by Lugi Nurilab | Oct 1, 2025 | Blog, Makeup and Skincare
Menggunakan skincare seharusnya menjadi rutinitas yang menyehatkan kulit dan memperbaiki masalah kulit seperti jerawat, kusam, atau kering. Namun, tahukah kamu bahwa salah langkah dalam penggunaan skincare justru bisa memperburuk kondisi kulit?
Banyak orang tanpa sadar melakukan kesalahan dalam pemilihan dan penggunaan produk perawatan wajah. Kesalahan-kesalahan ini sering terlihat sepele, namun berdampak besar pada kesehatan kulit. Nah, agar kulitmu tidak jadi korban eksperimen, yuk simak berbagai kesalahan fatal dalam pemakaian skincare dan bagaimana cara menghindarinya.
Kesalahan Fatal Saat Memakai Skincare
Tanpa disadari, beberapa kebiasaan kecil kamu bisa merusak skin barrier, memicu jerawat, atau membuat skincare tidak bekerja secara optimal. Berikut beberapa kesalahan fatal saat memakai skincare yang perlu diketahui:
1. Menggunakan Produk yang Tidak Sesuai Jenis Kulit
Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak mengenali jenis kulit sendiri. Kulit berminyak, kering, kombinasi, atau sensitif memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Misalnya, menggunakan pelembap berbahan dasar minyak pada kulit berminyak bisa menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.
Tips:
Sebelum memilih produk skincare, kenali dulu kondisi kulitmu melalui konsultasi atau tes sederhana. Perhatikan label seperti non-comedogenic, oil-free, atau for sensitive skin saat memilih produk.
2. Layering Terlalu Banyak Produk Sekaligus
Pernah tergoda untuk mencoba 5–7 lapis skincare dalam satu waktu karena tren glass skin? Meski niatnya ingin cepat glowing, terlalu banyak lapisan produk bisa membuat kulit iritasi, terutama jika ada bahan aktif yang saling bertabrakan, seperti AHA, BHA, retinol, dan vitamin C.
Tips:
Mulailah dari rutinitas dasar: cleanser – toner – moisturizer – sunscreen. Jika ingin menambahkan serum atau exfoliant, lakukan secara bertahap dan beri jeda waktu antar produk.
3. Tidak Memakai Sunscreen Setiap Hari
Kesalahan besar lainnya adalah mengabaikan sunscreen. Padahal, sinar UVA dan UVB tetap bisa merusak kulit meski cuaca mendung atau saat kamu di dalam ruangan yang terpapar cahaya gadget dan jendela.
Tips:
Gunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari dan aplikasikan ulang setiap 2–3 jam, terutama jika kamu banyak aktivitas di luar ruangan.
4. Over-Exfoliating: Terlalu Sering Mengelupas Kulit
Eksfoliasi memang penting untuk mengangkat sel kulit mati. Tapi jika dilakukan terlalu sering—lebih dari 2–3 kali seminggu—kulit bisa mengalami over-exfoliation: perih, kemerahan, kering, dan justru lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Tips:
Pilih jenis eksfoliasi yang sesuai dengan toleransi kulitmu, dan pastikan tidak digunakan bersamaan dengan bahan aktif lain seperti retinol atau vitamin C dalam satu waktu.
5. Meniru Skincare Orang Lain Tanpa Penyesuaian
Setiap orang memiliki kondisi kulit yang unik. Hanya karena produk tertentu cocok untuk temanmu, bukan berarti akan cocok juga untukmu. Terlalu banyak mencoba produk hanya karena viral bisa membuat skin barrier rusak.
Tips:
Baca kandungan bahan, review dari ahli (seperti dokter kulit), dan pahami kebutuhan kulitmu sebelum membeli produk.
6. Tidak Membersihkan Wajah Secara Optimal
Pembersihan wajah yang kurang maksimal bisa menyebabkan penumpukan kotoran, minyak, dan sisa makeup yang menyumbat pori. Di sisi lain, mencuci wajah terlalu sering juga bisa merusak lapisan pelindung kulit.
Tips:
Cuci wajah dua kali sehari, pagi dan malam dengan facial wash yang lembut dan sesuai kebutuhan kulit.
