Saat bulan Ramadan, rutinitas harian, termasuk pola makan, mengalami perubahan signifikan. Tidak hanya memengaruhi energi dan konsentrasi, pola makan saat sahur dan berbuka juga berdampak langsung pada kesehatan kulit. Kulit yang sehat memerlukan asupan nutrisi yang seimbang, hidrasi yang cukup, serta waktu istirahat yang berkualitas—semua itu sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita mengatur sahur dan berbuka.

Mengapa Nutrisi dari Makanan Mempengaruhi Kulit?

Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang sangat bergantung pada pasokan nutrisi dari dalam. Kekurangan vitamin, mineral, atau cairan bisa memicu berbagai masalah kulit seperti kekusaman, jerawat, hingga penuaan dini. Saat puasa, tubuh hanya mendapatkan nutrisi dalam dua momen utama: sahur dan berbuka. Jika pilihan makanan pada dua waktu ini tidak sehat, kulit bisa menjadi korban pertama yang merasakannya.

Pengaruh Pola Makan Saat Sahur terhadap Kulit

Sahur adalah momen penting untuk mempersiapkan tubuh bertahan hingga waktu berbuka. Asupan makanan yang dipilih saat sahur dapat berdampak langsung pada kelembapan dan elastisitas kulit.

1. Kurangnya Hidrasi

Banyak orang hanya minum satu gelas air saat sahur. Padahal, tubuh memerlukan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi, yang dapat menyebabkan kulit tampak kering dan kusam.

2. Konsumsi Gula dan Karbohidrat Olahan

Makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan seperti roti putih atau sereal manis dapat meningkatkan produksi minyak berlebih dan menyebabkan jerawat.

3. Kurangnya Asupan Serat dan Antioksidan

Sayur dan buah sering kali terlupakan saat sahur. Padahal, keduanya mengandung antioksidan dan vitamin penting seperti vitamin C dan E yang membantu menjaga elastisitas kulit dan melawan radikal bebas.

Pengaruh Pola Makan Saat Berbuka terhadap Kulit

Setelah seharian berpuasa, godaan untuk menyantap makanan berlemak dan manis sering kali tak tertahankan. Namun, pilihan berbuka yang buruk dapat memicu peradangan kulit.

1. Konsumsi Makanan Berminyak

Gorengan dan makanan cepat saji tinggi lemak jenuh dapat memicu inflamasi pada kulit dan memperparah jerawat.

2. Minuman Manis Berlebihan

Sirup, teh manis, atau minuman bersoda mengandung gula tinggi yang bisa memicu glikasi, yaitu proses yang merusak kolagen dan mempercepat penuaan kulit.

3. Kurangnya Asupan Protein dan Lemak Sehat

Protein seperti ikan, ayam, dan telur penting untuk regenerasi sel kulit. Begitu pula lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun yang menjaga kelembapan kulit dari dalam.

Tips Menjaga Kesehatan Kulit Selama Puasa Lewat Pola Makan

  1. Minum air putih minimal 6–8 gelas antara berbuka hingga sahur.
  2. Konsumsi buah-buahan tinggi air seperti semangka, melon, dan jeruk.
  3. Pilih sumber protein tanpa lemak untuk mendukung perbaikan jaringan kulit.
  4. Batasi konsumsi gorengan dan makanan instan yang memicu peradangan.
  5. Masukkan sayuran hijau ke dalam menu sahur dan berbuka untuk antioksidan alami.

Rekomendasi Produk Nurilab untuk Kulit Sehat Selama Ramadan

Meskipun pola makan sudah dijaga, perawatan kulit dari luar tetap penting untuk hasil yang maksimal. Nurilab menghadirkan rangkaian produk perawatan kulit yang diformulasikan khusus untuk kulit remaja dan kulit berjerawat. Diperkaya dengan bahan aktif seperti tea tree, niacinamide, dan salicylic acid, produk-produk Nurilab membantu menjaga kelembapan kulit, merawat jerawat, serta menjaga keseimbangan minyak di wajah selama bulan puasa.

Kombinasikan perawatan dari dalam dengan pola makan sehat dan perawatan dari luar dengan produk yang tepat agar kulit tetap glowing sepanjang Ramadan. Temukan produk Nurilab yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu di bawah ini.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra