Jerawat pustula adalah salah satu jenis jerawat meradang yang ditandai dengan benjolan merah berisi nanah di bagian tengah. Kondisi ini dapat muncul di wajah, punggung, maupun dada, dan sering kali membuat penderitanya merasa kurang percaya diri. 

Meskipun terlihat ringan, jerawat pustula sebenarnya membutuhkan perawatan yang tepat karena melibatkan proses peradangan yang lebih dalam daripada komedo biasa.

Di era sekarang, banyak orang mencoba berbagai produk untuk menghilangkan jerawat pustula, namun tidak semuanya aman atau cocok dengan jenis kulit masing-masing. Karena itu, memahami penyebab dan pilihan perawatan adalah langkah penting agar hasilnya optimal. 

Artikel ini mengulas penyebab jerawat pustula, cara mengatasinya, serta langkah pencegahan berdasarkan prinsip skincare dan kebiasaan hidup sehat.

Penyebab Jerawat Pustula

Sebelum masuk ke daftar penyebab, penting dipahami bahwa jerawat pustula terbentuk ketika pori tersumbat oleh minyak berlebih, bakteri, dan sel kulit mati sehingga memicu peradangan. Proses ini bisa dipicu oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan.

Berikut penyebab jerawat pustula yang paling umum:

  • Produksi Minyak Berlebih (Sebum)
    Kelenjar minyak yang terlalu aktif membuat pori-pori mudah tersumbat dan akhirnya berkembang menjadi jerawat pustula. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh hormon, stres, hingga penggunaan skincare yang terlalu berat. Jika sebum menumpuk, bakteri tumbuh lebih cepat dan meningkatkan risiko peradangan.
  • Kenaikan Hormon Androgen
    Perubahan hormon adalah pemicu utama munculnya jerawat, terutama pada remaja dan wanita menjelang menstruasi. Hormon androgen merangsang produksi minyak sehingga kulit lebih rentan mengalami jerawat pustula. Perubahan hormon juga dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap bakteri.
  • Perkembangan Bakteri Cutibacterium acnes
    Bakteri ini dapat berkembang di dalam pori yang tersumbat dan memicu peradangan. Ketika tubuh bereaksi terhadap bakteri tersebut, terbentuklah nanah yang menjadi ciri khas jerawat pustula. Inilah alasan jerawat pustula tampak bengkak, merah, dan terasa nyeri saat disentuh.
  • Produk Kosmetik atau Skincare yang Komedogenik
    Penggunaan produk yang menyumbat pori dapat memperburuk kondisi jerawat, terutama bila tidak dibersihkan dengan benar. Sisa makeup yang menempel membuat bakteri dan minyak terperangkap, sehingga pustula lebih mudah terbentuk.
  • Kebiasaan Menyentuh atau Memencet Jerawat
    Tangan yang kotor dapat memindahkan kuman ke wajah dan memperparah peradangan. Selain itu, memencet pustula dapat merusak jaringan kulit dan meningkatkan risiko bekas jerawat atau hiperpigmentasi yang sulit hilang.

Cara Mengatasi Jerawat Pustula

Pengobatan jerawat pustula harus fokus pada mengurangi peradangan dan mencegah pori tersumbat kembali. Berikut beberapa langkah yang efektif:

1. Gunakan Kandungan Anti-Inflamasi dan Antibakteri

Bahan aktif seperti benzoyl peroxide, salicylic acid, sulfur, atau tea tree oil dapat membantu mengurangi bakteri dan mempercepat penyembuhan jerawat pustula. Gunakan secara bertahap untuk menghindari iritasi, terutama bagi pemilik kulit sensitif.

2. Rutin Membersihkan Wajah Dua Kali Sehari

Langkah dasar ini penting untuk mencegah penumpukan minyak dan debu penyebab jerawat. Pilih facial wash yang lembut dan non-komedogenik. Hindari mencuci wajah terlalu sering karena dapat membuat kulit kering dan memicu produksi minyak berlebih.

3. Hindari Memencet Jerawat Pustula

Walau terlihat seperti “matang”, pustula sebaiknya tidak dipencet karena dapat menyebabkan infeksi yang lebih dalam. Risiko bekas hitam atau bopeng juga meningkat jika tindakan ini dilakukan.

4. Gunakan Pelembap Ringan yang Non-Komendogenik

Kulit yang kelembapannya terjaga akan lebih stabil dan tidak memproduksi minyak secara berlebihan. Moisturizer yang ringan membantu memperkuat skin barrier dan meminimalkan iritasi dari penggunaan obat jerawat.

5. Konsultasikan ke Dokter Jika Kondisi Tidak Membaik

Bila jerawat pustula muncul dalam jumlah banyak atau tidak mereda setelah beberapa minggu, dokter kulit dapat memberikan opsi seperti antibiotik topikal, retinoid, atau terapi profesional. Langkah ini penting untuk mencegah jerawat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Cara Mencegah Jerawat Pustula Muncul Kembali

Mencegah jerawat pustula membutuhkan kombinasi antara perawatan kulit, kebiasaan bersih, serta pola hidup sehat. Berikut cara yang efektif:

  • Pilih skincare yang aman untuk kulit berjerawat, terutama yang berlabel non-comedogenic.
  • Cuci wajah setelah beraktivitas berat atau berkeringat untuk mencegah penyumbatan pori.
  • Kelola stres karena hormon stres dapat meningkatkan produksi minyak.
  • Perhatikan pola makan, terutama mengurangi konsumsi gula tinggi, makanan berminyak, dan olahan susu.
  • Ganti sarung bantal secara teratur agar bakteri tidak menumpuk di permukaan yang bersentuhan langsung dengan wajah.

Kesimpulan

Jerawat pustula adalah kondisi kulit yang cukup umum, namun bisa mengganggu kenyamanan dan kepercayaan diri jika tidak ditangani dengan baik. Jika kondisi sudah parah atau tidak membaik, konsultasi dengan dokter kulit adalah pilihan terbaik

Rekomendasi Produk dari Nurilab

Jika kamu sedang mencari produk yang bisa membantu merawat kulit berminyak dan mudah berjerawat, Nurilab memiliki solusi efektif, seperti:

Nurilab Acne Conclearing Spot Drying Lotion
Obat totol jerawat yang mengandung bahan aktif pilihan untuk mengeringkan jerawat secara cepat tanpa iritasi. Cocok digunakan saat malam hari sebagai bagian dari rutinitas skincare kamu.

Produk ini telah melalui uji dermatologi dan diformulasikan khusus untuk kulit masyarakat di iklim tropis seperti Indonesia.

Ingin tahu lebih banyak tentang solusi kulit berminyak dan berjerawat?
Lihat produk dari Nurilab di bawah ini dan temukan perawatan yang cocok untuk kulitmu.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra