Ada benjolan keras yang nyeri di pipi, tidak kunjung kempis, dan rasanya ingin sekali dipencet. Tahan dulu. Jerawat mendem terbentuk jauh di bawah permukaan kulit, jadi memencetnya justru bisa memperburuk keadaan, dan penyembuhannya memang butuh waktu. Yuk, kenali dulu apa itu jerawat mendem, lalu simak penyebab, cara mengatasi, dan cara merawat bekasnya.

Baca juga: Apakah Bekas Jerawat Bisa Hilang dengan Sendirinya?

Apa Itu Jerawat Mendem dan Kenapa Terasa Nyeri?

Jerawat mendem adalah jerawat nodul, yaitu jerawat yang terbentuk jauh di bawah kulit. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), jerawat dalam seperti ini bisa terasa sebagai benjolan meski belum terlihat jelas di permukaan. Dua hal di bawah membantu kamu mengenalinya.

Ciri-Ciri Jerawat Mendem

  • Benjolan keras di bawah kulit, sering tampak kemerahan.
  • Terasa nyeri, terutama saat disentuh.
  • Lama kempis, bisa berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, menurut Alodokter.
  • Berpotensi meninggalkan bekas, seperti noda atau bopeng.

Beda dengan Jerawat Biasa

Jerawat biasa umumnya lebih dangkal dan lebih cepat membaik. Jerawat mendem berbeda karena peradangannya terjadi lebih dalam. Dalam percakapan sehari-hari, istilah “jerawat mendem” dan “jerawat batu” sering dipakai bergantian untuk jerawat jenis ini. Karena letaknya dalam, penanganannya perlu lebih hati-hati.

Penyebab Jerawat Mendem di Pipi

Jerawat mendem jarang punya satu penyebab tunggal. Biasanya ada gabungan faktor dari dalam tubuh dan kebiasaan harian. Tiga kelompok penyebab berikut paling sering disebut.

Pori Tersumbat, Bakteri, dan Peradangan

Pori yang tersumbat oleh minyak, kotoran, dan sel kulit mati bisa terinfeksi bakteri Cutibacterium acnes. Akibatnya terjadi peradangan di lapisan kulit yang lebih dalam, dan itulah yang membentuk benjolan nyeri. Alodokter menjelaskan proses ini sebagai penyebab utama jerawat nodul.

Hormon, Genetik, dan Stres

Beberapa faktor dari dalam tubuh dapat berkontribusi:

  • Perubahan hormon, misalnya saat pubertas, menjelang menstruasi, kehamilan, atau menopause.
  • Faktor keturunan, yang menurut Alodokter dapat memengaruhi produksi minyak.
  • Stres, yang dapat meningkatkan kadar kortisol dan produksi minyak di kulit.

Ini sifatnya faktor pemicu, bukan kepastian. Kalau jerawat mendem muncul berulang, dokter kulit bisa membantu mencari tahu penyebabnya.

Kebiasaan Harian yang Memengaruhi Pipi

Pipi adalah area yang sering bersentuhan dengan benda lain. Berdasarkan artikel Alodokter tentang jerawat di pipi, beberapa pemicunya:

  • Sarung bantal dan sprei kotor, yang bisa menempelkan kotoran dan bakteri ke kulit.
  • Ponsel yang jarang dibersihkan, karena minyak dan bakteri bisa berpindah ke pipi saat menelepon.
  • Makeup yang berminyak atau tidak cocok, terutama yang tidak berlabel non-comedogenic.
  • Keringat dan sebum yang tidak dibersihkan.
  • Pola makan tinggi gula dan karbohidrat, yang menurut Alodokter dapat memicu jerawat.
  • Obat tertentu, seperti kortikosteroid jangka panjang.

Cara Mengatasi Jerawat Mendem di Rumah

Jerawat mendem butuh waktu untuk sembuh. Tujuan perawatan di rumah adalah membantu meredakan nyeri dan membiarkan jerawat sembuh dengan aman, bukan mengempiskannya dalam semalam. Berikut langkah yang bisa kamu coba.

Kompres Hangat

AAD menyarankan kompres dengan kain bersih yang dibasahi air hangat selama 10 sampai 15 menit, sebanyak tiga kali sehari. Cara ini membantu jerawat bergerak mendekati permukaan sehingga lebih mudah sembuh. Pakai kain yang bersih setiap kali.

Alodokter menyebut kompres dingin selama 10 menit untuk membantu mengurangi radang dan nyeri. Kedua sumber punya saran berbeda, jadi pilih yang terasa nyaman di kulitmu, dan tanyakan ke dokter kulit bila ragu.

Obat Oles untuk Jerawat Mendem

Setelah kompres hangat membantu jerawat bergerak mendekati permukaan, kamu bisa mulai memakai obat oles. Menurut AAD, bahan seperti adapalene, azelaic acid, benzoyl peroxide, atau salicylic acid bekerja lebih baik pada tahap ini. Oleskan tipis saja karena terlalu banyak bisa mengiritasi kulit. Produk totol (spot treatment) juga praktis karena bisa dipakai tepat di area jerawat, jadi kulit di sekitarnya tidak ikut terkena.

Perlu diingat, Alodokter menyebut jerawat mendem sering tidak cukup ditangani dengan obat jerawat biasa dan perlu ditangani dokter. Jadi, produk bebas boleh dicoba, tetapi jangan menunda ke dokter bila tidak membaik.

Yang Tidak Boleh Dilakukan: Memencet

Jangan memencet, menggaruk, atau mengorek jerawat mendem. Menurut AAD, tindakan ini membuat jerawat makin terlihat dan meningkatkan risiko infeksi, perubahan warna kulit, serta bekas luka, terutama pada kulit yang lebih gelap. Letaknya yang dalam membuat jerawat ini tidak bisa dikeluarkan dengan memencet.

Lindungi Kulit dari Matahari

Sebagian perawatan jerawat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. AAD menyarankan sunscreen broad-spectrum, tahan air, SPF 30 ke atas, dengan label non-comedogenic atau tidak menyumbat pori.

Baca juga: Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Berjerawat dan Sensitif

Kapan Harus ke Dokter Kulit dan Apa Penanganan Medisnya?

Segera ke dokter kulit bila jerawat mendem tidak membaik setelah perawatan di rumah, muncul beberapa sekaligus, atau mulai meninggalkan bekas. Dokter bisa memberi pengobatan yang lebih kuat dan prosedur yang tidak bisa kamu lakukan sendiri.

Menurut Alodokter, beberapa pilihan yang bisa diberikan dokter sesuai kondisi pasien:

  • Obat oles resep, kadang dikombinasikan dengan antibiotik atau retinoid.
  • Antibiotik oral untuk jerawat yang parah, banyak, atau berulang.
  • Pil KB atau spironolakton untuk kasus yang dipicu hormon pada perempuan.
  • Isotretinoin untuk kasus berat, yang tidak boleh dipakai oleh ibu hamil atau yang merencanakan kehamilan.
  • Suntikan kortison untuk jerawat besar dan nyeri yang tidak kunjung sembuh.
  • Laser atau chemical peeling untuk membantu memperbaiki bekasnya.

Dokter akan menentukan pilihan yang sesuai dengan kondisimu, jadi jangan membeli atau menggunakan obat resep tanpa pemeriksaan.

Cara Mencegah Jerawat Mendem Muncul Lagi

Jerawat mendem sulit dicegah sepenuhnya, apalagi bila dipengaruhi genetik atau hormon. Meski begitu, kebiasaan berikut membantu menekan risikonya:

  • Cuci muka dua kali sehari dengan produk yang lembut dan non-comedogenic.
  • Bersihkan makeup sebelum tidur agar pori tidak tersumbat.
  • Ganti sarung bantal secara rutin dan pilih bahan katun yang menyerap keringat.
  • Bersihkan ponsel setiap hari dengan kain sedikit basah.
  • Cuci tangan sebelum menyentuh wajah.
  • Kelola stres lewat olahraga atau teknik relaksasi.
  • Pakai pelembap dan sunscreen yang ringan dan tidak menyumbat pori.

Cara Merawat Bekas Jerawat Mendem agar Kulit Mulus Kembali

Setelah jerawat mereda, urusan bekasnya belum selesai. Bekas jerawat ada beberapa jenis, dan cara merawatnya berbeda. Kenali dulu jenisnya.

Noda Gelap atau Kemerahan vs Bekas Luka Cekung

Setelah jerawat sembuh, kadang yang tersisa hanya bercak berwarna yang rata dengan permukaan kulit. Menurut AAD, itu biasanya noda pascajerawat, bukan bekas luka. Bekas luka adalah permukaan kulit yang menjadi tidak rata, misalnya cekung.

AAD mencatat jerawat yang dalam dan kebiasaan memencet meningkatkan risiko bekas luka. Bekas luka juga jarang hilang sepenuhnya dengan sendirinya.

Cara Memudarkan Noda Gelap

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan, berdasarkan panduan AAD tentang noda gelap:

  • Tangani jerawatnya dulu. Noda biasanya memudar setelah jerawat terkendali.
  • Pakai produk yang lembut, misalnya yang berlabel untuk kulit sensitif.
  • Pakai sunscreen SPF 30 ke atas setiap hari supaya noda tidak makin gelap.
  • Beri waktu. Noda yang hanya beberapa tingkat lebih gelap dari warna kulit umumnya memudar dalam sekitar 6 sampai 12 bulan.
  • Konsultasikan bahan aktif. AAD menyebut azelaic acid, kojic acid, retinoid, dan vitamin C dapat membantu, tetapi sebaiknya dipakai dengan arahan dokter bila kulitmu sensitif.

Hindari produk pemutih tanpa izin edar. AAD mengingatkan sebagian produk semacam itu ditemukan mengandung steroid atau merkuri yang tidak dicantumkan di label. Pilih produk yang terdaftar resmi di BPOM.

Bekas Luka Cekung: Konsultasi ke Dokter

Bekas luka cekung sebaiknya ditangani dokter kulit. AAD menyebut dokter kulit bersertifikat dapat membantu mengurangi tampilan bekas luka. Produk skincare bebas umumnya ditujukan untuk noda, bukan untuk mengembalikan permukaan kulit yang cekung.

Rekomendasi Produk Nurilab untuk Jerawat dan Bekas Jerawat

Nurilab adalah brand skincare yang berfokus pada kulit berjerawat, dikembangkan bersama dermatolog Korea dan Indonesia. Produk di bawah ini berfungsi sebagai pendamping rutinitas perawatan kulitmu, bukan pengganti penanganan dokter untuk jerawat mendem yang nyeri atau membandel. Semua klaim berasal dari halaman produk resmi Nurilab.

Acne Conclearing™ Spot Drying Lotion untuk Jerawat yang Sudah Muncul di Permukaan

Acne Conclearing™ Spot Drying Lotion dipakai dengan cara ditotol pada jerawat. Menurut Nurilab, kandungannya salicylic acid 2%, sulfur 1%, dan zinc oxide + centella asiatica yang membantu menyamarkan tampilan jerawat. Dalam uji 14 hari dengan pemakaian dua kali sehari, Nurilab melaporkan penurunan jumlah papula dan pustula.

Klaim tersebut berlaku untuk papula dan pustula, bukan jerawat mendem yang masih dalam. Sejalan dengan saran AAD, produk totol seperti ini lebih cocok dipakai saat jerawat sudah mendekati permukaan. Cara pakainya: kocok botol, totolkan dengan aplikator, dan ulangi seperlunya.

Gentle Cleansing Gel dan Acne Calming Moisturizer untuk Rutinitas Harian

  • 3X Defense Gentle Cleansing Gel: pembersih lembut dengan centella asiatica 5% dan ekstrak teh hijau 3%. Dalam uji konsumen Nurilab pada 28 subjek berkulit berjerawat selama 7 hari, 86% setuju produk ini menenangkan peradangan kulit. Hasil dapat berbeda pada tiap orang.
  • 5% Peptamide AI™ Acne Calming Moisturizer: menurut Nurilab, produk ini non-comedogenic dan non-acnegenic untuk kulit berjerawat dan sensitif. Dalam uji klinis Nurilab pada 10 subjek perempuan Indonesia di laboratorium fasilitas produksi, produk ini disebut memperkuat skin barrier hingga 52% dan menjaga kelembapan hingga 72 jam. Cek daftar bahan lengkapnya di halaman produk dan coba di area kecil kulit terlebih dahulu.

Triple-B Serum dan CorrecTone™ untuk Bekas Jerawat

Dua produk ini ditujukan untuk noda gelap atau kemerahan (PIH dan PIE), bukan bekas luka cekung:

  • Triple-B Serum: mengandung 10% triple vitamin B (niacinamide 5%, panthenol 5%, dan vitamin B12). Menurut Nurilab, serum ini membantu mencerahkan, meratakan warna kulit, dan menyamarkan tampilan bekas jerawat gelap maupun kemerahan.
  • CorrecTone™ Spot Serum Concealer: concealer 2 in 1 dengan niacinamide 5% dan encapsulated salicylic acid 1%. Nurilab melaporkan penurunan noda gelap sebesar 12% dan noda merah sebesar 22% dalam 14 hari, berdasarkan uji klinis pada subjek Indonesia di laboratorium fasilitas produksi.

Sunscreen Hy Glow dan Hy Matte

Hy Glow, Bye UV! adalah sunscreen SPF 50 PA++++ yang menurut Nurilab non-comedogenic dan cocok untuk kulit kering serta sensitif. Untuk kulit berminyak dan berjerawat, tersedia varian Hy Matte, Bye UV!. Sunscreen penting agar noda bekas jerawat tidak makin gelap, seperti yang disarankan AAD.

Ajakan Bertindak

Kamu bisa menyusun rutinitasmu lewat toko resmi di nurilab.id, Shopee Mall, TikTok Shop, atau Lazada Mall. Setiap pembelian disertai akses konsultasi dengan dermatolog Nurilab, jadi kamu bisa menanyakan kecocokan produk dengan kondisi kulitmu. Cek harga terbaru langsung di toko resmi. Kalau jerawat mendemmu nyeri atau tidak membaik, konsultasikan ke dokter kulit.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau saran dokter. Klaim hasil produk Nurilab berasal dari uji internal dan uji konsumen Nurilab pada jumlah subjek terbatas, sesuai halaman produk resmi saat artikel ini disusun, dan hasil dapat berbeda pada setiap orang. Produk Nurilab tidak menggantikan pengobatan medis dan tidak ditujukan untuk mengatasi jerawat mendem yang dalam.