Rekomendasi Skincare Jerawat dari Dokter Kulit

Rekomendasi Skincare Jerawat dari Dokter Kulit

Sumber: Freepik

Jerawat sering kali menjadi tantangan terbesar untuk remaja. Perubahan hormon, stres sekolah, hingga pola makan bisa jadi penyebabnya. Tapi tenang, kamu nggak sendirian! Banyak remaja juga mengalami hal serupa. Untungnya, ada rekomendasi skincare dari dokter kulit yang bisa bantu kamu mengatasi jerawat secara efektif dan aman.

Artikel ini akan membahas langkah-langkah perawatan jerawat yang direkomendasikan oleh ahli dermatologi, serta bahan aktif apa saja yang terbukti ampuh.

Mengapa Penting Memilih Skincare Berdasarkan Saran Dokter Kulit?

  • Lebih Aman untuk Kulit Remaja
    Produk yang direkomendasikan dokter biasanya sudah melalui uji dermatologis dan cocok untuk kulit remaja yang masih sensitif.
  • Mencegah Iritasi dan Breakout
    Salah pilih produk bisa memperparah jerawat. Rekomendasi dokter membantu kamu memilih yang tepat.
  • Efektif dan Teruji Klinis
    Bahan-bahan yang digunakan terbukti secara ilmiah mampu melawan bakteri penyebab jerawat dan mempercepat penyembuhan.

Bahan Aktif yang Direkomendasikan Dokter untuk Jerawat

Berikut bahan-bahan aktif yang sering direkomendasikan oleh dokter kulit:

  1. Salicylic Acid (BHA)
    Membantu mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori, dan mencegah komedo.
  2. Benzoyl Peroxide
    Membunuh bakteri penyebab jerawat (Propionibacterium acnes) dan mengurangi peradangan.
  3. Niacinamide
    Mengurangi kemerahan, mengontrol minyak berlebih, dan memperkuat skin barrier.
  4. Azelaic Acid
    Cocok untuk jerawat ringan hingga sedang, dan juga membantu meratakan warna kulit.
  5. Centella Asiatica
    Menenangkan kulit yang iritasi dan mempercepat penyembuhan bekas jerawat.

Step-by-Step Skincare Jerawat untuk Remaja (Direkomendasikan Dokter)

  1. Cleansing (Pembersih Wajah)
    Gunakan facial wash yang mengandung salicylic acid atau sulfur. Pilih formula ringan yang tidak membuat kulit kering.
  2. Toner (Opsional)
    Pilih toner non-alkohol yang menenangkan kulit dan mengembalikan pH alami.
  3. Obat Totol Jerawat (Spot Treatment)
    Gunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide atau sulfur untuk jerawat aktif.
  4. Serum (Opsional)
    Serum dengan kandungan niacinamide 5% sangat bagus untuk mengontrol minyak dan memudarkan bekas jerawat.
  5. Moisturizer (Pelembap)
    Wajib meski kulitmu berminyak! Gunakan gel moisturizer yang ringan dan non-comedogenic.
  6. Sunscreen (Pagi Hari)
    Pilih sunscreen yang bebas minyak dan non-comedogenic untuk melindungi kulit dari paparan UV.

Tips Tambahan dari Dokter Kulit

  • Jangan Pencet Jerawat!
    Bisa menyebabkan iritasi, infeksi, dan bekas luka.
  • Perhatikan Pola Makan
    Hindari makanan tinggi gula dan dairy yang bisa memicu breakout.
  • Konsisten!
    Skincare bukan sulap. Butuh waktu minimal 4–6 minggu untuk melihat hasil.
  • Cek Kandungan Produk
    Hindari skincare dengan alkohol tinggi, parfum, dan pewarna yang bisa memicu iritasi.

Konsultasi Skincare Jerawat? Coba Nurilab Sekarang!

Buat kamu yang bingung memilih facial wash dan obat totol jerawat yang aman dan efektif untuk remaja, kamu bisa cek rekomendasi produk dari Nurilab di bawah ini.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

Tips Menjaga Hidrasi Kulit dari Dalam dan Luar

Tips Menjaga Hidrasi Kulit dari Dalam dan Luar

Kulit yang terhidrasi dengan baik adalah kunci untuk tampilan wajah yang sehat, cerah, dan awet muda. Namun, banyak orang hanya fokus pada skincare luar tanpa memperhatikan perawatan dari dalam. Padahal, menjaga hidrasi kulit sebaiknya dilakukan secara menyeluruh baik dari luar maupun dari dalam tubuh.

Dalam artikel ini, kita akan membahas cara-cara efektif menjaga hidrasi kulit secara menyeluruh agar tetap lembap, kenyal, dan bercahaya.

Mengapa Hidrasi Kulit Itu Penting?

Kulit terdiri dari lapisan pelindung (skin barrier) yang menjaga kelembapan dan melindungi dari faktor eksternal seperti polusi dan sinar UV. Ketika kulit kehilangan kelembapan, skin barrier melemah, menyebabkan kulit menjadi kering, kusam, mudah iritasi, hingga mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan seperti garis halus dan kerutan.

Hidrasi yang optimal membantu:

  • Memperkuat skin barrier
  • Mencegah iritasi dan kemerahan
  • Menjadikan kulit tampak lebih cerah dan kenyal
  • Mengurangi risiko breakout akibat dehidrasi kulit

Cara Menjaga Hidrasi Kulit dari Dalam

1. Cukupi Kebutuhan Air Harian

Air adalah elemen utama dalam menjaga kelembapan kulit dari dalam. Minumlah minimal 8 gelas air per hari atau sesuaikan dengan aktivitas dan kondisi tubuhmu. Hindari minuman berkafein atau tinggi gula yang bisa memicu dehidrasi.

2. Konsumsi Makanan Kaya Air dan Antioksidan

Pilih makanan yang membantu hidrasi alami tubuh seperti:

  • Buah-buahan: semangka, timun, stroberi, jeruk
  • Sayuran: selada, tomat, seledri, bayam
  • Makanan tinggi asam lemak omega-3 seperti alpukat dan ikan salmon

Antioksidan membantu melindungi sel kulit dari stres oksidatif yang mempercepat penuaan dan kekeringan kulit.

3. Perhatikan Asupan Kolagen dan Vitamin

Konsumsi suplemen atau makanan tinggi vitamin C, vitamin E, dan kolagen untuk mendukung elastisitas kulit dan regenerasi sel. Vitamin ini berperan penting dalam memperkuat struktur kulit dan mempertahankan kelembapan alami dari dalam.

Cara Menjaga Hidrasi Kulit dari Luar

1. Gunakan Facial Wash yang Tidak Mengikis Minyak Alami

Pilih pembersih wajah yang lembut dan bebas alkohol. Hindari sabun yang membuat kulit terasa ‘kesat’ setelah cuci muka karena itu bisa menjadi tanda skin barrier terganggu.

2. Gunakan Toner dan Serum Hidrating

Toner dan serum yang mengandung bahan seperti hyaluronic acid, glycerin, panthenol, atau aloe vera sangat efektif mengikat air di permukaan kulit dan menjaga kelembapan lebih lama.

3. Kunci dengan Moisturizer

Moisturizer adalah langkah wajib setelah menggunakan produk hidrasi. Pilih yang memiliki fungsi occlusive dan emollient, seperti ceramide, squalane, atau shea butter untuk mengunci air di kulit.

4. Gunakan Humidifier di Ruangan AC

Udara kering terutama di ruangan ber-AC dapat menguras kelembapan kulit. Menggunakan humidifier di kamar tidur atau ruang kerja bisa membantu menjaga kelembapan udara dan kulitmu tetap terhidrasi.

5. Aplikasikan Sunscreen Setiap Pagi

Paparan sinar UV dapat merusak skin barrier dan menyebabkan kehilangan kelembapan. Gunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari, bahkan saat mendung atau di dalam ruangan dengan paparan cahaya buatan.

