Sudah rajin cuci muka, tapi kulit malah terasa ketarik atau jerawat tetap saja muncul? Bisa jadi masalahnya bukan di seberapa sering kamu mencuci muka, melainkan di caranya. Kuncinya sederhana: lembut, tidak menggosok, dan tidak berlebihan. Yuk, pahami dulu kenapa cara mencuci muka berpengaruh pada jerawat, lalu lanjut ke langkah-langkahnya.
Kenapa Cara Mencuci Muka Berpengaruh pada Jerawat?
Mencuci muka membantu mengangkat keringat, minyak, dan kotoran dari kulit. Namun cara yang keliru, seperti terlalu sering, terlalu keras, atau memakai pembersih yang tidak cocok, justru bisa mengiritasi kulit dan memperburuk jerawat. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), mencuci muka sebaiknya dilakukan dengan lembut.
Tiga hal yang perlu dijaga:
- Bersih tanpa menggosok, karena menggosok bisa mengiritasi kulit.
- Lembut tanpa membuat kulit ketarik, supaya kulit tidak kering dan perih.
- Teratur tanpa berlebihan, karena mencuci terlalu sering juga bisa menyebabkan iritasi.
Perlu diingat, mencuci muka bukan satu-satunya cara mencegah jerawat. Hormon dan genetik juga berperan. Cara mencuci muka yang benar membantu mengurangi risiko iritasi dan menjaga kulit tetap bersih, tetapi tidak bisa menjamin jerawat tidak muncul.
Kapan dan Berapa Kali Sehari Kamu Perlu Mencuci Muka?
- Dua kali sehari. Pagi hari dan malam sebelum tidur, menurut AAD.
- Setelah berkeringat banyak. Ini terutama penting bila kamu memakai topi atau helm.
- Jangan berlebihan. AAD menyebut mencuci wajah lebih dari itu bisa mengiritasi kulit berjerawat.
Alodokter juga menyarankan pola yang sama: pagi, malam sebelum tidur, dan saat berkeringat.
Langkah Mencuci Muka yang Benar
Ada lima langkah sederhana, mulai dari menyiapkan wajah sampai langkah sesudah mencuci. Kalau kamu memakai makeup, mulai dari langkah pertama.
1. Bersihkan Makeup Lebih Dulu (Bila Memakai)
Sabun wajah saja belum tentu mengangkat riasan. Alodokter menyarankan double cleansing, yaitu memakai pembersih makeup lebih dulu sebelum mencuci muka dengan sabun wajah. AAD juga menyarankan membersihkan seluruh makeup, termasuk makeup mata, sebelum tidur, memakai pembersih bebas minyak, lalu mencuci muka dengan lembut tanpa menggosok.
2. Basahi Wajah dengan Air Suam-Suam Kuku
AAD menyarankan air suam-suam kuku untuk membasahi dan membilas wajah. Alodokter mengingatkan bahwa air panas dapat membuat kulit kering. Jadi pilih suhu yang terasa nyaman dan hindari air panas.
3. Pilih Pembersih yang Tepat dan Pakai dengan Ujung Jari
Pilih pembersih yang lembut, tidak abrasif, dan bebas alkohol. Alodokter menambahkan beberapa hal:
- Pilih yang tanpa pewangi.
- Jangan memakai sabun badan atau sabun yang bukan untuk wajah.
- Untuk kulit berminyak atau berjerawat, pembersih berbahan salicylic acid bisa dipertimbangkan. Ini pilihan, bukan keharusan.
Aplikasikan pembersih dengan ujung jari. AAD menyebut washcloth, spons, dan alat lain bisa mengiritasi kulit.
4. Pijat Lembut Sekitar 30 Detik, Lalu Bilas Bersih
Menurut Alodokter, mencuci muka cukup sekitar 30 detik dan tanpa menggosok kasar. AAD menyarankan untuk menahan diri dari menyikat atau scrub kulit, karena justru mengiritasi. Setelah itu, bilas sampai bersih dengan air suam-suam kuku.
5. Keringkan dengan Menepuk, Lalu Lanjutkan Perawatan
Keringkan wajah dengan menepuk-nepuk memakai handuk lembut yang bersih, jangan digosok. Alodokter juga menyarankan agar tidak membiarkan air mengering sendiri di wajah dan tidak memakai handuk tangan yang menggantung di wastafel.
Setelah itu, lanjutkan dengan pelembap bila kulit terasa kering. Alodokter menyebut kamu juga bisa melanjutkan dengan serum, essence, atau sunscreen sesuai rutinitasmu.
Kesalahan Umum saat Mencuci Muka
Beberapa kebiasaan yang sering membuat kulit iritasi:
- Menggosok terlalu kasar atau terlalu lama.
