5 Tanda Skincare-mu Tidak Cocok dan Harus Diganti

5 Tanda Skincare-mu Tidak Cocok dan Harus Diganti

Merawat kulit wajah itu penting, apalagi di masa remaja saat kulit sedang aktif-aktifnya beradaptasi dengan perubahan hormon. Tapi pernah nggak kamu merasa skincare yang kamu pakai malah bikin kulit tambah bermasalah? Bisa jadi, itu tandanya produk tersebut tidak cocok untuk kamu.

Yuk, kenali tanda-tanda skincare tidak cocok dan kapan saatnya kamu harus berhenti menggunakannya!

1. Muncul Jerawat Meradang di Area Baru

Jika setelah memakai produk skincare muncul jerawat yang meradang, terutama di area wajah yang sebelumnya bersih, kamu harus waspada. Ini bukan sekadar purging, apalagi jika terjadi terus-menerus selama lebih dari dua minggu.

Tips:

  • Cek kandungan aktif dalam skincare, mungkin terlalu kuat atau tidak cocok untuk jenis kulitmu.
  • Hindari layering terlalu banyak produk dalam satu waktu.

2. Kulit Terasa Panas atau Perih

Sensasi menyengat, terbakar, atau panas setelah memakai produk adalah red flag utama. Ini bisa menandakan adanya reaksi iritasi atau alergi, terutama pada kulit sensitif.

Tips:

  • Lakukan patch test sebelum memakai produk baru di seluruh wajah.
  • Jika iritasi berlanjut, hentikan pemakaian segera dan konsultasikan ke dokter kulit.

3. Kulit Mengelupas Parah dan Kering

Beberapa bahan seperti retinol atau acid memang bisa membuat kulit sedikit mengelupas di awal, tapi jika mengelupasnya parah dan bikin kulit kering banget, tandanya kamu over-exfoliating atau tidak cocok dengan produknya.

Tips:

  • Gunakan pelembap yang kaya ceramide untuk memperkuat skin barrier.
  • Hindari eksfoliasi lebih dari 2 kali seminggu, terutama jika kulit sedang sensitif.

4. Warna Kulit Tidak Merata atau Kemerahan

Kulit yang menjadi kemerahan atau muncul bercak gelap bisa jadi tanda iritasi atau inflamasi. Ini perlu diwaspadai karena bisa memperparah kondisi kulit jika dibiarkan.

Tips:

  • Ganti skincare dengan kandungan yang menenangkan seperti Centella Asiatica atau aloe vera.
  • Hindari bahan aktif yang terlalu keras seperti AHA/BHA jika kulit belum terbiasa.

5. Kulit Terasa Gatal atau Timbul Ruam

Gatal, ruam, atau bahkan bentol-bentol kecil adalah gejala alergi terhadap kandungan tertentu dalam skincare. Jangan anggap remeh karena ini bisa berkembang jadi kondisi yang lebih serius.

Tips:

  • Cek label bahan dan hindari produk yang mengandung pewangi sintetis atau alkohol tinggi.
  • Jika kondisi tidak membaik, segera hentikan pemakaian dan cari bantuan medis.

Kapan Harus Konsultasi ke Ahli?

Jika kamu mengalami lebih dari satu gejala di atas, dan kondisinya tidak membaik setelah beberapa hari, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter kulit. Setiap orang punya jenis kulit yang berbeda, jadi skincare yang cocok di orang lain belum tentu cocok di kamu.

Kesimpulan

Menggunakan skincare seharusnya membuat kulit kamu lebih sehat dan terawat, bukan sebaliknya. Kenali tanda-tanda skincare tidak cocok dan jangan ragu untuk stop jika memang bikin kulitmu makin bermasalah. Kuncinya adalah sabar dan konsisten mencari produk yang cocok untuk jenis kulitmu.

Butuh Rekomendasi Skincare Aman untuk Remaja?

Kamu bisa coba produk face wash dan obat totol jerawat dari Nurilab yang diformulasikan khusus untuk kulit remaja. Plus, kamu bisa konsultasi gratis dengan dokter kulit melalui layanan Teleconsultation Nurilab di https://nurilab.id/nurilab-shop/.

Yuk, rawat kulitmu dengan bijak dan tepat!

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

Kenapa Sunscreen Wajib Dipakai Walau di Dalam Ruangan dan Saat Hujan?

Kenapa Sunscreen Wajib Dipakai Walau di Dalam Ruangan dan Saat Hujan?

Banyak remaja berpikir bahwa sunscreen hanya dibutuhkan saat cuaca terik atau saat berada di luar ruangan. Padahal, sinar UV tetap bisa merusak kulit meskipun kamu berada di dalam rumah atau saat hujan turun. Jadi, jangan anggap enteng penggunaan sunscreen hanya karena langit mendung atau kamu berada di dalam kelas atau rumah.

Yuk, pelajari alasan ilmiah kenapa sunscreen tetap wajib digunakan setiap hari, kapan pun dan di mana pun kamu berada!

1. Sinar UVA Menembus Kaca

Sinar ultraviolet terdiri dari dua jenis utama: UVA dan UVB.

  • UVB menyebabkan sunburn dan biasanya terhalang oleh awan atau kaca.
  • UVA menembus kaca dan tetap aktif walaupun mendung, hujan, atau kamu berada di ruangan tertutup dengan jendela terbuka.

Dalam hal ini sinar UVA adalah penyebab utama penuaan dini dan kerusakan kolagen, serta bisa memperburuk kondisi kulit seperti jerawat dan hiperpigmentasi. Itulah mengapa sunscreen tetap penting meski kamu tidak keluar rumah.

2. Cahaya dari Layar Juga Bisa Merusak Kulit

Kamu sering berada di depan laptop, HP, atau tablet? Cahaya biru (blue light) dari layar gadget juga bisa merusak kulit, menyebabkan:

  • Stres oksidatif
  • Kulit kusam
  • Munculnya noda hitam (dark spot)

Beberapa sunscreen sekarang sudah mengandung perlindungan terhadap blue light, lho! Ini alasan tambahan kenapa pakai sunscreen wajib, walau hanya WFH atau belajar daring.

3. Saat Hujan, Sinar UV Masih Ada

Meskipun langit mendung atau hujan, sekitar 80% sinar UV tetap bisa menembus awan. Jadi, kamu tetap bisa mengalami kerusakan kulit jika tidak memakai perlindungan.

Selain itu, air hujan tidak serta-merta membersihkan wajahmu dari risiko UV—kecuali kamu reapply sunscreen setelahnya. Jadi, tetap gunakan sunscreen meskipun hujan turun.

4. Mencegah Bekas Jerawat dan Hiperpigmentasi

Kalau kamu punya kulit berjerawat, sunscreen sangat penting untuk:

  • Mencegah bekas jerawat menghitam
  • Mengurangi inflamasi
  • Membantu proses penyembuhan kulit

Tanpa sunscreen, semua treatment jerawat seperti salicylic acid atau obat totol bisa kurang maksimal karena kulit terpapar sinar UV tanpa perlindungan.

5. Sunscreen = Proteksi Harian yang Paling Dasar

Buat kamu yang baru mulai merawat kulit, ingat: Skincare terbaik pun tidak akan optimal tanpa sunscreen. Sunscreen adalah langkah terakhir di pagi hari, tapi paling penting untuk jangka panjang.

Tips Penggunaan Sunscreen untuk Remaja:

  • Gunakan setiap pagi, setelah pelembap
  • Aplikasikan dua jari penuh untuk wajah dan leher
  • Pilih sunscreen non-comedogenic, ringan, dan cocok untuk kulit remaja
  • Reapply setiap 2–3 jam, terutama jika berkeringat atau setelah wudu

Kesimpulan

Jadi, jangan tunda lagi. Sunscreen bukan hanya untuk pantai atau siang hari yang terik, tapi juga penting dipakai saat di dalam ruangan, saat mendung, atau ketika hujan. Melindungi kulit sejak dini bisa mencegah banyak masalah kulit di masa depan.

Kamu punya kulit berjerawat dan bingung pilih sunscreen yang aman?
Coba konsultasi GRATIS dengan tim Nurilab dan temukan rangkaian produk skincare yang sesuai, seperti face wash jerawat dan obat totol jerawat dari Nurilab.
Cek sekarang di https://nurilab.id/nurilab-shop/ dan nikmati teleconsultation tanpa biaya!

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berjerawat: Non-Comedogenic & Ringan di Wajah

Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berjerawat: Non-Comedogenic & Ringan di Wajah

Punya kulit berjerawat bukan berarti kamu boleh melewatkan sunscreen. Justru, tabir surya adalah kunci penting dalam merawat kulit berjerawat, mencegah bekas hitam, dan melindungi dari paparan sinar UV yang bisa memperparah peradangan. Tapi, bagaimana cara memilih sunscreen yang tidak bikin jerawat makin parah?

Tenang, di artikel ini kamu akan menemukan panduan lengkap memilih sunscreen terbaik untuk kulit berjerawat yang ringan, tidak menyumbat pori (non-comedogenic), dan tetap nyaman dipakai sehari-hari.

Kenapa Kulit Berjerawat Tetap Butuh Sunscreen?

Meskipun kulitmu sedang breakout, sunscreen tetap wajib digunakan setiap pagi. Sinar UV bisa:

  • Memicu peradangan dan memperburuk jerawat
  • Membuat bekas jerawat makin gelap (hiperpigmentasi)
  • Merusak skin barrier dan memperlambat penyembuhan

Apalagi kalau kamu menggunakan bahan aktif seperti salicylic acid, retinol, atau benzoyl peroxide, yang membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Ciri-Ciri Sunscreen yang Aman untuk Kulit Berjerawat

Untuk kulit remaja yang cenderung sensitif dan mudah berjerawat, pilih sunscreen dengan kriteria berikut:

1. Non-Comedogenic

Artinya tidak akan menyumbat pori-pori, sehingga tidak memperparah jerawat.

2. Tekstur Ringan

Pilih gel, lotion, atau watery cream. Hindari sunscreen dengan tekstur berat atau terlalu oily.

3. Bebas Alkohol & Pewangi

Formulasi ini meminimalkan iritasi dan kemerahan pada kulit berjerawat.

4. Mengandung Bahan yang Menenangkan

Seperti niacinamide, centella asiatica, atau green tea yang membantu meredakan peradangan.

5. SPF 30 atau Lebih

Pastikan sunscreen punya perlindungan broad-spectrum (UVA & UVB).

Rekomendasi Jenis Sunscreen untuk Remaja dengan Kulit Berjerawat

Berikut ini jenis sunscreen yang direkomendasikan oleh dermatolog:

  • Hybrid Sunscreen: Kombinasi chemical dan physical sunscreen yang ringan dan tidak meninggalkan whitecast.
  • Chemical Sunscreen (water-based): Cocok untuk kulit berminyak dan tidak menyumbat pori.
  • Sunscreen dengan kandungan soothing agent: Seperti aloe vera atau calendula.

Cara Pakai Sunscreen untuk Hasil Maksimal

  1. Gunakan setelah pelembap, sebagai langkah terakhir skincare pagi.
  2. Aplikasikan dua jari penuh untuk wajah dan leher.
  3. Gunakan setiap hari, bahkan saat mendung atau di dalam ruangan.
  4. Reapply setiap 2–3 jam, terutama jika berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Hanya pakai sunscreen saat panas terik
  • Memakai sunscreen terlalu sedikit
  • Tidak reapply saat berkegiatan di luar
  • Menghindari sunscreen karena takut “menyumbat jerawat”

Padahal, memilih sunscreen yang tepat justru membantu proses penyembuhan jerawat, menjaga skin barrier tetap sehat, dan mencegah bekas jerawat makin membandel.

Kesimpulan

Memilih sunscreen untuk kulit berjerawat memang butuh perhatian ekstra. Tapi dengan memperhatikan label non-comedogenic, ringan, dan bebas iritan, kamu bisa melindungi kulit tanpa khawatir breakout. Jadikan sunscreen sebagai bagian dari rutinitas skincare harian kamu, dan rasakan perbedaannya!

Ingin sunscreen yang aman untuk kulit berjerawat dan cocok untuk usia remaja?
Coba rangkaian skincare dari Nurilab, termasuk face wash jerawat dan obat totol jerawat yang dirancang khusus untuk kulit remaja.
Kamu juga bisa konsultasi GRATIS via Teleconsultation dengan tim Nurilab, dan dapatkan panduan skincare yang sesuai dengan kondisi kulitmu!
Cek sekarang di https://nurilab.id/nurilab-shop/

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

Hybrid Sunscreen: Perlindungan Maksimal Tanpa Whitecast

Hybrid Sunscreen: Perlindungan Maksimal Tanpa Whitecast

Bingung pilih antara chemical sunscreen atau physical sunscreen? Apalagi kalau kamu ingin perlindungan maksimal dari sinar UV tapi tetap nyaman di kulit remaja yang cenderung sensitif, berminyak, atau mudah berjerawat. Jawabannya bisa jadi ada di hybrid sunscreen, inovasi tabir surya yang menggabungkan kebaikan dua jenis sunscreen dalam satu formula.

Yuk, kenalan lebih dekat dengan hybrid sunscreen dan kenapa produk ini jadi pilihan favorit banyak remaja saat ini!

Apa Itu Hybrid Sunscreen?

Hybrid sunscreen adalah jenis tabir surya yang menggabungkan dua mekanisme perlindungan:

  • Physical (mineral) sunscreen, yang memantulkan sinar UV
  • Chemical sunscreen, yang menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas yang kemudian dilepaskan dari kulit

Dengan menggabungkan keduanya, hybrid sunscreen memberikan proteksi yang lebih luas dan sering kali lebih nyaman di kulit tanpa meninggalkan whitecast, yaitu efek putih yang sering terlihat setelah memakai physical sunscreen.

Kelebihan Hybrid Sunscreen untuk Remaja

1. Perlindungan Lebih Menyeluruh

Hybrid sunscreen biasanya memiliki broad spectrum SPF, artinya melindungi kulit dari sinar UVA (penyebab penuaan dini) dan UVB (penyebab sunburn).

2. Tidak Meninggalkan Whitecast

Salah satu keluhan terbesar remaja saat memakai sunscreen adalah efek putih di wajah. Hybrid sunscreen biasanya punya tekstur lebih ringan dan transparan, cocok untuk semua warna kulit, termasuk kulit sawo matang atau gelap.

3. Nyaman untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat

Dengan formulasi yang seimbang, hybrid sunscreen bisa mengurangi iritasi yang biasa terjadi pada sunscreen murni chemical atau murni physical. Banyak produk hybrid kini juga non-comedogenic dan bebas alkohol.

4. Cocok untuk Aktivitas Outdoor & Indoor

Karena menggabungkan dua jenis perlindungan, hybrid sunscreen cocok untuk kamu yang aktif: sekolah, ekskul, hangout, bahkan traveling!

Tips Memilih Hybrid Sunscreen yang Tepat

Kalau kamu remaja dan sedang cari hybrid sunscreen, perhatikan tips berikut:

  • Cari label “broad spectrum” dan SPF minimal 30
  • Pilih yang bebas alkohol dan parfum untuk menghindari iritasi
  • Cek teksturnya: gel atau lotion ringan lebih cocok untuk kulit berminyak
  • Pastikan ada keterangan non-comedogenic agar tidak menyumbat pori

Cara Pakai Hybrid Sunscreen agar Efektif

  1. Gunakan setiap pagi setelah pelembap, bahkan jika kamu hanya di rumah
  2. Aplikasikan sebanyak dua jari penuh untuk seluruh wajah
  3. Reapply setiap 2–3 jam, terutama jika kamu berkeringat atau terkena air
  4. Gunakan juga di area telinga, leher, dan belakang tangan

Kesalahan yang Harus Dihindari

  • Hanya mengandalkan makeup yang mengandung SPF
  • Tidak reapply karena merasa sudah cukup pagi hari
  • Menggunakan sunscreen terlalu sedikit
  • Tidak membersihkan wajah dengan benar di malam hari

Kesimpulan

Hybrid sunscreen adalah solusi cerdas untuk remaja yang ingin perlindungan maksimal tanpa ribet. Teksturnya ringan, tidak membuat wajah abu-abu, dan cocok untuk semua jenis kulit. Penting banget untuk menjadikan sunscreen sebagai bagian dari rutinitas skincare harian, karena sinar UV tetap berbahaya bahkan saat mendung atau berada di dalam ruangan.

Butuh sunscreen yang ringan, aman untuk kulit remaja, dan cocok untuk kulit berjerawat?
Kamu bisa konsultasi langsung dengan tim ahli Nurilab dan dapatkan rekomendasi produk skincare terbaik—termasuk face wash dan obat totol jerawat.
Nikmati gratis konsultasi via Teleconsultation dan temukan skincare routine yang paling cocok untukmu.
Cek produknya di https://nurilab.id/nurilab-shop/

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

Cara Mengatasi Kulit Over-Exfoliated: Saran dari Ahli untuk Remaja

Cara Mengatasi Kulit Over-Exfoliated: Saran dari Ahli untuk Remaja

Punya kulit kemerahan, perih, dan terasa seperti terbakar setelah pakai exfoliating toner atau scrub? Bisa jadi kamu mengalami over-exfoliation, alias terlalu sering mengangkat sel kulit mati. Masalah ini umum dialami remaja yang semangat mencoba skincare baru, terutama yang mengandung AHA, BHA, atau scrub fisik.

Tenang, kamu tidak sendiri. Banyak dermatolog menemukan kasus kulit over-exfoliated pada usia remaja akibat kurangnya edukasi tentang penggunaan eksfoliator. Berikut penjelasan lengkap dan cara mengatasinya secara aman.

Apa Itu Over-Exfoliation?

Over-exfoliation adalah kondisi ketika lapisan pelindung kulit (skin barrier) rusak akibat terlalu sering atau terlalu keras melakukan eksfoliasi. Akibatnya, kulit jadi lebih sensitif, mudah iritasi, dan rentan terhadap bakteri serta jerawat.

Ciri-Ciri Kulit Over-Exfoliated:

  • Kulit terasa panas atau perih seperti terbakar
  • Muncul kemerahan, iritasi, atau ruam
  • Tekstur kulit jadi kasar dan mengelupas
  • Kulit terasa kencang, kering, dan tidak nyaman
  • Jerawat dan bruntusan muncul lebih banyak

Penyebab Umum Over-Exfoliation

  1. Menggunakan produk exfoliating setiap hari
  2. Menggabungkan beberapa bahan aktif eksfoliator seperti AHA, BHA, retinol dalam satu rutinitas
  3. Menggunakan scrub kasar terlalu sering
  4. Tidak memperhatikan instruksi pemakaian produk

Cara Mengatasi Kulit Over-Exfoliated

1. Hentikan Semua Produk Eksfoliasi Sementara Waktu

Langkah pertama: stop pemakaian AHA, BHA, scrub, atau retinoid setidaknya selama 1–2 minggu sampai kondisi kulit membaik. Beri waktu kulit untuk memulihkan diri.

