Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berjerawat: Non-Comedogenic & Ringan di Wajah

Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berjerawat: Non-Comedogenic & Ringan di Wajah

Punya kulit berjerawat bukan berarti kamu boleh melewatkan sunscreen. Justru, tabir surya adalah kunci penting dalam merawat kulit berjerawat, mencegah bekas hitam, dan melindungi dari paparan sinar UV yang bisa memperparah peradangan. Tapi, bagaimana cara memilih sunscreen yang tidak bikin jerawat makin parah?

Tenang, di artikel ini kamu akan menemukan panduan lengkap memilih sunscreen terbaik untuk kulit berjerawat yang ringan, tidak menyumbat pori (non-comedogenic), dan tetap nyaman dipakai sehari-hari.

Kenapa Kulit Berjerawat Tetap Butuh Sunscreen?

Meskipun kulitmu sedang breakout, sunscreen tetap wajib digunakan setiap pagi. Sinar UV bisa:

  • Memicu peradangan dan memperburuk jerawat
  • Membuat bekas jerawat makin gelap (hiperpigmentasi)
  • Merusak skin barrier dan memperlambat penyembuhan

Apalagi kalau kamu menggunakan bahan aktif seperti salicylic acid, retinol, atau benzoyl peroxide, yang membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Ciri-Ciri Sunscreen yang Aman untuk Kulit Berjerawat

Untuk kulit remaja yang cenderung sensitif dan mudah berjerawat, pilih sunscreen dengan kriteria berikut:

1. Non-Comedogenic

Artinya tidak akan menyumbat pori-pori, sehingga tidak memperparah jerawat.

2. Tekstur Ringan

Pilih gel, lotion, atau watery cream. Hindari sunscreen dengan tekstur berat atau terlalu oily.

3. Bebas Alkohol & Pewangi

Formulasi ini meminimalkan iritasi dan kemerahan pada kulit berjerawat.

4. Mengandung Bahan yang Menenangkan

Seperti niacinamide, centella asiatica, atau green tea yang membantu meredakan peradangan.

5. SPF 30 atau Lebih

Pastikan sunscreen punya perlindungan broad-spectrum (UVA & UVB).

Rekomendasi Jenis Sunscreen untuk Remaja dengan Kulit Berjerawat

Berikut ini jenis sunscreen yang direkomendasikan oleh dermatolog:

  • Hybrid Sunscreen: Kombinasi chemical dan physical sunscreen yang ringan dan tidak meninggalkan whitecast.
  • Chemical Sunscreen (water-based): Cocok untuk kulit berminyak dan tidak menyumbat pori.
  • Sunscreen dengan kandungan soothing agent: Seperti aloe vera atau calendula.

Cara Pakai Sunscreen untuk Hasil Maksimal

  1. Gunakan setelah pelembap, sebagai langkah terakhir skincare pagi.
  2. Aplikasikan dua jari penuh untuk wajah dan leher.
  3. Gunakan setiap hari, bahkan saat mendung atau di dalam ruangan.
  4. Reapply setiap 2–3 jam, terutama jika berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Hanya pakai sunscreen saat panas terik
  • Memakai sunscreen terlalu sedikit
  • Tidak reapply saat berkegiatan di luar
  • Menghindari sunscreen karena takut “menyumbat jerawat”

Padahal, memilih sunscreen yang tepat justru membantu proses penyembuhan jerawat, menjaga skin barrier tetap sehat, dan mencegah bekas jerawat makin membandel.

Kesimpulan

Memilih sunscreen untuk kulit berjerawat memang butuh perhatian ekstra. Tapi dengan memperhatikan label non-comedogenic, ringan, dan bebas iritan, kamu bisa melindungi kulit tanpa khawatir breakout. Jadikan sunscreen sebagai bagian dari rutinitas skincare harian kamu, dan rasakan perbedaannya!

Ingin sunscreen yang aman untuk kulit berjerawat dan cocok untuk usia remaja?
Coba rangkaian skincare dari Nurilab, termasuk face wash jerawat dan obat totol jerawat yang dirancang khusus untuk kulit remaja.
Kamu juga bisa konsultasi GRATIS via Teleconsultation dengan tim Nurilab, dan dapatkan panduan skincare yang sesuai dengan kondisi kulitmu!
Cek sekarang di https://nurilab.id/nurilab-shop/

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

Hybrid Sunscreen: Perlindungan Maksimal Tanpa Whitecast

Hybrid Sunscreen: Perlindungan Maksimal Tanpa Whitecast

Bingung pilih antara chemical sunscreen atau physical sunscreen? Apalagi kalau kamu ingin perlindungan maksimal dari sinar UV tapi tetap nyaman di kulit remaja yang cenderung sensitif, berminyak, atau mudah berjerawat. Jawabannya bisa jadi ada di hybrid sunscreen, inovasi tabir surya yang menggabungkan kebaikan dua jenis sunscreen dalam satu formula.

Yuk, kenalan lebih dekat dengan hybrid sunscreen dan kenapa produk ini jadi pilihan favorit banyak remaja saat ini!

Apa Itu Hybrid Sunscreen?

Hybrid sunscreen adalah jenis tabir surya yang menggabungkan dua mekanisme perlindungan:

  • Physical (mineral) sunscreen, yang memantulkan sinar UV
  • Chemical sunscreen, yang menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas yang kemudian dilepaskan dari kulit

Dengan menggabungkan keduanya, hybrid sunscreen memberikan proteksi yang lebih luas dan sering kali lebih nyaman di kulit tanpa meninggalkan whitecast, yaitu efek putih yang sering terlihat setelah memakai physical sunscreen.

Kelebihan Hybrid Sunscreen untuk Remaja

1. Perlindungan Lebih Menyeluruh

Hybrid sunscreen biasanya memiliki broad spectrum SPF, artinya melindungi kulit dari sinar UVA (penyebab penuaan dini) dan UVB (penyebab sunburn).

2. Tidak Meninggalkan Whitecast

Salah satu keluhan terbesar remaja saat memakai sunscreen adalah efek putih di wajah. Hybrid sunscreen biasanya punya tekstur lebih ringan dan transparan, cocok untuk semua warna kulit, termasuk kulit sawo matang atau gelap.

3. Nyaman untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat

Dengan formulasi yang seimbang, hybrid sunscreen bisa mengurangi iritasi yang biasa terjadi pada sunscreen murni chemical atau murni physical. Banyak produk hybrid kini juga non-comedogenic dan bebas alkohol.

4. Cocok untuk Aktivitas Outdoor & Indoor

Karena menggabungkan dua jenis perlindungan, hybrid sunscreen cocok untuk kamu yang aktif: sekolah, ekskul, hangout, bahkan traveling!

Tips Memilih Hybrid Sunscreen yang Tepat

Kalau kamu remaja dan sedang cari hybrid sunscreen, perhatikan tips berikut:

  • Cari label “broad spectrum” dan SPF minimal 30
  • Pilih yang bebas alkohol dan parfum untuk menghindari iritasi
  • Cek teksturnya: gel atau lotion ringan lebih cocok untuk kulit berminyak
  • Pastikan ada keterangan non-comedogenic agar tidak menyumbat pori

Cara Pakai Hybrid Sunscreen agar Efektif

  1. Gunakan setiap pagi setelah pelembap, bahkan jika kamu hanya di rumah
  2. Aplikasikan sebanyak dua jari penuh untuk seluruh wajah
  3. Reapply setiap 2–3 jam, terutama jika kamu berkeringat atau terkena air
  4. Gunakan juga di area telinga, leher, dan belakang tangan

Kesalahan yang Harus Dihindari

  • Hanya mengandalkan makeup yang mengandung SPF
  • Tidak reapply karena merasa sudah cukup pagi hari
  • Menggunakan sunscreen terlalu sedikit
  • Tidak membersihkan wajah dengan benar di malam hari

Kesimpulan

Hybrid sunscreen adalah solusi cerdas untuk remaja yang ingin perlindungan maksimal tanpa ribet. Teksturnya ringan, tidak membuat wajah abu-abu, dan cocok untuk semua jenis kulit. Penting banget untuk menjadikan sunscreen sebagai bagian dari rutinitas skincare harian, karena sinar UV tetap berbahaya bahkan saat mendung atau berada di dalam ruangan.

Butuh sunscreen yang ringan, aman untuk kulit remaja, dan cocok untuk kulit berjerawat?
Kamu bisa konsultasi langsung dengan tim ahli Nurilab dan dapatkan rekomendasi produk skincare terbaik—termasuk face wash dan obat totol jerawat.
Nikmati gratis konsultasi via Teleconsultation dan temukan skincare routine yang paling cocok untukmu.
Cek produknya di https://nurilab.id/nurilab-shop/

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

5 Kesalahan Skincare yang Sering Dilihat Dokter Kulit, Remaja Wajib Tahu!

5 Kesalahan Skincare yang Sering Dilihat Dokter Kulit, Remaja Wajib Tahu!

Punya jerawat yang tak kunjung hilang meski sudah rajin skincare-an? Atau malah kulit jadi
kering dan iritasi setelah pakai produk baru? Bisa jadi kamu melakukan kesalahan yang tanpa
sadar merusak kesehatan kulitmu sendiri. Menurut banyak dokter kulit, ada beberapa
kesalahan umum yang sering dilakukan remaja saat merawat kulitnya.

Yuk, kenali apa saja kesalahan skincare yang perlu kamu hindari!

1. Terlalu Sering Membersihkan Wajah

Mitos yang sering dipercaya: semakin sering mencuci wajah, semakin bersih kulit dari jerawat.
Faktanya, mencuci wajah lebih dari dua kali sehari justru bisa merusak skin barrier dan memicu
produksi minyak berlebih.

Cara menghindari:

  • Cuci wajah hanya dua kali sehari: pagi dan malam hari.
  • Gunakan facial wash yang gentle dan sesuai jenis kulit (berminyak, kering, kombinasi).
  • Hindari scrub kasar yang bisa membuat kulit iritasi, terutama kalau kamu sedang
  • jerawatan.

2. Menggunakan Terlalu Banyak Produk Sekaligus

Tren “10 step skincare” atau mencoba produk viral dari media sosial sering membuat remaja
menggunakan banyak produk dalam satu waktu. Ini bisa menyebabkan iritasi dan
ketidakseimbangan kulit.

Cara menghindari:

  • Gunakan maksimal 3–4 produk dasar: facial wash, toner, moisturizer, dan sunscreen.
  • Tambahkan serum atau spot treatment jika dibutuhkan, bukan karena ikut-ikutan.
  • Lakukan patch test sebelum mencoba produk baru.

3. Tidak Pakai Sunscreen Karena Takut Jerawatan

Beberapa remaja menghindari sunscreen karena merasa lengket atau bikin jerawat. Padahal,
sinar matahari adalah penyebab utama penuaan dini dan hiperpigmentasi. Sunscreen juga
membantu menjaga hasil perawatan jerawat lebih optimal.

Cara menghindari:

  • Pilih sunscreen non-comedogenic dengan SPF minimal 30.
  • Gunakan setiap hari meskipun di dalam ruangan, karena sinar UV tetap bisa menembus
    kaca.
  • Gunakan sunscreen khusus untuk kulit berminyak atau acne-prone agar lebih nyaman.

4. Memencet Jerawat Secara Sembarangan

Kebiasaan memencet jerawat bisa menyebabkan infeksi, bekas luka, dan peradangan lebih
parah. Banyak dokter kulit menemukan bahwa luka akibat jerawat bisa sembuh, tapi bekas
akibat dipencet bisa menetap lama.

Cara menghindari:

  • Gunakan obat totol jerawat yang aman dan sudah teruji.
  • Jika jerawat besar dan nyeri, konsultasikan dengan dermatolog daripada mencoba
    mengatasinya sendiri.
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci.

5. Mengabaikan Konsistensi dan Kesabaran

Skincare bukan sulap. Banyak remaja berhenti pakai produk setelah 3–5 hari karena tidak
langsung melihat hasil. Padahal, kulit butuh waktu sekitar 28 hari untuk regenerasi dan
menunjukkan perubahan.

Cara menghindari:

  • Gunakan produk skincare secara rutin dan konsisten setidaknya 4–6 minggu.
  • Jangan tergoda untuk langsung mencoba produk baru setiap minggu.
  • Catat reaksi kulit setelah menggunakan suatu produk untuk memantau efektivitasnya.

Kapan Harus ke Dokter Kulit?

Jika jerawat makin banyak, muncul kemerahan, atau perih setelah mencoba skincare tertentu,
jangan tunda konsultasi ke dokter kulit. Diagnosis dan penanganan sejak awal bisa mencegah
kondisi bertambah parah dan meninggalkan bekas permanen.

Kesimpulan

Remaja sering kali terjebak dalam hype skincare yang beredar di media sosial tanpa benar-
benar paham kebutuhan kulitnya. Dengan memahami kesalahan umum dan cara
menghindarinya, kamu bisa membangun rutinitas skincare yang aman, efektif, dan sesuai
dengan kondisi kulitmu.
Jangan lupa: kulit yang sehat bukan berarti harus putih dan mulus, tapi bersih, nyaman, dan
terawat sesuai kebutuhan.

Lagi berjuang melawan jerawat?

Kamu bisa coba produk face wash dan obat totol jerawat dari Nurilab, khusus diformulasikan
untuk kulit remaja.
Dapatkan juga layanan konsultasi gratis lewat Teleconsultation Nurilab untuk rekomendasi
skincare yang tepat.
Cek sekarang di https://nurilab.id/nurilab-shop/

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

Rekomendasi Skincare Jerawat dari Dokter Kulit

Rekomendasi Skincare Jerawat dari Dokter Kulit

Sumber: Freepik

Jerawat sering kali menjadi tantangan terbesar untuk remaja. Perubahan hormon, stres sekolah, hingga pola makan bisa jadi penyebabnya. Tapi tenang, kamu nggak sendirian! Banyak remaja juga mengalami hal serupa. Untungnya, ada rekomendasi skincare dari dokter kulit yang bisa bantu kamu mengatasi jerawat secara efektif dan aman.

Artikel ini akan membahas langkah-langkah perawatan jerawat yang direkomendasikan oleh ahli dermatologi, serta bahan aktif apa saja yang terbukti ampuh.

Mengapa Penting Memilih Skincare Berdasarkan Saran Dokter Kulit?

  • Lebih Aman untuk Kulit Remaja
    Produk yang direkomendasikan dokter biasanya sudah melalui uji dermatologis dan cocok untuk kulit remaja yang masih sensitif.
  • Mencegah Iritasi dan Breakout
    Salah pilih produk bisa memperparah jerawat. Rekomendasi dokter membantu kamu memilih yang tepat.
  • Efektif dan Teruji Klinis
    Bahan-bahan yang digunakan terbukti secara ilmiah mampu melawan bakteri penyebab jerawat dan mempercepat penyembuhan.

Bahan Aktif yang Direkomendasikan Dokter untuk Jerawat

Berikut bahan-bahan aktif yang sering direkomendasikan oleh dokter kulit:

  1. Salicylic Acid (BHA)
    Membantu mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori, dan mencegah komedo.
  2. Benzoyl Peroxide
    Membunuh bakteri penyebab jerawat (Propionibacterium acnes) dan mengurangi peradangan.
  3. Niacinamide
    Mengurangi kemerahan, mengontrol minyak berlebih, dan memperkuat skin barrier.
  4. Azelaic Acid
    Cocok untuk jerawat ringan hingga sedang, dan juga membantu meratakan warna kulit.
  5. Centella Asiatica
    Menenangkan kulit yang iritasi dan mempercepat penyembuhan bekas jerawat.

Step-by-Step Skincare Jerawat untuk Remaja (Direkomendasikan Dokter)

  1. Cleansing (Pembersih Wajah)
    Gunakan facial wash yang mengandung salicylic acid atau sulfur. Pilih formula ringan yang tidak membuat kulit kering.
  2. Toner (Opsional)
    Pilih toner non-alkohol yang menenangkan kulit dan mengembalikan pH alami.
  3. Obat Totol Jerawat (Spot Treatment)
    Gunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide atau sulfur untuk jerawat aktif.
  4. Serum (Opsional)
    Serum dengan kandungan niacinamide 5% sangat bagus untuk mengontrol minyak dan memudarkan bekas jerawat.
  5. Moisturizer (Pelembap)
    Wajib meski kulitmu berminyak! Gunakan gel moisturizer yang ringan dan non-comedogenic.
  6. Sunscreen (Pagi Hari)
    Pilih sunscreen yang bebas minyak dan non-comedogenic untuk melindungi kulit dari paparan UV.

Tips Tambahan dari Dokter Kulit

  • Jangan Pencet Jerawat!
    Bisa menyebabkan iritasi, infeksi, dan bekas luka.
  • Perhatikan Pola Makan
    Hindari makanan tinggi gula dan dairy yang bisa memicu breakout.
  • Konsisten!
    Skincare bukan sulap. Butuh waktu minimal 4–6 minggu untuk melihat hasil.
  • Cek Kandungan Produk
    Hindari skincare dengan alkohol tinggi, parfum, dan pewarna yang bisa memicu iritasi.

Konsultasi Skincare Jerawat? Coba Nurilab Sekarang!

Buat kamu yang bingung memilih facial wash dan obat totol jerawat yang aman dan efektif untuk remaja, kamu bisa cek rekomendasi produk dari Nurilab di bawah ini.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

Face Wash Terbaik untuk Kulit Jerawat Remaja: Panduan Memilih yang Aman dan Efektif

Face Wash Terbaik untuk Kulit Jerawat Remaja: Panduan Memilih yang Aman dan Efektif

Jerawat sering kali menjadi masalah utama yang dialami remaja, terutama saat masa pubertas. Salah satu cara paling dasar dan penting untuk mengatasinya adalah dengan memilih face wash yang tepat. Tapi, dengan banyaknya produk di pasaran, bagaimana kamu bisa tahu mana yang paling cocok untuk kulitmu?

Yuk, kita bahas face wash terbaik untuk kulit berjerawat remaja beserta tips memilihnya agar kulit tetap sehat dan jerawat tidak makin parah.

Kenapa Perlu Face Wash Khusus untuk Kulit Berjerawat?

Kulit remaja cenderung lebih aktif memproduksi minyak, sehingga pori-pori mudah tersumbat dan jerawat pun muncul. Menggunakan sabun wajah biasa bisa memperparah kondisi ini karena:

  • Tidak mengandung bahan aktif anti jerawat
  • Terlalu keras dan membuat kulit kering
  • Mengandung parfum atau alkohol tinggi yang bisa mengiritasi kulit sensitif

Oleh karena itu, penting untuk memilih face wash yang memang dirancang khusus untuk mengatasi jerawat.

Ciri-Ciri Face Wash yang Cocok untuk Kulit Berjerawat

Berikut adalah ciri-ciri sabun wajah yang baik untuk kulit remaja yang berjerawat:

  • Non-comedogenic: Tidak menyumbat pori-pori
  • Bebas alkohol dan pewangi berlebihan: Untuk menghindari iritasi
  • pH seimbang (sekitar 5.5): Agar tidak merusak skin barrier
  • Mengandung bahan aktif anti jerawat seperti:
    • Salicylic Acid
    • Niacinamide
    • Tea Tree Oil
    • Zinc PCA

5 Rekomendasi Kandungan Face Wash untuk Kulit Jerawat

1. Salicylic Acid (BHA)

  • Membantu membersihkan pori dari dalam
  • Mengangkat sel kulit mati
  • Mengurangi peradangan

2. Tea Tree Oil

  • Memiliki sifat antibakteri alami
  • Mengurangi kemerahan jerawat

3. Niacinamide

  • Mengontrol produksi minyak
  • Mencerahkan bekas jerawat

4. Centella Asiatica

  • Menenangkan kulit
  • Mempercepat penyembuhan jerawat

5. Zinc PCA

  • Mengontrol sebum
  • Mencegah pertumbuhan bakteri penyebab jerawat

Tips Memakai Face Wash Agar Efektif

  • Gunakan dua kali sehari (pagi dan malam)
  • Pijat lembut, jangan digosok keras
  • Bilas dengan air hangat, lalu keringkan dengan handuk bersih
  • Lanjutkan dengan toner dan pelembap yang sesuai

Kesalahan yang Sering Dilakukan Remaja Saat Mencuci Wajah

  • Terlalu sering mencuci wajah (lebih dari 2–3 kali sehari)
  • Menggunakan sabun badan untuk wajah
  • Langsung menggunakan produk eksfoliasi setelah face wash
  • Tidak membilas hingga bersih

Cari Face Wash yang Cocok untuk Kulit Berjerawat? Nurilab Punya Jawabannya!

Untuk kamu yang masih bingung memilih produk yang aman dan efektif, coba face wash khusus jerawat dari Nurilab. Dirancang untuk kulit remaja, bebas alkohol dan pewangi, serta mengandung bahan aktif yang bantu melawan jerawat dari akar masalahnya.

Kamu juga bisa konsultasi gratis dengan dokter kulit lewat layanan Teleconsultation dari Nurilab. Yuk, rawat kulitmu mulai dari sekarang!

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

Trik Menyamarkan Jerawat Saat Makeup: Tetap Percaya Diri Tanpa Drama

Trik Menyamarkan Jerawat Saat Makeup: Tetap Percaya Diri Tanpa Drama

Jerawat muncul di hari penting? Tenang, kamu tetap bisa tampil percaya diri dengan makeup yang tepat. Banyak remaja mengalami masalah jerawat, dan itu normal. Namun, menyamarkan jerawat tanpa memperburuk kondisinya perlu trik khusus.

Yuk, simak tips aman dan efektif untuk menyamarkan jerawat saat makeup agar hasilnya tetap natural dan tidak bikin breakout makin parah!

1. Selalu Mulai dengan Wajah Bersih

Jangan langsung makeup-an saat wajah masih berminyak atau kotor. Pastikan kamu:

  • Cuci muka dengan facial wash khusus untuk kulit berjerawat
  • Keringkan dengan handuk bersih
  • Gunakan toner ringan untuk menyeimbangkan pH

Wajah yang bersih membantu makeup menempel lebih baik dan tidak menyumbat pori.

2. Gunakan Moisturizer Non-Comedogenic

Kulit berjerawat tetap butuh pelembap! Pilih moisturizer yang ringan, bebas minyak, dan non-comedogenic agar tidak memperparah jerawat.

Tips: Gunakan pelembap 5–10 menit sebelum mulai makeup agar produk meresap sempurna.

3. Primer Adalah Kunci

Primer membantu menyamarkan tekstur kulit yang tidak rata karena jerawat atau bekasnya. Pilih primer:

  • Dengan efek blurring
  • Berbahan dasar silikon (untuk mengisi pori-pori besar)
  • Bebas alkohol agar tidak iritasi

4. Gunakan Color Corrector Bila Perlu

Kalau jerawatmu merah menyala, kamu bisa gunakan color corrector hijau sebelum concealer. Warna hijau akan menetralkan kemerahan dan membuat concealer bekerja lebih maksimal.

5. Pilih Concealer yang Coverage-nya Medium-to-High

Untuk jerawat aktif, gunakan concealer:

  • Full coverage dengan tekstur creamy
  • Non-comedogenic
  • Bisa bertahan lama (long-lasting)

Aplikasikan menggunakan jari bersih atau kuas kecil, lalu tepuk-tepuk pelan—jangan digosok.

6. Foundation Ringan, Jangan Tebal

Jangan karena ingin menutupi jerawat, kamu malah pakai foundation tebal. Itu justru bisa bikin jerawat makin iritasi. Gunakan:

  • Foundation ringan berbasis air
  • Bisa di-build up di area jerawat
  • Ratakan tipis menggunakan beauty sponge

7. Gunakan Bedak Tabur Anti Jerawat

Pilih bedak tabur dengan kandungan salicylic acid atau bahan anti-inflamasi. Hindari bedak padat yang tebal karena bisa menyumbat pori.

8. Setting Spray untuk Mengunci Makeup

Terakhir, kunci semuanya dengan setting spray yang melembapkan agar makeup tahan lama tapi tetap breathable untuk kulitmu.

9. Hindari Makeup Tebal Berlapis-Lapis

Ingat, tujuan makeup adalah menyamarkan, bukan menutupi secara berlebihan. Makeup yang terlalu tebal justru:

  • Membuat tekstur jerawat makin terlihat
  • Menyumbat pori
  • Memperparah breakout

10. Jangan Lupa Bersihkan Makeup Sampai Tuntas!

Ini langkah paling penting! Setelah beraktivitas, segera bersihkan wajah dengan:

  • Makeup remover lembut
  • Facial wash anti jerawat
  • Jangan digosok terlalu keras

Kulitmu butuh istirahat setelah full makeup seharian.

Ingin Makeup-an Tapi Aman untuk Jerawat? Yuk Konsultasi Gratis!Kalau kamu ingin tahu produk skincare yang cocok digunakan sebelum makeup dan bisa membantu jerawat lebih cepat kempes, kunjungi Nurilab Shop. Kamu juga bisa konsultasi gratis untuk tanya langsung ke ahlinya!

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra