Punya jerawat yang tak kunjung hilang meski sudah rajin skincare-an? Atau malah kulit jadi
kering dan iritasi setelah pakai produk baru? Bisa jadi kamu melakukan kesalahan yang tanpa
sadar merusak kesehatan kulitmu sendiri. Menurut banyak dokter kulit, ada beberapa
kesalahan umum yang sering dilakukan remaja saat merawat kulitnya.

Yuk, kenali apa saja kesalahan skincare yang perlu kamu hindari!

1. Terlalu Sering Membersihkan Wajah

Mitos yang sering dipercaya: semakin sering mencuci wajah, semakin bersih kulit dari jerawat.
Faktanya, mencuci wajah lebih dari dua kali sehari justru bisa merusak skin barrier dan memicu
produksi minyak berlebih.

Cara menghindari:

  • Cuci wajah hanya dua kali sehari: pagi dan malam hari.
  • Gunakan facial wash yang gentle dan sesuai jenis kulit (berminyak, kering, kombinasi).
  • Hindari scrub kasar yang bisa membuat kulit iritasi, terutama kalau kamu sedang
  • jerawatan.

2. Menggunakan Terlalu Banyak Produk Sekaligus

Tren “10 step skincare” atau mencoba produk viral dari media sosial sering membuat remaja
menggunakan banyak produk dalam satu waktu. Ini bisa menyebabkan iritasi dan
ketidakseimbangan kulit.

Cara menghindari:

  • Gunakan maksimal 3–4 produk dasar: facial wash, toner, moisturizer, dan sunscreen.
  • Tambahkan serum atau spot treatment jika dibutuhkan, bukan karena ikut-ikutan.
  • Lakukan patch test sebelum mencoba produk baru.

3. Tidak Pakai Sunscreen Karena Takut Jerawatan

Beberapa remaja menghindari sunscreen karena merasa lengket atau bikin jerawat. Padahal,
sinar matahari adalah penyebab utama penuaan dini dan hiperpigmentasi. Sunscreen juga
membantu menjaga hasil perawatan jerawat lebih optimal.

Cara menghindari:

  • Pilih sunscreen non-comedogenic dengan SPF minimal 30.
  • Gunakan setiap hari meskipun di dalam ruangan, karena sinar UV tetap bisa menembus
    kaca.
  • Gunakan sunscreen khusus untuk kulit berminyak atau acne-prone agar lebih nyaman.

4. Memencet Jerawat Secara Sembarangan

Kebiasaan memencet jerawat bisa menyebabkan infeksi, bekas luka, dan peradangan lebih
parah. Banyak dokter kulit menemukan bahwa luka akibat jerawat bisa sembuh, tapi bekas
akibat dipencet bisa menetap lama.

Cara menghindari:

  • Gunakan obat totol jerawat yang aman dan sudah teruji.
  • Jika jerawat besar dan nyeri, konsultasikan dengan dermatolog daripada mencoba
    mengatasinya sendiri.
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci.

5. Mengabaikan Konsistensi dan Kesabaran

Skincare bukan sulap. Banyak remaja berhenti pakai produk setelah 3–5 hari karena tidak
langsung melihat hasil. Padahal, kulit butuh waktu sekitar 28 hari untuk regenerasi dan
menunjukkan perubahan.

Cara menghindari:

  • Gunakan produk skincare secara rutin dan konsisten setidaknya 4–6 minggu.
  • Jangan tergoda untuk langsung mencoba produk baru setiap minggu.
  • Catat reaksi kulit setelah menggunakan suatu produk untuk memantau efektivitasnya.

Kapan Harus ke Dokter Kulit?

Jika jerawat makin banyak, muncul kemerahan, atau perih setelah mencoba skincare tertentu,
jangan tunda konsultasi ke dokter kulit. Diagnosis dan penanganan sejak awal bisa mencegah
kondisi bertambah parah dan meninggalkan bekas permanen.

Kesimpulan

Remaja sering kali terjebak dalam hype skincare yang beredar di media sosial tanpa benar-
benar paham kebutuhan kulitnya. Dengan memahami kesalahan umum dan cara
menghindarinya, kamu bisa membangun rutinitas skincare yang aman, efektif, dan sesuai
dengan kondisi kulitmu.
Jangan lupa: kulit yang sehat bukan berarti harus putih dan mulus, tapi bersih, nyaman, dan
terawat sesuai kebutuhan.

Lagi berjuang melawan jerawat?

Kamu bisa coba produk face wash dan obat totol jerawat dari Nurilab, khusus diformulasikan
untuk kulit remaja.
Dapatkan juga layanan konsultasi gratis lewat Teleconsultation Nurilab untuk rekomendasi
skincare yang tepat.
Cek sekarang di https://nurilab.id/nurilab-shop/

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra