Jerawat Papula: Ciri, Penyebab dan Cara Menanganinya
Pernah muncul benjolan merah yang keras dan nyeri di wajah, tapi tidak ada “kepala” nanahnya? Kamu mungkin bingung, ini jerawat biasa atau bukan. Kemungkinan besar itu jerawat papula, jenis jerawat meradang yang berbeda dari jerawat bernanah. Supaya penanganannya tidak salah, kenali dulu apa sebenarnya jerawat papula.
Apa Itu Jerawat Papula?
Jerawat papula adalah benjolan kecil berwarna merah yang terasa keras saat diraba. Papula muncul ketika sumbatan di pori terdorong lebih dalam ke kulit lalu memicu peradangan, seperti dijelaskan dalam panduan dermatolog AAD tentang jenis-jenis jerawat.
Beberapa hal yang perlu kamu tahu:
- Ukurannya kecil dan menonjol.
- Warnanya merah karena kulit sedang meradang.
- Tidak ada nanah di puncaknya.
- Termasuk jerawat meradang, yaitu jerawat yang tampak merah dan bengkak.
Papula sering menjadi tahap awal jerawat meradang. Kalau peradangannya berlanjut dan benjolan terisi cairan kekuningan, bentuknya berubah menjadi pustula. Perbedaannya dibahas di bagian berikutnya.
Ciri-Ciri Jerawat Papula
Supaya tidak keliru dengan jenis jerawat lain, perhatikan ciri-ciri berikut:
- Bentuk: benjolan kecil, menonjol, dan padat.
- Warna: merah atau kemerahan, kadang kulit di sekitarnya ikut memerah.
- Tekstur: keras saat diraba. Kalau papulanya banyak, area kulit bisa terasa kasar seperti amplas.
- Isi: tidak ada nanah, tidak ada kepala putih, dan tidak ada titik hitam.
- Sensasi: bisa terasa nyeri atau sensitif saat tersentuh.
Menurut Alodokter, papula umumnya bukan kondisi serius, tetapi tetap bisa mengganggu penampilan dan kenyamanan.
Kenapa Jerawat Papula Terasa Nyeri?
Rasa nyeri muncul karena papula adalah jerawat yang meradang. Area yang meradang menjadi merah, bengkak, dan lebih sensitif, sehingga terasa sakit saat disentuh atau tertekan.
Inilah alasan papula sebaiknya tidak dipencet atau dikorek. Menekan area yang sedang meradang hanya menambah masalah, dan penjelasan lengkapnya ada di bagian penanganan.
Papula, Pustula, Nodul, dan Kista: Apa Bedanya?
Keempatnya sama-sama jerawat meradang, tetapi ciri dan cara penanganannya berbeda. Tabel ini membantu kamu membedakannya.
| Jenis | Ciri | Ada Nanah? | Penanganan |
| Papula | Benjolan kecil, merah, keras | Tidak | Bisa dirawat di rumah, ke dokter jika banyak atau membandel |
| Pustula | Mirip papula, ada cairan putih atau kekuningan | Ya | Bisa dirawat di rumah, ke dokter jika tidak membaik |
| Nodul | Benjolan besar dan dalam di bawah kulit | Umumnya tidak | Perlu bantuan dokter kulit |
| Kista | Benjolan besar dan dalam, sering sangat nyeri | Ya | Perlu bantuan dokter kulit |
Papula dan nodul sama-sama terasa keras, jadi sering tertukar. Bedanya, nodul menembus jauh lebih dalam ke kulit dan sering meninggalkan parut permanen setelah sembuh. Kalau benjolanmu besar, dalam, dan sangat nyeri, kemungkinan itu bukan papula. Sebaiknya segera periksakan ke dokter kulit.
Penyebab Jerawat Papula
Penyebab papula sama dengan jerawat pada umumnya. Karena itu, penting untuk paham dulu bagaimana jerawat terbentuk, lalu faktor apa saja yang bisa memicu atau memperparahnya.
Bagaimana Jerawat Papula Terbentuk?
Prosesnya bisa dibayangkan seperti ini:
- Pori tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, dan bakteri.
- Sumbatan itu terdorong lebih dalam ke kulit.
- Tubuh merespons dengan peradangan, sehingga muncul benjolan merah yang keras.
AAD menjelaskan bahwa jenis jerawat yang muncul bergantung pada apa yang menyumbat pori. Rangkuman lengkapnya ada di halaman penyebab jerawat versi AAD.
Faktor yang Bisa Memicu atau Memperparah Jerawat Papula
Beberapa hal berikut bisa membuat papula lebih mudah muncul atau makin parah:
- Hormon. Saat pubertas, hormon androgen membuat kelenjar minyak membesar dan memproduksi lebih banyak minyak. Ini yang membuat jerawat sering muncul di usia remaja.
- Riwayat keluarga. Kalau orang tua atau saudara dekatmu pernah mengalami jerawat berat, risikomu lebih tinggi.
- Stres. Stres tidak menjadi penyebab jerawat, tetapi bisa memperparah jerawat yang sudah ada.
- Kurang tidur dan makanan tertentu. Keduanya bisa membuat jerawat memburuk pada sebagian orang.
