Minggu ini jerawat muncul di dahi, bulan lalu di pipi, dan sekarang di dagu. Wajar kalau kamu bertanya-tanya, apakah tiap letak ada artinya? Jawabannya: letak jerawat bisa memberi petunjuk soal pemicunya, seperti produk rambut, kebiasaan harian, atau hormon, tetapi bukan penanda penyakit organ tertentu. Yuk, kenali dulu jenis jerawat dan mitos soal letaknya, lalu lanjut ke tiap area wajah.

Baca juga: Jerawat Papula: Ciri, Penyebab dan Cara Menanganinya

Letak Jerawat dan Jenisnya: Apa yang Perlu Kamu Tahu?

Jerawat bisa muncul di area wajah mana pun, dan area tertentu punya pemicu yang lebih khas. Dahi sering terkena produk rambut, pipi sering bersentuhan dengan ponsel dan bantal, sedangkan dagu sering dikaitkan dengan hormon.

Dari tampilannya, jerawat juga bermacam-macam:

  • Sumbatan pori: pori tersumbat minyak dan sel kulit mati, biasanya masih kecil dan tidak terlalu meradang.
  • Jerawat meradang: benjolan merah yang kadang berisi nanah.
  • Jerawat dalam: benjolan keras dan nyeri di bawah kulit yang sering disebut jerawat mendem.

Artikel ini mengelompokkan jerawat berdasarkan letaknya, karena di situlah pemicu sehari-harinya paling mudah dikenali.

Benarkah Letak Jerawat Menandakan Masalah Organ Tubuh?

Mungkin kamu pernah dengar bahwa jerawat di dahi berarti masalah pencernaan, atau jerawat di pipi berkaitan dengan paru-paru. Anggapan ini dikenal sebagai face mapping, dan tidak didukung bukti ilmiah yang kuat. Alodokter bahkan membantah mitos populer bahwa jerawat di pipi berkaitan dengan banyaknya pacar.

Penjelasan yang didukung sumber kesehatan lebih sederhana: pori tersumbat, bakteri, hormon, produk yang dipakai, dan kebiasaan yang membuat area tertentu lebih sering bersentuhan dengan benda atau produk tertentu. Jadi jangan panik dulu saat jerawat muncul di satu area. Cek dulu kebiasaan dan produk yang kamu pakai.

Jerawat di Dahi

Dahi sering berminyak dan sering terkena produk rambut maupun tangan. Berikut pemicu dan cara mengatasinya.

Penyebab Jerawat di Dahi

Menurut Alodokter, beberapa penyebabnya:

  • Produksi minyak berlebih, yang bisa dipicu hormon, stres, atau keringat.
  • Sering menyentuh dahi dengan tangan yang kotor.
  • Kosmetik berminyak yang menyumbat pori.
  • Minyak rambut, seperti pomade atau gel, yang bisa membuat dahi lebih berminyak.

Cara Mengatasinya

Untuk jerawat ringan sampai sedang, Alodokter menyebut obat oles berbahan salicylic acid, azelaic acid, benzoyl peroxide, atau retinoid, dan sebagian tersedia tanpa resep. Jangan memencet jerawat karena bisa memperlambat penyembuhan dan meninggalkan bekas. Cek juga produk rambut dan kosmetik yang kamu pakai.

Kalau jerawat sudah muncul di permukaan, Acne Conclearing™ Spot Drying Lotion dari Nurilab bisa ditotolkan langsung pada jerawat. Bila jerawat mengganggu atau cukup parah, konsultasikan ke dokter kulit.

Jerawat di Pipi

Pipi adalah area yang paling sering bersentuhan dengan benda lain, jadi kebiasaan harian sering ikut berperan.

Penyebab Jerawat di Pipi

Berdasarkan Alodokter, pemicunya antara lain:

  • Pori tersumbat dan bakteri, serta perubahan hormon dan stres.
  • Layar ponsel yang kotor saat menelepon.
  • Sarung bantal dan sprei yang jarang diganti.
  • Makeup yang tidak cocok atau berminyak.
  • Polusi, kurang tidur, dan pola makan tinggi gula.

Cara Mengatasi dan Mencegahnya

Kebiasaan sederhana ini membantu:

  • Cuci muka dua kali sehari dengan produk non-comedogenic, lalu pakai pelembap.
  • Bersihkan makeup sebelum tidur.
  • Jangan sering menyentuh wajah.
  • Bersihkan layar ponsel dan ganti sarung bantal secara rutin.

Menurut Alodokter, sebagian besar jerawat bisa hilang sendiri seiring waktu, tetapi konsultasikan ke dokter bila tidak membaik. Untuk rutinitas harian, produk seperti 3X Defense Gentle Cleansing Gel dan Acne Calming Moisturizer dari Nurilab bisa jadi pilihan karena menurut Nurilab sama-sama sesuai untuk kulit berjerawat.

Kalau benjolan di pipimu keras, nyeri, dan terasa dalam, itu bisa jadi jerawat mendem yang penanganannya berbeda. Pelajari lebih lanjut di artikel kami tentang jerawat mendem di pipi.

Jerawat di Dagu dan Rahang

Dagu dan rahang sering dikaitkan dengan faktor hormon. Hormon bisa berkontribusi, tetapi bukan satu-satunya penyebab.

Penyebab Jerawat di Dagu

Menurut Alodokter:

  • Kebersihan wajah kurang terjaga, sehingga pori tersumbat.
  • Perubahan hormon, misalnya saat pubertas, menjelang menstruasi, atau pada kondisi tertentu seperti PCOS.
  • Rambut tumbuh ke dalam kulit, terutama akibat cukur jenggot yang kurang tepat.
  • Stres, yang dapat memperburuk jerawat yang sudah ada.

Kalau jerawat di dagu muncul berulang, jangan menebak sendiri penyebabnya. Dokter kulit bisa membantu mencari tahu.

Cara Mengatasinya

  • Cuci muka dua kali sehari dengan pembersih ringan.
  • Jangan memencet atau menyentuh jerawat.
  • Kelola stres dan cukup minum air.
  • Pakai sunscreen saat beraktivitas di luar rumah.

Alodokter menyarankan krim benzoyl peroxide atau retinoid sebaiknya dipakai setelah berkonsultasi dengan dokter. Segera periksa bila jerawat tetap muncul meski pemicunya sudah dihindari, atau bila jerawat juga muncul di bagian tubuh lain.

Jerawat di Sekitar Bibir

Tidak semua bintil di sekitar bibir adalah jerawat. Kenali dulu perbedaannya supaya tidak salah menangani.

Penyebab Jerawat di Sekitar Bibir

Menurut Alodokter, pori yang tersumbat sebum dan sel kulit mati bisa memicu jerawat di area ini. Faktor lain yang disebut antara lain kulit berminyak, perubahan hormon, genetik, stres dan kurang tidur, obat tertentu, iritasi dari sabun keras atau kosmetik, serta polusi.

Jerawat atau Herpes? Jerawat atau Dermatitis Perioral?

Beberapa kondisi di sekitar mulut bisa terlihat mirip jerawat:

  • Jerawat: benjolan yang nyeri saat disentuh, dan tidak menular.
  • Herpes: lepuhan berisi cairan bening yang muncul berkelompok, terasa gatal atau perih terus-menerus, dan bisa menular.
  • Dermatitis perioral: ruam kemerahan di sekitar mulut dengan bintil kecil mirip jerawat yang terasa gatal atau perih. Menurut Alodokter, kondisi ini tidak menular dan bisa dipicu kortikosteroid topikal, kosmetik tertentu, atau pasta gigi berfluoride.

Bila ruam di sekitar bibir disertai gatal atau rasa terbakar, atau jerawat tidak kunjung membaik, periksakan ke dokter.

Cara Mengatasinya

Cuci wajah dua kali sehari dengan sabun yang lembut dan pilih produk berlabel non-comedogenic. Alodokter menyebut obat jerawat berbahan benzoyl peroxide, sulfur, resorcinol, atau salicylic acid, tetapi pastikan sesuai dengan kondisi kulitmu. Seperti area lain, jangan memencet jerawat.

Cara Mengatasi Jerawat Apa Pun Letaknya Agar Cepat Mereda dan Tidak Berbekas

Apa pun letaknya, prinsip dasarnya sama. Berdasarkan panduan American Academy of Dermatology (AAD):

  • Cuci muka dengan lembut, maksimal dua kali sehari dan setelah berkeringat, memakai pembersih yang tidak abrasif.
  • Hindari scrub kasar, toner, dan eksfoliasi yang bisa mengeringkan kulit dan memperburuk jerawat.
  • Jangan memencet jerawat. Ini memperlambat jerawat sembuh dan meningkatkan risiko bekas serta noda gelap.
  • Jangan terlalu sering ganti perawatan. Beri waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan.
  • Pakai sunscreen broad-spectrum SPF 30 ke atas yang berlabel non-comedogenic.

Soal bekas, jerawat butuh waktu untuk mereda, jadi jangan berharap hasil instan. Memencet adalah penyebab bekas yang paling bisa kamu cegah sendiri. Menurut AAD, noda gelap pascajerawat yang hanya beberapa tingkat lebih gelap dari warna kulit umumnya memudar dalam sekitar 6 sampai 12 bulan, dan sunscreen membantu mencegahnya makin gelap. Bekas yang cekung sebaiknya ditangani dokter kulit, karena menurut AAD bekas luka jarang hilang sepenuhnya dengan sendirinya.

Baca juga: Nurilab: Skincare untuk Kulit Berjerawat dan Kusam

Kapan Perlu ke Dokter Kulit?

Konsultasikan ke dokter kulit bila:

  • Jerawat tidak membaik setelah dirawat dengan rutin.
  • Jerawat terasa nyeri atau dalam.
  • Jerawat mulai meninggalkan bekas.
  • Jerawat juga muncul di bagian tubuh lain.
  • Tampilannya tidak seperti jerawat biasa, misalnya ruam gatal atau lepuhan di sekitar mulut.

Menurut AAD, dokter bisa membantu mencari penyebab, mengarahkan perawatan, dan mengurangi risiko bekas.

Pilih Perawatan Sesuai Kondisi Kulitmu: Panduan Cepat dengan Produk Nurilab

Produk Nurilab di bawah ini hanya pendamping rutinitas perawatan kulit, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Pilih sesuai kondisi kulitmu.

Kondisi kulitmu

Langkah yang disarankan

Produk Nurilab yang bisa dipertimbangkan

Kulit perlu dibersihkan dengan lembut setiap hari

Cuci muka dua kali sehari

3X Defense Gentle Cleansing Gel. Menurut Nurilab, mengandung centella asiatica 5% dan ekstrak teh hijau 3%. Dalam uji konsumen 28 subjek berkulit berjerawat selama 7 hari, 86% setuju produk ini menenangkan peradangan kulit

Ada jerawat yang sudah muncul di permukaan

Totolkan seperlunya pada jerawat

Acne Conclearing™ Spot Drying Lotion. Menurut Nurilab, mengandung salicylic acid 2%, sulfur 1%, zinc oxide + centella asiatica. Uji 14 hari menunjukkan penurunan papula dan pustula, bukan jerawat dalam

Kulit terasa kering atau perih saat berjerawat

Pakai pelembap setelah membersihkan wajah

5% Peptamide AI™ Acne Calming Moisturizer. Menurut Nurilab non-comedogenic dan non-acnegenic. Uji klinis Nurilab pada 10 subjek: skin barrier hingga 52% dan kelembapan hingga 72 jam

Ada noda gelap atau kemerahan sisa jerawat

Rawat noda secara bertahap

Triple-B Serum, yang menurut Nurilab membantu mencerahkan dan menyamarkan tampilan PIH dan PIE. Atau CorrecTone™ Spot Serum Concealer: dalam uji klinis Nurilab selama 14 hari, noda gelap turun 12% dan noda merah turun 22%

Bekas jerawat jangan sampai makin gelap

Pakai sunscreen setiap hari

Hy Glow, Bye UV! (SPF 50 PA++++, untuk kulit kering dan sensitif) atau Hy Matte, Bye UV! untuk kulit berminyak dan berjerawat

Jerawat dalam, nyeri, atau berulang

Periksakan ke dokter kulit

Setiap pembelian Nurilab disertai akses konsultasi dengan dermatolog, sebagai pelengkap dan bukan pengganti pemeriksaan langsung

Hasil produk dapat berbeda pada tiap orang. Kamu bisa mendapatkan produk Nurilab di toko resmi nurilab.id, Shopee Mall, TikTok Shop, atau Lazada Mall. Kalau jerawatmu tidak kunjung membaik, konsultasikan ke dokter kulit.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau saran dokter. Klaim hasil produk Nurilab berasal dari uji internal dan uji konsumen Nurilab pada jumlah subjek terbatas, sesuai halaman produk resmi saat artikel ini disusun, dan hasil dapat berbeda pada setiap orang. Produk Nurilab tidak menggantikan pengobatan medis dan tidak dapat menjamin jerawat hilang tanpa bekas. Bila kamu sedang hamil, menyusui, memiliki kulit sangat sensitif, atau memakai obat dari dokter, konsultasikan dulu sebelum mencoba produk baru, dan hentikan pemakaian jika muncul iritasi.