Stop Pakai Face Wash yang Bikin Muka Perih! Saatnya Pindah ke Cleanser Hypoallergenic & Calming

Stop Pakai Face Wash yang Bikin Muka Perih! Saatnya Pindah ke Cleanser Hypoallergenic & Calming

Punya kulit yang gampang merah, perih, atau terasa “ketarik” setiap habis cuci muka? Atau jerawat hormonal yang tidak kunjung sembuh padahal sudah rajin double cleansing dan pakai obat totol

Anda tidak sendirian. Data dermatologi menunjukkan bahwa 60–70% pemilik kulit sensitif mengalami iritasi bukan karena produk skincare aktif, melainkan akibat pemilihan cleanser yang salah. 

Mengapa Sabun Muka Biasa Justru Memperburuk Kulit Sensitif & Berjerawat?

Sebagian besar sabun muka di pasaran berfokus pada dua hal: busa melimpah dan sensasi “kesat”. Padahal, sensasi ini adalah tanda bahaya bagi skin barrier

Penggunaan surfaktan keras seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES) memicu masalah berikut: 

  1. Pengikisan Lipid Barrier: Busa berlebih melarutkan ceramide, kolesterol, dan asam lemak alami kulit. 
  2. Peningkatan TEWL: Menurut studi dalam Journal of Drugs in Dermatology, SLS dapat meningkatkan Transepidermal Water Loss (TEWL) hingga 25%
  3. Pertumbuhan Bakteri Jerawat: Ketika skin barrier rusak dan microbiome terganggu, bakteri penyebab jerawat (Propionibacterium acnes) lebih cepat berkembang biak. 

Sinyal SOS Skin Barrier: Rasa perih, ketarik, panas, kemerahan, dan gatal pasca-mencuci muka adalah tanda bahwa lapisan pelindung kulit Anda telah terkikis. 

Solusi 2-in-1: Nurilab 3X Defense Gentle Cleansing Gel 

Kulit sensitif dan acne-prone membutuhkan pembersih yang bekerja dengan prinsip: Membersihkan, Menenangkan, dan Melindungi. 

Nurilab 3X Defense Gentle Cleansing Gel dirancang khusus sebagai pembersih wajah inovatif yang tidak hanya membersihkan secara menyeluruh, tetapi juga bisa difungsikan sebagai Instant Calming Mask saat kulit sedang meradang. 

Kandungan Utama (Active Ingredients) 

Bahan Aktif  Konsentrasi  Fungsi Utama 
Centella Asiatica  5%  Menenangkan kemerahan, meredakan inflamasi, dan mempercepat pemulihan skin barrier
Green Tea Extract  3%  Sebagai antioksidan tinggi dan agen antibakteri alami untuk melawan penyebab jerawat. 
Yam Bean (Bengkoang)  1%  Mencerahkan kulit kusam secara alami dan memberikan hidrasi ekstra. 

 

Apa Arti Klaim “Hypoallergenic”? Membedah Bukti Uji Klinis HRIPT Nurilab 

Kata “hypoallergenic” sering kali hanya menjadi klaim pemasaran karena tidak adanya standar hukum resmi dari lembaga seperti FDA AS. Namun, brand yang bertanggung jawab akan melakukan uji klinis langsung pada manusia

Nurilab 3X Defense telah melewati HRIPT (Human Repeated Insult Patch Test), yaitu gold standard uji kosmetika untuk mengukur potensi alergi dan sensitivitas kulit. 

Tahapan Pengujian HRIPT Nurilab: 

  1. Panel Subjek Terarah: Diuji pada 50–200 relawan dewasa yang memiliki riwayat kulit sensitif (seperti eksim ringan, dermatitis atopik, dan rosacea) oleh laboratorium uji klinis terakreditasi. 
  2. Masa Induksi (3 Minggu): Produk ditempelkan (patch) ke area punggung sebanyak 9 kali selama 21 hari secara tertutup untuk memicu respons alergi jika ada. 
  3. Masa Tantangan & Evaluasi Dokter: Setelah jeda 2 minggu, produk ditempelkan kembali ke area baru. Dokter Spesialis Dermatologi (SpDVE) mengawasi area uji setiap 48–72 jam untuk mencatat ada/tidaknya kemerahan, gatal, atau bengkak. 

Hasil Uji HRIPT Nurilab: Tidak ditemukan reaksi alergi, iritasi, maupun sensitisasi pada seluruh peserta uji. Produk ini terbukti memiliki risiko alergi yang sangat rendah dan aman digunakan dari anak-anak hingga dewasa. 

Kesimpulan: Fondasi Skincare Sehat Dimulai dari Pembersih yang Tepat 

Mencuci muka tidak boleh lagi menjadi momen yang menyiksa kulit. Dengan formulasi gentle, bebas SLS/SLES, serta teruji klinis lewat HRIPT, Nurilab 3X Defense Gentle Cleansing Gel memberikan perawatan paling aman agar skincare routine Anda selanjutnya dapat bekerja secara maksimal. 

Saatnya beralih ke pembersih wajah yang tidak hanya membersihkan, tetapi juga menenangkan dan melindungi skin barrier Anda. 

Referensi Ilmiah (Scientific References) 

1. Draelos ZD, et al. Efficacy and Tolerance of a Polymeric Surfactant Technology-Based Cleanser for Clinically Diagnosed Sensitive Skin. J Drugs Dermatol. 2024;23(10):889-893. 

2. Zirwas MJ, Stechschulte SA. Assessment of Hypoallergenicity of Ten Skincare Products. J Drugs Dermatol.  2014;13(3):264-266. 

3. Nedorost S. Prevalence of Contact Allergens in Natural Skin Care Products. PMC. 

4. Choi JM, et al. A single-blinded, randomized, controlled clinical trial evaluating the effect of face washing on acne vulgaris. PubMed. 

Disclaimer 

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi umum. Hasil pemakaian dapat bervariasi tergantung kondisi kulit, pola hidup, dan faktor hormonal. Klaim antibakteri 99,99% berdasarkan uji laboratorium in-vitro. Klaim hypoallergenic berdasarkan hasil uji tempel HRIPT pada panel uji klinis. Jika Anda memiliki kondisi medis khusus seperti dermatitis atopik berat, psoriasis, atau rosacea aktif, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit (SpDVE) sebelum mencoba produk baru.

 

 

Skin Barrier: Fungsi dan Cara Merawatnya agar Kulit Tetap Sehat

Skin Barrier: Fungsi dan Cara Merawatnya agar Kulit Tetap Sehat

Apa itu Skin Barrier? Bagaimana Cara Merawatnya?

Apakah Nuribae pernah merasa kulit tiba-tiba jadi kering, perih saat pakai skincare, atau mudah berjerawat? Bisa jadi skin barrier kamu sedang bermasalah, Nuribae. Skin barrier adalah lapisan pelindung terluar kulit yang berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.

Banyak orang fokus mencoba berbagai produk skincare untuk mengatasi masalah kulit, tetapi sering lupa bahwa kondisi skin barrier kulit yang sehat adalah fondasi utama dari kulit yang kuat, lembap, dan tidak mudah iritasi.

Ketika skin barrier bekerja dengan baik, kulit mampu mempertahankan kelembapan alami sekaligus melindungi diri dari polusi, bakteri, dan faktor lingkungan lainnya. Namun jika lapisan ini rusak, kulit bisa menjadi sensitif, kering, bahkan lebih mudah mengalami jerawat.

Supaya Nuribae bisa lebih memahami pentingnya menjaga skin barrier, artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pengertian skin barrier, cara kerjanya, tanda-tanda kerusakan, hingga cara merawatnya agar kulit tetap sehat.

Pengertian Skin Barrier dan Fungsinya untuk Kulit

Skin barrier adalah lapisan paling luar kulit yang disebut juga stratum corneum. Lapisan ini terdiri dari sel-sel kulit yang terikat oleh lipid alami seperti ceramide, kolesterol, dan asam lemak.

Struktur skin barrier sering dianalogikan seperti dinding bata. Sel kulit berfungsi sebagai batu bata, sedangkan lipid berperan sebagai perekat yang menjaga semuanya tetap kuat dan rapat.

Fungsi utama skin barrier antara lain:

  • Menjaga kelembapan alami kulit
  • Melindungi kulit dari bakteri dan polusi
  • Mencegah iritasi akibat bahan kimia atau lingkungan
  • Mengurangi kehilangan air dari kulit

Jika skin barrier kuat, kulit akan terasa lebih lembap, halus, dan tidak mudah sensitif.

Bagaimana Cara Kerja Skin Barrier?

Skin barrier bekerja dengan cara menjaga keseimbangan antara perlindungan dan hidrasi kulit.

Lapisan ini berfungsi untuk:

  1. Menahan air di dalam kulit agar tetap terhidrasi
  2. Melindungi kulit dari zat berbahaya dari luar
  3. Menjaga keseimbangan mikrobioma kulit, yaitu bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan kulit

Ketika skin barrier dalam kondisi sehat, kulit mampu melindungi dirinya sendiri dengan lebih baik. Sebaliknya, jika lapisan ini melemah, kulit akan kehilangan kelembapan lebih cepat dan menjadi lebih sensitif.

Tanda-Tanda Skin Barrier Rusak

Kerusakan skin barrier sering kali tidak langsung disadari karena gejalanya mirip dengan masalah kulit lainnya. Namun, Nuribae bisa mengenali beberapa tanda berikut.

1. Kulit Terasa Perih Saat Pakai Skincare

Jika kulit terasa perih atau panas saat menggunakan produk skincare yang biasanya aman, ini bisa menjadi tanda skin barrier rusak.

Hal ini terjadi karena lapisan pelindung kulit menipis sehingga kulit menjadi lebih sensitif terhadap bahan aktif.

2. Kulit Kering dan Mengelupas

Skin barrier yang rusak membuat kulit kehilangan kemampuan menahan air. Akibatnya, kulit menjadi sangat kering, terasa kasar, dan bahkan mengelupas.

Jika kondisi ini terus terjadi, kulit juga akan terlihat lebih kusam.

3. Mudah Berjerawat atau Breakout

Ketika skin barrier melemah, bakteri dan kotoran lebih mudah masuk ke dalam kulit. Inilah yang membuat kulit lebih mudah mengalami breakout atau munculnya jerawat.

Jika Nuribae sering mengalami jerawat yang tiba-tiba muncul, penting juga untuk memahami penyebabnya. Kamu bisa membaca penjelasan lengkapnya di artikel berikut: Perbedaan Bruntusan, Jerawat Kecil, dan Fungal Acne

Penyebab Skin Barrier Rusak

Beberapa kebiasaan sehari-hari ternyata bisa menjadi penyebab skin barrier rusak tanpa disadari.

1. Terlalu Sering Eksfoliasi

Eksfoliasi memang membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi jika dilakukan terlalu sering justru dapat menipiskan lapisan pelindung kulit.

Penggunaan scrub, peeling, atau exfoliating toner yang berlebihan dapat menyebabkan skin barrier melemah.

2. Salah Pilih Skincare

Penggunaan produk yang tidak sesuai jenis kulit atau mengandung bahan aktif terlalu kuat juga dapat memicu iritasi.

Kulit yang terus-menerus terpapar bahan aktif tanpa keseimbangan hidrasi akan lebih mudah mengalami kerusakan skin barrier.

3. Paparan Matahari Berlebihan

Paparan sinar ultraviolet tanpa perlindungan sunscreen dapat merusak struktur lipid pada skin barrier. Akibatnya kulit menjadi lebih kering, sensitif, dan rentan mengalami peradangan.

Cara Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak

Jika skin barrier sudah mengalami kerusakan, Nuribae tidak perlu khawatir karena kondisi ini masih bisa diperbaiki dengan perawatan yang tepat.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

1. Menghentikan Sementara Produk Aktif

Kurangi penggunaan produk dengan bahan aktif kuat seperti eksfoliator kimia, retinol, atau peeling sampai kondisi kulit kembali stabil.

2. Gunakan Skincare yang Lembut

Pilih produk dengan formula yang ringan dan tidak menyebabkan iritasi agar kulit dapat pulih secara alami.

3. Fokus pada Hidrasi Kulit

Gunakan pelembap secara rutin untuk membantu mengembalikan kelembapan alami kulit dan memperkuat lapisan pelindungnya.

4. Gunakan Sunscreen Setiap Hari

Sunscreen sangat penting untuk melindungi skin barrier dari kerusakan akibat paparan sinar matahari.

Kandungan Skincare yang Membantu Memperkuat Skin Barrier

Beberapa kandungan dalam skincare dikenal efektif membantu memperbaiki dan memperkuat skin barrier.

  1. Ceramide

Ceramide membantu memperkuat struktur skin barrier dan menjaga kelembapan kulit.

  1. Hyaluronic Acid

Bahan ini mampu mengikat air dalam kulit sehingga membantu menjaga hidrasi.

  1. Niacinamide

Niacinamide membantu meningkatkan produksi ceramide alami kulit sekaligus menenangkan kulit yang iritasi.

  1. Panthenol

Panthenol membantu mempercepat proses regenerasi kulit dan memberikan efek menenangkan pada kulit sensitif.

  1. Peptide (Peptamide Complex)

Salah satu kandungan yang mulai banyak digunakan dalam skincare modern adalah peptide, yaitu molekul kecil yang membantu mendukung proses perbaikan kulit.

Peptide dapat membantu memperkuat skin barrier dengan cara mendukung regenerasi kulit serta membantu menjaga elastisitas dan kesehatan kulit secara keseluruhan.

Pada beberapa moisturizer modern, seperti formula yang menggunakan peptamide complex, kandungan ini diformulasikan untuk membantu menenangkan kulit berjerawat sekaligus mendukung proses pemulihan skin barrier. Dengan demikian, kulit tidak hanya tetap lembap tetapi juga lebih stabil dan tidak mudah mengalami iritasi.

Karena itu, penggunaan moisturizer dengan kombinasi bahan seperti peptide, panthenol, dan humektan dapat membantu menjaga skin barrier tetap kuat sekaligus mendukung proses pemulihan kulit yang sedang sensitif.

Tips Menjaga Skin Barrier Agar Tetap Sehat

Agar skin barrier tetap sehat, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa mulai dilakukan oleh Nuribae.

  • Tidak mencuci wajah terlalu sering
  • Menggunakan pelembap secara rutin
  • Menghindari eksfoliasi berlebihan
  • Menggunakan sunscreen setiap hari
  • Memilih produk skincare sesuai jenis kulit

Perawatan yang konsisten akan membantu menjaga keseimbangan alami kulit dalam jangka panjang.

Kesimpulan: Pentingnya Menjaga Skin Barrier Sejak Dini

Skin barrier adalah lapisan pelindung penting yang menjaga kulit tetap sehat, lembap, dan terlindungi dari berbagai faktor eksternal. Ketika skin barrier rusak, kulit akan lebih mudah mengalami berbagai masalah seperti kering, sensitif, kemerahan, hingga jerawat.

Karena itu, penting bagi Nuribae untuk menjaga kesehatan skin barrier dengan rutinitas skincare yang tepat, tidak berlebihan menggunakan bahan aktif, serta memastikan kulit mendapatkan hidrasi yang cukup setiap hari.

Salah satu langkah penting dalam merawat skin barrier adalah menggunakan moisturizer yang mampu menenangkan kulit sekaligus menjaga kelembapan alami kulit. Pelembap membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit agar kulit tidak mudah iritasi dan tetap terhidrasi dengan baik.

Jika Nuribae sedang mencari pelembap yang diformulasikan khusus untuk kulit berjerawat sekaligus membantu menenangkan kulit, kamu bisa mencoba Nurilab Peptamide AI Acne Calming Moisturizer.

Produk ini diformulasikan untuk membantu menjaga hidrasi kulit sekaligus menenangkan kulit yang sedang mengalami jerawat atau iritasi ringan, sehingga skin barrier tetap terjaga dan kulit terasa lebih nyaman. Selain membantu merawat jerawat, penggunaan moisturizer yang tepat juga dapat mendukung proses pemulihan skin barrier agar kulit kembali sehat.

Dengan memahami kebutuhan kulit dan memilih skincare yang tepat, menjaga skin barrier tetap sehat bukan lagi hal yang sulit.

FAQ

Apa fungsi utama skin barrier pada kulit?

Fungsi utama skin barrier adalah melindungi kulit dari bakteri, polusi, dan zat berbahaya dari luar sekaligus menjaga kelembapan alami kulit.

Bagaimana cara mengetahui skin barrier sedang bermasalah?

Beberapa tanda skin barrier bermasalah antara lain kulit terasa perih saat memakai skincare, kulit kering dan mengelupas, kemerahan, serta mudah mengalami jerawat atau breakout.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki skin barrier?

Proses pemulihan skin barrier biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 4 minggu, tergantung tingkat kerusakan dan konsistensi perawatan kulit.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

Tips Kulit Fresh Saat Lebaran agar Wajah Tampak Glowing

Tips Kulit Fresh Saat Lebaran agar Wajah Tampak Glowing

Mau Kulit Tetap Fresh Saat Lebaran? Ini Solusinya

Menjelang Hari Raya, banyak orang mulai mempersiapkan berbagai hal mulai dari pakaian baru, hidangan khas Lebaran, hingga rencana silaturahmi. Namun, satu hal yang sering terlupakan adalah persiapan kulit agar tetap sehat dan segar saat Lebaran.

Padahal, aktivitas yang padat seperti begadang menyiapkan makanan, perjalanan mudik, hingga banyaknya acara kumpul keluarga dapat membuat kulit terlihat kusam, lelah, bahkan mudah berjerawat. Karena itu, penting untuk menerapkan tips kulit fresh sejak beberapa hari sebelum Lebaran agar wajah tetap terlihat cerah dan sehat saat hari raya tiba.

Di artikel ini, Nuribae akan menemukan berbagai tips kulit fresh saat Lebaran, mulai dari persiapan kulit, skincare yang wajib digunakan, hingga kebiasaan kecil yang membantu menjaga wajah tetap glowing sepanjang hari.

Kenali Dahulu Kenapa Kulit Bisa Terlihat Kusam?

Sebelum membahas cara menjaga kulit tetap segar, penting untuk memahami terlebih dahulu penyebab kulit terlihat kusam.

Kulit kusam biasanya terjadi karena penumpukan sel kulit mati, kurangnya hidrasi, serta skin barrier yang melemah. Selain itu, beberapa kebiasaan menjelang Lebaran juga dapat memperburuk kondisi kulit.

Beberapa penyebab umum kulit terlihat tidak segar antara lain:

  • Kurang tidur karena aktivitas persiapan Lebaran
  • Konsumsi makanan tinggi gula dan lemak saat berbuka
  • Paparan sinar matahari saat mudik atau silaturahmi
  • Kurangnya hidrasi pada kulit
  • Rutinitas skincare yang tidak konsisten

Jika tidak diatasi sejak awal, kondisi ini bisa membuat wajah terlihat lelah, makeup sulit menempel, dan kulit terasa kering.

Persiapan Kulit Sebelum Hari Raya

Agar wajah tetap segar saat Lebaran, persiapan kulit sebaiknya dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya. Dengan perawatan yang tepat, kulit akan lebih siap menghadapi aktivitas padat selama hari raya.

  1. Mulai Skincare Konsisten 1–2 Minggu Sebelumnya

Salah satu tips kulit fresh yang paling penting adalah konsistensi dalam menggunakan skincare. Idealnya, rutinitas perawatan kulit dilakukan secara rutin minimal 1–2 minggu sebelum Lebaran.

Rutinitas sederhana seperti membersihkan wajah, menggunakan serum, pelembap, dan tabir surya sudah cukup membantu memperbaiki kondisi kulit.

