Produk spot treatment atau obat totol jerawat sering kali menjadi andalan saat jerawat tiba-tiba muncul di wajah. Namun, meskipun terdengar sederhana, penggunaan produk ini tidak boleh asal. Banyak orang justru mengalami iritasi atau jerawat yang semakin parah akibat kesalahan dalam pemakaiannya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara yang benar agar hasilnya maksimal tanpa merusak kulit.

Artikel ini akan membahas berbagai kesalahan umum yang sering terjadi saat menggunakan spot treatment dan bagaimana cara menghindarinya.

1. Menggunakan di Seluruh Wajah

Kesalahan paling umum adalah menggunakan spot treatment seperti krim wajah biasa. Padahal, produk ini dirancang untuk diaplikasikan secara lokal pada area jerawat saja, bukan seluruh wajah. Karena kandungan aktifnya biasanya cukup kuat (seperti salicylic acid atau benzoyl peroxide), penggunaan yang meluas bisa membuat kulit kering, mengelupas, bahkan iritasi.

Tips: Totolkan produk hanya pada jerawat aktif, gunakan cotton bud atau jari bersih untuk mengaplikasikannya.

2. Tidak Melakukan Patch Test

Banyak orang langsung mencoba produk baru tanpa melakukan patch test. Padahal, uji coba kecil di kulit sangat penting untuk melihat apakah produk tersebut menyebabkan iritasi atau reaksi alergi.

Tips: Aplikasikan sedikit produk di bagian belakang telinga atau bawah rahang, tunggu 24 jam untuk melihat reaksinya.

3. Menggabungkan dengan Produk Aktif Lain

Menggunakan spot treatment bersamaan dengan skincare lain yang mengandung bahan aktif seperti AHA, BHA, retinol, atau vitamin C bisa menyebabkan over-exfoliation atau iritasi berat.

Tips: Hindari layering terlalu banyak bahan aktif dalam satu rutinitas. Cukup gunakan spot treatment di malam hari, dan pastikan produk lain bersifat lembut atau fokus pada hidrasi.

4. Tidak Sabar, Menggunakan Berlebihan

Jerawat tidak akan hilang dalam semenit bukan? Karena rasa tidak sabar, sebagian orang mengoleskan spot treatment terlalu sering atau dalam jumlah besar, berharap hasil cepat. Sayangnya, hal ini justru bisa memperparah peradangan.

Tips: Gunakan sesuai anjuran pada kemasan.

5. Langsung Menggunakan Setelah Eksfoliasi

Mengaplikasikan obat totol jerawat setelah eksfoliasi (scrub, masker, atau exfoliating toner) bisa menyebabkan sensasi perih dan memperburuk kondisi kulit yang sedang sensitif.

Tips: Beri jeda waktu atau gunakan di hari yang berbeda untuk menghindari over-treatment.

6. Tidak Menjaga Kebersihan Area Jerawat

Jerawat yang kotor atau disentuh-tangani terus menerus bisa memperparah infeksi. Pemakaian spot treatment tanpa mencuci tangan atau wajah dengan benar berisiko membuat bakteri tersebar lebih luas.

Tips: Pastikan wajah dan tangan dalam keadaan bersih sebelum pemakaian. Hindari menyentuh jerawat secara berlebihan.

7. Tidak Menggunakan Pelembap Setelahnya

Banyak yang berpikir bahwa jerawat harus dikeringkan secepat mungkin, sehingga melewatkan penggunaan pelembap. Padahal, kulit yang terlalu kering bisa memperparah kondisi jerawat dan menghambat proses penyembuhan.

Tips: Gunakan pelembap ringan non-comedogenic setelah spot treatment, terutama jika produk membuat kulit mengelupas.

Gunakan Spot Treatment Aman dan Efektif dari Nurilab

Untuk kamu yang sedang mencari obat totol jerawat yang aman digunakan, diformulasikan khusus untuk kulit remaja dan sensitif, produk dari Nurilab bisa menjadi pilihan. Dengan kandungan aktif yang seimbang dan formulasi dermatologis, Nurilab membantu meredakan jerawat tanpa membuat kulit iritasi.

Cek rekomendasi produk Nurilab untuk jerawat aktif di bawah ini. Check out Sekarang!

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra