Skinimalism adalah tren perawatan kulit yang mengutamakan kesederhanaan, yaitu menggunakan sedikit produk skincare namun tetap fokus pada fungsinya. Bagi remaja yang sedang mencari cara aman dan efektif merawat kulit, skinimalism terdengar menarik. Tapi, pertanyaannya: apakah pendekatan minimalis ini benar-benar aman dan cocok untuk kulit remaja?

Yuk, simak penjelasan dari sudut pandang dermatolog dan temukan jawabannya!

Apa Itu Skinimalism?

Skinimalism adalah gabungan dari kata skin (kulit) dan minimalism (minimalis). Inti dari tren ini adalah mengurangi jumlah produk skincare yang digunakan, serta memprioritaskan bahan yang gentle, multifungsi, dan sesuai kebutuhan kulit.

Berbeda dari rutinitas 10-step skincare yang populer di media sosial, skinimalism mendorong rutinitas 3–4 langkah saja, seperti:

  • Gentle cleanser
  • Moisturizer
  • Sunscreen
  • (opsional) Treatment khusus sesuai kebutuhan (jerawat, bekas luka, dll)

Kenapa Skinimalism Populer di Kalangan Remaja?

Remaja umumnya mengalami perubahan hormon yang berdampak pada kondisi kulit, seperti munculnya jerawat, minyak berlebih, atau kulit sensitif. Nah, skinimalism hadir sebagai solusi yang:

  • Tidak ribet dan mudah dilakukan setiap hari
  • Lebih hemat secara biaya
  • Meminimalkan risiko iritasi karena terlalu banyak layering produk
  • Mendorong self-acceptance, tidak perlu selalu terlihat “glowing” atau “flawless”

Menurut Dr. Tika Widjaja, SpKK, skinimalism sangat cocok untuk remaja karena kulit usia muda sebenarnya tidak memerlukan terlalu banyak produk aktif.

Apakah Skinimalism Aman untuk Remaja?

Jawabannya: Ya, dengan catatan!

Skinimalism aman dan efektif jika:

  1. Produk yang digunakan sesuai jenis kulit (berminyak, kering, kombinasi, sensitif)
  2. Tidak mengabaikan kebutuhan dasar kulit: kebersihan, kelembapan, dan perlindungan dari sinar UV
  3. Tetap memperhatikan reaksi kulit terhadap suatu bahan

Namun, remaja tetap perlu berhati-hati jika:

  • Menghilangkan sunscreen dari rutinitas harian (ini bahaya!)
  • Menggunakan produk yang tidak sesuai klaimnya (misalnya, memakai oil untuk kulit super berminyak)
  • Meniru rutinitas skinimalism dari influencer tanpa memahami kebutuhan kulit sendiri

Rekomendasi Rutinitas Skinimalism untuk Remaja

LangkahProduk RekomendasiTips
1. Gentle CleanserpH seimbang, bebas SLSCuci wajah pagi & malam
2. MoisturizerNon-comedogenic, ringanGunakan setelah cuci muka
3. Sunscreen SPF 30+Hybrid atau gel-basedPakai setiap pagi, walau mendung
4. (Opsional) Spot TreatmentSalicylic Acid atau Tea TreeHanya di area jerawat aktif

Skinimalism vs. Skincare Lengkap: Mana Lebih Baik?

Tidak ada jawaban mutlak. Keduanya bisa baik tergantung kondisi kulit dan tujuannya. Namun, untuk remaja, para ahli lebih menyarankan rutinitas minimalis karena:

  • Kulit remaja belum terlalu butuh anti-aging
  • Risiko iritasi dari bahan aktif lebih tinggi pada usia muda
  • Gaya hidup remaja cenderung aktif dan butuh rutinitas yang praktis

Kesimpulan: Mulai dari Dasar, Dengarkan Kulitmu

Skinimalism bisa jadi pendekatan paling ideal untuk remaja, asal tetap memperhatikan kebutuhan dasar kulit dan menggunakan produk yang tepat. Ingat, kulit sehat tidak perlu ribet, tapi perlu konsistensi dan pemahaman yang benar.

Jika kamu mengalami breakout parah, kulit mengelupas, atau tidak yakin dengan pilihan produk, konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli skincare tepercaya.

Butuh rekomendasi produk skinimalism untuk remaja?

Cek Skincare yang dirancang khusus untuk kulit remaja Indonesia: ringan, non-comedogenic, dan aman untuk penggunaan jangka panjang.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra