Jerawat adalah masalah kulit yang paling umum dialami remaja. Bagi banyak orang, masa pubertas menjadi fase penuh perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun hormonal. Salah satu perubahan yang cukup menonjol dan memengaruhi kepercayaan diri adalah munculnya jerawat. Tapi, apa sebenarnya penyebab jerawat yang tiba-tiba banyak muncul di usia remaja, dan bagaimana cara menanganinya dengan tepat?

Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Kenapa Jerawat Muncul Saat Masa Pubertas?

Munculnya jerawat di masa remaja sangat erat kaitannya dengan perubahan hormon, terutama hormon androgen. Saat pubertas, tubuh mulai memproduksi androgen dalam jumlah yang lebih tinggi. Hormon ini merangsang kelenjar sebasea (penghasil minyak) di kulit untuk bekerja lebih aktif.

Akibatnya, kulit jadi lebih berminyak. Saat minyak (sebum) berlebih bercampur dengan sel kulit mati dan kotoran, pori-pori jadi tersumbat. Inilah yang memicu munculnya komedo, jerawat, hingga peradangan pada kulit.

Bagian Wajah yang Sering Terkena Jerawat Hormonal

Jerawat hormonal biasanya muncul di area:

  • Dahi: karena banyaknya produksi minyak
  • Hidung: pori-pori besar dan mudah tersumbat
  • Dagu dan rahang: area sensitif terhadap perubahan hormon

Bentuknya bisa berupa komedo, pustula (jerawat berisi nanah), papula (benjolan merah), atau nodul yang lebih dalam dan terasa nyeri.

Kesalahan Umum yang Dilakukan Remaja Saat Menghadapi Jerawat

1. Terlalu Sering Cuci Muka

Mencuci wajah lebih dari 2 kali sehari dapat menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan kulit dan memicu iritasi.

2. Memencet Jerawat

Tangan yang kotor bisa membawa bakteri ke dalam jerawat, menyebabkan peradangan lebih parah bahkan bekas luka.

3. Pakai Produk Dewasa atau Terlalu Kuat

Produk skincare untuk dewasa seringkali terlalu keras bagi kulit remaja yang masih sensitif.

4. Malas Membersihkan Wajah Setelah Aktivitas

Sisa keringat, debu, dan polusi yang tidak dibersihkan akan menumpuk dan menyumbat pori-pori.

Rekomendasi Rutinitas Skincare untuk Remaja

Untuk mengendalikan jerawat akibat hormon, kamu tidak perlu menggunakan banyak produk. Cukup rutinitas skincare dasar:

  1. Cleanser: Pilih sabun cuci muka lembut, tanpa alkohol atau parfum.
  2. Serum atau spot treatment: Gunakan kandungan seperti Salicylic Acid atau Niacinamide untuk mengurangi jerawat dan kemerahan.
  3. Moisturizer: Jangan takut pakai pelembap. Kulit berminyak juga tetap perlu hidrasi.
  4. Sunscreen: SPF 30 atau lebih untuk melindungi kulit dari sinar UV yang bisa memperparah bekas jerawat.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika jerawat yang muncul terus-menerus meradang, terasa nyeri, atau muncul di hampir seluruh wajah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter kulit. Penanganan dini dapat mencegah terbentuknya jaringan parut permanen.

Pilih Skincare yang Aman dan Teruji

Bagi kamu yang masih remaja dan mencari skincare dengan bahan aktif ringan namun efektif, Nurilab menghadirkan berbagai produk yang diformulasikan dengan memperhatikan kebutuhan kulit remaja. Kandungannya tidak mengiritasi, tidak menyumbat pori, dan cocok untuk pemula yang baru memulai rutinitas skincare.

Temukan produk Nurilab yang cocok untuk kulit remajamu di bawah ini. Wajah bersih dan sehat bisa dimulai dari skincare yang tepat.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra