by Lugi Nurilab | Mar 3, 2025 | Lifestyle & Nutrition, Self-Care & Wellness
Puasa selama bulan Ramadan membawa banyak manfaat bagi tubuh dan jiwa. Namun, perubahan pola makan dan tidur saat berpuasa dapat memengaruhi kesehatan kulit, terutama kelembapannya. Dehidrasi, paparan sinar matahari, dan kurangnya asupan cairan sering membuat kulit menjadi kering dan kusam. Untuk itu, perawatan kulit yang tepat sangat penting agar kulit tetap lembap dan sehat. Artikel ini akan membahas tips merawat kulit agar tetap lembap saat berpuasa.
Mengapa Kulit Cenderung Kering Saat Berpuasa?
Saat berpuasa, tubuh tidak menerima asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi yang berdampak langsung pada kelembapan kulit. Selain itu, perubahan pola tidur dan konsumsi makanan yang kurang seimbang juga dapat memperparah kondisi kulit. Oleh karena itu, perawatan kulit dari dalam dan luar sangat diperlukan.
1. Perbanyak Asupan Air Saat Sahur dan Berbuka
Air adalah kunci utama untuk menjaga kelembapan kulit. Pastikan untuk mengonsumsi setidaknya 8 gelas air setiap hari dengan pola 2-4-2:
- 2 gelas saat berbuka
- 4 gelas di malam hari
- 2 gelas saat sahur
Dengan pola ini, tubuh tetap terhidrasi dan kulit terjaga kelembapannya meski sedang berpuasa.
2. Gunakan Pelembap dengan Kandungan Hyaluronic Acid dan Glycerin
Pilih pelembap yang mengandung hyaluronic acid dan glycerin. Kedua bahan ini dikenal efektif mengunci kelembapan di dalam kulit. Gunakan pelembap dua kali sehari, yaitu setelah mandi pagi dan malam sebelum tidur. Untuk hasil maksimal, pilih pelembap berbahan dasar air yang ringan di kulit.
3. Hindari Mandi dengan Air Panas
Mandi dengan air panas dapat menghilangkan minyak alami kulit, sehingga kulit menjadi kering. Sebaiknya gunakan air hangat atau air suhu ruangan saat mandi. Jika Anda harus menggunakan air panas, batasi waktunya dan segera aplikasikan pelembap setelah mandi.
4. Konsumsi Makanan yang Mengandung Omega-3 dan Antioksidan
Nutrisi dari dalam tubuh juga berpengaruh besar pada kesehatan kulit. Konsumsi makanan seperti:
- Ikan salmon dan tuna (kaya omega-3)
- Alpukat dan kacang-kacangan
- Buah beri dan sayuran hijau (kaya antioksidan)
Omega-3 membantu memperkuat lapisan kulit, sedangkan antioksidan melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
5. Gunakan Sunscreen Saat Beraktivitas di Luar Ruangan
Paparan sinar matahari dapat memperburuk kondisi kulit kering. Gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 sebelum keluar rumah. Pilih sunscreen yang mengandung bahan pelembap untuk perlindungan ekstra.
6. Istirahat yang Cukup dan Kelola Stres
Kurang tidur dan stres dapat mengganggu regenerasi kulit. Pastikan Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk membantu mengurangi stres.
7. Gunakan Masker Wajah yang Menghidrasi
Gunakan masker wajah dengan kandungan seperti aloe vera, madu, atau oatmeal setidaknya dua kali seminggu. Masker ini membantu menghidrasi kulit dan memberikan nutrisi tambahan agar kulit tetap lembap dan bercahaya.
8. Kurangi Konsumsi Kafein dan Makanan Asin
Kafein dan garam dapat menyebabkan dehidrasi. Batasi konsumsi kopi, teh, dan makanan tinggi garam saat sahur dan berbuka. Gantilah dengan minuman herbal dan makanan segar yang kaya air.
Kesimpulan
Menjaga kelembapan kulit saat berpuasa bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan cara yang tepat. Mulai dari menjaga asupan cairan, memilih produk perawatan kulit yang sesuai, hingga memperhatikan pola tidur dan asupan nutrisi, semuanya berperan penting. Dengan mengikuti tips di atas, kulit Anda akan tetap lembap, sehat, dan bercahaya selama menjalankan ibadah puasa.
by Lugi Nurilab | Feb 26, 2025 | Blog, Lifestyle & Nutrition, Self-Care & Wellness
Merawat kulit wajah tidak hanya bergantung pada skincare yang diaplikasikan secara eksternal, tetapi juga dipengaruhi oleh asupan makanan dan minuman. Nutrisi yang tepat sangat penting dalam menjaga kesehatan kulit, memperbaiki sel-sel yang rusak, mengurangi inflamasi, serta mempertahankan kelembapan. Artikel ini akan membahas lima bahan makanan dan minuman yang dapat membantu merawat kulit secara alami, berdasarkan panduan ahli kesehatan kulit.
1. Alpukat
Alpukat kaya akan lemak sehat, termasuk asam lemak omega-3, yang berperan dalam menjaga kulit tetap lembut, kenyal, dan terhidrasi. Kandungan vitamin E pada alpukat berfungsi sebagai antioksidan kuat yang melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan mempercepat proses regenerasi sel. Kombinasi vitamin E dan lemak sehat menjadikan alpukat pilihan ideal untuk menjaga kelembapan dan elastisitas kulit.
2. Kacang Almond
Kacang almond merupakan salah satu sumber vitamin E yang sangat baik untuk kulit. Vitamin E ini bertindak sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari efek buruk sinar UV dan polusi. Konsumsi almond secara teratur juga dapat membantu memperbaiki jaringan kulit yang rusak, mengurangi tanda-tanda penuaan, dan membuat kulit lebih halus serta bercahaya.
3. Teh Hijau
Teh hijau mengandung antioksidan kuat, terutama polifenol, yang memiliki sifat anti-inflamasi dan mampu melawan kerusakan kulit akibat sinar matahari. Antioksidan ini membantu mengurangi kemerahan dan iritasi pada kulit, serta melindunginya dari radikal bebas. Mengonsumsi teh hijau secara rutin dapat memperbaiki kondisi kulit dan mempertahankan kecerahan alami kulit wajah.
4. Ikan Berlemak (Seperti Salmon)
Ikan berlemak, seperti salmon, sarden, dan mackerel, merupakan sumber asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Omega-3 membantu menjaga kelembapan kulit, mengurangi peradangan, dan melindungi kulit dari iritasi serta jerawat. Selain itu, ikan berlemak juga mengandung vitamin D, yang penting untuk keseimbangan hidrasi kulit. Dengan mengonsumsi ikan berlemak secara teratur, kulit tetap terjaga kelembutannya dan bebas dari masalah kulit seperti jerawat.
5. Wortel
Wortel kaya akan beta-karoten, yang diubah oleh tubuh menjadi vitamin A, salah satu nutrisi yang sangat penting untuk kesehatan kulit. Vitamin A membantu mempercepat regenerasi sel-sel kulit dan melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV. Selain menjaga kulit tetap sehat, konsumsi wortel juga membantu mencegah tanda-tanda penuaan dini, seperti garis halus dan keriput.
Kesimpulan
Merawat kulit tidak hanya membutuhkan produk skincare, tetapi juga nutrisi yang berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Dengan memasukkan bahan-bahan seperti alpukat, kacang almond, teh hijau, ikan berlemak, dan wortel ke dalam diet Anda untuk dapat mendukung kesehatan kulit dari dalam.
Kombinasi perawatan luar dan dalam ini dapat membantu kulit tetap sehat, bercahaya, dan terlindungi dari berbagai kerusakan akibat faktor eksternal. Mulailah mengonsumsi makanan bernutrisi untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat dan bebas masalah.
Product Recomendation
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-
by Lugi Nurilab | Feb 20, 2025 | Lifestyle & Nutrition, Self-Care & Wellness
Sinar ultraviolet (UV) adalah jenis radiasi yang berasal dari matahari dan sumber buatan, seperti tanning beds. Meski memiliki manfaat, seperti merangsang produksi vitamin D di kulit, paparan berlebihan terhadap sinar UV dapat membawa risiko serius bagi kesehatan kulit. Terutama di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, intensitas sinar UV sangat tinggi, sehingga penting untuk memahami dampak negatifnya dan langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Apa Itu Sinar UV?
Sinar UV terdiri dari tiga jenis utama: UVA, UVB, dan UVC, yang masing-masing memiliki efek berbeda pada kulit:
- UVA: Menembus lapisan kulit lebih dalam dan berperan dalam penuaan dini serta kerusakan DNA.
- UVB: Memiliki energi lebih tinggi yang menyebabkan kulit terbakar (sunburn) dan berkontribusi terhadap risiko kanker kulit.
- UVC: Jenis yang paling berbahaya, namun diserap oleh atmosfer bumi dan tidak mencapai permukaan.
Dampak Negatif Sinar UV pada Kulit
Paparan berlebihan terhadap sinar UV dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, baik jangka pendek maupun jangka panjang:
- Sunburn (Kulit Terbakar) Sinar UVB yang berlebihan dapat menyebabkan sunburn, yang ditandai dengan kemerahan, nyeri, kulit mengelupas, hingga lepuhan (blister) dalam kasus parah.
- Penuaan Dini (Photoaging) Sinar UVA mempercepat penuaan kulit dengan merusak kolagen dan elastin, yang menyebabkan kerutan, bintik penuaan, dan kulit kendur bagi mereka yang sering terpapar matahari tanpa perlindungan.
- Hiperpigmentasi Paparan UV memicu produksi melanin berlebihan, menyebabkan bintik hitam atau hiperpigmentasi. Kondisi ini umumnya muncul di area kulit yang sering terkena matahari, seperti wajah dan tangan.
- Kanker Kulit Paparan UVB dapat merusak DNA sel kulit, memicu mutasi genetik yang berpotensi menyebabkan kanker kulit, termasuk melanoma, karsinoma sel basal, dan karsinoma sel skuamosa.
- Kerusakan Mata Walaupun tidak berdampak langsung pada kulit, sinar UV juga dapat merusak mata, menyebabkan masalah seperti katarak, degenerasi makula, dan keratitis fotokeratitis (peradangan kornea akibat paparan sinar UV).
Cara Melindungi Kulit dari Sinar UV
Untuk melindungi kulit dari dampak negatif sinar UV, berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:
- Gunakan Sunscreen Sunscreen adalah perlindungan utama dari sinar UV. Pilih sunscreen dengan SPF 30 atau lebih yang melindungi dari sinar UVA dan UVB, dan aplikasikan setiap dua jam, terutama setelah berkeringat atau berenang.
- Hindari Paparan Matahari pada Jam Puncak Sinar UV paling intens antara pukul 10 pagi hingga 4 sore. Hindari paparan langsung pada jam-jam ini atau gunakan pelindung seperti payung dan berteduh di tempat yang terlindung.
- Gunakan Pakaian Pelindung Kenakan pakaian berlengan panjang, topi bertepi lebar, dan kacamata hitam. Saat ini, tersedia pakaian dengan perlindungan UV yang dapat membantu menghalangi radiasi.
- Gunakan Kacamata dengan Perlindungan UV Pilih kacamata hitam dengan perlindungan dari sinar UV untuk mencegah kerusakan mata akibat paparan sinar ultraviolet.
- Konsumsi Antioksidan Makanan yang kaya antioksidan, seperti buah-buahan dan sayuran hijau, dapat membantu melawan radikal bebas yang dihasilkan oleh paparan UV, melindungi kulit dari kerusakan, dan mencegah penuaan dini.
Kesimpulan
Paparan berlebihan terhadap sinar UV dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, mulai dari sunburn hingga kanker kulit. Dengan memahami dampak negatif sinar UV dan mengambil langkah pencegahan seperti penggunaan sunscreen, pakaian pelindung, serta pola makan yang sehat, kita dapat menjaga kesehatan kulit dan melindunginya dari efek merusak sinar UV. Melindungi kulit dari radiasi UV adalah langkah penting untuk menjaga kulit tetap sehat, awet muda, dan bebas dari risiko penyakit kulit yang serius.
Product Recomendation
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-
by Lugi Nurilab | Feb 19, 2025 | Blog
Belerang, atau sulfur, adalah bahan yang telah lama digunakan dalam dunia perawatan kulit. Dengan sifat antiseptik dan antibakterinya, belerang dikenal efektif untuk mengatasi berbagai masalah kulit, terutama jerawat. Artikel ini akan membahas manfaat belerang bagi kulit, cara penggunaannya agar lebih efektif, serta tips memilih produk yang tepat.
Apa Itu Belerang?
Belerang adalah mineral alami yang banyak terdapat di kerak bumi dan sering digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai produk perawatan kulit. Sifat antiinflamasi dan antimikrobanya menjadikannya pilihan populer untuk merawat jerawat dan masalah kulit lainnya. Belerang dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti krim, sabun, masker, dan serum perawatan kulit. Penggunaannya dalam perawatan kulit telah dikenal sejak zaman peradaban kuno seperti di India Kuno, Tiongkok Kuno, Yunani, dan Mesir.
Pada abad ke-19, belerang mulai dikembangkan menjadi obat anti-jerawat yang terbukti efektif. Salah satu contohnya adalah produk “Glenn’s Sulphur Soap” yang diiklankan pada Helena Independent, 3 Juli 1881, dengan klaim manfaat seperti merawat kulit dan menghilangkan ketombe.

Gambar 1.1 Iklan pada Helena Independent pada hari Minggu, 3 Juli 1881 berupa sabun dengan brand “Glenn’s Sulphur Soap” dengan berbagai manfaatnya seperti merawat kulit, menghilangkan ketombe, dan lainnya.
Manfaat Belerang untuk Kulit
- Mengatasi Jerawat: Belerang membantu mengeringkan jerawat dengan cepat tanpa menyebabkan iritasi yang parah. Sifat pengelupasan alaminya juga membantu mengangkat sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori.
- Mengurangi Minyak Berlebih: Belerang dapat mengatur produksi sebum pada kulit berminyak, sehingga mencegah pembentukan komedo dan jerawat.
- Menenangkan Kulit yang Iritasi: Sifat antiinflamasi belerang membantu meredakan peradangan kulit, menjadikannya efektif untuk kondisi kulit yang sensitif dan meradang.
- Mengatasi Masalah Kulit Lainnya: Selain jerawat, belerang juga efektif untuk mengobati kondisi kulit seperti rosacea dan dermatitis seboroik.
Cara Menggunakan Belerang agar Efektif
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari belerang, penggunaannya harus disesuaikan dengan jenis kulit dan masalah kulit yang dihadapi. Berikut panduan yang dapat diikuti:
- Untuk Kulit Berminyak atau Berjerawat: Gunakan sabun atau masker sulfur 1-2 kali seminggu untuk membantu membersihkan pori-pori dan mengontrol produksi minyak.
- Untuk Kulit Sensitif: Gunakan krim atau serum dengan konsentrasi belerang rendah (sekitar 3-5%) untuk mengurangi risiko iritasi.
Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun belerang efektif dalam mengatasi jerawat, penggunaannya dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan sedikit mengelupas. Untuk menghindari efek ini, selalu gunakan pelembap yang ringan setelah perawatan untuk menjaga keseimbangan kelembapan kulit. Selain itu, lakukan patch test terlebih dahulu, terutama jika Anda memiliki kulit sensitif, untuk menghindari iritasi yang tidak diinginkan.
Kesimpulan
Belerang adalah bahan serbaguna yang sangat efektif dalam merawat berbagai masalah kulit, terutama jerawat. Dengan memilih produk yang tepat dan menggunakannya secara benar, belerang dapat membantu menjaga kulit tetap bersih dan bebas dari peradangan. Penting bagi konsumen untuk memahami cara menggunakan produk berbasis belerang dengan benar agar mendapatkan hasil yang optimal tanpa risiko iritasi.
Product Recomendation
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-
by Lugi Nurilab | Feb 18, 2025 | Lifestyle & Nutrition, Makeup and Skincare, Self-Care & Wellness
Kulit yang mudah berkeringat, terutama di daerah tropis seperti Indonesia, memerlukan perawatan ekstra. Keringat yang berlebihan dapat menciptakan lingkungan lembap di permukaan kulit yang memicu penumpukan minyak, kotoran, dan bakteri. Akibatnya, pori-pori bisa tersumbat dan menimbulkan jerawat, komedo, hingga iritasi kulit. Untuk itu, penting bagi kamu yang memiliki kulit sering berkeringat untuk menjaga kebersihan wajah dengan tepat.
Mengapa Keringat Dapat Menjadi Masalah untuk Kulit?
Keringat sebenarnya berfungsi sebagai mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu. Namun, saat keringat bercampur dengan sebum (minyak alami kulit) dan partikel kotoran dari lingkungan, hal ini bisa mengganggu keseimbangan mikrobioma kulit. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa memicu berbagai masalah kulit seperti:
- Munculnya jerawat dan bruntusan.
- Wajah terasa lengket dan tidak nyaman.
- Iritasi akibat gesekan antara keringat dan kulit, terutama jika sering beraktivitas di luar ruangan.
Tips Menjaga Kebersihan Wajah untuk Kulit Berkeringat
1. Cuci Wajah Dua Kali Sehari
Cuci wajah pagi dan malam hari sudah cukup, bahkan untuk kamu yang sering berkeringat. Hindari mencuci wajah terlalu sering karena justru bisa mengikis lapisan pelindung alami kulit (skin barrier). Gunakan facial wash yang lembut, bebas sulfat, dan non-comedogenic.
2. Gunakan Micellar Water setelah Aktivitas Berat
Setelah berolahraga atau beraktivitas di luar ruangan, kamu bisa menggunakan micellar water untuk membersihkan wajah dari keringat dan kotoran, terutama jika belum sempat mencuci muka dengan air.
3. Hindari Menyeka Wajah dengan Tangan Kotor
Refleks menyeka keringat menggunakan tangan adalah hal yang umum, tetapi bisa membawa bakteri dan kotoran ke wajah. Gunakan tisu kering atau handuk bersih yang lembut untuk menepuk wajah secara perlahan.
4. Pilih Skincare yang Ringan dan Mudah Menyerap
Gunakan produk yang memiliki tekstur ringan seperti gel atau lotion. Produk yang terlalu berat dapat memperparah kondisi kulit saat berkeringat, karena dapat menyumbat pori.
5. Gunakan Sunscreen yang Sesuai
Pilih sunscreen non-comedogenic dan water-resistant jika kamu sering beraktivitas di luar ruangan. Sunscreen jenis ini mampu melindungi kulit dari sinar UV tanpa menyumbat pori-pori saat kamu berkeringat.
6. Ganti Sarung Bantal dan Handuk Secara Rutin
Permukaan yang bersentuhan langsung dengan wajah seperti sarung bantal dan handuk dapat menjadi sarang bakteri jika tidak dibersihkan secara rutin. Idealnya, ganti sarung bantal setiap 2–3 hari sekali.
7. Jaga Pola Hidup Sehat
Asupan makanan dan stres juga berpengaruh terhadap kondisi kulit. Konsumsi makanan yang seimbang, cukupi kebutuhan air, dan istirahat yang cukup agar kulit tetap sehat dari dalam.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Ahli?
Jika kulitmu tetap mengalami breakout parah meskipun sudah menjaga kebersihan wajah dengan baik, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter kulit. Bisa jadi kamu membutuhkan perawatan topikal atau oral yang lebih spesifik sesuai kondisi kulit.
Rekomendasi Produk Nurilab untuk Kulit Berkeringat
Untuk kamu yang memiliki kulit sering berkeringat dan mudah berjerawat, Nurilab menghadirkan rangkaian produk skincare yang ringan, non-comedogenic, dan diformulasikan khusus untuk kulit tropis Indonesia. Produk seperti Nurilab Gentle Face Wash dan Nurilab Acne Spot Treatment dapat menjadi pilihan aman untuk menjaga kebersihan kulit sekaligus merawat jerawat tanpa membuat kulit iritasi.
Temukan produk Nurilab di bawh ini dan nikmati kulit yang bersih, segar, dan bebas jerawat, meskipun kamu aktif seharian! Check out sekarang!
Product Recomendation
-
-
-
Rp89.000 Original price was: Rp89.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.
-
-
-
Rp188.000 Original price was: Rp188.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.
-
Rp99.000 Original price was: Rp99.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.
-
-