Dalam dunia perawatan kulit, kita sering fokus pada jenis kulit: kering, berminyak, kombinasi, atau sensitif. Namun, ada satu kondisi yang kerap terlupakan: kulit yang sedang stres atau sakit. Pertanyaannya, apakah kita perlu mengganti atau menyesuaikan skincare saat kulit sedang dalam kondisi ini? Jawabannya: ya, sangat penting.
Apa yang Dimaksud dengan Kulit Stres atau Sakit?
Kulit stres atau sakit merujuk pada kondisi di mana fungsi skin barrier terganggu. Ini bisa terjadi karena:
- Faktor eksternal: polusi, sinar UV berlebih, perubahan cuaca ekstrem, paparan bahan kimia
- Faktor internal: kurang tidur, stres emosional, penyakit tertentu (seperti demam, flu, atau kondisi autoimun)
- Efek samping pengobatan: seperti penggunaan antibiotik atau obat jerawat oral yang membuat kulit lebih kering atau sensitif
Gejalanya bisa berupa kemerahan, gatal, perih, kulit terasa sangat kering, bersisik, atau mudah iritasi.
Mengapa Perlu Mengganti Skincare?
Ketika kulit dalam kondisi normal, ia mampu menerima berbagai jenis skincare—bahkan yang mengandung bahan aktif seperti AHA, BHA, retinol, atau vitamin C. Namun saat kulit stres atau sakit, kemampuan toleransi kulit menurun drastis.
Jika tetap menggunakan skincare aktif atau eksfoliatif, risikonya:
- Peradangan memburuk
- Skin barrier semakin rusak
- Muncul breakout baru atau reaksi alergi
Jenis Skincare yang Aman Saat Kulit Stres
1. Cleanser yang Lembut
Gunakan sabun wajah dengan formulasi gentle, bebas SLS, pH-balanced, dan tidak mengandung alkohol. Pembersih yang terlalu kuat bisa memperparah iritasi.
2. Moisturizer Penambah Skin Barrier
Pilih pelembap dengan ceramide, panthenol, hyaluronic acid, atau squalane. Kandungan ini membantu memperbaiki pelindung alami kulit.
3. Hindari Bahan Aktif Kuat
Tunda dulu penggunaan produk dengan retinol, exfoliant, atau acid-based. Fokus pada pemulihan terlebih dahulu.
4. Gunakan Sunscreen yang Ringan
Meskipun kulit sedang tidak sehat, tetap perlu perlindungan UV. Pilih sunscreen minimalis dan non-comedogenic, idealnya physical sunscreen berbasis zinc oxide atau titanium dioxide.
Rutinitas Sederhana Saat Kulit Sedang Tidak Sehat
| Waktu | Rutinitas |
| Pagi | Gentle cleanser – Hydrating toner (opsional) – Moisturizer – Sunscreen |
| Malam | Gentle cleanser – Moisturizer – Healing balm jika perlu (untuk spot kering/iritasi) |
Tips Tambahan Menjaga Kulit Saat Sedang Stres atau Sakit
- Kurangi frekuensi cuci muka menjadi 2 kali sehari
- Hindari scrubbing dan sheet mask yang terlalu beraroma
- Jaga hidrasi tubuh dan konsumsi makanan tinggi antioksidan
- Jangan coba-coba produk baru saat kulit sedang tidak stabil
Setelah Pulih, Kapan Bisa Kembali ke Skincare Aktif?
Kembalikan produk aktif secara perlahan. Lakukan patch test dan mulai dari konsentrasi rendah, maksimal 2–3 kali seminggu terlebih dahulu. Amati reaksi kulit minimal 7 hari sebelum menambah intensitas penggunaan.
Rekomendasi Produk Lembut untuk Kulit Stres: Nurilab
Jika kamu sedang mencari produk skincare yang lembut, aman, dan ramah untuk kulit stres atau sensitif, Nurilab menghadirkan solusi yang ideal. Rangkaian produknya telah diformulasikan tanpa alkohol, SLS, atau pewangi buatan, sehingga minim risiko iritasi.
Beberapa pilihan terbaik dari Nurilab:
- Gentle Cleanser: Membersihkan tanpa menghilangkan kelembapan alami
- Moisturizer Calming: Dengan kandungan ceramide dan allantoin untuk memperkuat skin barrier
- Hydrating Toner: Membantu menyejukkan dan menghidrasi kulit lelah
Kesimpulan:
Kulit adalah organ yang hidup dan bisa mengalami “down” saat tubuh kita tidak dalam kondisi terbaik. Saat seperti ini, skincare bukan soal mempercepat hasil, tetapi mendukung proses pemulihan alami kulit dengan pilihan yang lembut dan aman. Dengarkan kebutuhan kulitmu, dan sesuaikan perawatan secara bijak.