Dengan perawatan yang konsisten, kulit akan terlihat lebih sehat, halus, dan cerah alami saat hari raya.

  1. Fokus pada Hidrasi dan Perbaikan Skin Barrier

Kulit yang segar biasanya memiliki skin barrier yang sehat dan kelembapan yang terjaga.

Skin barrier berfungsi melindungi kulit dari iritasi, polusi, dan kehilangan kelembapan. Jika lapisan ini rusak, kulit akan mudah kering, sensitif, bahkan berjerawat.

Karena itu, penting memilih produk skincare yang mengandung bahan yang membantu menenangkan dan memperbaiki skin barrier, seperti peptida, ceramide, dan bahan hidrasi lainnya.

  1. Hindari Coba Produk Baru Mendekati Lebaran

Menjelang Lebaran, banyak orang tergoda mencoba produk baru dengan harapan mendapatkan hasil instan. Padahal, kebiasaan ini justru berisiko menyebabkan iritasi, purging, atau breakout.

Sebaiknya gunakan produk yang sudah cocok di kulit. Jika ingin mencoba skincare baru, lakukan jauh sebelum hari raya agar kulit memiliki waktu untuk beradaptasi.

Skincare Wajib agar Kulit Tetap Fresh Saat Lebaran

Selain konsistensi, memilih produk yang tepat juga menjadi bagian penting dari tips kulit fresh saat Lebaran. Berikut beberapa tahapan skincare yang sebaiknya tidak dilewatkan.

  1. Cleanser yang Lembut

Langkah pertama dalam perawatan kulit adalah membersihkan wajah dengan pembersih yang lembut.

Cleanser yang terlalu keras dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga membuat wajah terasa kering dan tertarik. Sebaliknya, pembersih yang lembut membantu mengangkat kotoran tanpa merusak skin barrier.

Membersihkan wajah secara rutin juga membantu mencegah komedo dan jerawat

  1. Serum untuk Mencerahkan

Jika ingin tampilan wajah lebih glowing saat Lebaran, penggunaan serum dapat membantu meningkatkan hasil perawatan kulit.

Serum biasanya mengandung bahan aktif yang bekerja lebih dalam untuk membantu:

  • mencerahkan kulit
  • menyamarkan noda bekas jerawat
  • memperbaiki tekstur kulit

Dengan penggunaan rutin, wajah akan terlihat lebih segar dan bercahaya.

  1. Moisturizer untuk Menjaga Kelembapan

Pelembap merupakan langkah penting agar kulit tetap lembap sepanjang hari. Tanpa pelembap, kulit akan lebih mudah kering dan terlihat kusam.

Moisturizer juga membantu menjaga keseimbangan air dalam kulit serta memperkuat skin barrier agar wajah tetap sehat meski aktivitas Lebaran cukup padat.

  1. Sunscreen agar Wajah Tetap Terlindungi

Meski banyak aktivitas dilakukan di dalam rumah, penggunaan sunscreen tetap penting.

Paparan sinar ultraviolet dapat menyebabkan:

  • kulit kusam
  • flek hitam
  • penuaan dini

Karena itu, gunakan sunscreen setiap pagi dan jangan lupa mengaplikasikan ulang setiap beberapa jam terutama jika banyak aktivitas di luar ruangan.

Tips Tambahan agar Wajah Tetap Glowing Seharian

Selain skincare, ada beberapa kebiasaan sederhana yang juga berpengaruh pada kondisi kulit.

  1. Cukup Istirahat

Kurang tidur dapat membuat wajah terlihat pucat, mata sembap, dan kulit kehilangan kecerahannya.

Usahakan tidur cukup minimal 7 jam agar proses regenerasi kulit dapat berlangsung optimal.

  1. Perbanyak Minum Air

Kulit membutuhkan cairan agar tetap lembap dari dalam. Dehidrasi dapat menyebabkan kulit terasa kering dan terlihat tidak segar.

Minum air yang cukup membantu menjaga elastisitas dan hidrasi kulit.

4. Jangan Lupa Reapply Sunscreen

Saat silaturahmi atau bepergian, paparan sinar matahari sering tidak disadari. Karena itu, penting untuk mengaplikasikan ulang sunscreen setiap 2–3 jam agar perlindungan kulit tetap optimal.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Menjelang Lebaran

Agar usaha menjaga kulit tetap segar tidak sia-sia, ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari menjelang hari raya.

Beberapa di antaranya adalah:

  • menggunakan terlalu banyak produk baru sekaligus
  • melakukan eksfoliasi berlebihan
  • tidur terlalu larut selama beberapa hari berturut-turut
  • tidak menggunakan sunscreen
  • melewatkan penggunaan pelembap

Kebiasaan tersebut dapat membuat kulit menjadi iritasi, kering, atau bahkan breakout tepat saat hari raya.

Kesimpulan: Lebaran Glowing Tanpa Drama Kulit

Menjaga kulit tetap segar saat Lebaran sebenarnya tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam perawatan kulit, menjaga hidrasi, serta memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit.

Dengan menerapkan berbagai tips kulit fresh mulai dari menjaga rutinitas skincare, cukup istirahat, hingga melindungi kulit dari sinar matahari, Nuribae bisa tampil lebih percaya diri saat bersilaturahmi dengan keluarga dan teman.

Jika Nuribae ingin menjaga kulit tetap lembap, tenang, dan sehat menjelang Lebaran, penggunaan moisturizer yang membantu memperkuat skin barrier bisa menjadi langkah penting dalam rutinitas skincare.

Salah satu pilihan yang dapat membantu menenangkan kulit sekaligus menjaga kelembapan adalah produk berikut:

Nurilab Peptamide AI™

Dengan kandungan yang membantu menjaga hidrasi dan mendukung kesehatan skin barrier, moisturizer ini dapat menjadi bagian dari rutinitas skincare harian agar kulit tetap terasa nyaman, lembap, dan terlihat lebih segar.

Yuk, mulai rawat kulit dari sekarang agar Lebaran nanti Nuribae bisa tampil glowing tanpa drama kulit.

FAQ

Skincare apa yang cocok untuk tampilan wajah lebih cerah?

Untuk mendapatkan wajah yang terlihat lebih cerah, gunakan rangkaian skincare yang terdiri dari pembersih wajah yang lembut, serum pencerah, pelembap, dan sunscreen. Kombinasi produk ini membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus meningkatkan kecerahan alami wajah.

Bagaimana menjaga kulit tetap fresh seharian saat silaturahmi?

Gunakan skincare yang menjaga hidrasi kulit, aplikasikan sunscreen sebelum keluar rumah, dan jangan lupa mengaplikasikan ulang sunscreen jika berada di luar ruangan dalam waktu lama. Selain itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air yang cukup.

Apakah kurang tidur menjelang Lebaran mempengaruhi kulit?

Ya, kurang tidur dapat mempengaruhi kondisi kulit. Kurang istirahat dapat membuat kulit terlihat kusam, muncul lingkaran hitam di bawah mata, serta memperlambat proses regenerasi kulit.

Bagaimana cara menjaga makeup tetap tahan lama tanpa membuat kulit kering?

Pastikan kulit dalam kondisi lembap sebelum menggunakan makeup. Gunakan pelembap terlebih dahulu agar kulit terhidrasi dengan baik. Kulit yang lembap membantu makeup menempel lebih baik dan terlihat lebih natural.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

5 Tanda Kulit Dehidrasi Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

5 Tanda Kulit Dehidrasi Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Berpuasa seharian tidak hanya memengaruhi energi tubuh, tetapi juga kondisi kulit. Salah satu masalah yang sering muncul adalah tanda kulit dehidrasi, yaitu kondisi ketika kulit kekurangan kadar air. Saat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam, kulit bisa menjadi lebih mudah kehilangan kelembapan alami.

Banyak orang mengira kondisi ini sama dengan kulit kering. Padahal, kulit dehidrasi saat puasa bisa dialami oleh semua jenis kulit, bahkan kulit berminyak sekalipun. Jika tidak segera ditangani, kulit dapat terlihat kusam, terasa tidak nyaman, hingga membuat riasan sulit menempel dengan baik.

Agar Nuribae bisa mengenali kondisi ini lebih awal, berikut penjelasan lengkap tentang penyebab, tanda kulit dehidrasi, serta solusi yang bisa dilakukan selama bulan puasa.

Kenapa Kulit Lebih Mudah Dehidrasi Saat Puasa?

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama kurang lebih 12–14 jam. Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan hidrasi tubuh, termasuk kulit.

Beberapa faktor yang membuat kulit lebih mudah mengalami dehidrasi saat puasa antara lain:

  • Asupan air berkurang sehingga cadangan cairan tubuh menurun
  • Paparan sinar matahari yang meningkatkan penguapan air dari kulit
  • Rutinitas skincare yang kurang tepat, misalnya terlalu sering mencuci wajah
  • Kurangnya penggunaan pelembap yang membantu menjaga kadar air pada kulit

Ketika kadar air dalam kulit berkurang, fungsi pelindung kulit atau skin barrier menjadi kurang optimal. Inilah yang memicu berbagai ciri kulit dehidrasi yang sering tidak disadari.

Perbedaan Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi

Sebelum mengenali tanda-tandanya, penting untuk memahami perbedaan antara kulit kering dan kulit dehidrasi.

Kulit kering adalah tipe kulit yang secara alami menghasilkan lebih sedikit minyak. Kondisi ini biasanya bersifat permanen dan dipengaruhi oleh faktor genetik.

Sementara itu, kulit dehidrasi adalah kondisi sementara ketika kulit kekurangan air. Artinya, semua jenis kulit bisa mengalaminya, termasuk kulit berminyak atau kombinasi.

Perbedaan utamanya:

Kulit KeringKulit Dehidrasi
Kekurangan minyakKekurangan air
Termasuk tipe kulitKondisi sementara
Biasanya terasa kasar dan bersisikTerasa ketarik, kusam, atau tidak segar

Memahami perbedaan ini membantu Nuribae memilih perawatan yang tepat untuk menjaga hidrasi kulit selama puasa.

Berikut beberapa tanda yang paling umum muncul ketika kulit mulai mengalami dehidrasi.

  1. Kulit Terasa Ketarik Setelah Cuci Muka

Salah satu tanda kulit dehidrasi yang paling mudah dikenali adalah sensasi kulit terasa ketarik setelah mencuci wajah.

Hal ini terjadi karena lapisan pelindung kulit kehilangan kelembapan sehingga permukaan kulit menjadi lebih sensitif. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat membuat kulit terasa tidak nyaman bahkan mudah iritasi.

  1. Wajah Terlihat Kusam dan Tidak Segar

Kulit yang kekurangan air biasanya akan terlihat lebih kusam dan tidak bercahaya. Hal ini terjadi karena sel kulit tidak mendapatkan hidrasi yang cukup sehingga proses regenerasi kulit menjadi kurang optimal.

Akibatnya, wajah tampak lelah meskipun Nuribae sudah menggunakan skincare.

  1. Muncul Garis Halus yang Lebih Terlihat

Dehidrasi pada kulit juga dapat membuat garis halus terlihat lebih jelas, terutama di area:

  • sekitar mata
  • dahi
  • garis senyum

Kondisi ini sering disalahartikan sebagai tanda penuaan, padahal sebenarnya disebabkan oleh kurangnya hidrasi pada kulit.

  1. Produksi Minyak Berlebih di Area Tertentu

Menariknya, kulit dehidrasi tidak selalu terasa kering. Pada beberapa orang, kondisi ini justru memicu produksi minyak berlebih, terutama di area T-zone seperti hidung dan dahi.

Hal ini terjadi karena kulit berusaha mengompensasi kekurangan air dengan memproduksi lebih banyak minyak.

  1. Makeup Sulit Menempel dan Patchy

Jika riasan wajah terasa sulit menempel atau terlihat tidak merata, bisa jadi itu adalah salah satu ciri kulit dehidrasi.

Kulit yang kekurangan air biasanya memiliki tekstur tidak rata sehingga produk makeup tidak dapat menempel dengan baik. Akibatnya, foundation terlihat patchy dan mudah pecah.

Solusi Mengatasi Kulit Dehidrasi Saat Puasa

Kabar baiknya, kondisi kulit dehidrasi dapat diatasi dengan beberapa langkah sederhana.

  1. Perbanyak Asupan Cairan Saat Sahur dan Berbuka

Langkah paling penting adalah memastikan tubuh mendapatkan cairan yang cukup.

Nuribae bisa menggunakan pola 2–4–2, yaitu:

  • 2 gelas saat berbuka
  • 4 gelas setelah berbuka hingga sebelum tidur
  • 2 gelas saat sahur

Asupan cairan yang cukup membantu menjaga hidrasi tubuh dan kulit dari dalam.

  1. Gunakan Skincare dengan Kandungan Hydrating

Untuk membantu mengembalikan kadar air pada kulit, pilih skincare dengan kandungan yang bersifat melembapkan seperti:

  • hyaluronic acid
  • glycerin
  • ceramide
  • panthenol

Bahan-bahan ini membantu menarik dan mempertahankan air di dalam lapisan kulit sehingga kulit terasa lebih lembap dan nyaman.

Nuribae juga bisa membaca panduan perawatan skin barrier pada artikel berikut:
Facial Wash Saja Tidak Cukup, Skin Barrier Butuh Moisturizer!

  1. Jangan Skip Moisturizer dan Sunscreen

Moisturizer berfungsi untuk mengunci kelembapan di kulit, sementara sunscreen melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet yang dapat memperparah dehidrasi kulit.

Menggunakan kedua produk ini secara rutin sangat penting, terutama saat aktivitas di luar ruangan.

Rutinitas Skincare Simpel Saat Puasa agar Kulit Tetap Sehat

Saat puasa, rutinitas skincare tidak perlu terlalu rumit. Yang terpenting adalah menjaga hidrasi dan melindungi kulit.

Contoh rutinitas sederhana yang bisa dilakukan:

Pagi hari

  1. Facial wash yang lembut
  2. Moisturizer
  3. Sunscreen

Malam hari

  1. Membersihkan wajah
  2. Serum hydrating (opsional)
  3. Moisturizer

Rutinitas sederhana ini cukup membantu menjaga keseimbangan kelembapan kulit selama bulan puasa.

Kesimpulan: Kulit Sehat Meski Puasa Seharian

Puasa memang dapat memengaruhi kondisi kulit, terutama jika tubuh kekurangan cairan. Beberapa tanda kulit dehidrasi seperti kulit terasa ketarik, wajah kusam, garis halus yang lebih terlihat, hingga makeup yang sulit menempel sering muncul tanpa disadari.

Dengan mengenali ciri-ciri tersebut lebih awal, Nuribae bisa segera melakukan perawatan yang tepat. Mulai dari mencukupi asupan cairan saat sahur dan berbuka, menggunakan skincare dengan kandungan yang membantu menghidrasi kulit, hingga menjaga rutinitas skincare yang sederhana namun konsisten.

Selain itu, penggunaan moisturizer yang tepat juga sangat penting untuk membantu menjaga keseimbangan kadar air pada kulit dan memperkuat skin barrier. Salah satu pilihan yang bisa membantu adalah Nurilab Peptamide AI Acne Calming Moisturizer, yang diformulasikan dengan kandungan pelembap sekaligus bahan yang membantu menenangkan kulit. Kandungan Peptamide di dalamnya membantu merawat skin barrier sekaligus menjaga kelembapan kulit, sehingga kulit tetap terasa nyaman dan terhidrasi meski berpuasa seharian.

Jika digunakan secara rutin, moisturizer ini dapat membantu menjaga kulit tetap lembap, lebih sehat, dan tidak mudah terlihat kusam selama bulan puasa.

FAQ

Apa perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi?

Kulit kering adalah tipe kulit yang secara alami kekurangan minyak, sedangkan kulit dehidrasi adalah kondisi sementara ketika kulit kekurangan air. Semua jenis kulit, termasuk kulit berminyak, dapat mengalami dehidrasi.

Berapa lama kulit pulih dari kondisi dehidrasi?

Jika ditangani dengan tepat, kondisi kulit dehidrasi biasanya dapat membaik dalam beberapa hari hingga satu minggu, tergantung pada tingkat keparahannya dan konsistensi perawatan.

Kandungan apa yang bagus untuk kulit dehidrasi?

Beberapa kandungan yang baik untuk kulit dehidrasi antara lain hyaluronic acid, glycerin, ceramide, panthenol, dan bahan pelembap lain yang membantu mempertahankan kadar air pada kulit.

Apakah eksfoliasi aman dilakukan saat kulit sedang dehidrasi?

Eksfoliasi sebaiknya dihindari sementara waktu ketika kulit sedang dehidrasi. Fokuslah terlebih dahulu pada hidrasi dan pemulihan skin barrier sebelum kembali melakukan eksfoliasi.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

Jerawatan karena Keringat Berlebih? Ini Skincare untuk Anak Ekskul Outdoor

Jerawatan karena Keringat Berlebih? Ini Skincare untuk Anak Ekskul Outdoor

Jerawat karena Keringat sering dialami oleh anak ekskul outdoor yang aktif di bawah terik matahari. Mulai dari latihan olahraga, pramuka, paskibra, hingga kegiatan lapangan lainnya, produksi keringat yang berlebih dapat memicu munculnya bruntusan hingga jerawat meradang.

Kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan kulit berminyak atau faktor hormon. Dalam banyak kasus, kombinasi antara keringat, debu, bakteri, dan gesekan pada kulit menjadi pemicu utama. Artikel ini akan membahas penyebabnya, cara membedakan dengan jerawat hormonal, serta rekomendasi perawatan kulit yang ringan, aman, dan efektif untuk remaja aktif.

Mengapa Keringat Bisa Picu Jerawat?

Secara alami, keringat berfungsi mengatur suhu tubuh. Namun saat produksi keringat berlebihan, terutama ketika bercampur dengan minyak (sebum), sel kulit mati, dan kotoran, pori-pori dapat tersumbat.

Beberapa faktor pemicu jerawat akibat keringat antara lain:

  • Penumpukan keringat yang tidak segera dibersihkan
  • Gesekan topi, helm, atau jilbab saat kulit lembap
  • Paparan debu dan polusi saat aktivitas luar ruangan
  • Kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan kotor

Menurut penjelasan dari American Academy of Dermatology, keringat itu sendiri tidak langsung menyebabkan jerawat, tetapi kondisi lembap yang tercipta dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

Sumber:
https://www.aad.org/public/diseases/acne/causes/sweat
https://www.healthline.com/health/sweat-causes-acne

Perbedaan Jerawat karena Keringat vs Hormonal

Memahami perbedaannya penting agar perawatan yang digunakan tepat sasaran.

Jerawat karena keringat:

  • Muncul setelah aktivitas fisik berat
  • Biasanya berupa bruntusan kecil atau jerawat merah ringan
  • Sering muncul di dahi, garis rambut, punggung, dan dagu
  • Cenderung membaik jika kebersihan kulit terjaga

Jerawat hormonal:

  • Muncul menjelang menstruasi
  • Lebih dalam dan terasa nyeri
  • Umumnya muncul di area rahang dan pipi bawah
  • Polanya berulang setiap siklus tertentu

Jika jerawat muncul setelah kegiatan luar ruangan dan membaik saat kulit rutin dibersihkan, kemungkinan besar penyebabnya adalah keringat berlebih.

Skincare Dasar untuk Anak Ekskul: Ringan, Aman, dan Efektif

Remaja aktif tidak membutuhkan rangkaian perawatan yang kompleks. Fokus utama adalah menjaga kebersihan pori-pori dan mencegah peradangan tanpa membuat kulit kering.

Gentle Cleanser

Gunakan pembersih wajah yang lembut dan tidak mengandung deterjen keras. Pilih sabun wajah dengan kandungan yang membantu mengontrol minyak berlebih tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit.

Cuci wajah maksimal dua kali sehari, dan segera bersihkan wajah setelah aktivitas luar ruangan untuk mencegah jerawat karena keringat semakin parah.

Toner Anti-Bakteri

Toner dengan kandungan antibakteri ringan seperti ekstrak tumbuhan atau bahan penenang dapat membantu menyeimbangkan kondisi kulit setelah terpapar matahari dan polusi.

Fungsinya adalah mengangkat sisa kotoran sekaligus membantu mengecilkan tampilan pori-pori.

Spot Treatment Ringan

Untuk jerawat yang sudah muncul, gunakan obat oles dengan kandungan ringan yang membantu mengurangi kemerahan dan peradangan. Hindari memencet jerawat karena dapat memperparah infeksi dan meninggalkan bekas.

Tips Merawat Kulit Setelah Kegiatan Fisik Berat

Agar jerawat akibat keringat tidak semakin parah, lakukan langkah berikut:

  1. Segera keringkan wajah dengan tisu bersih atau handuk lembut setelah berkeringat
  2. Ganti pakaian dan jilbab yang lembap
  3. Hindari menyentuh wajah sebelum mencuci tangan
  4. Bersihkan wajah maksimal 30 menit setelah olahraga
  5. Gunakan tabir surya ringan sebelum aktivitas luar ruangan

Jika kulitmu termasuk tipe yang mudah berkeringat, kamu juga bisa membaca panduan lengkapnya di artikel berikut:
https://nurilab.id/tips-menjaga-kebersihan-wajah-untuk-kulit-sering-berkeringat/

Pentingnya Menjaga Skin Barrier pada Remaja Aktif

Banyak remaja mencoba produk yang terlalu keras karena ingin jerawat cepat hilang. Padahal, penggunaan produk yang tidak sesuai justru merusak lapisan pelindung kulit.

Skin barrier yang sehat membantu kulit lebih tahan terhadap iritasi akibat keringat dan paparan sinar matahari. Oleh karena itu, pilih produk yang tidak mengandung alkohol tinggi dan tetap menjaga kelembapan kulit.

Kesimpulan: Skincare Simpel tapi Tepat Sasaran

Jerawat karena keringat berlebih memang sering dialami anak ekskul outdoor. Namun kondisi ini bisa dikontrol dengan perawatan yang tepat dan konsisten. Fokus utama adalah menjaga kebersihan wajah setelah aktivitas fisik, memilih pembersih yang lembut, serta menggunakan perawatan ringan yang tidak menyumbat pori-pori.

Jika kamu sedang mencari solusi untuk kulit yang mudah berjerawat akibat keringat, pilih rangkaian perawatan dari Nurilab yang diformulasikan untuk membantu menjaga kebersihan pori-pori sekaligus menenangkan kulit remaja aktif.

Rawat kulitmu dari sekarang agar tetap sehat meski aktif di luar ruangan. Temukan produk yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu di https://nurilab.id/ dan mulai perawatan yang lebih tepat hari ini.

FAQ

Apakah keringat bisa menyebabkan jerawat?
Keringat tidak secara langsung menyebabkan jerawat, tetapi kondisi lembap yang tercipta dapat menyumbat pori-pori dan memicu pertumbuhan bakteri.

Skincare apa yang aman dipakai setelah aktivitas outdoor?
Gunakan pembersih lembut, toner antibakteri ringan, serta obat oles jerawat yang tidak membuat kulit kering berlebihan.

Kapan waktu terbaik mencuci wajah setelah olahraga?
Idealnya dalam 20–30 menit setelah selesai olahraga agar keringat dan kotoran tidak menumpuk di pori-pori.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

5 Kesalahan Eksfoliasi Wajah yang Bikin Kulit Makin Breakout

5 Kesalahan Eksfoliasi Wajah yang Bikin Kulit Makin Breakout

Eksfoliasi wajah adalah langkah penting dalam rutinitas perawatan kulit untuk mengangkat sel kulit mati dan menjaga pori-pori tetap bersih. Namun, jika dilakukan secara tidak tepat, eksfoliasi justru bisa merusak lapisan pelindung kulit dan memicu breakout.

Banyak orang berpikir semakin sering eksfoliasi dilakukan, semakin cepat kulit menjadi cerah dan halus. Padahal, kesalahan dalam teknik, frekuensi, maupun pemilihan produk dapat menyebabkan iritasi, peradangan, bahkan jerawat yang semakin parah.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif kesalahan eksfoliasi wajah yang sering terjadi serta cara aman agar kulit tetap sehat dan tidak mudah berjerawat.

Kenapa Eksfoliasi Penting untuk Kulit?

Kulit secara alami melakukan regenerasi setiap 28–40 hari. Namun, faktor usia, paparan sinar matahari, polusi, dan stres dapat memperlambat proses ini. Akibatnya, sel kulit mati menumpuk di permukaan kulit dan menyebabkan:

  • Kulit tampak kusam
  • Tekstur tidak rata
  • Pori-pori tersumbat
  • Muncul komedo dan jerawat

Eksfoliasi membantu mempercepat pengangkatan sel kulit mati sehingga penyerapan produk perawatan kulit menjadi lebih optimal. Jika dilakukan dengan benar, manfaat eksfoliasi meliputi:

  • Kulit lebih cerah dan halus
  • Mengurangi risiko pori tersumbat
  • Membantu memudarkan bekas jerawat

Namun, manfaat ini hanya bisa didapat jika teknik dan frekuensinya tepat.

Apa Itu Eksfoliasi Fisik dan Kimia?

Eksfoliasi terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu eksfoliasi fisik dan eksfoliasi kimia.

Perbedaan Scrub dan Chemical Exfoliator

Eksfoliasi fisik (scrub) menggunakan butiran atau alat tertentu untuk mengangkat sel kulit mati secara manual. Contohnya scrub dengan partikel halus.

Eksfoliasi kimia (chemical exfoliator) menggunakan kandungan asam untuk meluruhkan ikatan antar sel kulit mati sehingga terangkat secara alami tanpa digosok.

Eksfoliasi fisik bekerja di permukaan, sedangkan eksfoliasi kimia dapat menembus lebih dalam tergantung jenis asam yang digunakan.

Kandungan Populer untuk Eksfoliasi (AHA, BHA, PHA)

Beberapa kandungan yang umum digunakan dalam produk eksfoliasi wajah:

  • AHA (Alpha Hydroxy Acid): Cocok untuk kulit kering dan kusam, membantu mencerahkan.
  • BHA (Beta Hydroxy Acid): Larut dalam minyak, efektif untuk kulit berminyak dan berjerawat.
  • PHA (Polyhydroxy Acid): Lebih lembut, cocok untuk kulit sensitif.

