Lotion untuk Jerawat yang Sudah Muncul di Permukaan

Acne Conclearing™ Spot Drying Lotion dipakai dengan cara ditotol pada jerawat. Menurut Nurilab, kandungannya salicylic acid 2%, sulfur 1%, dan zinc oxide + centella asiatica yang membantu menyamarkan tampilan jerawat. Dalam uji 14 hari dengan pemakaian dua kali sehari, Nurilab melaporkan penurunan jumlah papula dan pustula.

Klaim tersebut berlaku untuk papula dan pustula, bukan jerawat mendem yang masih dalam. Sejalan dengan saran AAD, produk totol seperti ini lebih cocok dipakai saat jerawat sudah mendekati permukaan. Cara pakainya: kocok botol, totolkan dengan aplikator, dan ulangi seperlunya.

Gentle Cleansing Gel dan Acne Calming Moisturizer untuk Rutinitas Harian

  • 3X Defense Gentle Cleansing Gel: pembersih lembut dengan centella asiatica 5% dan ekstrak teh hijau 3%. Dalam uji konsumen Nurilab pada 28 subjek berkulit berjerawat selama 7 hari, 86% setuju produk ini menenangkan peradangan kulit. Hasil dapat berbeda pada tiap orang.
  • 5% Peptamide AI™ Acne Calming Moisturizer: menurut Nurilab, produk ini non-comedogenic dan non-acnegenic untuk kulit berjerawat dan sensitif. Dalam uji klinis Nurilab pada 10 subjek perempuan Indonesia di laboratorium fasilitas produksi, produk ini disebut memperkuat skin barrier hingga 52% dan menjaga kelembapan hingga 72 jam. Cek daftar bahan lengkapnya di halaman produk dan coba di area kecil kulit terlebih dahulu.

Triple-B Serum dan CorrecTone™ untuk Bekas Jerawat

Dua produk ini ditujukan untuk noda gelap atau kemerahan (PIH dan PIE), bukan bekas luka cekung:

  • Triple-B Serum: mengandung 10% triple vitamin B (niacinamide 5%, panthenol 5%, dan vitamin B12). Menurut Nurilab, serum ini membantu mencerahkan, meratakan warna kulit, dan menyamarkan tampilan bekas jerawat gelap maupun kemerahan.
  • CorrecTone™ Spot Serum Concealer: concealer 2 in 1 dengan niacinamide 5% dan encapsulated salicylic acid 1%. Nurilab melaporkan penurunan noda gelap sebesar 12% dan noda merah sebesar 22% dalam 14 hari, berdasarkan uji klinis pada subjek Indonesia di laboratorium fasilitas produksi.

Sunscreen Hy Glow dan Hy Matte

Hy Glow, Bye UV! adalah sunscreen SPF 50 PA++++ yang menurut Nurilab non-comedogenic dan cocok untuk kulit kering serta sensitif. Untuk kulit berminyak dan berjerawat, tersedia varian Hy Matte, Bye UV!. Sunscreen penting agar noda bekas jerawat tidak makin gelap, seperti yang disarankan AAD.

Ajakan Bertindak

Kamu bisa menyusun rutinitasmu lewat toko resmi di nurilab.id, Shopee Mall, TikTok Shop, atau Lazada Mall. Setiap pembelian disertai akses konsultasi dengan dermatolog Nurilab, jadi kamu bisa menanyakan kecocokan produk dengan kondisi kulitmu. Cek harga terbaru langsung di toko resmi. Kalau jerawat mendemmu nyeri atau tidak membaik, konsultasikan ke dokter kulit.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau saran dokter. Klaim hasil produk Nurilab berasal dari uji internal dan uji konsumen Nurilab pada jumlah subjek terbatas, sesuai halaman produk resmi saat artikel ini disusun, dan hasil dapat berbeda pada setiap orang. Produk Nurilab tidak menggantikan pengobatan medis dan tidak ditujukan untuk mengatasi jerawat mendem yang dalam.

Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Berjerawat dan Sensitif

Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Berjerawat dan Sensitif

Lagi jerawatan, kulit terasa perih, lalu muncul pikiran: “kalau pakai moisturizer, nanti malah makin jerawatan?” Keraguan ini sangat wajar, apalagi banyak orang mengira moisturizer hanya untuk kulit kering.

Kenyataannya, kulit berjerawat dan sensitif tetap butuh moisturizer, hanya saja tidak semua produk cocok. Kuncinya ada pada pemilihan produk yang ringan, tidak menyumbat pori, dan tidak membuat kulit makin reaktif. Yuk, mulai dari pertanyaan paling dasar: apakah kulit berjerawat memang perlu moisturizer?

Apakah Kulit Berjerawat Perlu Memakai Moisturizer?

Jawaban singkatnya: perlu. Hidrasi berkaitan dengan kadar air di kulit, bukan kadar minyak, jadi kulit yang berminyak pun tetap bisa kekurangan air. Menurut penjelasan American Academy of Dermatology, saat kulit kering, tubuh justru memproduksi lebih banyak minyak, dan minyak berlebih ini bisa menyumbat pori serta memicu jerawat baru.

Moisturizer juga membantu kulit lebih nyaman saat kamu memakai perawatan jerawat. Produk seperti benzoyl peroxide, salicylic acid, dan retinoid cenderung membuat kulit kering dan iritasi. Dengan moisturizer harian, kulit jadi lebih mudah beradaptasi dengan perawatan tersebut.

Tiga manfaat utamanya:

  • Menjaga hidrasi: kulit tidak kekurangan air meski permukaannya terasa berminyak.
  • Mengurangi kekeringan dan iritasi: terutama saat memakai obat jerawat yang mengeringkan.
  • Membantu kulit tetap nyaman: kulit yang tidak ketarik lebih mudah dirawat secara konsisten.

Jerawat sendiri sangat umum di Indonesia. Sebuah kajian dalam jurnal ilmiah dari Universitas YARSI menyebut angkanya mencapai sekitar 80 sampai 100% penduduk, dengan prevalensi tertinggi pada remaja dan dewasa muda.

Mengenal Skin Barrier dan Kaitannya dengan Jerawat serta Kulit Sensitif

Sebelum memilih produk, ada baiknya kamu paham satu istilah yang sering muncul: skin barrier. Tiga bagian berikut menjelaskan apa itu skin barrier, kenapa gangguannya berpengaruh pada jerawat, dan bagaimana mengenali tandanya.

Apa Itu Skin Barrier

Skin barrier adalah lapisan pelindung terluar kulit. Menurut Halodoc, lapisan ini menjaga kadar air tetap di dalam kulit sekaligus melindungi kulit dari faktor lingkungan. Bayangkan seperti tembok yang menahan air agar tidak menguap dan menahan iritan agar tidak masuk.

Kenapa Barrier yang Terganggu Bisa Memperburuk Kondisi Kulit

Saat barrier melemah, kulit lebih mudah kering, merah, perih, dan reaktif. Kondisi ini bisa muncul bersamaan dengan jerawat, terutama ketika kulit memakai produk atau obat jerawat yang mengeringkan.

Sebuah ulasan ilmiah tentang skin barrier pada jerawat menyebut bahwa penderita jerawat sering memiliki barrier kulit yang terganggu. Sementara itu, panel dokter kulit dalam kajian konsensus moisturizer untuk jerawat sepakat bahwa kulit kering dan iritasi sering muncul akibat perawatan jerawat, dan moisturizer dapat membantu meredakannya. Jadi, merawat barrier berkaitan erat dengan kenyamanan kulit berjerawat.

Tanda Kulit Berjerawatmu Mungkin Sedang Sensitif

Beberapa tanda yang perlu kamu perhatikan:

  • Kulit terasa ketarik atau kering setelah cuci muka.
  • Wajah mudah kemerahan.
  • Muncul rasa perih atau panas saat memakai produk.
  • Iritasi atau jerawat terasa makin sering muncul.

Kalau kondisi ini tidak membaik atau malah memburuk, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit.

Cara Memilih Moisturizer untuk Kulit Berjerawat dan Sensitif

Ada lima hal yang bisa kamu cek di kemasan sebelum membeli, mulai dari label produk sampai cara mencobanya di kulit. Dengan begitu, kamu tidak perlu menebak-nebak lagi.

Cek Label Non-Comedogenic, Non-Acnegenic, atau Oil-Free

Cari label seperti oil-free, non-comedogenic, atau won’t clog pores. Menurut AAD, label-label ini menandakan moisturizer kecil kemungkinannya memicu jerawat. Istilah non-acnegenic punya arti serupa, yaitu produk yang tidak menyebabkan jerawat baru atau memperburuk jerawat yang sudah ada, seperti dijelaskan Hello Sehat.

Ingat, label ini menunjukkan kemungkinan kecil, bukan jaminan untuk semua orang. Respons tiap kulit tetap bisa berbeda.

Pilih Tekstur yang Ringan dan Nyaman

Untuk kulit berminyak dan berjerawat, tekstur gel yang ringan umumnya terasa lebih nyaman, seperti dibahas dalam panduan moisturizer untuk kulit berminyak dan berjerawat dari Halodoc. Kulit yang lebih kering mungkin cocok dengan tekstur sedikit lebih kaya.

Patokan paling sederhana: pilih yang terasa nyaman dan tidak meninggalkan rasa berat di wajah.

Kenali Kandungan yang Menenangkan dan Menguatkan Barrier

Beberapa kandungan yang umum dicari untuk kulit sensitif dan berjerawat:

  • Ceramide: membantu menguatkan skin barrier.
  • Hyaluronic acid dan glycerin: menjaga kelembapan kulit.
  • Panthenol dan centella asiatica: dikenal menenangkan kulit yang kemerahan atau iritasi.
  • Niacinamide: disebut membantu fungsi barrier dan menenangkan kulit.

Informasi ini sejalan dengan panduan Halodoc tentang moisturizer. Perlu diingat, kandungan ini membantu merawat kulit, bukan mengobati jerawat.

Waspadai Bahan yang Berpotensi Mengiritasi

Kulit sensitif umumnya disarankan menghindari alkohol dalam jumlah tinggi, pewangi buatan, dan pewarna. Alodokter juga menyebut moisturizer untuk kulit sensitif biasanya berlabel hypoallergenic atau fragrance-free.

Biasakan membaca daftar bahan di kemasan. Kalau kulitmu sangat reaktif, lakukan uji coba dulu sebelum memakainya ke seluruh wajah.

Uji Coba di Area Kecil dan Beri Waktu Kulit Beradaptasi

Sebelum dipakai ke seluruh wajah, oleskan sedikit produk di area kecil, misalnya sekitar rahang atau belakang telinga. Tunggu beberapa hari. Hentikan pemakaian jika muncul perih, gatal, atau kemerahan berlebihan.

Setiap kulit berbeda, jadi hasilnya pun bisa berbeda. Kalau kulit tetap bermasalah, konsultasikan ke dokter kulit, sebagaimana dianjurkan American Academy of Dermatology.

Cara Memakai Moisturizer dalam Rutinitas Kulit Berjerawat

Produk yang tepat belum cukup, cara dan waktu pemakaiannya juga berpengaruh. Tiga hal berikut membantu kamu memakainya dengan benar.

Kapan dan Bagaimana Mengoleskannya

  • Pakai setelah wajah dibersihkan, saat kulit masih sedikit lembap. AAD menyarankan menyisakan sedikit air di kulit agar moisturizer membantu menahan air.
  • Oleskan tipis dan merata, tanpa menggosok keras.
  • Pakai rutin, terutama saat kulit terasa kering.

Urutan dengan Obat Jerawat dan Sunscreen

Moisturizer bisa membantu kulit lebih toleran terhadap perawatan jerawat yang cenderung mengeringkan. Di pagi hari, tutup rutinitas dengan sunscreen. AAD menyarankan sunscreen SPF 30 ke atas yang berlabel non-comedogenic, dan Alodokter menganjurkan memakainya sekitar 30 menit sebelum keluar rumah.

Untuk kombinasi bahan aktif dan aturan pakai obat jerawat, tanyakan ke dokter kulit supaya sesuai kondisi kulitmu.

Beri Waktu agar Hasilnya Terlihat

Perawatan kulit butuh kesabaran. Dalam studi yang dirujuk AAD, sebagian besar pasien melihat jerawat berkurang sekitar 4 sampai 8 minggu setelah memakai moisturizer yang ramah jerawat.

Tapi ada catatan penting: pasien dalam studi itu juga menjalani rencana perawatan jerawat lengkap yang ditentukan dokter. Jadi moisturizer adalah bagian dari rutinitas, bukan satu-satunya penentu hasil.

Kesalahan Umum saat Memilih dan Memakai Moisturizer

Beberapa kebiasaan ini sering tidak disadari, padahal bisa membuat kulit makin tidak nyaman:

  • Melewatkan moisturizer karena takut berminyak: kulit yang kekurangan hidrasi justru bisa memproduksi minyak lebih banyak.
  • Terlalu sering mencuci muka atau memakai scrub, toner, dan eksfoliasi berlebihan: AAD menyarankan mencuci muka dengan lembut maksimal dua kali sehari, karena produk yang mengeringkan bisa membuat jerawat tampak lebih parah.
  • Gonta-ganti produk terlalu cepat: kulit butuh waktu, dan perubahan perawatan yang terlalu sering bisa memicu iritasi.
  • Memencet jerawat: ini bisa memperlambat pemulihan dan meningkatkan risiko bekas.

Nurilab 5% Peptamide AI™ Acne Calming Moisturizer: Moisturizer untuk Kulit Berjerawat dan Sensitif

Kalau kamu mencari moisturizer yang sesuai kriteria di atas, Nurilab punya Acne Calming Moisturizer. Produk ini diformulasikan untuk kulit berjerawat, sensitif, dan skin barrier, serta dikembangkan bersama dermatolog Korea dan Indonesia. Berikut hal-hal yang perlu kamu ketahui.

Kandungan dan Karakteristik

Menurut Nurilab, kandungan utamanya adalah:

  • 5% Peptamide AI™: bahan aktif milik Nurilab untuk memperkuat skin barrier dan menenangkan kulit berjerawat.
  • 2% Derma-Clera (ekstrak Cynanchum Atratum): untuk menenangkan kulit.
  • Vegan PDRN: untuk membantu hidrasi.
  • Skin-Communicator™: teknologi yang membantu penyerapan bahan aktif.

Daftar bahan lengkapnya juga memuat ceramide NP, hyaluronic acid, panthenol, centella asiatica, niacinamide, dan allantoin. Produk ini berlabel dermatologically tested, non-comedogenic, non-acnegenic, halal, dan vegan.

Manfaat Acne Calming Moisturizer

Menurut Nurilab, produk ini membantu:

  • Menghidrasi dan menjaga kelembapan kulit.
  • Memperkuat skin barrier.
  • Menenangkan kemerahan akibat kulit teriritasi dan peradangan akibat jerawat aktif.
  • Mengurangi tampilan minyak berlebih.

Dari uji klinis Nurilab pada 10 subjek kulit perempuan Indonesia di laboratorium fasilitas produksi, produk ini disebut memperkuat skin barrier hingga 52% dan menjaga kelembapan hingga 72 jam. Hasil bisa berbeda pada tiap orang.

Cara Pemakaian

  1. Pastikan wajah sudah bersih atau sudah memakai skincare lain.
  2. Keluarkan 2 sampai 3 pump atau secukupnya ke telapak tangan.
  3. Aplikasikan merata ke wajah dan leher.
  4. Pijat perlahan sampai meresap. Pakai 2 kali sehari, pagi dan malam.
  5. Boleh dipadukan dengan produk Nurilab lain atau skincare berbahan aktif lain. Di pagi hari, lanjutkan dengan sunscreen.

Detail Pendukung

  • Menurut Nurilab, produk ini boleh dipakai mulai usia 11 tahun, aman untuk ibu hamil dan menyusui, serta bisa dipakai di area bawah mata. Kalau kamu ragu, tanyakan ke dokter.
  • Produk sudah terdaftar BPOM dan bersertifikat halal.
  • Setiap pembelian produk Nurilab disertai akses konsultasi dengan dermatolog.

Tertarik mencoba? Kamu bisa membeli Nurilab Acne Calming Moisturizer lewat toko resmi di nurilab.id, Shopee Mall, TikTok Shop, atau Lazada Mall, lalu konsultasikan kondisi kulitmu dengan dermatolog Nurilab setelah pembelian. Kalau jerawat atau iritasi tidak membaik, segera periksakan ke dokter kulit.

Disclaimer

Informasi tentang Nurilab 5% Peptamide AI™ Acne Calming Moisturizer dalam artikel ini bersumber dari halaman produk resmi Nurilab (dicek pada 10 Oktober 2026) dan dapat berubah sewaktu-waktu. Klaim hasil, seperti penguatan skin barrier dan kelembapan hingga 72 jam, berasal dari uji klinis internal Nurilab pada 10 subjek kulit perempuan Indonesia, sehingga hasil yang kamu rasakan bisa berbeda. Produk ini merupakan perawatan kulit, bukan obat, dan keterangan pemakaian seperti batas usia serta penggunaan oleh ibu hamil dan menyusui berasal dari Nurilab. Lakukan uji coba di area kecil sebelum memakainya, dan konsultasikan ke dokter kulit jika jerawat atau iritasi tidak membaik.

Apakah Bekas Jerawat Bisa Hilang dengan Sendirinya?

Apakah Bekas Jerawat Bisa Hilang dengan Sendirinya?

Jerawatnya sudah sembuh berminggu-minggu, tapi bekasnya masih nempel di wajah. Wajar kalau kamu bertanya-tanya, cukup ditunggu saja atau perlu dirawat? Jawabannya: bisa memudar sendiri, tapi tidak semua jenis bekas. Supaya tidak salah langkah, cek dulu bekas jerawatmu termasuk yang mana.

Apakah Bekas Jerawat Bisa Hilang Sendiri?

Bekas jerawat adalah perubahan warna atau tekstur kulit yang tersisa setelah jerawat sembuh. Menurut American Academy of Dermatology, bekas jerawat memang bisa memudar, tetapi jarang hilang sepenuhnya tanpa bantuan perawatan.

Jawabannya tergantung bentuk bekasnya:

  • Noda datar merah atau cokelat: umumnya memudar bertahap.
  • Bekas cekung: jarang hilang sepenuhnya sendiri.
  • Bekas timbul: biasanya perlu ditangani dokter kulit.

“Bisa hilang sendiri” bukan berarti dibiarkan begitu saja. Ada kebiasaan yang membuat bekas jauh lebih lama pudar, dan akan dibahas di bawah.

Kenali Jenis Bekas Jerawat dan Perkiraan Waktu Memudarnya

Kata “bekas jerawat” sering dipakai untuk tiga hal yang sebenarnya berbeda. Cocokkan kondisi kulitmu dengan tiga jenis berikut.

Bekas Jerawat Merah atau Merah Muda

Ini noda datar kemerahan yang tertinggal setelah jerawat meradang. Saat diraba, permukaannya rata dengan kulit di sekitarnya. Peradangan membuat pembuluh darah kecil di area itu melebar, dan kondisi ini disebut post-inflammatory erythema (PIE).

  • Lebih sering terlihat pada kulit yang lebih terang.
  • Umumnya memudar bertahap seiring waktu.

Menurut ulasan para dermatolog di American Journal of Clinical Dermatology, PIE lebih umum pada kulit terang, sedangkan noda cokelat lebih umum pada kulit yang lebih gelap.

Bekas Jerawat Gelap atau Cokelat

Noda ini lebih gelap dari warna kulit aslinya. Penyebabnya, kulit memproduksi pigmen (melanin) berlebih saat sedang meradang. Istilah medisnya hiperpigmentasi pasca-inflamasi atau PIH.

  • Noda yang hanya beberapa tingkat lebih gelap dari warna kulit biasanya pudar dalam 6 sampai 12 bulan, setelah penyebabnya berhenti.
  • Warna yang tertanam lebih dalam, misalnya cokelat sangat gelap atau keabu-abuan, bisa butuh waktu bertahun-tahun.
  • Perawatan yang tepat bisa mempercepat prosesnya.

Rentang waktu ini berasal dari panduan AAD tentang memudarkan noda gelap yang ditulis untuk kulit medium hingga gelap. Hasil tiap orang bisa berbeda.

Bekas Jerawat Cekung atau Timbul

Berbeda dari dua jenis di atas, bekas ini terasa tidak rata saat diraba. Bekas cekung terjadi ketika kulit membuat terlalu sedikit kolagen saat penyembuhan. Bekas timbul terjadi karena kolagennya berlebih.

Jenis bekas cekung yang umum:

  • Ice pick: kecil tapi dalam, dan paling sering ditemukan.
  • Rolling: lebar dan dangkal, membuat kulit tampak bergelombang.
  • Boxcar: cekungan berbentuk bulat atau oval.

Bekas timbul, seperti hipertrofik dan keloid, lebih sering muncul pada kulit yang lebih gelap. Keloid biasanya baru terlihat 3 sampai 12 bulan setelah jerawat sembuh, menurut penjelasan AAD tentang jenis parut jerawat.

Cara Cepat Membedakan Ketiganya

Jenis Tampilan Bisa hilang sendiri? Langkah yang disarankan
Merah atau merah muda Datar, kemerahan Umumnya bisa memudar bertahap Lindungi dari matahari, rawat bertahap
Gelap atau cokelat Datar, lebih gelap dari kulit Umumnya bisa, butuh waktu berbulan-bulan Sunscreen dan bahan aktif yang sesuai
Cekung atau timbul Tidak rata saat diraba Jarang hilang sepenuhnya Konsultasi dokter kulit

Hal yang Bisa Membuat Bekas Jerawat Lebih Lama Hilang

Beberapa kebiasaan dan kondisi bisa memperlambat proses pemudaran, bahkan membuat bekasnya bertambah:

  • Memencet, menggaruk, atau terus menyentuh jerawat. Ini menambah peradangan dan risiko infeksi, sehingga bekas lebih mungkin muncul dan bertahan.
  • Jerawat yang dalam dan nyeri. Jerawat kistik atau berbentuk benjolan lebih berisiko meninggalkan parut.
  • Faktor keturunan. Kalau orang tua atau saudara kandungmu punya bekas jerawat, risikomu ikut naik.
  • Kulit terpapar matahari tanpa perlindungan. Noda bisa makin gelap dan makin lama pudar.
  • Produk yang membuat kulit iritasi. Rasa perih atau panas bisa memicu noda baru.
  • Jerawat baru terus muncul. Noda baru terbentuk lebih cepat daripada noda lama memudar.

Cara Membantu Memudarkan Bekas Jerawat dengan Aman

Langkah-langkah ini berlaku untuk noda datar, baik merah maupun cokelat. Bekas cekung atau timbul butuh penanganan dokter dan dibahas di bagian berikutnya. Urutannya juga penting, jadi ikuti dari yang pertama.

Kendalikan Jerawat Aktif Terlebih Dahulu

Selama jerawat baru masih muncul, noda baru akan terus terbentuk dan bekas lama sulit memudar. Para dermatolog umumnya baru menangani bekas setelah jerawatnya terkendali, seperti dijelaskan dalam panduan AAD tentang konsultasi dan perawatan parut jerawat.

Pakai Sunscreen Setiap Hari

Menurut AAD, perawatan noda gelap dimulai dari sunscreen. Sunscreen membantu mencegah noda baru sekaligus membantu memudarkan noda yang sudah ada. Pilih sunscreen dengan kriteria berikut:

  • SPF 30 atau lebih
  • Broad-spectrum
  • Tahan air
  • Non-komedogenik jika kulitmu berminyak
  • Mudah menyatu dengan warna kulit, tanpa white cast

Oleskan ulang sekitar tiap 2 jam, dan setelah berkeringat atau berenang. AAD juga menyebut sunscreen berwarna dengan iron oxide sebagai opsi, karena melindungi dari cahaya tampak yang bisa memperparah noda gelap.

Pilih Bahan Aktif yang Sudah Terbukti untuk Noda Datar

Setelah jerawat terkendali dan kulit terlindungi, kamu bisa memakai produk yang membantu meratakan warna kulit. AAD menyebut bahan berikut yang dijual bebas dan bisa membantu memudarkan noda gelap:

  • Azelaic acid
  • Glycolic acid
  • Kojic acid
  • Retinoid, seperti retinol atau adapalene
  • Vitamin C

Untuk parut ringan, retinoid atau salicylic acid juga bisa membantu membuatnya tidak terlalu terlihat. Mulai pelan-pelan, dan hentikan pemakaian kalau kulit terasa perih atau menyengat.

Pilih juga produk yang sudah terdaftar di BPOM. Produk pemutih tanpa izin edar pernah ditemukan mengandung bahan berbahaya, misalnya merkuri atau steroid, yang tidak tercantum di label.

Mitos Perawatan yang Sebaiknya Dihindari

  • Mengoleskan pemutih rumah tangga ke kulit. Ini berbahaya dan tidak boleh dilakukan.
  • Memencet jerawat agar cepat kering. Hasilnya malah memperbesar peluang bekas.
  • Memakai bahan racikan sendiri yang membuat kulit perih. Iritasi justru bisa memicu noda baru.

Menyamarkan Bekas Jerawat untuk Sementara

Sambil menunggu perawatan bekerja, concealer atau color corrector bisa membantu menutupi noda. Anggap ini penyamaran sementara, bukan perawatan. Jangan lupa bersihkan dengan benar di malam hari supaya pori-pori tidak tersumbat.

Kapan Bekas Jerawat Perlu Diperiksakan ke Dokter Kulit?

Tidak semua bekas perlu ditangani dokter, tapi beberapa tanda sebaiknya tidak ditunda:

  • Bekasnya cekung atau timbul.
  • Noda tidak membaik setelah beberapa bulan perawatan rutin disertai sunscreen.
  • Bekas terasa gatal atau nyeri.
  • Bekas sangat mengganggu rasa percaya dirimu.

Dokter kulit punya beberapa pilihan prosedur, antara lain chemical peel, laser, microneedling, filler, dan radiofrequency. Pilihannya disesuaikan dengan jenis bekas, warna kulit, dan kebutuhanmu. Chemical peel ringan, misalnya, biasanya perlu 3 sampai 5 sesi dengan jarak 2 sampai 4 minggu, menurut AAD.

Sebelum memulai perawatan parut, beri tahu dokter semua obat jerawat yang kamu pakai dalam 2 tahun terakhir. Beberapa perawatan bisa menimbulkan efek samping kalau dikombinasikan dengan obat jerawat tertentu.

Nurilab: Rekomendasi untuk Membantu Memudarkan dan Menyamarkan Bekas Jerawat

Nurilab adalah brand skincare untuk kulit berjerawat yang dikembangkan bersama dermatolog Korea dan Indonesia. Alur perawatan di artikel ini bisa dijawab lewat beberapa produknya:

  • Acne Conclearing™ Spot Drying Lotion untuk jerawat aktif. Lotion ini berwarna (tersedia 5 shade) dan mengandung salicylic acid 2%, sulfur 1%, dan zinc oxide + centella asiatica. Dalam uji klinis pada jerawat papul dan pustul selama 14 hari, 87% jerawat mengering dalam 24 jam.
  • 3X Defense Gentle Cleansing Gel, pembersih wajah sekaligus masker, untuk membersihkan kulit berjerawat dan sensitif. Dalam uji laboratorium, gel ini membunuh 99,99% bakteri penyebab jerawat dalam 60 detik.
  • Triple-B Serum untuk bekas jerawat merah (PIE) dan gelap (PIH). Serum ini mengandung 5% niacinamide (vitamin B3), 5% panthenol (vitamin B5), vitamin B12, dan hyaluronic complex. Pada uji klinis 4 minggu di laboratorium terakreditasi, kemerahan bekas jerawat berkurang 26% dan noda gelapnya 12%.
  • CorrecTone™ Spot Serum Concealer untuk menyamarkan sekaligus membantu memudarkan bekas jerawat. Tersedia 5 shade dengan coverage medium sampai tinggi, mengandung niacinamide dan correctone technology untuk memecah melanin, lebih efektif membantu memudarkan PIE & PIH.
  • Hy Glow, Bye UV! dan Hy Matte, Bye UV!, sunscreen hybrid SPF 50 PA++++ untuk kulit berjerawat dan sensitif. Pilih Hy Matte kalau kulitmu berminyak, atau Hy Glow kalau ingin hasil akhir lebih lembap dan glowing.

Nurilab cocok jadi pilihan karena semua produknya sudah melewati uji dermatologis dan dirancang untuk kulit berjerawat serta sensitif. Harganya juga terjangkau dan mudah didapat. Kamu bisa membelinya lewat Nurilab Official Shop maupun toko online lainnya.

Perlu diingat, produk-produk ini ditujukan untuk noda datar. Kalau bekasmu cekung atau timbul, tetap konsultasikan ke dokter kulit.

Siap mulai merawat bekas jerawatmu? Lihat rangkaian produknya di nurilab.id dan pilih yang sesuai dengan kondisi kulitmu.

Sumber