by Lugi Nurilab | Jul 10, 2025 | Lifestyle & Nutrition
Setelah seharian penuh beraktivitas, banyak orang langsung tertidur tanpa sempat membersihkan wajah. Padahal, kebiasaan tidak mencuci wajah sebelum tidur bisa menyebabkan berbagai masalah kulit, mulai dari jerawat, kusam, hingga penuaan dini. Membersihkan wajah sebelum tidur bukan hanya soal kebersihan, tapi bagian penting dari perawatan kulit yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas alasan ilmiah dan praktis kenapa membersihkan wajah sebelum tidur adalah rutinitas yang tidak boleh dilewatkan, terutama bagi remaja dan mereka yang hidup di lingkungan dengan paparan polusi tinggi.
1. Menghilangkan Kotoran, Minyak, dan Polusi
Setiap hari, kulit kita terpapar:
- Debu dan asap kendaraan
- Minyak alami (sebum)
- Sisa makeup dan sunscreen
- Partikel polusi mikroskopis
Jika tidak dibersihkan, semua itu menumpuk di permukaan kulit dan menyumbat pori-pori. Inilah salah satu penyebab utama jerawat dan komedo.
2. Proses Regenerasi Kulit Terjadi Saat Tidur
Tahukah kamu bahwa sel-sel kulit beregenerasi secara aktif saat tidur malam? Saat tubuh beristirahat, kulit memperbaiki kerusakan akibat paparan sinar UV dan stres. Tapi proses ini tidak akan optimal jika wajah masih tertutup kotoran atau makeup.
3. Mencegah Timbulnya Jerawat dan Bruntusan
Tidur dengan wajah yang belum dibersihkan sama saja membiarkan bakteri dan minyak menumpuk semalaman. Hal ini bisa memicu jerawat, terutama pada remaja yang memiliki hormon aktif. Membersihkan wajah dengan benar membantu mengurangi risiko breakout dan menjaga kulit tetap bersih.
4. Membantu Penyerapan Skincare Lebih Optimal
Membersihkan wajah adalah langkah pertama dalam rutinitas skincare malam. Jika wajah masih kotor, produk skincare seperti toner, serum, atau pelembap tidak akan terserap maksimal. Kulit bersih membuat produk bekerja lebih efektif.
5. Mencegah Penuaan Dini
Paparan polusi dan sisa makeup bisa menyebabkan stres oksidatif pada kulit, yang mempercepat munculnya garis halus dan kerutan. Dengan membersihkan wajah secara rutin, kamu membantu kulit melawan radikal bebas dan menjaga elastisitas kulit lebih lama.
Tips Membersihkan Wajah yang Efektif:
- Gunakan facial wash yang sesuai dengan jenis kulit
- Jika memakai makeup, gunakan double cleansing (cleansing oil/micellar water lalu facial wash)
- Gunakan air hangat suam-suam kuku, bukan air panas
- Hindari menggosok wajah terlalu keras
- Keringkan dengan handuk bersih dan lembut
Rekomendasi Produk Facial Wash yang Lembut untuk Remaja
Untuk kamu yang mencari produk pembersih wajah yang aman, ringan, dan cocok untuk kulit remaja, kamu bisa mempertimbangkan produk dari Nurilab. Rangkaian facial wash dari Nurilab diformulasikan untuk:
- Membersihkan wajah tanpa membuat kulit kering
- Tidak mengandung alkohol atau bahan keras
- Cocok untuk kulit berjerawat, sensitif, maupun kombinasi
Bersihkan wajahmu dengan lembut, rawat kulitmu dengan cerdas, dan mulailah dari kebiasaan sederhana sebelum tidur karena kulit sehat dimulai dari rutinitas harian yang konsisten.
by Lugi Nurilab | Jul 8, 2025 | Dermatologist Tips, Makeup and Skincare
Merawat wajah adalah kebutuhan semua perempuan, tak terkecuali wanita berhijab. Justru, bagi para pengguna hijab, perawatan wajah perlu mendapatkan perhatian khusus karena sebagian besar wajah tertutup kain sepanjang hari, yang bisa menyebabkan penumpukan keringat, minyak, dan debu di area tertentu. Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa memicu jerawat, kulit kusam, hingga iritasi ringan.
Untuk kamu yang berhijab dan ingin tetap memiliki kulit wajah sehat, bersih, dan glowing, berikut beberapa tips dan trik perawatan wajah yang bisa diterapkan sehari-hari.