Memahami jenis eksfoliator membantu mencegah kesalahan penggunaan yang bisa memicu iritasi. 

Meski eksfoliasi wajah memiliki banyak manfaat, praktiknya di lapangan sering kali tidak sesederhana teori. Banyak orang fokus pada hasil instan seperti kulit lebih cerah atau lebih halus, tetapi kurang memperhatikan aturan dasar penggunaannya. Kesalahan kecil dalam frekuensi, pemilihan kadar bahan aktif, hingga cara mengombinasikan produk dapat membuat kondisi kulit justru memburuk. Berikut adalah lima kesalahan eksfoliasi wajah yang paling sering terjadi dan perlu dihindari agar kulit tidak mengalami breakout.

  1. Terlalu Sering Eksfoliasi

Salah satu kesalahan paling umum adalah melakukan eksfoliasi setiap hari. Padahal, kulit membutuhkan waktu untuk memperbaiki lapisan pelindungnya.

Frekuensi ideal eksfoliasi wajah umumnya:

  • Kulit normal: 2–3 kali seminggu
  • Kulit sensitif: 1–2 kali seminggu
  • Kulit berminyak atau berjerawat: 2–3 kali seminggu sesuai toleransi

Eksfoliasi berlebihan dapat menyebabkan kulit kering, kemerahan, terasa perih, dan akhirnya memicu breakout.

  1. Menggunakan Produk dengan Kadar Terlalu Tinggi

Kadar AHA atau BHA yang terlalu tinggi tidak selalu berarti lebih efektif. Untuk penggunaan rumahan, kadar aman biasanya berada di kisaran rendah hingga sedang.

Produk dengan konsentrasi tinggi tanpa pengawasan dapat merusak skin barrier atau lapisan pelindung kulit. Akibatnya, kulit menjadi lebih sensitif terhadap bakteri penyebab jerawat.

  1. Menggabungkan Banyak Bahan Aktif Sekaligus

Mengombinasikan eksfoliator dengan retinol, vitamin C konsentrasi tinggi, atau bahan aktif lain secara bersamaan dapat meningkatkan risiko iritasi.

Kulit yang terlalu banyak terpapar bahan aktif akan mengalami peradangan mikro yang berujung pada bruntusan atau jerawat meradang.

Sebaiknya gunakan eksfoliator pada malam hari dan hindari kombinasi bahan aktif keras dalam satu waktu yang sama.

  1. Tidak Menggunakan Moisturizer Setelah Eksfoliasi

Setelah eksfoliasi, kulit kehilangan sebagian kelembapannya. Jika tidak segera menggunakan pelembap, kulit akan menjadi kering dan memproduksi minyak berlebih sebagai kompensasi.

Gunakan pelembap yang mengandung bahan penenang dan penguat lapisan pelindung kulit agar keseimbangan tetap terjaga.

Untuk memahami bagaimana menjaga kelembapan kulit secara menyeluruh, baik dari perawatan luar maupun asupan dari dalam, kamu bisa membaca artikel Nurilab tentang cara menjaga hidrasi kulit dari dalam dan luar.

  1. Tidak Menggunakan Sunscreen Setelah Eksfoliasi

Eksfoliasi membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet. Tanpa perlindungan tabir surya, risiko hiperpigmentasi dan iritasi meningkat.

Gunakan sunscreen setiap pagi setelah eksfoliasi malam sebelumnya untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Pilih sunscreen dengan perlindungan tinggi seperti SPF 50 agar hasil perawatan tetap optimal. Untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat, kamu bisa menggunakan Sunscreen for Acne and Oily Skin dari Nurilab, sedangkan untuk kulit kering dan sensitif, pilih Sunscreen for Dry and Sensitive Skin dari Nurilab yang diformulasikan lebih lembut dan tetap memberikan perlindungan maksimal.

Tanda-Tanda Kulit Over-Exfoliated

Kulit yang mengalami over-exfoliation biasanya menunjukkan gejala berikut:

  • Kemerahan berkepanjangan
  • Perih saat menggunakan produk biasa
  • Kulit terasa tipis dan sensitif
  • Breakout mendadak
  • Mengelupas berlebihan

Jika mengalami tanda tersebut, hentikan sementara eksfoliasi dan fokus pada perbaikan lapisan pelindung kulit.

Cara Aman Eksfoliasi agar Kulit Tetap Sehat

Agar eksfoliasi wajah tidak menyebabkan breakout, perhatikan langkah berikut:

  1. Pilih jenis eksfoliator sesuai tipe kulit.
  2. Gunakan sesuai frekuensi yang dianjurkan.
  3. Hindari kombinasi bahan aktif berlebihan.
  4. Selalu gunakan pelembap setelahnya.
  5. Gunakan sunscreen setiap pagi.

Bagi pemilik kulit berjerawat, penting juga memahami pemicu lain yang bisa memperparah kondisi kulit. Baca juga artikel Nurilab tentang penyebab jerawat karena keringat di https://nurilab.id/jerawat-karena-keringat-berlebih/.

Kesimpulan: Eksfoliasi Boleh, Asal Jangan Berlebihan

Eksfoliasi wajah memang penting untuk menjaga kulit tetap cerah dan bebas dari penumpukan sel kulit mati. Namun, kesalahan seperti terlalu sering melakukannya, menggunakan kadar terlalu tinggi, atau mengabaikan pelembap dan sunscreen dapat membuat kulit makin breakout.

Kunci utama adalah memahami kebutuhan kulit dan menjaga keseimbangan lapisan pelindungnya. Jika kulitmu rentan berjerawat atau sensitif, pilih produk dengan formula lembut dan kandungan yang sesuai.

Untuk membantu menjaga kulit tetap sehat setelah eksfoliasi, kamu bisa menggunakan rangkaian perawatan yang mendukung hidrasi dan perbaikan lapisan pelindung kulit dari Nurilab. Pilih produk yang sesuai dengan tipe kulitmu dan gunakan secara konsisten agar hasilnya optimal.

FAQ

Seberapa sering wajah sebaiknya dieksfoliasi?

Umumnya 2–3 kali seminggu untuk kulit normal dan berminyak, serta 1–2 kali seminggu untuk kulit sensitif.

Apakah eksfoliasi bisa menyebabkan breakout?

Bisa, jika dilakukan terlalu sering, menggunakan kadar terlalu tinggi, atau tidak diimbangi dengan pelembap dan sunscreen.

Apakah kulit berjerawat boleh melakukan eksfoliasi?

Boleh, selama menggunakan eksfoliator yang sesuai seperti BHA dan dilakukan dengan frekuensi yang tepat agar tidak memicu iritasi.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra