Menggunakan produk skincare saja tidak cukup—cara Anda melapisi (layering) produk juga menentukan efektivitasnya. Urutan yang tepat membuat setiap bahan aktif dalam produk bisa meresap sempurna dan bekerja optimal sesuai fungsinya. Sebaliknya, layering yang salah bisa menyebabkan iritasi, penyumbatan pori, bahkan membuat bahan aktif saling menetralkan.

Dalam artikel ini, kami akan membahas panduan urutan layering skincare yang benar, mulai dari basic hingga advanced routine, agar manfaat skincare Anda terasa maksimal setiap hari.

Mengapa Urutan Layering Skincare Penting?

Kulit manusia memiliki lapisan pelindung alami yang disebut skin barrier. Layering yang tepat akan membantu produk bekerja sesuai urutannya—mulai dari yang paling ringan dan berbasis air, hingga yang paling kental atau berminyak. Jika diurutkan dengan salah, bahan aktif bisa terhalang untuk masuk ke kulit.

Urutan Skincare Pagi (Morning Routine)

Berikut adalah panduan layering skincare di pagi hari:

  1. Cleanser
    Bersihkan wajah dari sisa minyak dan kotoran yang menumpuk saat tidur.
  2. Toner
    Menyeimbangkan pH kulit dan membantu penyerapan produk berikutnya.
  3. Essence (opsional)
    Melembapkan dan menyiapkan kulit untuk serum.
  4. Serum
    Fokus pada masalah kulit tertentu, seperti serum vitamin C untuk mencerahkan.
  5. Moisturizer
    Mengunci hidrasi dan memperkuat skin barrier.
  6. Sunscreen (wajib)
    Melindungi kulit dari sinar UV. Gunakan minimal SPF 30.

Urutan Skincare Malam (Night Routine)

Rutinitas malam lebih difokuskan pada regenerasi sel kulit.

  1. Double Cleansing (Oil-Based + Water-Based Cleanser)
    Membersihkan makeup, sunscreen, dan kotoran secara menyeluruh.
  2. Exfoliator (2–3 kali seminggu)
    Gunakan AHA/BHA atau scrub ringan untuk mengangkat sel kulit mati.
  3. Toner
    Melembapkan dan menyiapkan kulit.
  4. Essence
    Membantu menutrisi kulit dan meningkatkan penyerapan produk.
  5. Serum atau Ampoule
    Gunakan bahan aktif seperti retinol, niacinamide, atau hyaluronic acid.
  6. Moisturizer atau Night Cream
    Menghidrasi dan memperbaiki kulit semalaman.
  7. Spot Treatment (jika diperlukan)
    Gunakan di area jerawat atau bekas luka.
  8. Sleeping Mask (opsional)
    Tambahan hidrasi ekstra dan pengunci produk di malam hari.

Tips Tambahan untuk Layering yang Efektif

  • Tunggu 30–60 detik antar produk agar terserap sempurna.
  • Gunakan metode thinnest to thickest: dari tekstur paling cair ke paling kental.
  • Perhatikan kandungan aktif yang tidak boleh dicampur, seperti retinol dengan AHA/BHA dalam satu waktu.
  • Jika muncul iritasi, hentikan pemakaian salah satu produk dan konsultasikan ke dermatolog.

Mengenali Produk Berdasarkan Kandungannya

Label skincare sering menampilkan kandungan utama di bagian depan. Tapi yang perlu diperhatikan adalah:

  • Urutan bahan (ingredients list): Bahan di urutan awal punya konsentrasi paling tinggi.
  • Cari label “non-comedogenic” jika kulit mudah berjerawat.
  • Pilih produk bebas alkohol dan parfum jika kulit sensitif.

Rekomendasi Produk Skincare dari Nurilab

Untuk kamu yang baru memulai layering skincare atau ingin menjaga rutinitas tetap aman dan efektif, Nurilab menghadirkan rangkaian produk dengan formulasi lembut, ringan, dan ramah untuk pemula maupun kulit sensitif. Produk-produk dari Nurilab diformulasikan untuk:

  • Menjaga kelembapan dan pH kulit
  • Cocok untuk layering harian tanpa menyebabkan iritasi
  • Aman digunakan remaja hingga dewasa

Kombinasi cleanser, toner, serum, dan moisturizer dari Nurilab bisa menjadi pilihan ideal untuk membangun rutinitas skincare yang terstruktur dan efektif.

Kesimpulan:
Layering skincare bukan sekadar soal jumlah produk, tapi juga soal urutan dan kecocokan bahan aktif. Dengan memahami cara layering yang benar, Anda bisa mengoptimalkan manfaat setiap produk yang digunakan dan menjaga kulit tetap sehat, cerah, dan terlindungi sepanjang hari.