2. Fokus pada Perawatan yang Melembapkan

Gunakan produk yang menenangkan dan melembapkan seperti:

  • Moisturizer dengan ceramide: membantu memperbaiki skin barrier
  • Hyaluronic acid: menghidrasi tanpa membuat iritasi
  • Panthenol dan aloe vera: menenangkan kulit yang kemerahan

3. Pilih Face Wash yang Gentle

Gunakan pembersih wajah tanpa alkohol, parfum, atau SLS. Pilih yang memiliki label non-comedogenic dan cocok untuk kulit sensitif.

4. Lindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari

Kulit over-exfoliated sangat sensitif terhadap sinar UV. Pastikan kamu selalu pakai sunscreen SPF 30 atau lebih, bahkan saat di rumah. Pilih sunscreen dengan tekstur ringan dan tidak menyumbat pori.

5. Hindari Makeup Berat

Jika tidak terpaksa, hindari dulu makeup tebal karena bisa memperparah iritasi. Biarkan kulit bernapas dan fokus pada pemulihan skin barrier.

Kapan Harus ke Dokter Kulit?

Jika setelah seminggu kulit masih terasa perih, muncul luka, atau makin banyak jerawat, sebaiknya konsultasikan ke dermatolog. Penanganan sejak dini bisa mencegah hiperpigmentasi atau bekas luka jangka panjang.

Tips Mencegah Over-Exfoliation di Masa Depan

  • Gunakan eksfoliator maksimal 2 kali seminggu
  • Jangan mencampur terlalu banyak bahan aktif dalam satu waktu
  • Lakukan patch test sebelum mencoba produk baru
  • Pahami jenis kulitmu dan pilih produk sesuai kebutuhan

Kesimpulan

Merawat kulit memang penting, tapi terlalu semangat dalam eksfoliasi justru bisa merusak keseimbangan alami kulit. Jika kamu mengalami tanda-tanda over-exfoliation, segera hentikan produk aktif dan fokus pada hidrasi serta pemulihan. Konsistensi dan kesabaran adalah kunci utama dalam skincare, apalagi untuk kulit remaja yang masih dalam tahap berkembang.

Bingung memilih produk yang aman untuk kulit sensitif atau sedang iritasi?
Kamu bisa coba facial wash gentle dan obat totol jerawat dari Nurilab, diformulasikan khusus untuk kulit remaja.
Yuk, manfaatkan layanan konsultasi gratis lewat Teleconsultation dari Nurilab dan temukan rutinitas skincare yang paling sesuai dengan kondisi kulitmu!
Cek sekarang di https://nurilab.id/nurilab-shop/

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

5 Kesalahan Skincare yang Sering Dilihat Dokter Kulit, Remaja Wajib Tahu!

5 Kesalahan Skincare yang Sering Dilihat Dokter Kulit, Remaja Wajib Tahu!

Punya jerawat yang tak kunjung hilang meski sudah rajin skincare-an? Atau malah kulit jadi
kering dan iritasi setelah pakai produk baru? Bisa jadi kamu melakukan kesalahan yang tanpa
sadar merusak kesehatan kulitmu sendiri. Menurut banyak dokter kulit, ada beberapa
kesalahan umum yang sering dilakukan remaja saat merawat kulitnya.

Yuk, kenali apa saja kesalahan skincare yang perlu kamu hindari!

1. Terlalu Sering Membersihkan Wajah

Mitos yang sering dipercaya: semakin sering mencuci wajah, semakin bersih kulit dari jerawat.
Faktanya, mencuci wajah lebih dari dua kali sehari justru bisa merusak skin barrier dan memicu
produksi minyak berlebih.