1. Pastikan Kebersihan Hijab dan Inner Hijab
Salah satu penyebab munculnya jerawat di area rahang, dahi, dan pipi dekat telinga adalah inner hijab dan hijab yang jarang diganti atau dicuci. Kain yang kotor dapat menumpuk keringat dan bakteri, lalu menyumbat pori-pori kulit.
Tips:
- Gunakan bahan hijab yang menyerap keringat seperti katun atau viscose.
- Ganti dan cuci inner hijab secara rutin, minimal setiap 2 kali pemakaian.
2. Gunakan Face Wash yang Sesuai
Kulit wajah wanita berhijab biasanya lebih lembap di area tertutup dan cenderung lebih kering di area terbuka seperti dahi dan dagu. Maka, pilihlah sabun cuci muka yang lembut namun efektif mengangkat kotoran.
Hindari facial wash dengan kandungan yang terlalu keras atau membuat kulit terasa kesat setelah dibilas karena bisa merusak skin barrier.
3. Double Cleansing Itu Wajib
Meski tidak menggunakan makeup tebal, wanita berhijab tetap disarankan melakukan double cleansing, apalagi jika kamu beraktivitas seharian di luar ruangan. Lapisan debu dan polusi bisa menempel pada hijab lalu berpindah ke kulit.
Gunakan first cleanser seperti micellar water atau cleansing oil untuk mengangkat sisa sunscreen dan kotoran, lalu lanjutkan dengan facial wash.
4. Eksfoliasi Rutin, Tapi Jangan Berlebihan
Kain hijab yang terus bergesekan dengan kulit bisa membuat sel kulit mati menumpuk lebih cepat, terutama di area rahang dan leher. Maka, eksfoliasi seminggu 1–2 kali penting untuk mencegah kusam dan jerawat.
Gunakan produk eksfoliasi lembut yang mengandung AHA/BHA atau exfoliating toner, dan hindari scrub yang terlalu kasar, terutama jika kamu memiliki kulit sensitif.
5. Jangan Lewatkan Sunscreen
Meski wajah tertutup hijab, paparan sinar UV tetap bisa masuk melalui celah kain atau pantulan cahaya. Sunscreen tetap penting digunakan setiap hari, terutama di area wajah yang terbuka seperti dahi dan dagu.
Gunakan sunscreen dengan minimal SPF 30 dan aplikasikan ulang setiap 3–4 jam.
6. Hidrasi Tetap Nomor Satu
Penggunaan hijab bisa membuat kulit lebih rentan kehilangan kelembapan karena gesekan kain dan suhu panas. Gunakan moisturizer yang melembapkan namun ringan, agar tidak menyumbat pori-pori.
Pilih yang mengandung hyaluronic acid, glycerin, atau ceramide untuk menjaga hidrasi sepanjang hari.
7. Hindari Produk Skincare Berlapis-Lapis
Dengan kondisi kulit yang tertutup hampir seharian, wanita berhijab disarankan untuk menggunakan skincare minimalis namun efektif. Hindari layering terlalu banyak produk yang justru bisa memicu overhydration atau clogged pores.
Rekomendasi Skincare Lembut dan Efektif dari Nurilab
Untuk kamu para wanita berhijab yang menginginkan skincare yang ringan, tidak lengket, dan aman untuk kulit sensitif, kamu bisa mencoba berbagai produk dari Nurilab. Formulanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan kulit tropis dan aktivitas harian yang padat, termasuk untuk kamu yang mengenakan hijab seharian.
Temukan rekomendasi produk terbaik Nurilab di website resmi mereka dan mulai perawatan wajah yang lebih bersih dan sehat mulai hari ini.
Product Recomendation
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-
by Lugi Nurilab | Jul 7, 2025 | Self-Care & Wellness, Skin Conditions
Memilih produk skincare baru bisa jadi langkah penting untuk memperbaiki kondisi kulit. Namun, tidak semua produk cocok untuk semua jenis kulit. Bahkan, produk yang digadang-gadang bagus oleh banyak orang pun bisa menimbulkan reaksi negatif jika tidak cocok dengan kondisi kulitmu. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui cara mengecek reaksi kulit terhadap produk baru agar kamu bisa terhindar dari breakout, iritasi, atau reaksi alergi yang tidak diinginkan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana mengenali dan menguji produk skincare baru sebelum menggunakannya secara rutin. Yuk, simak langkah-langkahnya!
Kenapa Tes Reaksi Kulit Itu Penting?
Kulit setiap orang memiliki sensitivitas yang berbeda-beda terhadap kandungan tertentu dalam produk skincare. Bahkan bahan aktif seperti retinol, salicylic acid, atau vitamin C yang dikenal ampuh pun bisa menyebabkan iritasi jika digunakan secara tidak tepat atau pada kulit yang sensitif.
Dengan mengecek reaksi kulit terlebih dahulu, kamu bisa:
- Menghindari iritasi atau alergi
- Mengetahui apakah produk benar-benar cocok
- Mencegah kerusakan skin barrier akibat reaksi negatif
- Menghemat biaya karena tidak perlu beli produk yang akhirnya tidak terpakai
1. Lakukan Patch Test Terlebih Dahulu
Patch test adalah langkah sederhana tapi sangat penting sebelum menggunakan skincare baru. Caranya:
- Ambil sedikit produk dan oleskan di area kulit sensitif tapi tidak terlihat, seperti di belakang telinga, bagian dalam siku, atau bawah rahang.
- Diamkan selama 24–48 jam tanpa dibilas.
- Amati apakah ada reaksi seperti gatal, kemerahan, bintik, atau rasa terbakar.
Jika tidak ada reaksi negatif, kemungkinan besar produk tersebut aman digunakan di wajah. Namun, tetap lanjutkan ke pemakaian bertahap.
2. Gunakan Produk Secara Bertahap
Setelah lolos patch test, jangan langsung mengoleskan produk ke seluruh wajah. Lakukan proses introduksi secara bertahap, misalnya:
- Gunakan 2–3 kali seminggu terlebih dahulu di malam hari
- Gunakan hanya di area tertentu (misalnya area T-zone untuk kulit berminyak)
- Perhatikan kondisi kulit selama 1–2 minggu
Jika tidak ada reaksi negatif, kamu bisa mulai menaikkan frekuensi penggunaan secara perlahan.
3. Kenali Tanda-Tanda Reaksi Negatif
Reaksi kulit yang tidak cocok bisa muncul dalam berbagai bentuk, antara lain:
- Breakout atau jerawat kecil-kecil mendadak
- Kemerahan dan rasa panas
- Kulit mengelupas
- Gatal dan perih
- Bengkak atau ruam
Jika kamu mengalami salah satu gejala di atas setelah menggunakan produk baru, hentikan pemakaian segera dan beri waktu kulit untuk tenang. Gunakan produk soothing dan hindari bahan aktif.
4. Jangan Campur Banyak Produk Baru Sekaligus
Saat mencoba skincare baru, hindari mencoba lebih dari satu produk dalam waktu yang bersamaan. Misalnya, jangan langsung memakai serum, toner, dan moisturizer dari brand baru sekaligus. Cobalah satu per satu agar kamu tahu produk mana yang memberikan dampak tertentu.
5. Catat Perubahan Kulit
Untuk kamu yang serius dalam merawat kulit, buatlah jurnal skincare sederhana. Tulis produk yang kamu coba, kapan mulai digunakan, dan bagaimana reaksi kulit dalam 7–14 hari pertama. Ini akan sangat membantu jika di kemudian hari kamu mengalami breakout atau iritasi.
Rekomendasi Produk Skincare Lembut dari Nurilab
Kalau kamu sedang mencari produk yang lembut, minim risiko iritasi, dan cocok untuk pemula maupun kulit sensitif, kamu bisa mempertimbangkan produk dari Nurilab. Rangkaian skincare Nurilab dirancang dengan formula yang gentle dan aman digunakan sehari-hari, termasuk bagi kamu yang baru mulai mencoba skincare.
Temukan rekomendasi produk Nurilab yang cocok untuk kulitmu di halaman resmi Nurilab dan mulai rutinitas skincare dengan langkah yang tepat.
Product Recomendation
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-
by Lugi Nurilab | Jul 3, 2025 | Blog
Flare-up pada kulit wajah, seperti munculnya kemerahan, jerawat mendadak, rasa gatal, atau bahkan ruam, merupakan kondisi yang bisa sangat mengganggu kenyamanan dan rasa percaya diri. Kondisi ini bisa terjadi akibat berbagai hal: dari stres, hormon, cuaca ekstrem, sampai reaksi negatif terhadap produk skincare tertentu.
Menghadapi kulit yang sedang mengalami flare-up membutuhkan pendekatan yang lembut, penuh perhatian, dan tentu saja, pemilihan produk skincare yang tepat. Artikel ini akan membahas bagaimana cara memilih skincare secara bijak saat kulit sedang “rewel.”
Apa Itu Flare-Up pada Kulit?
Flare-up adalah kondisi di mana kulit tiba-tiba mengalami reaksi negatif seperti:
- Kemerahan yang merata
- Jerawat meradang
- Rasa perih atau terbakar
- Kulit mengelupas atau terasa sangat kering
- Gatal atau iritasi
Flare-up bisa bersifat ringan hingga parah, dan bisa berlangsung selama beberapa jam hingga berminggu-minggu, tergantung penyebab dan penanganannya.
Penyebab Umum Flare-Up
Sebelum memilih skincare, penting untuk memahami apa yang memicu flare-up. Beberapa pemicu umum antara lain:
- Overuse skincare atau mencampur terlalu banyak bahan aktif
- Perubahan hormon (misalnya saat PMS)
- Stres dan kurang tidur
- Paparan sinar UV atau polusi
- Produk baru yang tidak cocok
- Eksfoliasi berlebihan
- Kondisi kulit sensitif seperti dermatitis atau rosacea
Tips Memilih Skincare Saat Kulit Flare-Up
1. Hindari Bahan Aktif yang Terlalu Kuat
Saat kulit sedang sensitif, sebaiknya hentikan dulu pemakaian bahan aktif seperti retinol, AHA/BHA, vitamin C dosis tinggi, atau benzoyl peroxide. Bahan-bahan ini bisa memperparah iritasi dan memperlambat proses pemulihan kulit.
2. Gunakan Produk yang Gentle dan Fragrance-Free
Pilih produk skincare dengan label:
- Hypoallergenic
- Fragrance-free
- Non-comedogenic
- Untuk kulit sensitif
Produk dengan formula ringan dan tidak mengandung pewangi atau alkohol lebih aman saat kulit sedang bermasalah.
3. Fokus pada Hydrating dan Soothing
Saat flare-up, kulit membutuhkan kelembapan dan ketenangan. Beberapa bahan alami dan aman yang bisa membantu:
- Aloe vera untuk menenangkan kemerahan
- Centella asiatica (cica) untuk mempercepat penyembuhan kulit
- Niacinamide dosis rendah untuk memperbaiki skin barrier
- Ceramide dan panthenol untuk menjaga kelembapan
4. Minimalis Dulu, Jangan Layering Terlalu Banyak
Kurangi jumlah produk skincare harian. Cukup gunakan:
- Gentle cleanser (pembersih wajah lembut)
- Hydrating serum
- Moisturizer ringan (jika kulit tidak terlalu berminyak)
- Sunscreen saat pagi/siang
5. Hindari Eksfoliasi Sementara
Baik eksfoliasi fisik maupun kimia harus dihentikan sementara sampai kulit kembali normal. Eksfoliasi saat flare-up dapat merusak skin barrier dan memperparah kondisi kulit.
Kapan Harus ke Dokter Kulit?
Jika flare-up tidak membaik dalam waktu 5–7 hari, atau justru semakin parah, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit. Terutama jika ada tanda-tanda infeksi, nyeri hebat, atau ruam menyebar.
Rekomendasi Skincare Aman Saat Flare-Up dari Nurilab
Untuk kamu yang sedang mencari produk skincare aman dan lembut di kulit, Nurilab menghadirkan rangkaian produk yang cocok digunakan saat kulit sedang bermasalah:
- Facial Cleanser Nurilab: pembersih wajah yang lembut dan tidak mengandung parfum, cocok untuk kulit sensitif
- Totol Acne Serum: diformulasikan untuk mengatasi jerawat meradang tanpa membuat kulit kering
- Brightening Serum: bisa digunakan saat kulit mulai membaik untuk memudarkan bekas jerawat tanpa iritasi
Lihat rekomendasi produk Nurilab dibawah ini dan temukan perawatan yang tepat untuk kondisi kulitmu.
Product Recomendation
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-
by Lugi Nurilab | Jul 2, 2025 | Lifestyle & Nutrition, Makeup and Skincare
Skincare telah menjadi bagian penting dari gaya hidup banyak orang, terutama di kalangan generasi muda. Media sosial seperti Instagram dan TikTok pun dipenuhi dengan influencer yang membagikan rutinitas perawatan kulit mereka—dengan deretan produk mahal, teknik layering rumit, hingga efek glowing instan. Tapi, seberapa realistis sebenarnya skincare ala influencer jika dibandingkan dengan kebutuhan kulit harian kita?
Artikel ini akan membedah perbedaan antara skincare realistis dan skincare ala influencer, agar kamu bisa membuat keputusan cerdas dan aman dalam merawat kulit.
1. Skincare Realistis: Fokus pada Kebutuhan Dasar Kulit
Skincare realistis adalah pendekatan perawatan kulit yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit secara pribadi. Biasanya hanya terdiri dari 3–5 langkah inti yang diformulasikan untuk:
- Menjaga kebersihan kulit
- Menutrisi dengan bahan aktif yang ringan
- Mengatasi masalah spesifik (jerawat, kusam, kering)
- Mencegah iritasi karena overuse
Pendekatan ini tidak mengharuskan kamu membeli terlalu banyak produk, sehingga lebih hemat, aman, dan cocok untuk digunakan secara konsisten.
Ciri-ciri skincare realistis:
- Produk yang digunakan sesuai jenis kulit
- Tidak terlalu banyak layering
- Mengutamakan fungsi, bukan tren
- Hasilnya bertahap dan aman untuk jangka panjang
2. Skincare Ala Influencer: Estetika vs Realita
Skincare ala influencer biasanya ditampilkan dalam format video menarik, dengan lighting sempurna dan efek before-after yang sangat meyakinkan. Banyak influencer menggunakan produk-produk mewah, layering hingga 10 tahapan, dan kadang menyarankan berbagai kandungan aktif sekaligus.
Namun, perlu diingat bahwa:
- Banyak influencer memiliki access ke dokter kulit pribadi
- Produk yang digunakan belum tentu cocok untuk semua orang
- Hasil yang ditampilkan bisa diedit atau didukung makeup/filter
- Ada kemungkinan promosi bersponsor, bukan pengalaman nyata
Skincare ala influencer bisa menjadi inspirasi, tapi belum tentu ideal jika langsung ditiru tanpa pemahaman.
3. Risiko Meniru Skincare Ala Influencer Secara Mentah
Meniru skincare orang lain tanpa memahami jenis dan kondisi kulit sendiri dapat menimbulkan masalah seperti:
- Breakout karena penggunaan produk tidak cocok
- Iritasi karena layering bahan aktif berlebihan
- Overuse dan barrier kulit rusak akibat terlalu banyak eksfoliasi
- Pemborosan biaya untuk produk yang sebenarnya tidak dibutuhkan
Apalagi, kulit remaja dan dewasa muda masih tergolong sensitif dan mudah bereaksi terhadap bahan aktif tertentu seperti retinol, AHA, BHA, atau vitamin C dosis tinggi.
4. Bagaimana Menentukan Skincare yang Tepat?
Untuk merancang rutinitas skincare yang aman dan efektif:
- Kenali tipe kulit kamu (berminyak, kering, kombinasi, sensitif)
- Mulai dari produk basic seperti cleanser, serum ringan, dan sunscreen
- Jangan tergiur hasil instan; utamakan kenyamanan dan progres alami
- Hindari mencampur terlalu banyak kandungan aktif tanpa edukasi
- Konsultasikan pada tenaga profesional jika ada masalah kulit serius
Rekomendasi Produk Skincare Realistis dari Nurilab
Jika kamu ingin memulai rutinitas skincare yang sederhana, aman, dan terjangkau, Nurilab menawarkan solusi yang ideal. Produk-produk Nurilab diformulasikan khusus untuk remaja dan pemula dengan fokus pada keamanan, efektivitas, dan kemudahan penggunaan.
Mulai dari Totol Acne Serum, Facial Cleanser, hingga Brightening Serum, semua produk Nurilab telah melalui uji dermatologis dan cocok digunakan untuk kulit berjerawat, kusam, atau sensitif.
Temukan produk Nurilab dibawah ini yang sesuai dengan kebutuhanmu dan mulai rutinitas skincare yang realistis dan terjangkau dari sekarang!
Product Recomendation
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-