- Produk berminyak. Makeup, skincare, atau produk rambut berminyak seperti pomade bisa ikut menyumbat pori.
Cara Menangani Jerawat Papula dengan Aman
Papula umumnya bisa ditangani lewat perawatan sederhana di rumah. Kuncinya konsisten dan sabar, karena hasilnya tidak instan.
Bersihkan Wajah Dua Kali Sehari dengan Bahan yang Tepat
Dermatolog dari AAD menyarankan mencuci wajah dua kali sehari dengan pembersih jerawat yang mengandung benzoyl peroxide atau salicylic acid. Dua bahan ini membantu membersihkan pori dan mengurangi bakteri penyebab jerawat.
Pilih produk yang tidak membuat kulit terasa perih atau panas. Iritasi justru bisa memperparah peradangan.
Gunakan Perawatan Oles yang Sesuai
Selain pembersih, jerawat meradang bisa dibantu dengan obat oles tanpa resep. AAD menyebut adapalene (turunan retinoid) membantu mencegah pori tersumbat, sedangkan benzoyl peroxide membantu mengurangi bakteri jerawat.
Mulai dengan pemakaian pelan-pelan dan perhatikan reaksi kulitmu. Jika muncul perih, merah berlebihan, atau kulit mengelupas parah, kurangi frekuensinya atau hentikan dulu.
Jangan Memencet atau Mengorek Papula
Ini bagian yang paling sering dilanggar. Memencet jerawat justru menambah peradangan, meningkatkan risiko infeksi, dan bisa meninggalkan perubahan warna di kulit, menurut penjelasan AAD tentang bekas jerawat. Akibatnya, bekas jerawat lebih mungkin muncul dan bertahan lama.
Papula juga tidak punya kepala nanah, jadi memencetnya tidak akan mengeluarkan apa-apa. Kamu hanya melukai kulit.
Beri Waktu dan Perhatikan Hasilnya
Perawatan jerawat butuh waktu untuk bekerja. AAD menyarankan menunggu sekitar 6 sampai 8 minggu sebelum menilai apakah perawatanmu berhasil. Kalau setelah waktu itu belum ada perbaikan, saatnya mempertimbangkan bantuan dokter kulit.
Kapan Jerawat Papula Perlu Diperiksakan ke Dokter Kulit?
Sebagian besar papula bisa ditangani sendiri. Namun, ada tanda yang sebaiknya tidak kamu tunda:
- Papula muncul banyak dan menyebar.
- Tidak membaik setelah sekitar 6 sampai 8 minggu perawatan rutin.
- Benjolan makin besar, dalam, dan nyeri, karena bisa jadi nodul atau kista.
- Mulai meninggalkan bekas.
Dokter bisa meresepkan obat oles yang kekuatannya disesuaikan dengan kondisi kulitmu, misalnya krim retinoid atau benzoyl peroxide, seperti yang dijelaskan Halodoc. Makin cepat jerawat ditangani, makin kecil peluang bekasnya.
Nurilab: Rekomendasi untuk Membantu Merawat Jerawat Papula
Nurilab adalah brand skincare yang berfokus pada kulit berjerawat, dikembangkan bersama dermatolog Korea dan Indonesia. Untuk melengkapi langkah di atas, ada beberapa produk yang bisa kamu pertimbangkan:
- Acne Conclearing™ Spot Drying Lotion. Spot treatment berwarna yang tersedia dalam 5 shade, mengandung salicylic acid 2%, sulfur 1%, dan zinc oxide + centella asiatica. Dalam uji klinis pada jerawat papul dan pustul selama 14 hari, 87% jerawat mengering dalam 24 jam.
- 3X Defense Gentle Cleansing Gel. Pembersih wajah sekaligus masker untuk kulit berjerawat dan sensitif. Dalam uji laboratorium, gel ini membunuh 99,99% bakteri penyebab jerawat dalam 60 detik.
- 5% Peptamide AI™ Acne Calming Moisturizer. Pelembap untuk membantu meredakan kulit yang meradang atau iritasi akibat jerawat sekaligus menjaga skin barrier.
Nurilab layak dipertimbangkan karena produknya dirancang untuk kulit berjerawat dan sensitif, sudah melalui uji dermatologis, serta harganya terjangkau dan mudah didapat. Hasil tiap orang bisa berbeda.
Produk ini membantu merawat jerawat meradang ringan sampai sedang. Kalau papulamu banyak, tidak membaik, atau berubah menjadi benjolan dalam dan nyeri, tetap konsultasikan ke dokter kulit. Setelah papula sembuh dan meninggalkan noda, Nurilab juga punya Triple-B Serum dan CorrecTone™ Spot Serum Concealer untuk bekas jerawat.
Siap merawat jerawatmu dengan lebih tepat? Lihat rangkaian perawatan jerawat Nurilab di nurilab.id dan pilih yang sesuai kondisi kulitmu.
Sumber
- American Academy of Dermatology, “How to treat different types of acne”: https://www.aad.org/public/diseases/acne/diy/types-breakouts
- American Academy of Dermatology, “Acne: Who gets and causes”: https://www.aad.org/public/diseases/acne/causes/acne-causes
- American Academy of Dermatology, “Acne scars: Overview”: https://www.aad.org/public/diseases/acne/derm-treat/scars