Tanda-Tanda Kulit Kurang Terhidrasi

Kenali tanda-tanda kulit kamu mengalami dehidrasi:

  • Terasa kaku, kering, dan mudah terkelupas
  • Tampak kusam dan tidak bercahaya
  • Muncul garis halus yang lebih menonjol
  • Gatal atau iritasi ringan
  • Produksi minyak berlebih sebagai kompensasi kekeringan

Rekomendasi Produk Hidrasi dari Nurilab

Untuk kamu yang sedang mencari produk skincare dengan fokus pada hidrasi, Nurilab menawarkan rangkaian perawatan kulit harian yang lembut dan efektif, seperti:

  • Hydrating Facial Wash: membersihkan tanpa membuat kulit terasa kering
  • Moisture Lock Serum: mengandung hyaluronic acid untuk mengikat air di kulit
  • Daily Moisturizer: membantu menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier

Formulasi produk Nurilab dirancang dengan pH seimbang dan cocok untuk kulit sensitif. Temukan produk yang sesuai dengan kondisi kulitmu dan mulai perjalanan kulit sehatmu hari ini.

Jangan menunggu kulit kering untuk mulai merawat. Hidrasi yang tepat adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kecantikan kulitmu. Temukan produk Nurilab yang cocok untukmu dibawah ini, Check out sekarang!

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

Review Dermatolog: Kenapa Tidak Boleh Pencet Jerawat?

Review Dermatolog: Kenapa Tidak Boleh Pencet Jerawat?

Jerawat memang menyebalkan. Rasanya gatal, mengganggu penampilan, dan bikin pengen segera dipencet agar cepat hilang. Tapi tunggu dulu! Menurut para dermatolog atau dokter spesialis kulit, kebiasaan memencet jerawat justru bisa memperburuk keadaan.

Yuk, kita bahas kenapa kamu tidak disarankan memencet jerawat, dan apa kata ahli kulit tentang bahaya yang mungkin timbul.

1. Risiko Infeksi Bertambah

Saat kamu memencet jerawat, kamu membuka ‘jalan’ bagi bakteri untuk masuk lebih dalam ke kulit. Hal ini dapat menyebabkan:

  • Infeksi yang lebih parah
  • Kemerahan dan bengkak makin menyebar
  • Timbulnya jerawat baru di sekitar area yang dipencet

Kata dermatolog:
Menurut American Academy of Dermatology, jerawat sebaiknya dibiarkan sembuh sendiri atau diobati dengan cara yang benar. Memencet jerawat dengan tangan kotor hanya memperbesar risiko bakteri masuk ke dalam pori-pori.

2. Meningkatkan Risiko Bekas Jerawat (PIE & PIH)

Bekas jerawat seringkali lebih susah dihilangkan daripada jerawat itu sendiri. Ada dua jenis bekas jerawat yang umum:

  • PIE (Post-Inflammatory Erythema): Bekas kemerahan
  • PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation): Bekas kehitaman

Memencet jerawat dapat menyebabkan trauma pada kulit yang memperburuk bekas ini dan membuatnya lebih lama sembuh.

3. Bisa Menimbulkan Luka Parut Permanen

Tidak semua jerawat akan menimbulkan bekas parut, kecuali kamu pencet-pencet sendiri. Terutama untuk jerawat nodul atau jerawat batu yang dalam, memencetnya bisa membuat jaringan kulit rusak dan membentuk parut permanen yang susah diatasi.

4. Menyebarkan Peradangan ke Area Lain

Kamu mungkin berpikir memencet jerawat hanya akan ‘mengusir’ satu benjolan, padahal sebaliknya: nanah dan bakteri yang tersebar bisa memicu jerawat baru di sekitar wajah.

Kata ahli:
“Ketika kamu menekan jerawat, kamu justru mendorong sebagian isi jerawat lebih dalam ke kulit. Itu bisa menyebarkan peradangan,” ujar Dr. Nina Desai, MD, dermatologis asal California.

5. Luka Terbuka = Skin Barrier Rusak

Memencet jerawat sama saja dengan merusak pertahanan alami kulit (skin barrier). Akibatnya:

  • Kulit jadi lebih sensitif
  • Gampang iritasi
  • Mudah kering dan terkelupas

Jadi, Apa Solusi Aman Mengatasi Jerawat?

  • Gunakan obat totol jerawat dengan kandungan seperti salicylic acid, sulfur, atau tea tree oil
  • Rajin cuci muka 2x sehari dengan face wash yang diformulasikan untuk kulit berjerawat
  • Jangan menyentuh muka atau pencet jerawat sembarangan
  • Lakukan Double Cleansing
  • Jaga pola makan dan tidur yang cukup
  • Gunakan Handuk yang berbeda untuk muka dan badan

Yuk, tonton gan dengar langsung kebiasaan dermatolog yang perlu kamu tiru dari dr. Madana Natadiningrat Sp.DVE

Konsultasi Gratis dan Rekomendasi Produk

Kalau kamu punya masalah jerawat yang membandel, kamu bisa coba solusi dari Nurilab:

  • Obat totol jerawat untuk meredakan jerawat tanpa risiko iritasi
  • Facial wash anti jerawat yang lembut dan efektif membersihkan kulit

Konsultasi gratis juga tersedia melalui layanan Teleconsultation Nurilab. Kunjungi Nurilab Shop untuk info selengkapnya.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

Influencer vs Dermatolog: Siapa yang Lebih Bisa Jadi Acuan Skincare?

Influencer vs Dermatolog: Siapa yang Lebih Bisa Jadi Acuan Skincare?

Dalam era digital saat ini, banyak orang terutama remaja dan dewasa muda lebih sering menemukan tips perawatan kulit dari media sosial dibandingkan dari sumber medis. Tak jarang, muncul pertanyaan: apakah sebaiknya kita mengikuti saran skincare dari influencer atau dari dermatolog (dokter kulit)?

Keduanya memiliki peran penting dalam dunia perawatan kulit, namun pemahaman akan batas dan keunggulan masing-masing sangat penting agar kamu bisa membuat keputusan terbaik untuk kulitmu.

Siapa Itu Influencer Skincare?

Influencer skincare adalah individu yang memiliki pengaruh di media sosial, biasanya karena mereka aktif membagikan rutinitas kecantikan, review produk, dan hasil penggunaan skincare tertentu. Banyak dari mereka yang memang telah mencoba ratusan produk dan menjadi tempat referensi karena pengalaman langsung mereka.

Kelebihan Mengikuti Influencer:

  • Menyediakan referensi produk secara real-time dan jujur
  • Menampilkan hasil nyata “before-after”
  • Memperkenalkan tren dan produk terbaru
  • Gaya komunikatif dan relatable

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua influencer memiliki latar belakang pendidikan di bidang dermatologi atau kesehatan kulit. Beberapa hanya berbagi pengalaman pribadi yang tidak selalu cocok untuk semua orang.

Siapa Itu Dermatolog?

Dermatolog adalah tenaga medis profesional yang telah menjalani pendidikan kedokteran dan spesialisasi di bidang kulit. Mereka memahami struktur kulit secara ilmiah, penyebab gangguan kulit, dan efek dari berbagai kandungan aktif.

Kelebihan Konsultasi ke Dermatolog:

  • Diagnosis kulit berbasis medis dan ilmiah
  • Rekomendasi produk dan perawatan yang disesuaikan kondisi individu
  • Penanganan masalah kulit serius seperti jerawat parah, rosacea, atau dermatitis
  • Memiliki landasan etis dan legal dalam memberikan perawatan

Namun, konsultasi dengan dokter biasanya tidak gratis dan tidak selalu instan. Untuk beberapa orang, hal ini bisa menjadi kendala.

Mana yang Lebih Bisa Jadi Acuan?

Jawabannya bergantung pada kondisi kulitmu dan kebutuhan spesifik.

SituasiPilih Siapa?
Ingin tahu tren skincare terbaruInfluencer
Punya jerawat ringan dan ingin mencobaInfluencer/Trial
Punya kondisi kulit parah/berulangDermatolog
Ingin saran berbasis medisDermatolog
Butuh inspirasi produk dan reviewInfluencer

Saran terbaik? Gunakan kombinasi keduanya. Dapatkan referensi dari influencer, namun tetap kritis dan konsultasikan ke dermatolog jika terjadi reaksi, atau jika kamu memiliki kondisi kulit khusus.

Tips Memilah Informasi Skincare di Era Digital

  1. Cek latar belakang: Apakah influencer tersebut pernah bekerja sama dengan dermatolog atau punya sertifikasi?
  2. Pahami bahwa hasil setiap orang berbeda: Apa yang cocok untuk mereka belum tentu cocok untukmu.
  3. Prioritaskan keamanan kulit: Jangan asal meniru 10-step routine tanpa memahami kebutuhan kulit sendiri.
  4. Hindari over-experimenting: Jangan terlalu sering gonta-ganti produk hanya karena review di TikTok atau Instagram.

Rekomendasi Produk Aman untuk Pemula

Jika kamu sedang mencari produk skincare yang aman untuk pemula, diformulasikan khusus untuk kulit sensitif dan tidak mengandung bahan berisiko, kamu bisa mempertimbangkan produk dari Nurilab. Formulanya ringan, tidak mengiritasi, dan cocok untuk remaja hingga dewasa yang baru memulai rutinitas perawatan kulit.

Ingin mengenal lebih jauh tentang skincare yang tepat untuk kebutuhanmu? Mulailah dari produk yang terpercaya dan edukasi yang tepat. Jangan asal ikut tren, kulitmu adalah investasi jangka panjang.

Tips & Trik Perawatan Wajah untuk Wanita Hijab

Tips & Trik Perawatan Wajah untuk Wanita Hijab

Merawat wajah adalah kebutuhan semua perempuan, tak terkecuali wanita berhijab. Justru, bagi para pengguna hijab, perawatan wajah perlu mendapatkan perhatian khusus karena sebagian besar wajah tertutup kain sepanjang hari, yang bisa menyebabkan penumpukan keringat, minyak, dan debu di area tertentu. Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa memicu jerawat, kulit kusam, hingga iritasi ringan.

Untuk kamu yang berhijab dan ingin tetap memiliki kulit wajah sehat, bersih, dan glowing, berikut beberapa tips dan trik perawatan wajah yang bisa diterapkan sehari-hari.

1. Pastikan Kebersihan Hijab dan Inner Hijab

Salah satu penyebab munculnya jerawat di area rahang, dahi, dan pipi dekat telinga adalah inner hijab dan hijab yang jarang diganti atau dicuci. Kain yang kotor dapat menumpuk keringat dan bakteri, lalu menyumbat pori-pori kulit.

Tips:

  • Gunakan bahan hijab yang menyerap keringat seperti katun atau viscose.
  • Ganti dan cuci inner hijab secara rutin, minimal setiap 2 kali pemakaian.

2. Gunakan Face Wash yang Sesuai

Kulit wajah wanita berhijab biasanya lebih lembap di area tertutup dan cenderung lebih kering di area terbuka seperti dahi dan dagu. Maka, pilihlah sabun cuci muka yang lembut namun efektif mengangkat kotoran.

Hindari facial wash dengan kandungan yang terlalu keras atau membuat kulit terasa kesat setelah dibilas karena bisa merusak skin barrier.

3. Double Cleansing Itu Wajib

Meski tidak menggunakan makeup tebal, wanita berhijab tetap disarankan melakukan double cleansing, apalagi jika kamu beraktivitas seharian di luar ruangan. Lapisan debu dan polusi bisa menempel pada hijab lalu berpindah ke kulit.

Gunakan first cleanser seperti micellar water atau cleansing oil untuk mengangkat sisa sunscreen dan kotoran, lalu lanjutkan dengan facial wash.


4. Eksfoliasi Rutin, Tapi Jangan Berlebihan

Kain hijab yang terus bergesekan dengan kulit bisa membuat sel kulit mati menumpuk lebih cepat, terutama di area rahang dan leher. Maka, eksfoliasi seminggu 1–2 kali penting untuk mencegah kusam dan jerawat.

Gunakan produk eksfoliasi lembut yang mengandung AHA/BHA atau exfoliating toner, dan hindari scrub yang terlalu kasar, terutama jika kamu memiliki kulit sensitif.

5. Jangan Lewatkan Sunscreen

Meski wajah tertutup hijab, paparan sinar UV tetap bisa masuk melalui celah kain atau pantulan cahaya. Sunscreen tetap penting digunakan setiap hari, terutama di area wajah yang terbuka seperti dahi dan dagu.

Gunakan sunscreen dengan minimal SPF 30 dan aplikasikan ulang setiap 3–4 jam.

6. Hidrasi Tetap Nomor Satu

Penggunaan hijab bisa membuat kulit lebih rentan kehilangan kelembapan karena gesekan kain dan suhu panas. Gunakan moisturizer yang melembapkan namun ringan, agar tidak menyumbat pori-pori.

Pilih yang mengandung hyaluronic acid, glycerin, atau ceramide untuk menjaga hidrasi sepanjang hari.

7. Hindari Produk Skincare Berlapis-Lapis

Dengan kondisi kulit yang tertutup hampir seharian, wanita berhijab disarankan untuk menggunakan skincare minimalis namun efektif. Hindari layering terlalu banyak produk yang justru bisa memicu overhydration atau clogged pores.

Rekomendasi Skincare Lembut dan Efektif dari Nurilab

Untuk kamu para wanita berhijab yang menginginkan skincare yang ringan, tidak lengket, dan aman untuk kulit sensitif, kamu bisa mencoba berbagai produk dari Nurilab. Formulanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan kulit tropis dan aktivitas harian yang padat, termasuk untuk kamu yang mengenakan hijab seharian.

Temukan rekomendasi produk terbaik Nurilab di website resmi mereka dan mulai perawatan wajah yang lebih bersih dan sehat mulai hari ini.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra

Benarkah Kulit Kering Tidak Mungkin Mengalami Jerawat? Fakta yang Perlu Diketahui

Benarkah Kulit Kering Tidak Mungkin Mengalami Jerawat? Fakta yang Perlu Diketahui

Jerawat sering kali dianggap masalah kulit yang hanya terjadi pada kulit berminyak. Namun, apakah benar kulit kering tidak bisa berjerawat? Faktanya, jerawat bisa muncul pada semua jenis kulit, termasuk kulit kering. Mitos bahwa kulit kering kebal dari jerawat perlu diluruskan agar tidak salah dalam merawat kulit wajah.

Penyebab Jerawat pada Kulit Kering

Jerawat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk produksi minyak berlebih, penyumbatan pori-pori, dan bakteri. Namun, kulit kering juga dapat berjerawat, terutama jika terjadi iritasi atau peradangan. Penggunaan produk yang terlalu keras atau tidak cocok dengan jenis kulit dapat merusak lapisan pelindung kulit, memicu iritasi dan menyebabkan jerawat.

Menurut Klikdokter, salah satu penyebab jerawat pada kulit kering adalah penggunaan produk yang mengandung bahan kimia keras seperti alkohol atau asam salisilat dalam konsentrasi tinggi. Bahan-bahan ini dapat memperparah kondisi kulit, membuat kulit kering dan sensitif, yang pada akhirnya meningkatkan risiko jerawat.

Mitos dan Fakta Seputar Kulit Kering dan Jerawat

Banyak orang masih percaya bahwa jerawat hanya terjadi pada kulit berminyak. Menurut Jawapos, salah satu mitos yang paling sering terdengar adalah bahwa kulit kering tidak mungkin berjerawat. Faktanya, kulit kering pun tetap memiliki risiko jerawat jika perawatan kulit yang dilakukan tidak tepat. Selain itu, kulit yang terlalu kering bisa menyebabkan kompensasi berlebih dalam produksi minyak, yang dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.

Sebagai tambahan, Kompas juga menyebutkan bahwa toner yang terlalu mengeringkan kulit dapat memperburuk kondisi jerawat pada kulit kering. Penggunaan produk yang tidak sesuai dengan jenis kulit bisa memicu reaksi negatif, termasuk jerawat.

Perawatan Kulit Kering yang Berjerawat

Jika Anda memiliki kulit kering dan berjerawat, penting untuk memilih produk yang melembapkan dan menenangkan kulit tanpa menyumbat pori-pori. Berikut adalah beberapa tips perawatan untuk kulit kering berjerawat:

  • Gunakan pembersih lembut yang tidak mengandung bahan iritan seperti alkohol atau pewangi berlebih.
  • Hindari eksfoliasi berlebihan, karena hal ini bisa memperburuk kondisi kulit.
  • Pilih pelembap yang ringan dan non-komedogenik agar kulit tetap terhidrasi tanpa menyumbat pori-pori.
  • Pastikan untuk menggunakan produk berbahan dasar air yang membantu menjaga kelembapan kulit.

Kesimpulan

Mitos bahwa kulit kering tidak bisa berjerawat jelas tidak benar. Kulit kering tetap bisa mengalami jerawat jika tidak dirawat dengan baik. Penting untuk memahami jenis kulit dan memilih produk yang sesuai agar kulit tetap sehat dan bebas dari jerawat.

Artikel ini ditinjau oleh :

Dokter Darmaputra