Sudah ganti cleanser, coba serum baru, beli obat totol, tapi jerawat masih saja ada, bahkan rasanya tak ada habisnya. Jerawat yang terasa tak kunjung sembuh biasanya bukan karena satu hal saja. Sering kali ini gabungan dari perawatan yang belum diberi cukup waktu, kebiasaan yang terus memicu jerawat, dan kadang jenis jerawat yang memang butuh penanganan dokter. Yuk, cek dulu kesalahan perawatan yang paling sering terjadi, lalu lanjut ke pemicu lain dan rencana perawatannya.
Kenapa Jerawat Bisa Terasa Tak Kunjung Sembuh?
Jerawat jarang sembuh dalam semalam. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), sebuah perawatan sebaiknya diberi waktu minimal 4 minggu. Perbaikan biasanya mulai terlihat dalam 4 sampai 6 minggu, dan jerawat bisa butuh 2 sampai 3 bulan atau lebih untuk benar-benar bersih.
Jadi, jerawat yang terasa tak kunjung sembuh sering kali punya salah satu dari tiga penyebab:
- Perawatan belum tepat atau belum diberi waktu.
- Ada kebiasaan atau pemicu yang terus berlangsung, seperti produk, gesekan, hormon, atau stres.
- Jenis jerawatnya butuh dokter, misalnya jerawat dalam yang meradang.
Penjelasan tentang jerawat dari Alodokter juga sejalan: pemicu yang terus ada membuat jerawat bisa bertahan atau kambuh.
Kesalahan Perawatan yang Membuat Jerawat Sulit Sembuh
Sebelum menyalahkan kulit, cek dulu cara kamu merawatnya. Empat kesalahan berikut paling sering disebut sumber kesehatan.
Terlalu Sering Ganti Produk
Berganti produk setiap beberapa hari bisa mengiritasi kulit dan memicu jerawat baru, menurut AAD. Kulit butuh waktu untuk beradaptasi, dan kamu butuh waktu untuk menilai apakah sebuah produk bekerja. Beri satu perawatan minimal 4 minggu sebelum memutuskan cocok atau tidak.
Terlalu Banyak Produk atau Terlalu Keras ke Kulit
Beberapa kebiasaan yang justru membuat kulit makin stres:
- Memakai terlalu banyak produk sekaligus. AAD menyarankan cukup 1 atau 2 produk dengan bahan aktif yang berbeda.
- Mencuci muka terlalu sering. Cuci muka sekitar dua kali sehari dan setelah berkeringat sudah cukup. Lebih dari itu bisa mengiritasi.
- Menggosok atau scrub kulit. Alodokter menyarankan membersihkan wajah tanpa scrub, spons, atau kain kasar.
Obat Hanya Dioles pada Jerawat yang Terlihat
AAD menyarankan mengoleskan obat jerawat secara tipis pada seluruh area kulit yang rentan berjerawat, bukan hanya pada jerawat yang sudah muncul. Ikuti juga petunjuk di label, dan bila dokter memberi resep, pakai seluruh rencana yang diberikan, bukan sebagian. Obat totol punya fungsi berbeda dan tidak menggantikan perawatan menyeluruh bila jerawatmu tersebar.
Berhenti Terlalu Cepat atau Memencet Jerawat
Setelah kulit mulai bersih, AAD menyarankan tetap memakai perawatan yang cocok untuk membantu mencegah jerawat baru. Hindari juga menyentuh, mengorek, atau memencet jerawat karena bisa memperburuk jerawat dan berpotensi meninggalkan bekas.
Kebiasaan dan Faktor Lain yang Memicu Jerawat Terus Muncul
Kalau perawatanmu sudah benar tetapi jerawat tetap muncul, saatnya cek pemicu di luar skincare.
Produk Kulit, Makeup, dan Gesekan
AAD menyarankan memilih produk berlabel “non-comedogenic”, “non-acnegenic”, atau “oil-free”. Namun label ini tidak menjamin produk cocok untuk semua orang, jadi kadang kamu perlu mencoba beberapa pilihan. Alodokter juga menyebut beberapa pemicu lain:
- Kosmetik berminyak yang menyumbat pori.
- Gesekan dari topi, ikat kepala, atau pakaian ketat.
- Sarung bantal dan sprei yang jarang diganti.
- Makeup yang tidak dibersihkan sebelum tidur.
Hormon, Stres, dan Pola Hidup
Beberapa faktor dari dalam tubuh juga dapat berkontribusi pada jerawat:
- Perubahan hormon, misalnya saat pubertas, menstruasi, kehamilan, atau karena kontrasepsi tertentu.
- Faktor genetik dan kondisi tertentu seperti PCOS.
- Stres berlebih, yang menurut Alodokter dapat memperparah jerawat yang sudah ada.
- Pola makan tinggi gula atau lemak, yang disebut dapat berperan.
Ini sifatnya faktor yang dapat berkontribusi, bukan kepastian. Kalau kamu curiga ada gangguan hormon, periksakan ke dokter, bukan menebak sendiri.
Obat Tertentu
Menurut Alodokter, beberapa obat dapat memicu jerawat, misalnya kortikosteroid, litium, obat antikejang, dan jenis pil KB tertentu. Jangan menghentikan obat dari dokter tanpa bertanya lebih dulu. Kalau kamu curiga obat yang kamu pakai berpengaruh, diskusikan dengan dokter yang meresepkannya.
Jerawat Mendem atau Berulang: Mungkin Perlu Dokter
Tidak semua jerawat bisa ditangani sendiri. Menurut AAD, temui dokter kulit bila:
- Kamu punya kista atau nodul yang dapat meninggalkan bekas.
- Perawatan yang dijual bebas belum membersihkan jerawatmu.
- Jerawat tetap mengganggu setelah kamu mencoba langkah-langkah di atas.
Alodokter menambahkan beberapa tanda lain: jerawat yang sering meradang, papula atau pustula yang tidak membaik dengan perawatan sederhana, serta jerawat parah yang muncul tiba-tiba pada orang dewasa atau disertai gangguan menstruasi dan pertumbuhan rambut berlebih. Kondisi terakhir bisa menandakan masalah kesehatan lain.
Dokter bisa memberi penanganan yang lebih sesuai, misalnya obat oles resep, antibiotik, pil KB untuk kasus yang dipicu hormon, spironolakton, isotretinoin untuk kasus berat, suntikan kortikosteroid, atau prosedur seperti peeling dan laser. Isotretinoin tidak boleh dipakai ibu hamil atau yang merencanakan kehamilan, dan hanya di bawah pengawasan dokter. Untuk jerawat dalam yang nyeri, baca juga artikel kami tentang jerawat mendem di pipi.
Rencana Perawatan 6 Minggu yang Realistis
Rencana ini mengikuti saran AAD untuk memberi perawatan waktu dan konsisten. Produk Nurilab yang disebut di tiap fase hanya pendamping rutinitas, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Hasil tiap orang bisa berbeda.
Minggu 1: Rapikan Dasar Rutinitas
Mulai dari yang paling sederhana: cuci muka lembut dua kali sehari, pakai pelembap dan sunscreen non-comedogenic, serta hentikan scrub dan kebiasaan memencet. Untuk pembersih, 3X Defense Gentle Cleansing Gel dari Nurilab bisa dipertimbangkan. Menurut Nurilab, produk ini mengandung centella asiatica 5% dan ekstrak teh hijau 3%, dan dalam uji konsumen pada 28 subjek selama 7 hari, 86% setuju produk ini menenangkan peradangan kulit. Pakai pada wajah yang sudah dibasahi, pijat lembut, lalu bilas.
Untuk pelembap, ada 5% Peptamide AI™ Acne Calming Moisturizer. Menurut Nurilab, produk ini non-comedogenic dan non-acnegenic. Dalam uji klinis Nurilab pada 10 subjek, skin barrier disebut meningkat hingga 52% dan kelembapan terjaga hingga 72 jam.
Minggu 2 sampai 4: Mulai Satu Perawatan Jerawat dan Beri Waktu
Mulai satu perawatan saja dan jangan diganti selama minimal 4 minggu. Untuk jerawat yang sudah muncul di permukaan, Acne Conclearing™ Spot Drying Lotion bisa ditotolkan langsung. Menurut Nurilab, kandungannya salicylic acid 2%, sulfur 1%, zinc oxide + centella asiatica. Uji 14 hari dengan pemakaian dua kali sehari menunjukkan penurunan papula dan pustula, bukan jerawat dalam. Ingat, obat totol bukan pengganti perawatan menyeluruh bila jerawatmu tersebar.
Minggu 4 sampai 6: Evaluasi
Setelah sekitar 4 sampai 6 minggu, nilai hasilnya:
- Kalau ada perbaikan, lanjutkan perawatan yang sama.
- Kalau belum ada perbaikan, AAD menyarankan menambah satu produk dengan bahan aktif berbeda, dengan batas 1 atau 2 produk sekaligus. Atau, konsultasikan ke dokter kulit.
Setelah Jerawat Reda: Rawat Bekasnya
Noda gelap atau kemerahan sisa jerawat butuh waktu. Menurut AAD, noda yang hanya beberapa tingkat lebih gelap dari warna kulit umumnya memudar dalam sekitar 6 sampai 12 bulan, dan sunscreen setiap hari membantu agar noda tidak makin gelap.
Untuk tahap ini, Triple-B Serum menurut Nurilab membantu mencerahkan dan menyamarkan tampilan bekas jerawat gelap maupun kemerahan. Kalau butuh penutup sekaligus perawatan, CorrecTone™ Spot Serum Concealer dalam uji klinis Nurilab selama 14 hari melaporkan penurunan noda gelap 12% dan noda merah 22%.
Jangan lupa sunscreen: Hy Glow, Bye UV! (SPF 50 PA++++, untuk kulit kering dan sensitif) atau Hy Matte, Bye UV! untuk kulit berminyak dan berjerawat.
Penutup
Setiap pembelian produk Nurilab disertai akses konsultasi dengan dermatolog, jadi kamu bisa menanyakan kecocokan produk dengan kondisi kulitmu. Produknya tersedia di nurilab.id, Shopee Mall, TikTok Shop, atau Lazada Mall. Kalau jerawatmu tidak membaik setelah perawatan yang konsisten, konsultasikan ke dokter kulit.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau saran dokter. Klaim hasil produk Nurilab berasal dari uji internal dan uji konsumen Nurilab pada jumlah subjek terbatas, sesuai halaman produk resmi saat artikel ini disusun, dan hasil dapat berbeda pada setiap orang. Produk Nurilab tidak menggantikan pengobatan medis dan tidak menjamin jerawat sembuh dalam waktu tertentu.