Cara menghindari:

  • Cuci wajah hanya dua kali sehari: pagi dan malam hari.
  • Gunakan facial wash yang gentle dan sesuai jenis kulit (berminyak, kering, kombinasi).
  • Hindari scrub kasar yang bisa membuat kulit iritasi, terutama kalau kamu sedang
  • jerawatan.

2. Menggunakan Terlalu Banyak Produk Sekaligus

Tren “10 step skincare” atau mencoba produk viral dari media sosial sering membuat remaja
menggunakan banyak produk dalam satu waktu. Ini bisa menyebabkan iritasi dan
ketidakseimbangan kulit.

Cara menghindari:

  • Gunakan maksimal 3–4 produk dasar: facial wash, toner, moisturizer, dan sunscreen.
  • Tambahkan serum atau spot treatment jika dibutuhkan, bukan karena ikut-ikutan.
  • Lakukan patch test sebelum mencoba produk baru.

3. Tidak Pakai Sunscreen Karena Takut Jerawatan

Beberapa remaja menghindari sunscreen karena merasa lengket atau bikin jerawat. Padahal,
sinar matahari adalah penyebab utama penuaan dini dan hiperpigmentasi. Sunscreen juga
membantu menjaga hasil perawatan jerawat lebih optimal.

Cara menghindari:

  • Pilih sunscreen non-comedogenic dengan SPF minimal 30.
  • Gunakan setiap hari meskipun di dalam ruangan, karena sinar UV tetap bisa menembus
    kaca.
  • Gunakan sunscreen khusus untuk kulit berminyak atau acne-prone agar lebih nyaman.

4. Memencet Jerawat Secara Sembarangan

Kebiasaan memencet jerawat bisa menyebabkan infeksi, bekas luka, dan peradangan lebih
parah. Banyak dokter kulit menemukan bahwa luka akibat jerawat bisa sembuh, tapi bekas
akibat dipencet bisa menetap lama.

Cara menghindari:

  • Gunakan obat totol jerawat yang aman dan sudah teruji.
  • Jika jerawat besar dan nyeri, konsultasikan dengan dermatolog daripada mencoba
    mengatasinya sendiri.
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci.

5. Mengabaikan Konsistensi dan Kesabaran

Skincare bukan sulap. Banyak remaja berhenti pakai produk setelah 3–5 hari karena tidak
langsung melihat hasil. Padahal, kulit butuh waktu sekitar 28 hari untuk regenerasi dan
menunjukkan perubahan.

Cara menghindari:

  • Gunakan produk skincare secara rutin dan konsisten setidaknya 4–6 minggu.
  • Jangan tergoda untuk langsung mencoba produk baru setiap minggu.
  • Catat reaksi kulit setelah menggunakan suatu produk untuk memantau efektivitasnya.

Kapan Harus ke Dokter Kulit?

Jika jerawat makin banyak, muncul kemerahan, atau perih setelah mencoba skincare tertentu,
jangan tunda konsultasi ke dokter kulit. Diagnosis dan penanganan sejak awal bisa mencegah
kondisi bertambah parah dan meninggalkan bekas permanen.

Kesimpulan

Remaja sering kali terjebak dalam hype skincare yang beredar di media sosial tanpa benar-
benar paham kebutuhan kulitnya. Dengan memahami kesalahan umum dan cara
menghindarinya, kamu bisa membangun rutinitas skincare yang aman, efektif, dan sesuai
dengan kondisi kulitmu.
Jangan lupa: kulit yang sehat bukan berarti harus putih dan mulus, tapi bersih, nyaman, dan
terawat sesuai kebutuhan.

Lagi berjuang melawan jerawat?

Kamu bisa coba produk face wash dan obat totol jerawat dari Nurilab, khusus diformulasikan
untuk kulit remaja.
Dapatkan juga layanan konsultasi gratis lewat Teleconsultation Nurilab untuk rekomendasi
skincare yang tepat.
Cek sekarang di https://nurilab.id/nurilab-shop/

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra