Memilih produk skincare baru bisa jadi langkah penting untuk memperbaiki kondisi kulit. Namun, tidak semua produk cocok untuk semua jenis kulit. Bahkan, produk yang digadang-gadang bagus oleh banyak orang pun bisa menimbulkan reaksi negatif jika tidak cocok dengan kondisi kulitmu. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui cara mengecek reaksi kulit terhadap produk baru agar kamu bisa terhindar dari breakout, iritasi, atau reaksi alergi yang tidak diinginkan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana mengenali dan menguji produk skincare baru sebelum menggunakannya secara rutin. Yuk, simak langkah-langkahnya!

Kenapa Tes Reaksi Kulit Itu Penting?

Kulit setiap orang memiliki sensitivitas yang berbeda-beda terhadap kandungan tertentu dalam produk skincare. Bahkan bahan aktif seperti retinol, salicylic acid, atau vitamin C yang dikenal ampuh pun bisa menyebabkan iritasi jika digunakan secara tidak tepat atau pada kulit yang sensitif.

Dengan mengecek reaksi kulit terlebih dahulu, kamu bisa:

  • Menghindari iritasi atau alergi
  • Mengetahui apakah produk benar-benar cocok
  • Mencegah kerusakan skin barrier akibat reaksi negatif
  • Menghemat biaya karena tidak perlu beli produk yang akhirnya tidak terpakai

1. Lakukan Patch Test Terlebih Dahulu

Patch test adalah langkah sederhana tapi sangat penting sebelum menggunakan skincare baru. Caranya:

  • Ambil sedikit produk dan oleskan di area kulit sensitif tapi tidak terlihat, seperti di belakang telinga, bagian dalam siku, atau bawah rahang.
  • Diamkan selama 24–48 jam tanpa dibilas.
  • Amati apakah ada reaksi seperti gatal, kemerahan, bintik, atau rasa terbakar.

Jika tidak ada reaksi negatif, kemungkinan besar produk tersebut aman digunakan di wajah. Namun, tetap lanjutkan ke pemakaian bertahap.

2. Gunakan Produk Secara Bertahap

Setelah lolos patch test, jangan langsung mengoleskan produk ke seluruh wajah. Lakukan proses introduksi secara bertahap, misalnya:

  • Gunakan 2–3 kali seminggu terlebih dahulu di malam hari
  • Gunakan hanya di area tertentu (misalnya area T-zone untuk kulit berminyak)
  • Perhatikan kondisi kulit selama 1–2 minggu

Jika tidak ada reaksi negatif, kamu bisa mulai menaikkan frekuensi penggunaan secara perlahan.

3. Kenali Tanda-Tanda Reaksi Negatif

Reaksi kulit yang tidak cocok bisa muncul dalam berbagai bentuk, antara lain:

  • Breakout atau jerawat kecil-kecil mendadak
  • Kemerahan dan rasa panas
  • Kulit mengelupas
  • Gatal dan perih
  • Bengkak atau ruam

Jika kamu mengalami salah satu gejala di atas setelah menggunakan produk baru, hentikan pemakaian segera dan beri waktu kulit untuk tenang. Gunakan produk soothing dan hindari bahan aktif.

4. Jangan Campur Banyak Produk Baru Sekaligus

Saat mencoba skincare baru, hindari mencoba lebih dari satu produk dalam waktu yang bersamaan. Misalnya, jangan langsung memakai serum, toner, dan moisturizer dari brand baru sekaligus. Cobalah satu per satu agar kamu tahu produk mana yang memberikan dampak tertentu.

5. Catat Perubahan Kulit

Untuk kamu yang serius dalam merawat kulit, buatlah jurnal skincare sederhana. Tulis produk yang kamu coba, kapan mulai digunakan, dan bagaimana reaksi kulit dalam 7–14 hari pertama. Ini akan sangat membantu jika di kemudian hari kamu mengalami breakout atau iritasi.

Rekomendasi Produk Skincare Lembut dari Nurilab

Kalau kamu sedang mencari produk yang lembut, minim risiko iritasi, dan cocok untuk pemula maupun kulit sensitif, kamu bisa mempertimbangkan produk dari Nurilab. Rangkaian skincare Nurilab dirancang dengan formula yang gentle dan aman digunakan sehari-hari, termasuk bagi kamu yang baru mulai mencoba skincare.

Temukan rekomendasi produk Nurilab yang cocok untuk kulitmu di halaman resmi Nurilab dan mulai rutinitas skincare dengan langkah yang tepat.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra