Pipi, dagu, dan area sekitar mulut tiba-tiba berjerawat setelah berjam-jam memakai masker? Kamu tidak sendirian. Kondisi ini cukup sering dialami dan dikenal dengan sebutan maskne.

Maskne adalah jerawat atau iritasi yang muncul di area wajah yang tertutup masker. Penyebabnya bukan satu hal saja, tetapi gabungan gesekan, panas, lembap, dan kulit yang tidak sempat bersih. Di artikel ini, kamu akan tahu penyebabnya, cara mencegahnya, dan cara merawat kulit agar tidak mudah berjerawat.

Baca juga: Penyebab Jerawat Mendem di Pipi dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Maskne dan Kenapa Bisa Muncul?

Nama maskne berasal dari gabungan kata mask dan acne. Menurut Alodokter, maskne muncul di area yang tertutup masker, seperti pipi, dagu, hidung, dan sekitar mulut. Secara medis, jerawat jenis ini berkaitan dengan acne mechanica, yaitu jerawat yang dipicu gesekan atau tekanan pada kulit.

Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari komedo, bintik merah, sampai benjolan yang meradang. Kulit juga bisa terasa gatal atau perih. Karena itu, maskne tidak selalu sama dengan jerawat hormonal biasa.

Penyebab Maskne

Ada tiga hal utama yang membuat kulit di balik masker lebih mudah bermasalah. Ketiganya sering terjadi bersamaan, sehingga efeknya terasa lebih kuat.

Gesekan dan Tekanan dari Masker

Saat kamu bicara, bergerak, atau menyesuaikan masker, bahan masker bergesekan dengan kulit. Gesekan yang berulang membuat kulit iritasi dan pori-pori lebih mudah tersumbat. Menurut Yale Medicine, tekanan dan gesekan ini termasuk pemicu utama jerawat akibat masker.

Panas, Lembap, dan Napas yang Terperangkap

Napas dan keringat membuat area di balik masker menjadi hangat dan lembap. Kondisi ini membuat minyak dan keringat mudah menumpuk di permukaan kulit. Campuran tersebut dapat menyumbat pori dan memicu jerawat, seperti dijelaskan juga oleh pakar kulit dari UGM.

Masker Kotor, Kulit Tidak Dibersihkan, dan Produk yang Menyumbat

Masker yang dipakai berulang tanpa dicuci bisa menyimpan minyak, keringat, dan kotoran. Produk yang terlalu berat atau makeup tebal di bawah masker juga dapat menambah risiko pori tersumbat. Jadi, bukan hanya maskernya, tetapi juga apa yang menempel di kulit sepanjang hari.

Siapa yang Lebih Berisiko Kena Maskne?

Siapa pun bisa mengalaminya, tetapi risikonya lebih besar pada orang yang berkulit berminyak atau memang mudah berjerawat. Orang yang memakai masker berjam-jam, misalnya tenaga kesehatan, pekerja lapangan, atau pengendara motor, juga lebih rentan. Semakin lama kulit tertutup dan berkeringat, semakin besar peluang pori tersumbat.

Baca juga: Tipe Jerawat Berdasarkan Letak dan Cara Mengatasinya

Cara Mencegah Maskne

Mencegah biasanya lebih mudah daripada mengatasi jerawat yang sudah meradang. Mulai dari pilihan masker sampai persiapan kulit, berikut hal-hal yang bisa kamu lakukan.

Pilih Masker yang Nyaman dan Pas

Pilih masker dengan bahan lembut dan mudah menyerap keringat. Ukurannya sebaiknya pas, tidak terlalu longgar sampai sering bergeser, tetapi juga tidak menekan kulit. Untuk jenis masker tertentu yang dibutuhkan karena kondisi kesehatan atau pekerjaan, tetap ikuti anjuran tenaga medis.

Ganti dan Cuci Masker Secara Rutin

Masker kain sebaiknya dicuci setelah dipakai. Masker sekali pakai tidak perlu dipakai ulang. Ganti masker juga jika sudah terasa lembap atau kotor, karena kondisi ini membuat kulit lebih mudah iritasi.

Persiapkan Kulit Sebelum Memakai Masker

Pastikan wajah bersih sebelum memakai masker. Setelah itu, gunakan pelembap tipis agar kulit lebih terlindungi dari gesekan. Hindari produk yang terlalu berat dan makeup tebal di area yang akan tertutup masker.

Tips Merawat Wajah agar Tidak Mudah Berjerawat karena Masker

Selain mencegah, perawatan harian yang tepat membantu kulit tetap seimbang. Berikut empat kebiasaan sederhana yang bisa kamu mulai.

Cuci Muka dengan Lembut

Cuci muka setelah melepas masker, terutama kalau kamu berkeringat. Gunakan pembersih yang lembut dan jangan menggosok wajah terlalu keras. Soal suhu air, hindari air yang terlalu panas karena bisa membuat kulit makin iritasi.

Jaga Kelembapan dengan Pelembap

Gesekan masker dapat membuat skin barrier lebih rentan. Pelembap yang ringan membantu kulit tetap lembap tanpa terasa berat. Kulit yang kelembapannya terjaga cenderung lebih nyaman dipakai bermasker.

Tetap Pakai Tabir Surya

Masker tidak menggantikan tabir surya. Bagian wajah yang terbuka, seperti dahi dan area sekitar mata, tetap perlu perlindungan dari sinar UV saat kamu beraktivitas di luar ruangan.

Minimalkan Makeup dan Jangan Memencet Jerawat

Kurangi penggunaan makeup di area yang tertutup masker, apalagi yang bertekstur tebal. Jangan juga memencet atau menggaruk jerawat, karena bisa memperparah peradangan dan meninggalkan bekas.

Kapan Maskne Perlu Dicek ke Dokter?

Maskne ringan biasanya bisa membaik dengan perawatan dasar yang konsisten. Namun, ada kondisi yang sebaiknya kamu konsultasikan ke dokter kulit:

  • Jerawat meradang, nyeri, atau makin banyak.
  • Tidak membaik setelah beberapa waktu dirawat dengan rutin.
  • Muncul gejala iritasi atau alergi, seperti ruam, gatal hebat, atau kulit melepuh.

Penanganan maskne bisa berbeda dari jerawat biasa, jadi penilaian dokter membantu menentukan langkah yang paling sesuai untuk kulitmu. Hindari mengobati sendiri tanpa arahan, terutama kalau kulit sudah terasa perih.

Alur Harian: Sebelum, Saat, dan Sesudah Memakai Masker

Supaya mudah diingat, kamu bisa membagi perawatan jadi tiga momen sepanjang hari.

Sebelum memakai masker. Setelah wajah bersih, pakai pelembap seperti Nurilab 5% Peptamide AI Acne Calming Moisturizer. Menurut informasi di situs resmi Nurilab, produk ini dikembangkan untuk membantu menjaga skin barrier kulit berjerawat. Kalau kamu beraktivitas di luar, lanjutkan dengan tabir surya seperti Hy Glow, Bye UV! atau Hy Matte, Bye UV! sesuai preferensi tampilan kulitmu.

Saat memakai masker. Di momen ini kamu tidak perlu produk apa pun. Cukup ganti masker saat terasa lembap dan usahakan tidak sering memegang atau menggaruk wajah.

Sesudah melepas masker. Bersihkan wajah dengan Nurilab 3x Defense Gentle Cleansing Gel untuk mengangkat minyak, keringat, dan kotoran, lalu lanjutkan dengan pelembap. Kalau jerawat sebelumnya sudah meninggalkan bekas, Nurilab menyediakan opsi seperti Triple-B Serum atau CorrecTone Spot Serum Concealer yang bisa kamu pelajari lebih lanjut di halaman produknya.

Kamu bisa melihat rangkaian produk lengkapnya di situs resmi Nurilab dan menyesuaikannya dengan kondisi kulitmu.

Disclaimer

Informasi produk Nurilab pada artikel ini mengacu pada halaman resmi nurilab.id dan bersifat edukatif. Hasil perawatan dapat berbeda pada setiap orang, dan artikel ini bukan pengganti konsultasi dengan dokter. Jika jerawat tidak membaik atau kulit terasa iritasi, konsultasikan dengan dokter kulit.