Rekomendasi Produk Nurilab untuk Pemula yang Ingin Skincare-an dengan Aman
Kalau kamu masih bingung harus mulai dari mana, Nurilab menyediakan produk perawatan kulit yang diformulasikan khusus untuk mengatasi jerawat, menjaga keseimbangan kulit, dan cocok digunakan sehari-hari:
- Gentle Cleansing Gel: Facial wash ringan yang membantu membersihkan kulit tanpa membuatnya kering atau terasa ketarik.
- Acne Conclearing Spot Drying Lotion: Obat totol jerawat praktis yang bekerja cepat meredakan jerawat aktif.
- Hy Matte Sunscreen: Perlindungan matahari ringan, nyaman di kulit, dan tidak menimbulkan whitecast.
Rawat kulitmu tanpa drama. Checkout sekarang rekomendasi produk dari Nurilab!
Product Recomendation
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-
by Lugi Nurilab | Sep 30, 2025 | Acne Solutions, Blog
Jerawat bisa jadi musuh utama bagi remaja. Di masa pubertas, perubahan hormon membuat produksi minyak di wajah meningkat, sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat dan jerawat pun muncul. Tapi, tahukah kamu bahwa jerawat punya banyak jenis, dan cara mengatasinya pun berbeda-beda?
Yuk, kenali tipe-tipe jerawat yang paling sering muncul dan bagaimana cara mengatasinya dengan tepat!
1. Komedo (Whitehead & Blackhead)
Ciri-ciri:
- Whitehead: komedo tertutup berwarna putih
- Blackhead: komedo terbuka berwarna hitam
Penyebab:
Komedo terbentuk dari campuran sebum (minyak alami kulit) dan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori.
Cara Mengatasi:
- Gunakan face wash yang mengandung salicylic acid untuk membantu membersihkan pori
- Hindari memencet komedo agar tidak terjadi iritasi
- Rutin eksfoliasi 1–2 kali seminggu dengan bahan yang lembut
2. Papula
Ciri-ciri:
- Benjolan kecil kemerahan
- Tidak memiliki nanah
- Terasa sakit saat disentuh
Penyebab:
Peradangan akibat bakteri yang berkembang di dalam pori-pori yang tersumbat.
Cara Mengatasi:
- Gunakan obat jerawat dengan kandungan benzoyl peroxide atau tea tree oil
- Jangan digaruk atau dipencet karena bisa memperparah peradangan
- Pastikan kamu menjaga kebersihan wajah dan bantal tidur
3. Pustula
Ciri-ciri:
- Benjolan merah dengan titik putih berisi nanah di tengahnya
- Terlihat seperti jerawat “matang”
Penyebab:
Infeksi bakteri yang menyebabkan reaksi peradangan dan terbentuknya nanah.
Cara Mengatasi:
- Bersihkan wajah dengan lembut dua kali sehari
- Aplikasikan spot treatment dengan sulfur atau benzoyl peroxide
- Hindari menggunakan makeup tebal di area yang sedang meradang
4. Nodul
Ciri-ciri:
- Jerawat besar, keras, dan sakit saat disentuh
- Tidak memiliki mata jerawat
Penyebab:
Peradangan yang dalam dan melibatkan jaringan kulit lebih dalam. Biasanya akibat infeksi serius.
Cara Mengatasi:
- Butuh perawatan dari dokter kulit
- Tidak dianjurkan untuk diobati sendiri dengan skincare biasa
- Dokter bisa memberikan antibiotik oral atau perawatan topikal khusus
5. Jerawat Batu (Cystic Acne)
Ciri-ciri:
- Ukuran besar, terasa nyeri, dan berisi nanah
- Bisa meninggalkan bekas luka permanen
Penyebab:
Faktor hormon dan genetik sangat berpengaruh. Biasanya terjadi saat hormon tidak seimbang.
Cara Mengatasi:
- Konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapat perawatan intensif
- Obat seperti isotretinoin atau terapi hormon bisa diresepkan dokter
- Jangan mencoba memencet atau mengobatinya sendiri
Kapan Harus ke Dokter Kulit?
Jika kamu sudah mencoba berbagai cara, tapi jerawat tidak kunjung membaik, bahkan makin parah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter kulit. Jerawat yang ditangani sejak dini bisa mencegah bekas luka dan masalah kulit jangka panjang.
Kesimpulan
Mengetahui jenis jerawat sangat penting agar kamu bisa memilih cara perawatan yang tepat. Setiap jenis jerawat butuh pendekatan yang berbeda. Jangan hanya mengikuti tren skincare teman tanpa tahu kebutuhan kulitmu sendiri.
Ingin Jerawat Cepat Kering dan Kulit Tetap Bersih?
Kamu bisa coba produk face wash dan obat totol jerawat dari Nurilab, yang dirancang khusus untuk mengatasi jerawat remaja. Dapatkan juga konsultasi kulit gratis via Teleconsultation langsung di https://nurilab.id/nurilab-shop/. Yuk, mulai langkah kecil untuk kulit sehatmu hari ini!
Product Recomendation
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-
by Lugi Nurilab | Sep 29, 2025 | Blog, Ingredient Spotlight, Makeup and Skincare
Merawat kulit wajah itu penting, apalagi di masa remaja saat kulit sedang aktif-aktifnya beradaptasi dengan perubahan hormon. Tapi pernah nggak kamu merasa skincare yang kamu pakai malah bikin kulit tambah bermasalah? Bisa jadi, itu tandanya produk tersebut tidak cocok untuk kamu.
Yuk, kenali tanda-tanda skincare tidak cocok dan kapan saatnya kamu harus berhenti menggunakannya!
1. Muncul Jerawat Meradang di Area Baru
Jika setelah memakai produk skincare muncul jerawat yang meradang, terutama di area wajah yang sebelumnya bersih, kamu harus waspada. Ini bukan sekadar purging, apalagi jika terjadi terus-menerus selama lebih dari dua minggu.
Tips:
- Cek kandungan aktif dalam skincare, mungkin terlalu kuat atau tidak cocok untuk jenis kulitmu.
- Hindari layering terlalu banyak produk dalam satu waktu.
2. Kulit Terasa Panas atau Perih
Sensasi menyengat, terbakar, atau panas setelah memakai produk adalah red flag utama. Ini bisa menandakan adanya reaksi iritasi atau alergi, terutama pada kulit sensitif.
Tips:
- Lakukan patch test sebelum memakai produk baru di seluruh wajah.
- Jika iritasi berlanjut, hentikan pemakaian segera dan konsultasikan ke dokter kulit.
3. Kulit Mengelupas Parah dan Kering
Beberapa bahan seperti retinol atau acid memang bisa membuat kulit sedikit mengelupas di awal, tapi jika mengelupasnya parah dan bikin kulit kering banget, tandanya kamu over-exfoliating atau tidak cocok dengan produknya.
Tips:
- Gunakan pelembap yang kaya ceramide untuk memperkuat skin barrier.
- Hindari eksfoliasi lebih dari 2 kali seminggu, terutama jika kulit sedang sensitif.
4. Warna Kulit Tidak Merata atau Kemerahan
Kulit yang menjadi kemerahan atau muncul bercak gelap bisa jadi tanda iritasi atau inflamasi. Ini perlu diwaspadai karena bisa memperparah kondisi kulit jika dibiarkan.
Tips:
- Ganti skincare dengan kandungan yang menenangkan seperti Centella Asiatica atau aloe vera.
- Hindari bahan aktif yang terlalu keras seperti AHA/BHA jika kulit belum terbiasa.
5. Kulit Terasa Gatal atau Timbul Ruam
Gatal, ruam, atau bahkan bentol-bentol kecil adalah gejala alergi terhadap kandungan tertentu dalam skincare. Jangan anggap remeh karena ini bisa berkembang jadi kondisi yang lebih serius.
Tips:
- Cek label bahan dan hindari produk yang mengandung pewangi sintetis atau alkohol tinggi.
- Jika kondisi tidak membaik, segera hentikan pemakaian dan cari bantuan medis.
Kapan Harus Konsultasi ke Ahli?
Jika kamu mengalami lebih dari satu gejala di atas, dan kondisinya tidak membaik setelah beberapa hari, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter kulit. Setiap orang punya jenis kulit yang berbeda, jadi skincare yang cocok di orang lain belum tentu cocok di kamu.
Kesimpulan
Menggunakan skincare seharusnya membuat kulit kamu lebih sehat dan terawat, bukan sebaliknya. Kenali tanda-tanda skincare tidak cocok dan jangan ragu untuk stop jika memang bikin kulitmu makin bermasalah. Kuncinya adalah sabar dan konsisten mencari produk yang cocok untuk jenis kulitmu.
Butuh Rekomendasi Skincare Aman untuk Remaja?
Kamu bisa coba produk face wash dan obat totol jerawat dari Nurilab yang diformulasikan khusus untuk kulit remaja. Plus, kamu bisa konsultasi gratis dengan dokter kulit melalui layanan Teleconsultation Nurilab di https://nurilab.id/nurilab-shop/.
Yuk, rawat kulitmu dengan bijak dan tepat!
Product Recomendation
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-
by Lugi Nurilab | Sep 26, 2025 | Blog, Makeup and Skincare
Banyak remaja berpikir bahwa sunscreen hanya dibutuhkan saat cuaca terik atau saat berada di luar ruangan. Padahal, sinar UV tetap bisa merusak kulit meskipun kamu berada di dalam rumah atau saat hujan turun. Jadi, jangan anggap enteng penggunaan sunscreen hanya karena langit mendung atau kamu berada di dalam kelas atau rumah.
Yuk, pelajari alasan ilmiah kenapa sunscreen tetap wajib digunakan setiap hari, kapan pun dan di mana pun kamu berada!
1. Sinar UVA Menembus Kaca
Sinar ultraviolet terdiri dari dua jenis utama: UVA dan UVB.
- UVB menyebabkan sunburn dan biasanya terhalang oleh awan atau kaca.
- UVA menembus kaca dan tetap aktif walaupun mendung, hujan, atau kamu berada di ruangan tertutup dengan jendela terbuka.
Dalam hal ini sinar UVA adalah penyebab utama penuaan dini dan kerusakan kolagen, serta bisa memperburuk kondisi kulit seperti jerawat dan hiperpigmentasi. Itulah mengapa sunscreen tetap penting meski kamu tidak keluar rumah.
2. Cahaya dari Layar Juga Bisa Merusak Kulit
Kamu sering berada di depan laptop, HP, atau tablet? Cahaya biru (blue light) dari layar gadget juga bisa merusak kulit, menyebabkan:
- Stres oksidatif
- Kulit kusam
- Munculnya noda hitam (dark spot)
Beberapa sunscreen sekarang sudah mengandung perlindungan terhadap blue light, lho! Ini alasan tambahan kenapa pakai sunscreen wajib, walau hanya WFH atau belajar daring.
3. Saat Hujan, Sinar UV Masih Ada
Meskipun langit mendung atau hujan, sekitar 80% sinar UV tetap bisa menembus awan. Jadi, kamu tetap bisa mengalami kerusakan kulit jika tidak memakai perlindungan.
Selain itu, air hujan tidak serta-merta membersihkan wajahmu dari risiko UV—kecuali kamu reapply sunscreen setelahnya. Jadi, tetap gunakan sunscreen meskipun hujan turun.
4. Mencegah Bekas Jerawat dan Hiperpigmentasi
Kalau kamu punya kulit berjerawat, sunscreen sangat penting untuk:
- Mencegah bekas jerawat menghitam
- Mengurangi inflamasi
- Membantu proses penyembuhan kulit
Tanpa sunscreen, semua treatment jerawat seperti salicylic acid atau obat totol bisa kurang maksimal karena kulit terpapar sinar UV tanpa perlindungan.
5. Sunscreen = Proteksi Harian yang Paling Dasar
Buat kamu yang baru mulai merawat kulit, ingat: Skincare terbaik pun tidak akan optimal tanpa sunscreen. Sunscreen adalah langkah terakhir di pagi hari, tapi paling penting untuk jangka panjang.
Tips Penggunaan Sunscreen untuk Remaja:
- Gunakan setiap pagi, setelah pelembap
- Aplikasikan dua jari penuh untuk wajah dan leher
- Pilih sunscreen non-comedogenic, ringan, dan cocok untuk kulit remaja
- Reapply setiap 2–3 jam, terutama jika berkeringat atau setelah wudu
Kesimpulan
Jadi, jangan tunda lagi. Sunscreen bukan hanya untuk pantai atau siang hari yang terik, tapi juga penting dipakai saat di dalam ruangan, saat mendung, atau ketika hujan. Melindungi kulit sejak dini bisa mencegah banyak masalah kulit di masa depan.
Kamu punya kulit berjerawat dan bingung pilih sunscreen yang aman?
Coba konsultasi GRATIS dengan tim Nurilab dan temukan rangkaian produk skincare yang sesuai, seperti face wash jerawat dan obat totol jerawat dari Nurilab.
Cek sekarang di https://nurilab.id/nurilab-shop/ dan nikmati teleconsultation tanpa biaya!
Product Recomendation
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-
by Lugi Nurilab | Sep 25, 2025 | Blog, Makeup and Skincare
Punya kulit berjerawat bukan berarti kamu boleh melewatkan sunscreen. Justru, tabir surya adalah kunci penting dalam merawat kulit berjerawat, mencegah bekas hitam, dan melindungi dari paparan sinar UV yang bisa memperparah peradangan. Tapi, bagaimana cara memilih sunscreen yang tidak bikin jerawat makin parah?
Tenang, di artikel ini kamu akan menemukan panduan lengkap memilih sunscreen terbaik untuk kulit berjerawat yang ringan, tidak menyumbat pori (non-comedogenic), dan tetap nyaman dipakai sehari-hari.
Kenapa Kulit Berjerawat Tetap Butuh Sunscreen?
Meskipun kulitmu sedang breakout, sunscreen tetap wajib digunakan setiap pagi. Sinar UV bisa:
- Memicu peradangan dan memperburuk jerawat
- Membuat bekas jerawat makin gelap (hiperpigmentasi)
- Merusak skin barrier dan memperlambat penyembuhan
Apalagi kalau kamu menggunakan bahan aktif seperti salicylic acid, retinol, atau benzoyl peroxide, yang membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Ciri-Ciri Sunscreen yang Aman untuk Kulit Berjerawat
Untuk kulit remaja yang cenderung sensitif dan mudah berjerawat, pilih sunscreen dengan kriteria berikut:
1. Non-Comedogenic
Artinya tidak akan menyumbat pori-pori, sehingga tidak memperparah jerawat.
2. Tekstur Ringan
Pilih gel, lotion, atau watery cream. Hindari sunscreen dengan tekstur berat atau terlalu oily.
3. Bebas Alkohol & Pewangi
Formulasi ini meminimalkan iritasi dan kemerahan pada kulit berjerawat.
4. Mengandung Bahan yang Menenangkan
Seperti niacinamide, centella asiatica, atau green tea yang membantu meredakan peradangan.
5. SPF 30 atau Lebih
Pastikan sunscreen punya perlindungan broad-spectrum (UVA & UVB).
Rekomendasi Jenis Sunscreen untuk Remaja dengan Kulit Berjerawat
Berikut ini jenis sunscreen yang direkomendasikan oleh dermatolog:
- Hybrid Sunscreen: Kombinasi chemical dan physical sunscreen yang ringan dan tidak meninggalkan whitecast.
- Chemical Sunscreen (water-based): Cocok untuk kulit berminyak dan tidak menyumbat pori.
- Sunscreen dengan kandungan soothing agent: Seperti aloe vera atau calendula.
Cara Pakai Sunscreen untuk Hasil Maksimal
- Gunakan setelah pelembap, sebagai langkah terakhir skincare pagi.
- Aplikasikan dua jari penuh untuk wajah dan leher.
- Gunakan setiap hari, bahkan saat mendung atau di dalam ruangan.
- Reapply setiap 2–3 jam, terutama jika berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Hanya pakai sunscreen saat panas terik
- Memakai sunscreen terlalu sedikit
- Tidak reapply saat berkegiatan di luar
- Menghindari sunscreen karena takut “menyumbat jerawat”
Padahal, memilih sunscreen yang tepat justru membantu proses penyembuhan jerawat, menjaga skin barrier tetap sehat, dan mencegah bekas jerawat makin membandel.
Kesimpulan
Memilih sunscreen untuk kulit berjerawat memang butuh perhatian ekstra. Tapi dengan memperhatikan label non-comedogenic, ringan, dan bebas iritan, kamu bisa melindungi kulit tanpa khawatir breakout. Jadikan sunscreen sebagai bagian dari rutinitas skincare harian kamu, dan rasakan perbedaannya!
Ingin sunscreen yang aman untuk kulit berjerawat dan cocok untuk usia remaja?
Coba rangkaian skincare dari Nurilab, termasuk face wash jerawat dan obat totol jerawat yang dirancang khusus untuk kulit remaja.
Kamu juga bisa konsultasi GRATIS via Teleconsultation dengan tim Nurilab, dan dapatkan panduan skincare yang sesuai dengan kondisi kulitmu!
Cek sekarang di https://nurilab.id/nurilab-shop/
Product Recomendation
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-