- Memakai washcloth atau spons untuk menggosok wajah.
- Memakai air panas, yang bisa membuat kulit kering.
- Mencuci terlalu sering dari yang disarankan.
- Memakai sabun badan atau sabun yang bukan untuk wajah.
- Hanya mengandalkan sabun untuk mengangkat makeup.
- Mengeringkan wajah dengan menggosok.
Menyesuaikan Cara Mencuci Muka dengan Jenis Kulit
Dasar caranya sama untuk semua jenis kulit, tetapi pilihan produk bisa berbeda.
Kulit Berjerawat atau Berminyak
Pakai pembersih yang lembut dan jangan scrub. AAD menyarankan menghindari toner dan eksfoliasi yang bisa mengeringkan kulit saat jerawat sedang dirawat. Alodokter menyebut eksfoliasi bisa dilakukan beberapa kali seminggu, jadi anggap eksfoliasi sebagai pilihan, bukan kewajiban, dan konsultasikan dulu ke dokter kulit bila kamu ingin mencobanya.
Kulit Sensitif atau Kering
Pilih pembersih yang sangat lembut. Bila kamu memiliki kondisi seperti eksim atau rosacea, konsultasikan ke dokter kulit untuk cara mencuci muka yang sesuai.
Kapan Perlu ke Dokter Kulit?
Periksakan diri ke dokter kulit bila:
- Jerawat tidak membaik meski kamu merawat kulit dengan konsisten.
- Kulit tetap terasa perih atau sangat kering meski sudah memakai pembersih lembut.
- Kamu memiliki kondisi kulit seperti eksim atau rosacea.
Praktik: Mencuci Muka dengan Nurilab 3X Defense Gentle Cleansing Gel
Sebagai contoh, berikut penerapan langkah-langkah di atas memakai Nurilab 3X Defense Gentle Cleansing Gel, pembersih wajah yang dikembangkan bersama dermatolog Korea dan Indonesia. Produk ini hanya contoh dan tidak menggantikan saran dokter.
Menurut halaman produk Nurilab, pembersih ini berpH rendah dengan busa minimal, tanpa alkohol, SLS, paraben, pewangi buatan, dan pewarna buatan. Nurilab juga menyebut produk ini non-comedogenic dan non-acnegenic. Kandungannya antara lain centella asiatica 5%, ekstrak teh hijau 3%, dan ekstrak yam bean 1%. Daftar bahan lengkapnya juga memuat niacinamide, panthenol, ceramide NP, tea tree leaf oil, glycolic acid, papain, dan bromelain, jadi baca daftar bahan lengkap di halaman produk dan coba dulu di area kecil kulit, terutama bila kulitmu sensitif.
Cara pakainya sesuai halaman produk:
- Buka tutup dan keluarkan formulanya.
- Aplikasikan pada wajah yang sudah dibasahi.
- Pijat dengan lembut.
- Bilas sampai bersih, lalu keringkan.
- Hindari area mata dan mulut.
Menurut Nurilab, produk ini juga bisa dipakai sebagai masker, didiamkan 30 sampai 60 detik lalu dibilas, dengan rekomendasi pemakaian 2 kali seminggu. Anggap ini opsi tambahan, bukan keharusan.
Dalam uji konsumen Nurilab pada 28 subjek berkulit berjerawat selama 7 hari, 82% setuju kulit tampak lebih cerah, 86% setuju produk ini menenangkan peradangan kulit, dan 96% setuju tampilan minyak di wajah berkurang. Nurilab juga melaporkan uji terhadap P. acnes di laboratorium terakreditasi pihak ketiga selama 60 detik. Hasil dapat berbeda pada tiap orang.
Setelah mencuci muka, lanjutkan dengan pelembap seperti 5% Peptamide AI™ Acne Calming Moisturizer, yang menurut Nurilab non-comedogenic dan non-acnegenic. Di pagi hari, tutup dengan sunscreen seperti Hy Glow, Bye UV! atau Hy Matte, Bye UV!.
Produk Nurilab tersedia di nurilab.id, Shopee Mall, TikTok Shop, dan Lazada Mall. Setiap pembelian disertai akses konsultasi dengan dermatolog Nurilab. Kalau jerawat atau iritasimu tidak membaik, konsultasikan ke dokter kulit.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau saran dokter. Klaim hasil produk Nurilab berasal dari uji konsumen dan uji laboratorium Nurilab pada jumlah subjek terbatas, sesuai halaman produk resmi saat artikel ini disusun, dan hasil dapat berbeda pada setiap orang. Mencuci muka dengan benar membantu menjaga kebersihan kulit tetapi tidak menjamin jerawat tidak muncul.