Skincare telah menjadi bagian penting dari gaya hidup banyak orang, terutama di kalangan generasi muda. Media sosial seperti Instagram dan TikTok pun dipenuhi dengan influencer yang membagikan rutinitas perawatan kulit mereka—dengan deretan produk mahal, teknik layering rumit, hingga efek glowing instan. Tapi, seberapa realistis sebenarnya skincare ala influencer jika dibandingkan dengan kebutuhan kulit harian kita?

Artikel ini akan membedah perbedaan antara skincare realistis dan skincare ala influencer, agar kamu bisa membuat keputusan cerdas dan aman dalam merawat kulit.

1. Skincare Realistis: Fokus pada Kebutuhan Dasar Kulit

Skincare realistis adalah pendekatan perawatan kulit yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit secara pribadi. Biasanya hanya terdiri dari 3–5 langkah inti yang diformulasikan untuk:

  • Menjaga kebersihan kulit
  • Menutrisi dengan bahan aktif yang ringan
  • Mengatasi masalah spesifik (jerawat, kusam, kering)
  • Mencegah iritasi karena overuse

Pendekatan ini tidak mengharuskan kamu membeli terlalu banyak produk, sehingga lebih hemat, aman, dan cocok untuk digunakan secara konsisten.

Ciri-ciri skincare realistis:

  • Produk yang digunakan sesuai jenis kulit
  • Tidak terlalu banyak layering
  • Mengutamakan fungsi, bukan tren
  • Hasilnya bertahap dan aman untuk jangka panjang

2. Skincare Ala Influencer: Estetika vs Realita

Skincare ala influencer biasanya ditampilkan dalam format video menarik, dengan lighting sempurna dan efek before-after yang sangat meyakinkan. Banyak influencer menggunakan produk-produk mewah, layering hingga 10 tahapan, dan kadang menyarankan berbagai kandungan aktif sekaligus.

Namun, perlu diingat bahwa:

  • Banyak influencer memiliki access ke dokter kulit pribadi
  • Produk yang digunakan belum tentu cocok untuk semua orang
  • Hasil yang ditampilkan bisa diedit atau didukung makeup/filter
  • Ada kemungkinan promosi bersponsor, bukan pengalaman nyata

Skincare ala influencer bisa menjadi inspirasi, tapi belum tentu ideal jika langsung ditiru tanpa pemahaman.

3. Risiko Meniru Skincare Ala Influencer Secara Mentah

Meniru skincare orang lain tanpa memahami jenis dan kondisi kulit sendiri dapat menimbulkan masalah seperti:

  • Breakout karena penggunaan produk tidak cocok
  • Iritasi karena layering bahan aktif berlebihan
  • Overuse dan barrier kulit rusak akibat terlalu banyak eksfoliasi
  • Pemborosan biaya untuk produk yang sebenarnya tidak dibutuhkan

Apalagi, kulit remaja dan dewasa muda masih tergolong sensitif dan mudah bereaksi terhadap bahan aktif tertentu seperti retinol, AHA, BHA, atau vitamin C dosis tinggi.

4. Bagaimana Menentukan Skincare yang Tepat?

Untuk merancang rutinitas skincare yang aman dan efektif:

  • Kenali tipe kulit kamu (berminyak, kering, kombinasi, sensitif)
  • Mulai dari produk basic seperti cleanser, serum ringan, dan sunscreen
  • Jangan tergiur hasil instan; utamakan kenyamanan dan progres alami
  • Hindari mencampur terlalu banyak kandungan aktif tanpa edukasi
  • Konsultasikan pada tenaga profesional jika ada masalah kulit serius

Rekomendasi Produk Skincare Realistis dari Nurilab

Jika kamu ingin memulai rutinitas skincare yang sederhana, aman, dan terjangkau, Nurilab menawarkan solusi yang ideal. Produk-produk Nurilab diformulasikan khusus untuk remaja dan pemula dengan fokus pada keamanan, efektivitas, dan kemudahan penggunaan.

Mulai dari Totol Acne Serum, Facial Cleanser, hingga Brightening Serum, semua produk Nurilab telah melalui uji dermatologis dan cocok digunakan untuk kulit berjerawat, kusam, atau sensitif.

Temukan produk Nurilab dibawah ini yang sesuai dengan kebutuhanmu dan mulai rutinitas skincare yang realistis dan terjangkau dari sekarang!

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra